NovelToon NovelToon
SATRIA MAMBA HITAM

SATRIA MAMBA HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:57.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: lenkzher thea

kisah seorang anak jadah yang dbuang oleh kakenya karena malu menanggung aib, karena ibu dari anak itu turunan menak, yang hamil diluar pernikahan.

Siliwata dirawat dan dibesarkan oleh ratu mamba sari, seorang ratu penguasa dari keraja'an goa mamba.

Dan mendapat mandat dari sang maha Resi Wanayasa untuk mendamaikan dunia dari kejahatan yang di lakukan oleh para Durjana, karena ke inginan semesta maka lahirlah anak dari pasangan Kala Seta dan Dewi Kencana.


Saya author lenkzher thea mencoba mengarang cerita tentang kehidupan manusia yang bisa hidup di dua dimensi.

Siliwata nama tokoh dalam cerita satria mamba hitam yang mampu menguasai dan menyerap semua ilmu kesaktian dari Resi Wanayasa.
Karena petunjuk dari sang pencipta, ada seorang anak manusia, yang di besarkan dan di rawat oleh ratu siluman.

Sebelumnya saya mohon maap, apabila di dalam cerita ini, ada kesamaan dalam nama tokoh maupun sipat dan karakternya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lenkzher thea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 33 Mustika Naga Emas.

Siliwata dan Yudasara beranjak berdiri, kedua netranya terpatri memandang ke arah timur selatan.

"Sinar apakah itu rayi." Ujar Siliwata.

"Tidak tau kakang, apalagi aku yang masih mentah begini." Ujar Yudasara.

Setelah itu Sinar kuning ke emasan berhenti memancar, dan ke adaan di tempat itu kembali menjadi gelap.

Tapi setelah itu Siliwata dan Yudasara nampak semringah, ketika melihat kearah barat nampak goa hanjuang tempat eyang Resi Wanayasa berdiam diri nampak terlihat jelas.

"Sungguh ajaib, dan penuh misteri, setelah cahaya kuning bersinar Goa Hanjuang telah nampak, mungkinkah kembang jaya kusuma sudah mekar." Ujar Siliwata bermonolog.

Yudasara hanya tercengang menatap Siliwata yang lagi berkata.

"Kakang bicara sama siapa?." Tanya Yudasara.

Siliwata tersenyum tipis, baru menyadari bahwa di sampingnya itu ada adiknya.

"Hehee... Tidak rayi, kakang tadi berkata sendiri, ternyata goa Hanjuang itu terkunci dan tertutup hanya dengan sekuntum kembang wijaya kusuma yang masih kuncup, berarti seekor naga emas yang melingkari kembang tersebut adalah kunci untuk membuka lembaran kehidupan, dan sekarang kembang itu sudah mekar." Jelas Siliwata.

"Lalu rahasia apalagi yang akan terungkap, di balik bersinarnya Mustika Naga Emas itu." Celoteh Yudasara.

"Entahlah, kakangpun belum bisa memastikan itu, ya sudah, kita temui dulu eyang Resi." Ajak Siliwata.

Kedua Satria itu mulai lagi melangkahkan kakinya menuju goa di Bukit Hanjuang.

Setiba di depan mulut Goa yang tidak nampak terlihat oleh pandangannya Yudasara.

Siliwata menyapa sambil menarik satu pohon Hanjuang merah yang tumbuh di bawah tebing batu.

Yudasara terbelalak penuh takjub, ketika yang di lihatnya hanya tumbuhan Yang merambat memenuhi wajah tebing batu itu, perlahan menyusut kesamping.

Dan kini telah nampak sebuàh lubang besar setinggi lima hasta, dan lebarnya sekita enam jengkal.

Kemudian Siliwata dan Yudasara melangkah masuk kedalam goa tersebut, dan tumbuhan yang merambat itupun kembali menutupi mulut goa.

"Gelap sekali kakang." Ujar Yudasara.

Lalu Siliwata mengusap kedua alisnya Yudasara, setelah itu apa yang Yudasara rasakan.

Ia bisa melihat ke adaan di dalam goa, sebuah dinding batu melingkar yang berlapis-lapis indah dengan beraneka macam warna.

"Jagat Dewa Batara, indah sekali goa Hanjuang ini, apa ini terjadi karena proses alam, atau ulah manusia, yang tentunya bukanlah manusia sembarangan." Batin Yudasara sambil celingukan ke kiri ke kanan dinding goa.

Setelah itu Siliwata berhenti sambil memegang suatu benda di pojok dinding goa.

"Apa itu kakang?." Tanya Yudasara.

"Ini alat untuk masuk ke tempat Eyang Resi." Jawab Siliwata.

Setelah itu dinding goa bergeser, yang menimbulkan suara dan bergetarnya dinding goa seperti terjadi gempa.

"Hebat sekali ilmu Eyang Resi, bisa membuat pintu batu yang susah untuk membedakannya, di kira goanya buntu, eh taunya ada pintu." Gumam Yudasara dalam hati.

Setelah Pintu terbuka Siliwata nampak terkejut, ketika Eyang Resi Wanyasa telah di dampingi oleh seorang wanita cantik yang sudah ia kenalnya.

"Salam hormat kami kakek Guru, Nyai ratu." Sapa Siliwata dan Yudasara.

"Iya cucuku di terima, silahkan duduk." Sambut Resi Wanayasa.

Kemudian mereka duduk bersila di atas batu hitam, sambil menundukan wajahnya, rasanya sungkan sekali untuk bertatap muka dengan Resi Wanayasa.

Dan wanita yang ada di sampingnya Resi Wanayasa tidak lain dan tiada bukan adalah Nyai Ratu Mamba Sari Ratu penguasa kerajaan Goa Mamba.

"Nanda Siliwata, dan Nanda Yudasara, kemarilah jangan terlalu jauh duduknya." Ujar nyai Ratu mamba sari

"Biar kami di sini saja kanjeng Ratu." Tukas Siliwata.

Nyai Ratu mamba Sari lalu melangkah mendekati pada Siliwata dan Yudasara.

"Cucuku kini kalian sudah tau, terutama kamu nak Siliwata, jangan panggil lagi aku dengan sebutan kanjeng Ratu, kalian sekarang sudah tau siapa aku dan Eyang Resi yang sebenarnya." Tutur Ratu Mamba sari.

"Lalu kami harus panggil Kanjeng Ratu apa?." Tanya Siliwata.

"Panggil saja Eyang, karena panggilan itu yang pas untuk se orang cucu." Tutur Ratu Mamba sari.

"Baikalh kalau begitu Eyang." Jawabnya.

"Ma'af Eyang, saya mau bertanya, menurut cerita dari Ratu Negri awan, Eyang Ratu dan Eyang Resi itu adalah pasangan suami istri, yang menjadi pertanyaanku, kenapa Kalian bisa tidak tinggal bersama?." Tanya Siliwata.

Kemudian Nyai Ratu menoleh pada Sang Resi sambil berbisik.

"Bagaimana kakang apa yang harus kita jelaskan pada kedua cucu kita." Ujar Ratu Mamba Sari.

"Ya sudah jelaskan saja pada kedua cucu kita." Tukas Resi Wanayasa.

Kemudian Nyai Ratu Mamba Sari menceritakan, kenapa dirinya sampai bisa berpisah dengan Suaminya.

Di era masa kejaya'an keraja'an Kencana, Ratu Mamba sari yang sa'at itu berkeinginan keras ingin menobatkan Pangeran Walang seta putranya menjadi Raja, lalu Pangeran Rangsak seta melakukan semedi tujuh hari tujuh malam meminta perunjuk pada Dewa, apakah penobatan putranya itu akan membawa kerajaan pada kejayaan.

Dalam semedi terakhirnya, pangeran Rangsak seta melihat sebuah api yang berkobar di istana, bersama dengan munculnya sang Dewa memberi wangsit, bahwa pangeran Walang seta belum sa'atnya di nobatkan menjadi Raja.

Setelah itu Pangeran Rangsak Seta mengakhiri semedinya, lalu menceritakan apa yang di alaminya dalam semedinya itu pada permaisurinya.

Tapi sang permaisuri menganggap kalau itu cuma bisikan dari para iblis yang menjelma menjadi Dewa. Dan tetap kekeuh pada ke inginannya.

Setelah penobatan pangeran Walang seta. Malam harinya ketika Permaisuri lagi tidur, di datangi oleh Dewa Batara yang meminta agar membatalkan penobatan putranya itu.

Tapi Permaisuri tidak mau karena penobatan itu sudah di saksikan oleh semua petinggi kerajaan dan masyarakat.

Karena sikap kerasnya sang permaisuri, akhirnya Dewa Batara memberi hukuman pada Permaisuri, untuk keluar dari kerajaan Kencana, dan di kutuk menjadi se ekor ular Mamba Raksasa.

Karena malu akan wujud aslinya yang berubah menjadi ular, akhirnya sang permaisuri pergi ke hutan dan tinggal di dalam Goa.

Kemudian Dewa Batara mengeluarkan wasiat, "Hukumanmu akan berakhir ketika keturunanmu anak lelaki yang di buang, dan sudah bisa menemukan ke dua peadang lalu di gabungkan, di sa'at mustika Naga emas sudah mengeluarkan cahayanya, maka wujudmu akan kembali pada asalnya."

"Nah begitu kisah yang sebenarnya cucuku." Ungkap Nyai Ratu.

Siliwata dan Yudasara sampai manggut-manggut pertanda mengerti, apa yang telah menimpa pada kedua Buyutnya itu.

"Kalau begitu, Eyang sudah tau ketika aku di rawat dan di besarkan di goa Mamba, kalau aku cucu Eyang?." Tanya Siliwata.

"Iya tau karena eyang mencium bau darahmu." Ujar Ratu Mamba Sari.

"Kenapa Eyang tidak menceritakannya padaku, dan kenapa harus Ratu dari Negri awan." Tukas Siliwata.

"Karena belum waktunya cucuku, karena lagi menjalani hukuman dari Dewa Batara." Tutur Nyai Ratu.

"Berarti Eyang sekarang sudah kembali pada manusia se utuhnya, lalu siapakah yang sekarang menjadi Raja di Goa Mamba?." Tanya Siliwata.

"Iya benar, Goa Mamba sekarang di rajai oleh Patih Mamba Geni." Ujar Nyai Ratu.

Setelah Siliwata dan Yudasara mengetahui cerita di balik Nyai Ratu mamba Sari.

Keduanya akhirnya pamit untuk pulang ke Tirta kencana.

1
Hendra Yana
lama up nya author
Lenkzher Thea: Terima kasih kak.

Maaf kak, lagi sibuk kerja, jadi tidak sempat update, insa Allah nanti aku akan menyempatkan untuk up.
total 1 replies
anggita
☝pertama👍
Lenkzher Thea: Terima kasih kak
total 1 replies
anggita
hadiah bunga thor
Lenkzher Thea: Makasih kak
total 1 replies
anggita
top👌👍
Lenkzher Thea: Terima kasih kak 🙏🙏
total 1 replies
Hendra Yana
lanjut
Lenkzher Thea: oke kak, makasih
total 1 replies
surya
Lanjut thor semangat💪💪💪
surya
Mantap
Hendra Yana
lanjut
Lenkzher Thea: Iya kak terima kasih 🙏🙏
total 1 replies
Adi Mulyono
mampir dong ke novel ku wahai para readers
anggita
lembah tengkorak
Ahmad Sudrajat
Luar biasa
Lenkzher Thea: Terima kasih 🙏🙏
total 1 replies
anggita
oke 👌
Lenkzher Thea: Terima kasih🙏🙏
total 1 replies
anggita
nenek sulampe.. ki jagaranta
Dedih Juhendi
mantap👌👌👌, terus kan sampai tamat. hehe👌👌👌
Lenkzher Thea: Iya kak, terima kasih sudah mensuport
total 1 replies
surya
Kayanya sih, cahaya kuning itu mustika Naga emas
Lenkzher Thea: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
surya
Ayo habisin Siliwata
Lenkzher Thea: Apanya yang di habisin hehee
total 1 replies
surya
Oh Pantesan sjak bayi Siliwata diasuh dan di besarkan di goa mamba
Lenkzher Thea: Iya betul
total 1 replies
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Lenkzher Thea: Terima kasih kak 🙏🙏 sudah mampir
total 1 replies
Rahma AR
semangat
Rahma AR: belum hehe
total 2 replies
Rahma AR
semaangat
Lenkzher Thea: Makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!