NovelToon NovelToon
Love At First Sight

Love At First Sight

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:333.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Adine Indriani

Ketika jatuh cinta, tidak ada yang bisa memberi alasan pasti. Hanya merasakan dan tidak bisa menghentikan.
Cinta Henry pada Cynthia, gadis biasa yang melamar menjadi sekretarisnya.
Benarkah itu cinta pada pandangan pertama.

Dua orang yang berbeda latar belakang. Henry Elfred seorang CEO perusahaan British Oil & Gas, keturunan Inggris dan Jawa, berasal dari keluarga kaya raya yang penuh intrik kotor dan drama, sedangkan Cynthia hanya gadis biasa dan sederhana.

Cinta mereka terhalangi karena Henry hanya bisa menikahi seorang puteri pengusaha untuk memperluas wilayah kekuasaan perusahaannya di Indonesia. Begitu banyak rintangan untuk bersama dengan wanita yang dicintainya.

Bisakah Henry menyakinkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adine Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 Come Back Home

“Yonglex, antarkan aku menemuinya ….” Ujar Fransisca.

Yonglex mengetahui maksudnya meskipun tanpa menyebut namanya. Nyonya Fransisca minta diantar pada Nona Cynthia.

Fransisca melihat sekeliling apartemen yang sangat mewah dan penjagaan yang sangat ketat. Wajahnya semakin masam melihat perlakukan spesial Henry untuk wanita simpanannya.

“Aku dengar dia pernah menjadi sekretaris Henry?”

Yonglex hanya mengangguk.

“Dasar wanita murahan!”

“Nona Cynthia buka orang seper …,” ucapan Yonglex tidak digubrisnya. Sembari melangkah ke dalam lobi apartemen.

Ketika menuju lift pegawai resepsionis menghentikan langkah Fransisca untuk memasukinya.

“Maaf Bu, anda mau ke lantai berapa?”

“Berani-beraninya kamu bertanya, aku ini istri dari Henry Elfred!” Fransisca membentak resepsionis itu. Yonglex berjalan cepat untuk memperlihatkan tanda akses masuk khusus pada pegawai itu.

“Baik Pak, silahkan!”

Fransisca membuang wajahnya dengan sinis, memberikan ingatan keji pada pegawai itu. Seakan berkata akan memberinya pelajaran di lain waktu.

“Henry memberikan wanita murahan ini Griya Tawang? Heh! Benar-benar membuatku kesal.”

Sesampainya di depan pintu, Yonglex ragu untuk membunyikan bel. Khawatir jika dirinya melakukan sesuatu yang kejam terhadap Nona Cynthia.

“Kenapa diam saja? Bunyikan belnya …,” sentak Fransisca memberikan kesan menakutkan pada Yonglex.

“Nyonya, sebelum saya membiarkan anda masuk ke dalam, saya akan memperingatkan anda jika properti ini adalah kediaman rahasia Tuan Henry. Hanya Cynthia dan saya yang mengetahuinya demi keselamatan Tuan sendiri, jadi saya sarankan agar Nyonya bisa merahasiakannya.”

“Tidak perlu mengajari saya … kamu hanya cecunguk yang merasa lebih hebat dari istri sah Henry, iya? … apa kamu mau dipecat!”

“Bukan begitu maksud sa …,” ucapnya terpotong lagi.

“Cepat buka pintunya!”

Yonglex segera membunyikan bel pintu setelah Fransisca memberinya ultimatum.

Semoga Nona Cynthia sedang tidak ada di rumah. Batin Yonglex berharap.

Setelah menekan bel yang ke sekian kali, Cynthia membuka pintu itu perlahan. Terkejut dengan seseorang yang terlihat menenggelamkan kepalanya di bawah topi putih besarnya. Kemudian menatap wajah Cynthia dan memberinya senyuman sinis. Fransisca dengan gaya anggunnya melepas topi itu setelah menerobos masuk.

Cynthia masih melongo di depan Yonglex.

“Apa kamu tidak punya sopan santun kepada tamu yang datang?” ucap Fransisca menyindir Cynthia.

“Ah … silahkan duduk, saya akan buatkan minuman.”

Tangannya gemetar ketika menyeduh teh dan menuangkan pouch berisi air panas ke dalam cangkir. Meletakkan teh itu di depan Fransisca.

“Apa kamu tidak punya kopi?” Menaruh topi besar di dudukan sofa dan mengangkat secangkir itu ke dekat bibirnya.

“Ha-hanya Henry yang bisa mengguna … kan … nya,” Cynthia merasa tidak nyaman dengan caranya melihat setelah menyebut nama Henry. Fransisca meletakkan cangkir itu dengan asal hingga membuat airnya berceceran di meja.

“Aku kesini untuk mengambil hak-ku … aku istri sah satu-satunya Henry dan kamu … hanya wanita yang menjadi simpanannya.”

“Aku istrinya … bukan wanita simpanannya,” tegas Cynthia membela diri.

“Plaaaaaakkkkk!” Fransisca memberi tamparan ke wajah Cynthia. Terlihat geram wajahnya menahan amarah kepada Cynthia sejak tadi. Pipi Cynthia memerah dan terasa panas, menutupinya dengan telapak tangan.

“Nyonya, anda berlebihan,” ucap Yonglex.

“Diaaam! … sebaiknya kamu keluar dari sini,” ujar Fransisca mengusir Yonglex keluar dari apartemen. Yonglex menuruti keinginannya pergi dari sana, menunggunya di luar pintu.

Yonglex merasa tidak berdaya karena kondisi Henry yang belum pulih.

“Sejak tadi aku sudah bersabar denganmu … tetapi sikapmu sungguh keterlaluan. Menganggap dirimu lebih baik ketimbang diriku … hah!”

Cynthia hanya menahan rasa nyeri di pipinya, terlebih menahan harga dirinya yang terinjak-injak.

“Sebenarnya bisa saja aku mengusirmu, tetapi penyembuhan Henry menjadi prioritasku! Aku ingin Henry sembuh seperti semula karena aku mencintainya.”

Begitu juga aku yang sangat mencintainya.

“Aku ingin memberimu kesempatan untuk bersama dengan Henry!”

Apa?” Cynthia terkejut.

“Jangan senang dulu … aku memberimu kesempatan mengurus Henry hingga sampai dirinya mengalami perkembangan. Kamu menjadi Cynthia dan ketika dirinya kembali, aku-lah yang berada di sisi-nya yang Henry yakini telah merawatnya selama ini. Setelah itu kamu harus pergi jauh meninggalkan Indonesia.”

“Aku tunggu jawaban darimu …,” ucap Fransisca sambil beranjak dari tempat duduknya. Meninggalkan Cynthia memakai topi besar itu berjalan dengan selayaknya wanita kelas atas meninggalkan pesta.

Fransisca meninggalkan Cynthia dengan perasaan hancur, tidak ada banyak pilihan untuknya.

“Baiklah … aku bersedia merawatnya, aku akan mengikuti keinginanmu demi kesembuhan Henry.” Cynthia berdiri menerima keinginannya dengan lantang dan tanpa keraguan. Cynthia hanya ingin bersama dengan Henry, meskipun dirinya harus pergi setelahnya.

Cepat sekali dirinya memberi jawaban. Baguslah, permainan akan segera di mulai.

“O … ya … ada syaratnya! Kamu tidak boleh berbicara sepatah katapun di depannya, bahkan tidak boleh menyentuhnya. Aku perintahkan dan kamu melakukannya!”

Cynthia mengangguk pasrah.

***

Dua hari kemudian, Henry direncanakan akan pulang ke apartemen rahasianya itu. Kondisinya sudah lebih tenang tetapi dokter menyarankan untuk menyerahkan Henry dalam perawatan Fransisca, istrinya. Kebetulan Fransisca menyakinkan dokter dan orangtuanya jika dirinya sanggup membuat Henry kembali pulih seperti semula.

“Baiklah, kami percaya padamu,” imbuh Yuminten dan Albert Elfred.

“Percayakan pemulihan Henry padaku, aku sangat mencintainya … aku akan mengurusnya dengan baik.” Balas Fransisca menyakinkan mereka.

Yonglex menuntun Henry untuk sampai ke Griya Tawang miliknya. Cynthia sudah menunggu sejak lama kehadirannya. Hatinya merasa senang bisa melihatnya sedekat ini, meskipun tidak bisa menyentuhnya apalagi memeluknya. Kerinduan terdalamnya dipendam agar bisa melihat Henry sedekat itu.

Setelah Yonglex membawanya ke ranjang dan meninggalkannya di sana, Yonglex dipaksa untuk keluar dari Griya itu dan tinggal di apartemen paling dasar.

“Aku akan menghubungimu jika membutuhkan sesuatu,” seru Fransisca ketus.

Sementara itu Cynthia diberikan kamar tamu untuk menempatinya di Griya itu.

“Kenakan seragam itu selama kamu di sini.” Sembari melempar seragam pembantu itu ke wajah Cynthia untuk dikenakan.

“Dan jangan melakukan sesuatu jika tidak kuperintahkan!”

Sembari memegang seragam, Cynthia menghubungi Pak Al meminta izin untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

“Saya harus merawat Henry, Pak Al,” ucap Cynthia ditelepon.

Tiba-tiba Fransisca kembali ke kamarnya, mengambil ponselnya dan mematikan hubungan itu. Cynthia terkejut tapi tidak bisa apa-apa.

“Jangan pernah melakukan komunikasi dengan orang lain, apalagi membicarakan situasimu di rumah ini!”

“Tapi, aku harus mengecek kondisi Nenek!”

“Baiklah, jika kamu mau menghubungi Nenekmu, aku akan memberikannya, dengan pengawasanku! Paham?”

“Cynthia … Cynthia ….” Suara Henry memanggil-manggil namanya dari kamar utama.

“Baiklah, suamiku sudah memanggilku! Hihi ….” ujar Fransisca meninggalkan Cynthia yang asli. Tersenyum puas.

Membuka pakaian yang kukenakan dan menggantinya dengan seragam berwarna hitam, teringat pengalaman masa lalu menjadi gadis promosi produk di supermarket. Menjajakan produk ke rak-rak dan membawa pulang produk yang hampir kadaluarsa untuk dimakan bersama Nenek. Terkesan sangat menyedihkan kala itu, tetapi hatiku sangat bahagia. Semuanya sangat sederhana, hanya memikirkan hari ini saja, besok urusan nanti.

Berbeda dengan saat ini rasanya tidak ada hari ini dan esok hari.

“Siapa di dalam? Siapa,” teriak Henry tiba-tiba membuka pintu kamar tamu. Henry merasakan ada seseorang yang lain yang berada di kamar itu. Cynthia bergegas memakai pakaiannya selagi Fransisca merayu Henry untuk meninggalkan ruangan itu. Sembari berkata, “Tidak ada siapa-siapa di sana.”

Apa Henry bisa mendengar? Atau hanya merasakan kehadirannya. Aku harus berhati-hati dengan Cynthia.

***

Tambahkan ke favorit kalian, pencet Like, Vote, Rate 5 dan komen yang banyak kalau kalian suka )

1
Dewi Farida
ahirnya sadar juga kau alan👍
Dewi Farida
terbuat dari apa hatimu al, sdh dihianati tapi msh mau menerimanya
Dewi Farida
Hendri.... awas kau 👊
Dewi Farida
aku malah suka di part ini
Dewi Farida
aish... ketahuan deh
Dewi Farida
ceritanya seru, kaya film action
Idriaty Manopo
lanjut thot
Anonim
ah, msh gak rela hendry meninggalkan cynthia
Anonim
sedih, kok hendry hrs mati, kasihan cynthia
Anonim
waduh, sadis banget ceritamu thor
Anonim
sama2 punya anak tunggal ya
Anonim
suami yg tdk ada duanya
Anonim
sadis dan kejam ceritamu autor
Anonim
kecewa dgn cynthia, kasihan hendry
Anonim
kasihan hendry, sebelsama cynthia yg mendua
Anonim
cynthia sepertinya mendua hati, dia jatuh cinta dgn hendry, tapi meri dukan steven?
Anonim
kalau steven msh hidup, akankah cintya meninggalkan hendry?
🌻Ruby Kejora
hai...ocha udah mampir...boomerang lagi ke utk kakak..semgat update trus ya.

boom balik karya ku

the thunder's love
Fatma Saleh Al Aidid
sabar Alan ada Sabrina yg patut diperjuangkan
Kimmeldy - Meldy
seruuu


🥰🥰

ditunggu lagi Kaka salam dari basecamp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!