NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Suami Tak Berguna / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Hanis memiliki empat orang anak Yang masih kecil, namun suaminya sedang menganggur. Demi anak anaknya bisa makan dan bersekolah maka Hanis rela menjadi ibu pengganti. Ia menyewakan rahimnya pada Sean, seorang pria kaya yang istrinya divonis mandul. Namun, keajaiban terjadi, saat Hanis sudah positif mengandung anak Sean, sang istri sah juga dinyatakan hamil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengumuman Lomba

Acara belum selesai, suara pembawa acara masih memenuhi tenda besar tersebut. Anak-anak masih berlarian kesana kemari sembari menunggu pengumuman pemenang lomba. Namun Hanis sudah tidak lagi sanggup berdiri tegak, kepalanya pening dan perutnya mual hebat.

Icha sudah dipindahkan ke pangkuan Reno, dan Hanis duduk membungkuk, memegangi kepala. Berusaha sekuat tenaga agar tidak muntah disana. Aroma harum dari berbagai makanan dan minuman yang bercampur jadi satu menghantam telak indera penciuman Hanis.

“Kamu kok jadi lemah gini, Nis? Perasaan kamu empat kali hamil sehat terus lho,” komentar Reno keheranan.

“Nggak tau, Mas. Mungkin ini karena kebiasaan tiduran terus di rumah jadi sekalinya keluar malah sakit gini,” jawab Hanis lemas.

“Bibitnya yang beda itu, beda sama bibitku yang kuat,” bisik Reno, menyombongkan diri.

“Ngomong apa to, Mas? Ya memang bawaan bayi beda-beda.”

Seno, Dino dan Dior terus berlarian berputar-putar hingga Hanis makin pusing melihatnya. Namun biar saja, toh ini memang tempat untuk anak-anak. Biar mereka menikmati.

“Baik, para peserta lomba mewarnai… Anak-anak yang tadi mengikuti lomba mewarnai, harap bisa berkumpul di sekitaran panggung karena kita akan segera mengumumkan juaranya!” seru sang pembawa acara.

Tiba-tiba bangku penonton di depan panggung menjadi ramai, para peserta dan orang tuanya yang sedari tadi berjalan dan berada di booth makanan berkumpul disana. Masing-masing berharap agar anaknya yang menang. Hanis dan Reno juga demikian.

“Seno! Sini! Sudah mau pengumuman itu,” panggil Reno, mencegat anak sulungnya yang baru saja hendak lewat.

“Sini, sini. Biar kalau dipanggil nggak nyari-nyari dulu.” Hanis membawa Seno ke pangkuannya. “Sini lho sama ibu, mumpung lagi ada ibu disini.”

Pengumuman dimulai dengan basa-basi dan pengenalan akan juri serta apresiasi kepada seluruh anak-anak peserta lomba. Kemudian dilanjutkan dengan juara tiga juara dua, dan akhirnya juara pertama.

Ketiga juara kedua dan ketiga bukan Seno, Hanis merasa sudah tidak ada harapan. Mana mungkin anaknya yang baru pertama kali ikut bisa menang. Apalagi Seno tidak pernah les atau kursus sebelumnya.

“Baik, langsung saja untuk juara pertama kategori mewarnai tingkat TK adalah… SENO APRILEEN!”

Mata Hanis membelalak seketika. Tidak percaya. Begitu pula dengan Reno di sebelahnya.

“Ayo, Seno… Sana maju!” 

Bocah itu kebingungan, namun berjalan pelan mendekati panggung. Langkahnya ragu-ragu saat menapaki anak tangga yang membawanya ke panggung. 

Sang pembawa acara langsung menyambut. “Selamat ya, Seno… Juara satu lomba mewarnai dan berhak mendapat piala, sertifikat, goodie bag serta uang pendidikan senilai satu juga!”

Piala dan sertifikat diberikan pada Seno oleh salah seorang juri. Kemudian mereka berfoto sebagai dokumentasi. Hanis juga mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan moment tersebut. 

Si anak sulung kembali dengan dua tangan yang penuh dan memeluk sebuah goodie bag dan amplop tebal. “Ibu! Seno menang!”

“Selamat ya, sayang. Seno pinter,” puji Hanis. “Seno mau jajan lagi? Mau makan apa?”

Mendadak rasa pening dan mual yang dialami Hanis menguap seketika, digantikan oleh kebahagiaan dan rasa haru. Ia melirik ke arah suaminya. “Aku jajanin Seno dulu ya.”

Sebagai hadiah tambahan, Hanis membiarkan Seno memilih satu lagi jajanan khusus untuknya.

“Mau es coklat!” seru Seno saat melihat banner bergambar minum es coklat bertabur topping bubuk malt diatasnya. 

“Boleh, sayang.”

Hanis membelikannya, dan membiarkan Seno menghabsikannya sendiri sebelum kembali berkumpul dengan adik-adiknya. Ini hadiah untuk Seno, jadi memang dibiarkan untuk dihabiskan sendiri. Toh nanti isi dari goodie bag juga dibagikan kepada adik-adiknya di rumah.

Saat Hanis dan Seno kembali, pengumuman pemenang lomba menyanyi sudah dimulai, dan Dino memenangkan juara kedua, melengkapi kebahagiaan keluarga kecil itu.

...****************...

1
falea sezi
sean ini bodoh mau ma jiny bekas gt🤣 mending bantuin haniscerai dr suami nya 🤣 trs elu ama hanis aja
falea sezi
egois ini sean🤣 dan lu masih mau ma istri yg bekas di obok2 mantan pcrnya menjijikkan
falea sezi
🤣goblok istri bekas aja mau
Quoari: Terlalu baik sih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!