NovelToon NovelToon
Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Namaku Cinta Permata Kusuma, aku anak pertama dari dua bersaudara.
Aku dilahirkan dari keluarga yang berada dan berkecukupan, tapi tidak dengan kasih sayang kedua orang tua.

23Tahun mengalami keterpurukan, akhirnya kebahagiaanku kini telah datang.
Iqbal Radit Adijaya, dia pria yang memberi kebahagiaan yang tidak pernah aku dapati sejak dulu. Cintanya sangat besar hingga dia rela memberi hidupnya untukku.

Apa kebagian ini akan selamanya? atau Cinta harus kembali di kehidupan semulanya?

Semua jawabannya ada disini
"TAKDIR HIDUP CINTA".

Setiap episode terdapat kata-kata motivasi di akhir cerita. Dan jadikan itu sebagai inspirasi hidup yang lebih baik untukmu di kedepan nanti.

Selamat membaca, jangan lupa like,comment, vote dan tambahkan ke Favorite di Hpmu untuk mendapatkan up terbaru dari author.❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Celaka?

Selamat membaca!📖

Setelah pertemuan Iqbal dan Cinta di cafe. Cinta segera melajukan mobilnya ke lokasi pemotretan. Dalam perjalanan hp Cinta berdering panggilan masuk, segera menepikan mobil dipinggir jalan dan mengangkat panggilan telpon.

📞:"Hallo dek." Sapa Cinta.

📞:"Kakak sekarang dimana? apa sudah di lokasi pemotretan?" tanya Laura tak menjawab sapaan Cinta.

📞:"Kakak masih dalam perjalanan, kenapa emangnya, apa ada masalah?" tanya Cinta bingung dengan Laura yang tak biasa bersikap seperti ini.

📞:"Nanti baru aku jelasin kak, sekarang kakak kirim alamat pemotretan nya, aku dan teman-teman akan kesitu." Kata Laura, tanpa menjawab pertanyaan Cinta diujung telpon.

📞:"Oke kakak kirim sekarang." balas Cinta mematikan sambungan telpon dan segera mengirim alamat kepada adiknya.

***

"Ayo kita berangkat." Ajak Laura yang sudah menerima alamat dari kakaknya.

"Cinta sudah kirim?" tanya Inces menatap Laura.

"Sudah, kalau belum gak mungkin aku ajak." jawab Laura binggung dengan jalan pikiran Inces.

"Yah sudah tunggu apa lagi, ayo jalan." Kata Inces menatap sahabatnya.

"Kita sudah mau jalan cuman kamunya saja yang nanya banyak, makanya kita belum berangkat." kesal Bunga dengan perkataan Inces tanpa merasa bersalah.

"Iya iya, kalau gitu ayo jalan." kata Inces sekali lagi, tidak perduli dengan tatapan sahabatnya yang kesal padanya.

Dalam perjalanan ke lokasi, Laura dkk diam dengan pikirannya masing-masing, Laura yang sibuk menyetir mobil dengan pandangan yang fokus kedepan tanpa menoleh ke sahabatnya.

Pikiran Laura kini terus melayang memikirkan kakaknya, dia takut Cinta akan kewalahan dengan banyaknya wartawan yang datang karena video yang beredar di sosmed. Bagaimana jika Cinta terluka ulah wartawan yang bar-bar karena tak sabaran ingin meminta klarifikasi dengan video yang viral.

"Laura awas." teriak Melati yang duduk disamping kursi mengemudi, dia kaget saat Laura hampir menabrak truk mobil yang berada didepannya.

Mendengar teriakan Melati, Laura langsung tersadar dengan cepat dia langsung membanting setir kesamping.

"Laura kamu mikirin apa sih, kenapa sampai gak fokus gini, kita hampir saja celaka." Tegur Melati menatap Laura yang shock dengan kejadian tadi.

"Maaf yah guys, aku sudah buat kalian hampir celaka karena keteledoran ku dalam menyetir. Aku tadi terus memikirkan kakak, aku takut bagaimana kalau kakak celaka, kalian tahu sendirikan bagaimana tingkah wartawan yang mendengar gosip yang viral menyangkut artis papan atas." Ujar Laura menatap sahabatnya yang masih shock.

"Kita tahu itu Luara, tapi tidak begini juga, kita bisa celaka." Balas Melati menatap Laura yang mulai menetralkan kepanikannya.

"Laura, aku gak mau mati muda yah, aku mau menikah sebelum bertemu ajal ku, jadi kalau kamu mau mati silakan mati sendiri jangan ajak-ajak, aku gak mau." Jelas Bunga yang masih shock. Bagaimana tidak shock? ajal mereka seperti sudah berada didepan mata jika Laura tidak cepat membanting setir nya.

"Aku gak ajak kalian mati, aku juga mau hidup lebih lama lagi karena aku ingin menikah dan punya anak." Balas Laura.

"Yah sudah sekarang kita lanjut jalan, Laura kamu pindah biar aku saja yang setir, aku gak mau kejadian ini terulang lagi karena kamu yang tidak fokus kayak gini." Tegas Melati yang keluar dari mobil mengambil alih tugas awal Laura.

"Laura kamu gak usah terlalu mikirin Cinta, aku yakin Cinta bisa atasi ini, dia tahu cara mengahadapi wartawan, apa kamu lupa Cinta itu artis papan atas, dia sudah biasa di hampiri banyak wartawan yang ingin mencari informasi, bodygard Cinta ada dimana-mana, mereka pasti akan melindunginya, jadi stop berasumsi yang aneh-aneh tentang Cinta." Tegas Bunga menatap Laura yang telah berada di samping kursi mengemudi.

"Aku tahu itu Bunga, tapi kita gak tahu apa yang bisa terjadi jika kita terus mengandalkan bodygard. Apa kamu lupa saat kakak datang di acara ulang tahun kampus? Kakak drop Bunga, bagaimana jika itu terjadi lagi sekarang." Balas Laura yang khawatir dengan Kakaknya yang memiliki penyakit.

"Iya, kita ingat itu, tapi satu hal yang perlu kamu mengerti, saat itu Cinta dikerumuni oleh pengemarnya bukan wartawan, coba kamu pikir apa wartawan akan sebanyak fans? gak mungkin kan." Kata Bunga yang menyakinkan Laura yang khawatir.

"Tetap saja Bunga, kakak ada penyakit tidak ada yang menjamin jika kakak tidak akan drop." Balas Laura yang tetap keras kepala dengan pendiriannya yang berlebihan menurut sahabatnya.

"Sudahlah Bunga, gak usah dibahas lagi percuma kamu jelasin, Laura gak bakal mengerti, dia kan keras kepala yang kalahin batu yang ada di tanah." Lerai Inces sekaligus menyindir Laura.

"Kamu benar, batu aja kalau keras masih bisa dipecahkan, tapi kalau ini tidak." Setuju Bunga dengan perkataan Inces.

***

"Kenan, apa kalian sudah lihat video yang viral di forum kampus?" tanya Radit menatapnya.

"Emang video apa yang viral?" tanya balik Kenan.

"Jadi kalian belum lihat, pantas saja kalian begitu santai." ucap Radit.

"Maksudnya kalau kita lihat, reaksi kita gimana?" Bingung Kenan dengan perkataan Radit yang menurutnya tak masuk akal.

"Kalian lihat saja, biar paham reaksi apa yang akan kalian dapatkan." Kata Radit menatap sahabatnya yang duduk santai di kursi taman.

Mendengar perkataan Radit mereka semua langsung membuka forum kampus yang berada di hp nya masing-masing. Terlihat jelas perubahan wajah mereka setelah melihatnya. Tak ingin membuang waktu dengan terus menonton, Iqbal segera mengubungi Cinta.

📞:"Hallo Cinta." Ucap Iqbal saat Cinta mengangkat panggilan telponnya.

📞:"Iya Iqbal, ada apa kamu menghubungiku, apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?" tanya Cinta.

📞:"Apa kamu sudah tiba di lokasi, bagaimana keadaan disana, apa semuanya aman." tanya Iqbal tanpa menggubris pertanyaan dari Cinta.

📞:" Iya, aku sudah tiba dilokasi, semuanya aman, emangnya kenapa, apa ada masalah?" tanya Cinta sekali lagi yang mulai bingung dengan perkataan Iqbal yang terus cerocos tanpa menjawab pertanyaannya.

📞:"Akan aku jelaskan nanti, sekarang kamu kirimkan alamat lokasimu, aku akan kesana sekarang, jika terjadi sesuatu disana cepat kabari aku!" Perintah Iqbal tegas.

📞:"Kenapa kamu aneh seperti Laura, tadi dia menghubungiku dan sekarang kamu, apa ada masalah yang serius sampai harus menyusul ku?" tanya cinta.

📞:"Laura, jadi Laura tadi mengubungi kamu? kenapa dia tidak mengabari kita juga." ucap Iqbal kaget mendengar perkataan yang dilontarkan Cinta, dia tak habis pikir kenapa Laura tidak mengabari mereka masalah sebesar ini.

📞:"Iya Laura, emangnya kenapa harus kabarin? apa masalahnya menyangkut diriku sendiri?" tanya Cinta yang berada diujung telpon.

📞:" Kamu kirimkan saja alamat kamu sekarang, nanti bakal aku jelasin." Balas Iqbal.

📞:"Iya." ucap Cinta singkat dan padat.

Setelah sambungan telpon terputus, hp Iqbal langsung berdering, dengan cepat Iqbal membuka pesan yang masuk, ternyata pesan itu dari Cinta yang berisi alamatnya sekarang.

"Apa kalian mau ikut?" tanya Iqbal menatap sahabatnya, setelah mendapatkan alamat keberadaan Cinta.

"Gak usah ditanya kita pasti ikut, Cinta sepupu kita, jadi masalah dia masalah kita." Tegas Kenan menatap Iqbal yang sudah berdiri bersiap untuk berangkat.

×

×

×

×

×

BERSAMBUNG...

1
Nur rahmayana
mampir thor
Nurliana Saragih
Gimana mau kasih jempol Thor,,,,?!
Katanya novel ini dah End, nyatanya masih On going!!!
Menyebalkan!!!
Kalo End ya End,kalo On going ya On going,apa susahnya sih ?!
😡😡😡
Akun ini lg hiatus
maaf br bc thor sibuk nulis diakunku yg lain
Avrillia
tu mharnya g' salah t thoor pa asal"an ngetik.....
🌹🪴eiv🪴🌹
jir..akeh e mahar e.....
🌹🪴eiv🪴🌹
kenapa sih otor bikin nangeeesss terus 🥺🥺
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss lagi 😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
hih... dasar Mak kampret 😡😡😡😡😡



eh...🤭🤭🤭🤭
🌹🪴eiv🪴🌹
pasukan baca end 🖕
Alya Yuni
Si Lestri trllu lbih msa prca hal bodoh kya mcm it
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
sumpah dimas kepo bgt
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
slmt menunggu iqbal
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
tuh mulut mnt djht y
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
pgn w cincang u
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
yah gagal deh
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
anjirrr g kuat bcny
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
dsr cowok
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
bicarany santai j
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
jujur j sh bgs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!