NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 33 (Meja Kerja dalam Sangkar Emas)

Amukan cemburu Adrian kemarin siang benar-benar membawa perubahan radikal di lantai tertinggi gedung pusat Wijaya Group. Pagi ini, Arini melangkah keluar dari lift pribadi di lantai 50 dengan kening berkerut dalam. Ia tidak menuju ke ruang divisi audit di lantai bawah, melainkan melangkah masuk ke dalam ruang kerja utama sang CEO.

Begitu pintu jati besar itu terbuka, Arini langsung mematung di ambang pintu. Otak akuntansinya yang presisi mendadak lumpuh melihat pemandangan di hadapannya.

Ruang kerja Adrian yang biasanya hanya berisi satu meja kerja mahoni raksasa, kini telah berubah tata letaknya. Tepat di sisi kanan meja Adrian, berjarak kurang dari satu meter, sebuah meja kerja baru berbahan marmer putih dengan kursi ergonomis premium berwarna senada telah terpasang rapi. Di atasnya, tumpukan berkas auditor dan satu unit laptop kerja terbaru sudah tertata tanpa cela.

"Mas Adrian..." Arini memijat pangkal hidungnya, menatap suaminya yang sedang duduk tenang sembari menyesap kopi hitam paginya. "Apa-apaan ini? Kenapa meja kerjaku dipindahkan ke sini?"

Adrian meletakkan cangkir porselennya dengan ketukan pelan yang tegas. Mata elangnya menatap Arini, lalu seulas senyuman tipis yang sangat tampan terukir di bibirnya. Pria itu berdiri, melangkah mendekati Arini, lalu tanpa permisi merangkul posesif pinggang ramping istrinya, menariknya masuk ke dalam ruangan.

"Ini adalah efisiensi ruang kerja, Sayang," jawab Adrian dengan nada suara baritonnya yang rendah dan tenang, seolah tindakan gilanya ini adalah keputusan bisnis yang sangat logis. "Divisi audit keuangan internal harus berkoordinasi langsung dengan CEO utama. Memindahkan mejamu ke sini akan menghemat waktu operasional perusahaan."

"Efisiensi dari mana, Mas?!" protes Arini gemas, mencoba mencubit dada bidang suaminya yang terbalut kemeja hitam mahal. "Kamu hanya ingin mengurungku di sini agar staf pria lain tidak bisa melihatku, kan?"

Adrian tidak membantah tuduhan akurat itu. Ia justru menundukkan kepalanya, menyurukkan wajahnya di rambut panjang Arini yang beraroma melati segar, menghirupnya dalam-dalam dengan keposesifan yang mutlak. "Kamu sangat tahu jawabannya, Baby. Kejadian dengan Kevin kemarin membuatku sadar bahwa membiarkanmu berada di luar jangkauan pandanganku selama jam kerja adalah sebuah kesalahan besar. Di ruangan ini, aku bisa memastikan tidak ada satu pun pasang mata yang berani menatap milikku."

Tok! Tok! Tok!

Pintu ruangan diketuk pelan. Yudha melangkah masuk membawa tablet kerjanya. Sekretaris pribadi itu sempat menghentikan langkahnya sejenak, menatap meja kerja baru Arini dengan pandangan maklum, lalu tersenyum sopan.

"Selamat pagi, Pak Adrian, Bu Arini," sapa Yudha profesional. "Saya datang untuk mengantarkan laporan audit kuartal kedua yang perlu ditandatangani oleh Bu Arini selaku Kepala Auditor, sekaligus jadwal rapat komite investasi siang ini."

Arini melepaskan diri dari dekapan Adrian dengan wajah yang sedikit merona merah muda. Ia melangkah menuju meja barunya, mencoba bersikap seprofesional mungkin. "Terima kasih, Pak Yudha. Sini, biar saya periksa berkasnya."

Namun, bekerja di dalam satu ruangan yang sama dengan seorang Adrian Wijaya ternyata merupakan sebuah siksaan mental yang luar biasa bagi fokus Arini. Setiap kali Arini sedang serius menghitung deretan angka di layar laptop, ia bisa merasakan tatapan mata elang Adrian yang intens terus-menerus mengunci sosoknya dari meja sebelah.

Tepat pukul dua siang, saat Arini sedang meneguk air putih di sofa tengah, Adrian mendadak berdiri dari kursinya. Pria itu melangkah lebar, mengunci pintu ruang kerja utamanya dari dalam, lalu berjalan mendekati Arini. Aura maskulinnya yang pekat seketika mengepung indra penciuman Arini.

"Mas, pintunya kenapa dikunci? Bagaimana kalau Yudha masuk membawa dokumen?" tanya Arini cemas, refleks mundur satu blok saat Adrian menjatuhkan tubuh tegapnya duduk di sampingnya.

"Yudha tahu apa yang harus dilakukan jika pintu ini terkunci, Sayang," bisik Adrian seksi, suaranya terdengar serak penuh gairah yang tertahan setelah seharian menahan diri hanya menatap istrinya dari jauh.

Tanpa memberikan kesempatan bagi Arini untuk melayangkan protes lebih jauh, Adrian langsung menangkup wajah Arini dengan kedua tangan besarnya yang hangat. Ia menundukkan kepala, menyatukan bibir mereka dalam sebuah lumatan dalam yang sangat intens, panas, dan menuntut. Ciuman posesif itu seolah menegaskan kembali hak kepemilikan mutlak sang konglomerat atas wanita di dekapannya. Arini hanya bisa pasrah, meremas erat kerah kemeja Adrian sembari membiarkan dirinya kembali tenggelam dalam pesona sang Es Kutub Utara yang kini telah menjelma menjadi api yang membakar seluruh ketenangannya di siang hari kantor pusat.

1
sakura
baguss banget goks abizzzz
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!