Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 33
Sarah langsung menjauh dari mereka berdua, sarah tidak tahu kalau Irma adalah keponakan Topan.
Sarah berjalan menuju kearah toilet, dia berjalan setengah berlari dengan amarah yang sangat tidak terkendali.
Sarah memasuki toilet dan menagis di depan cermin.
" Sialan!! Teriaknya seraya mengguyur wajahnya dengan air, sarah tidak mengetahui kalau dirinya di ikuti Suci dari dia memergoki Topan memegang pipi Irma.
" Kenapa aku selalu kalah?? Kenapa??, Pak topan adalah lelaki impianku, kenapa dia tidak sedikitpun melirik kepadaku, kenapa malah Suci dan Irma yang di liriknya dan yang di sukainya.
Sarah menangis sejadinya seorang diri di dalam toilet tersebut.
" Oh...jadi ini yang membuat sarah jadi orang yang kasar dan galak," ucap Suci.
" Tapi, sebenarnya dia kasian juga ya, dia tidak tahu kalau Irma adalah keponakan pak Topan, cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi kenapa aku di bawa bawa ya? Aku sih ogah sama pak Topan, ya tuhan jangan sampai engkau memberikan jodohku pak Topan, aku sebenarnya suka dengan mas Aditya, ups! Apa yang aku ucapkan, tapi emang benar sih hati tuh tidak bisa di bohongi dan hati ini sangat tenang bila berdekatan dengan mas Aditya, tapi dimana ya dia, biasanya jam segini dia sudah ada nongkrong di bawah pohon sana, coba aku liat ah" ucapnya sambil berlalu dari depan toilet menuju kepintu samping untuk melihat sosok Aditya.
Sarah keluar, dia merasa tadi ada orang di depan pintu toilet.
" Nggak ada orang? Tapi tadi aku dengar ada orang berbicara, tapi siapa ya?" Ujarnya kemudian berlalu dari toilet tersebut.
Suci celingak celinguk, dan terus mencari keberadaan Aditya si pemulung tampan dari versi penglihatan Suci, memang Aditya tampan sebenarnya.
Wati memperhatikan Suci yang sepertinya sedang mencari cari sesuatu, Wati mendekatinya.
" Mbak cari siapa?" Tanya Wati.
" Eh..anu, mbak cari pemulung ganteng itu" ucap Suci keceplosan.
" Pemulung ganteng? Hahaha... mbak Suci ini ada ada aja sih, orang yang namanya mulung pasti pada kucel, jelak, dan kusam mbak" ucap Wati tertawa.
" Itulah selera wanita kampung!, yang melihat seorang pemulung di anggap ganteng!! Selera kamu rendahan amat sih!" Ucap Sarah yang tiba tiba lewat di belakang Suci dan Wati.
Mereka berdua langsung menoleh kebelakang dan langsung menatap tajam Sarah yang berdiri sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
Sarah menatap sinis pada Suci.
Namun Suci hanya tersenyum manis pada Sarah, karena Suci sudah mengetahui sifat Sarah yang galak itu karena dia takut kalau Suci merebut pak Topan incerannya tersebut.
"Cocok lah kamu sama pemulung itu, yang sering kamu kasih roti dan air minum tersebut, aku doa kan semoga kalian berjodoh, hahahaha!!" Ucap sarah sambil tertawa dan meninggalkan Wati dan Suci yang terdiam.
" Emang mbak sering ngasih roti dan air minum?" Tanya Wati.
" Iya dek, itu karena mbak kasian aja pada dia, tidak ada maksud apa apa kok dek, beneran " ucapnya.
" Hehehehe...santai aja mbak, bagus lah kalau mbak peduli sama sesama, tapi kalau di pikir sih kasian sama suka itu beda tipis sih, ujungnya itu pasti ketemu di Cinta" ucap Wati terkekeh.
" Iih....ada ada aja kamu dek" ucap wati sambil memeluk adik angkatnya tersebut.
Mereka kemudian kembali melaksanakan pekerjaannya.
Saat tiba makan siang, lagi lagi Suci menatap keluar,dan tatapan matanya jatuh pada pohon besar nan rindang itu, dimana Aditya beberapa hari sering duduk di bawah pohon itu, namun Suci belum juga melihat sosok sang pemulung.
" Kemana ya dia, kenapa aku merasa sedih banget sih, hari ini tidak melihat dia?" Gumamnya seraya menatap keluar restoran.
" Dimana kamu mas, kenapa hari ini tidak menampakkan wajahmu padaku? " Gumam nya lagi.
" Suci..?" Tegur pak Topan padanya.
" Oh...iya pak?" Jawab suci seraya menoleh kearah Topan.
" Ada apa kamu Suci? Kelihatannya lagi memikirkan sesuatu?" Tanya Topan seraya mendekati suci yang berdiri di pintu samping.
" Oh, tidak pak, saya mungkin kurang Fokus aja pak, jadi agak sedikit bingung" ucapnya tersenyum pada sang Bos.
" Kalau kamu cape istirahat aja dulu, ntar kamu kenapa kenapa lagi, saya kan jadi kepikiran nanti" ucap topan.
Suci langsung menatap topan tanpa kedip.
" Maaf pak, sebaiknya bapak jangan terlalu mengistimewakan saya pak, nggak enak dengam yang lain" ucap Suci sopan agar tidak menyinggung perasaan bos nya tersebut.
" Tapi Ci, kalau boleh saya jujur, saya suka sama kamu Ci" ucap topan berterang terus.
Suci langsung terkejut dan menatap topan dengan lekat.
" Maaf pak, bukannya saya kurang ajar sama bapak, tapi hati saya sudah milik orang lain pak" ucapnya asal nyeplos pada sang Bos.
" Siapa ci? Bilang pada saya?" Tanya Topan.
" Aditya" nama itu yang keluar mulus dari mulut Suci.
"Astagfirullahhalazim, ada apa dengan diriku, kenapa aku mengucapkan nama itu?" Gumamnya.
" Aditya? Apakah itu kekasih kamu yang berada di kampung?" Tanyanya.
Suci menggeleng...
" Jadi siapa dia? Orang kotakah?" Tanya Topan lagi antusias menanyakan tentang Aditya.
" Saya tinggal dulu pak, saya mau menyelesaikan pekerjaan saya dulu" ucapnya langsung berlalu dari hadapan pak Topan.
Suci malah menghindar dari pertanyaan Bos nya tersebut.
Belum satu bulan Suci bekerja, bos nya sendiri langsung mengungkapkan perasaannya pada dirinya, namun suci dengan sopan menolaknya.
" Astaga Topan! Ada apa dengan mu Topan, kenapa kamu mengungkapkan perasaan kamu pada wanita yang sudah mempunyai pasangan, " ucapnya pelan seraya mengusap wajahnya dengan kasar.