NovelToon NovelToon
SECRET OF SANDRA

SECRET OF SANDRA

Status: tamat
Genre:Petualangan / Balas Dendam / Mafia / Anak Genius / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Chicklit / Tamat
Popularitas:332.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Orangtuanya dibunuh, kedua kakaknya dibawa oleh orang-orang itu, sedangkan ia ditinggal sendirian dengan jenazah kedua orangtuanya.

Bertahun-tahun ia hidup terpisah dengan kedua kakaknya.

Apakah ia bisa menemukan mereka kembali dan berkumpul bersama?

Apakah dia juga akan membalas perbuatan orang-orang yang telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya?

Darah dibalas darah dan nyawa dibalas nyawa 💀

Inilah perjuangannya menemukan kedua saudaranya dan pembunuh kedua orangtuanya!

Ikutlah denganku menyelami semua teka-teki dalam hidupku 👩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersyukur

"Itu nak suami dan anak ibu" tunjuk ibu itu pada suaminya yang tengah menarik-narik tangan anaknya namun sang anak memegang erat pintu rumah dengan satu tangannya yang lain agar tak bisa dibawa sang ayah.

Sandra, Leo, Willy, dan Nino segera berlari menuju ke ayah dan anak yang sedang tarik-tarikan itu. Sedangkan Sandro, Andri, Yusuf menjaga Alin, Fatah, Damar, ibu, dan anak tadi.

"Hentikan, lepaskan anak itu" seru Sandra dengan nada datarnya.

"Siapa kalian? Jangan ikut campur urusan kami" teriak ayah anak itu.

"Walaupun ini bukan urusan kami, tapi mengenai kemanusiaan itu urusan kami apalagi ini menyangkut kekerasan dan pemaksaan anak dibawah umur" ucap Sandra.

"Cih... Tau apa kalian ini tentang kemanusiaan? Anak-anak bau kencur dan orang kaya seperti kalian tidak tahu bagaimana rasanya hidup seperti kami. Hidup yang hari sebelumnya harus memikirkan keesokan harinya harus makan dengan apa" teriak ayah itu dengan masih terus menarik tangan anak disampingnya.

"Yah, ibu mohon jangan lakukan itu pada anak kita. Kita bisa berusaha bersama-sama, kita juga masih mampu untuk bekerja. Kasihan anak kita, yah" teriak ibu itu pada suaminya agar melepaskan anaknya.

"Kamu masih mikirin kasihan? Sedangkan besok pagi saja kita tak tahu harus makan apa. Beras saja tak punya" seru suaminya yang sedikit menitikkan air mata.

Sandra merasa bapak itu masib mempunyai hati nurani dan rasa kasihan pada anak dan istrinya, namun ia bingung dengan keadaan hidupnya.

"Ya Allah yah, jangan seperti ini. Ibu mohon, besok ibu akan cari pinjaman di warung untuk kita makan sambil kita berpikir untuk bekerja cari uang" jawab ibu itu sambil menangis.

"Ayah, abang mohon jangan bawa abang. Abang takut yah. Abang besok nggak makan nggak papa, asal jangan dibawa ke ibu-ibu itu, yah" mohon anak yang sedari tadi ditarik ayahnya itu.

Sandra menatap Leo dan kakaknya Willy seakan memberitahu idenya pada mereka dan seakan paham atas apa yang diinginkan Sandra akhirnya mereka menyetujuinya.

"Pak, lepasin anaknya ya. Untuk makan besok bapak dan keluarga nggak usah pikirkan. Bapak selama ini bekerja sebagai apa kalau boleh tahu?" tanya Sandra mencoba mendekati baoak itu dengan tenangnya.

"Saya kerja di kebun tapi akhir-akhir ini karena cuaca yang tidak mendukung mengakibatkan hasil kebun menurun jadi sebagian pekerja di berhentikan entah sampai kapan" cerita ayah itu dan mulai mengendurkan pegangannya pada tangan sang anak. Sepertinya bapak itu mulai luluh.

"Kita bicara di dalam saja yah, nak. Tidak enak kalau dilihat dan didengar tetangga" saran ibu itu karena melihat banyak tetangga yang menatap mereka dengan sinis.

"Jangan dibantu mas, mbak. Mereka itu orang-orang tak berguna, hutangnya banyak dimana-mana. Bikin susah oranglain aja" teriak salah satu tetangganya disana.

"Iya, anak saya saja saya nggak bolehin main sama anak mereka. Takut kena penyakit, lihat aja tuh baju yang mereka kenakan lusuh seperti banyak kumannya" ejek tetangga lainnya, sedangkan yang diejek hanya menundukkan kepala.

"Kalian berpendidikan dan katanya orang kaya, tapi mulut kalian seperti bukan dari kalangan orang kaya dan berpendidikan" ucap Sandra dengan nada dinginnya membuat para tetangga yang nyinyir tadi pergi dari sana dengan menunduk malu.

"Sudah biarkan saja, nak. Kami sudah terbiasa dengan hinaan mereka. Lagipula benar apa yang dikatakan mereka kalau kami banyak hutang di warung" ucap ibu itu sambil menggenggam tangan Sandra.

Mereka pun masuk ke dalam rumah ibu itu dengan duduk di ruang tamu beralaskan tikar.

"Maaf ya nak, tempatnya seperti ini" ucap ibu itu dengan tak enak hati.

"Tak apa bu" ucap Sandra dengan lembut sambil mengelus lengan ibu itu.

"Maaf pak, bu. Perkenalkan nama saya Sandra. Ini Leo, Sandro, Willy, Andri, Nino, Ferdi, Alin, Yusuf, Fatah, dan Damar" ucap Sandra sambil memperkenalkan semua yang ada disana.

"Saya bu Ratmi, ini pak Rohman suami saya. Lalu ini anak saya yang pertama Akbar dan yang paling kecil namanya Deno" ucap ibu itu yang bernama Ibu Ratmi memperkenalkan suami dan anak-anaknya.

Bu Ratmi dan Pak Rohman merupakan pasangan suami istri yang dulunya bekerja di perkebunan milik salah satu kepala desa di dekat daerah mereka. Dulunya mereka menikah tanpa restu dari orangtua Bu Ratmi karena orangtua Bu Ratmi kurang suka dengan Pak Rohman yang berasal dari kalangan bawah. Mereka mempunyai dua anak laki-laki, Akbar (5) dan Deno (3). Disana pasangan suami istri itu mengontrak rumah petak dengan harga murah. Kini mereka sudah tak lagi bekerja karena ada pengurangan buruh di perkebunan itu. Itulah sebabnya pak Rohman berniat melakukan perbuatan di luar nalarnya karena sudah tak bisa berfikir harus bekerja apa untuk mendapatkan uang. Mereka juga orangnya sangat baik dan ramah oada oranglain, namun ya begitu oara tetangga yang rata-rata orang punya jadi selalu merendahkan mereka.

"Maaf ya nak sudah melibatkan nak Sandra dan teman-temannya ke dalam masalah keluarga kami" ucap Ibu Ratmi dengan tak enak hati.

"Tak apa bu, sebagai sesama manusia kita memang harus saling tolong menolong" ucap Sandra.

"Maaf pak, tadi bapak sebelumnya kan bekerja di perkebunan ya" lanjut Sandra dan diangguki Pak Rohman.

"Gimana kalau sebelum bapak nanti kembali ke perkebunan, bapak bisa bekerja di tempat saya dulu" saran Sandra dengan hati-hati karena tak ingin Pak Rohman tersinggung.

"Bapak mau, nak. Kerja apa saja bapak mau asal bisa beli beras untuk istri dan anak bapak" ucap Pak Rohman dengan semangat.

"Bapak bisa menjadi tukang kebun di rumah saya. Kebetulan di rumah saya belum ada yang mengurus kebun bunga dan buah yang saya tanam dibelakang rumah. Kalau bapak dan ibu tak keberatan, kalian juga bisa tinggal di sana bersama pekerja yang lainnya karena melihat jarak kontrakan ibu ke rumah saya yang lumayan jauh. Untuk makan juga sudah kami sediakan disana. Ibu juga bisa bantu bapak disana" jelas Sandra.

"Gimana bu?" tanya Pak Rohman meminta persetujuan Bu Ratmi.

"Iya kami mau nak. Ibu akan bantu apa saja disana. Tapi apa orangtua nak Sandra tidak keberatan? Kita kan baru kenal, apa nak Sandra dan keluarga yang lain tidak apa-apa" tanya Bu Ratmi.

"Orangtua saya sudah tidak ada bu. Saudara saya kak Willy, kak Sandro, Yusuf, Alin, Damar, dan Fatah juga tidak keberatan. Iya kan kak, dek?" tanya Sandra sambil tersenyum sedikit sendu dan diangguki saudara-saudaranya.

"Maaf nak kami tidak tahu" ucap Bu Ratmi tak enak hati dan diangguki oleh Sandra.

"Ya udah pak, bu kalian bisa beres-beres apa yang mau kalian bawa biar kita bisa berangkat sama-sama" ucap Sandra dan diangguki pak Rohman dan Bu Ratmi.

Sambil menunggu Pak Rohman dan Bu Ratmi beberes, mereka keluar rumah untuk melihat apakah anak buah Leo yang mereka suruh untuk membawa mobil sudah datang atau belum.

Tak berapa lama, pak Rohman dan Bu Ratmi sudah selesai dengan membawa barang-barang mereka. Pak Rohman segera memberikan kunci rumah kontrakan pada pemiliknya dan Bu Ratmi menuju warung untuk membayar hutang-hutangnya selama ini dengan uang yang diberikan oleh Sandra. Mereka berdua sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik seperti Sandra.

Setelah selesai dengan urusannya, mereka segera menaiki mobil yang dibawakan anak buah Leo untuk pulang menuju rumah Sandra. Sedangkan untuk motor mereka sudah dibawa pulang dengan anak buah Leo yang lainnya.

1
Siti Nurjanah
yg punya kalau bukan leo pasti sandra
Siti Nurjanah
pasti itu salah satu dr kakak sandra
Siti Nurjanah
semoga sandro dan willy selamat tdk di temukan gangster itu
Diah Susanti
kota B = bandung, bogor, balikpapan, banyu mas, banyuwangi, 🤔🤔🤔
Faradita
cerita anak" nya terlalu g masuk akal walo pun ktanya anak jenius tapi ttep mereka masih anak"
Faradita
sebaik nya ucapan sandra g usah di buat cadel jadi enak buat di baca atw cdel di suku kata tertentu masa semua hurup pertama suku kata di buat cadel thor, biasa nya di hurup R, maaf cuma saran 🙏🙏😊😊
Euis Kindar Wulan
up
khadizah thea
suka
Moh Rifti
next
angel
Thor yg masuk akal aj ..masa anak umur 5 th ...ngomongnya msh cadel trus hidup sendiri di jln,...sedikit pinter lah bikin novelnya
Yani Handayani: aku sukaaa Bodel😍😍
total 3 replies
Liana Simon
ceritanya ok , semangat Thor terus berkarya
de~javu. {° ~ °}
cerita nya menari
along
Kecewa
along: maaf bukan nya maksud menilai anda buruk
saya mau menekan lebih bintang nya namun waktu itu berebut hp sama anak jadi ya begitulah
saya tidak pernah memberi Bintang 🌟 cuman satu
maaf ya
karya anda bagus kok
maaf ya
🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Aira Lim
ini bukan sih kak? wah bkal jadi favorit nih, soalnya aku suka genre yang berbau mafia😊
Raimuraga
lanjutan nya
Pa'tam
pasangan bucin yang kompak dalam menjerat musuh.
Pa'tam
keren
Nuraini Aini Aza
cepat sembuh thor
Penulis Eli: amin... Makasih kak 🙏
total 1 replies
Ardi Ansyah
sahabat hanya untuk senang dan cuma menfaat kan kita aja buang aja kelaut biar di makan ikan hiu
Ardi Ansyah
keluarga bahagia sandra mempunyai hati yg tulus jiwa yg besar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!