NovelToon NovelToon
In Between Us

In Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Hhj cute

Menceritakan tentang Nathan, Fabian, dan Natalie, tiga orang sahabat yang saling menyayangi.

Nathan terlahir dari keluarga yang harmonis dari lahir. Keluarganya yang menyayanginya penuh dengan. kehangatan, tanpa tidak pernah memberikan kasih sayang kurang. Meskipun terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, keluarga mereka terkenal dengan keharmonisan dan kehangatan yang selalu hadir.

Fabian, seorang anak yang terlahir kaya sedari kecil. Ia berasal dari keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya yang punya selingkuhan masing-masing, kerap. membuatnya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Hidup berkelimang harta tak membuatnya benar-benar merasakan apa itu hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Sedangkan Natalie, kehidupannya hampir sama dengan fabian. Bedanya ia di tinggal sendiri.

Persahabatan yang mereka jalin cukup erat. Hingga sering berjalannya waktu, dua jiwa yang saling buta arah bersatu menjadi sebuah takdir yang tak pernah tertulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hhj cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

"Nata, kamu yakin nggak mau kasih tau Fabian dan Nathan kalau kamu ada di sini?" tanya Dewi.

Hari ini adalah satu minggu semenjak Natalie pingsan di toilet. Ia benar-benar nggak mau ketemu siapapun, bahkan kedua sahabatnya sendiri.

"Nggak, tan. Aku nggak mau repotin mereka lagi," ucap Natalie.

Dewi menghela napas pasrah. "Oke. Seenggaknya kamu kasih kabar ke mereka. Kamu nggak kasian apa sama sahabat-sahabat kamu? Mereka pasti cemas mikirin kamu."

"Tante, aku mau sendiri dulu boleh?"

"Yaudah, deh terserah. Cape tante ngomong sama kamu." Dewi pergi meninggalkan Natalie sendirian di kamarnya.

"Maafin aku tan. Bukannya aku nggak mau ngabarin mereka, aku cuma nggak mau mereka repot. Sudah cukup aku ngerepotin mereka berdua selama ini," batinnya.

Natalie berdiri dari duduknya, mengambil kursi di meja belajar. Ia memindahkan kursi itu ke sisi jendela, menghadap langsung ke arah jalanan.

Ia duduk menatap langit yang sangat cerah pagi ini, berbanding balik dengan hatinya yang mendung. Pikirannya kembali melayang pada kejadian tadi malam.

Flashback.

Malam ini, Natalie duduk santai ambil menonton film di ruang tamu—di temani dengan teh hangat. Suasana di luar sedang hujan deras, sangat cocok untuk bersantai.

Demamnya juga sudah mulai mereda, rasa pusingnya sudah hilang. Jadilah ia merencanakan akan masuk ke sekolah minggu depan. Sebenarnya bisa aja sih, ia sekolah tadi pagi. Tapi nanggung, seragamnya cuma di gunakan satu kali.

Saat tengah asyik menonton, telponnya. berdering. Tertera nama Mama yang sedang menelponnya.

"Halo, apakah benar ini dengan keluarga Ibu Sarah?"

Natalie mengerutkan dahinya saat mendengar suara asing di telponnya. Ia memastikan sekali lagi bahwa itu adalah nomer Mamanya.

"Iya, benar. Maaf ini dengan siapa, ya?"

"Saya perawat dari rumah sakit Lentera, ingin memberitahukan bahwa kedua orang tua ada sedang di rawat di rumah sakit. Ibu anda membutuhkan donor darah, karena kebetulan stok darah di rumah sakit kami kosong."

"Baik, sus. Saya akan segera ke sana."

"Baik. Kami tunggu secepatnya, agar keduanya segera dapat di tangani."

Panggilan tertutup. Natalie mendadak gusar. Ia bingung harus bagaimana sekarang.

Flashback end.

"Apa gue pergi sekarang aja ya?" tanyanya.

Natalie beranjak dari duduknya, mencari tas untuk packing. Tak lupa ia membawa satu kartu yang sudah kedua orang tuanya siapkan. Apalagi uangnya masih utuh semua, belum pernah ia ambil sedikit pun. Karena bagaimana juga, ia selalu di ajarkan untuk menabung sedari kecil.

Dan sekarang ia akan memanfaatkan kartu itu untuk mendatangi kedua orang tuanya di Singapura. Natalie mengemasi pakaian yang akan ia butuhkan, serta beberapa keperluan lainnya.

Tok … Tok … Tok …

"Nata, tante masuk ya?" ucap Dewi dari luar.

"Iya, tan masuk aja."

"Yaampun, Natalie. Ini kenapa kamar kamu jadi berantakan kayak gini? Terus ini juga, kenapa kamu masukin barang-barang kamu ke dalam tas. Kamu mau ke mana lagi, astaga," omel Dewi tak habis pikir.

Natalie menghentikan aktivitasnya, menatap Dewi dengan lelah. "Tante, aku mau nyusul mama sama papa ke Singapura. Semalem aku di telponnya sama pihak rumah sakit, katanya mama sama pada di rawat di sana. Mereka butuh aku tante, jadi aku harus ke sana sekarang juga."

"Serius? Mereka berdua kenapa?"

"Aku juga nggak tau, tan."

"Bentar-bentar kamu jangan pergi dulu. Tante ikut," ucap Dewi lalu pergi berkemas.

"Selesai!" pekiknya saat selesai mengemasi barang-barangnya.

"Singapura, i'm coming!"

......................

Di sisi lain, di taman. Fabian duduk sendirian di bangku taman menunggu Nathan yang sedang membeli es krim. Ia berulang kali membuang napas.

"Lo di mana sih, Nat. Gue kangen sama lo," ucapnya pelan.

Sesuatu yang dingin menyentuh pipinya, dengan cepat ia menoleh dan mendapati Nathan yang membawa dua es krim di tangannya.

"Nih, buat lo."

"Thanks."

"Ian," panggil Nathan.

"Hm."

"Lo inget nggak, beberapa yang lalu waktu kita ke sini malem-malem?"

"Gue inget, kenapa emang?*

"Bukannya waktu itu Nata bilangnya mau ketemu sama seseorang, ya? Rumahnya juga nggak jauh dari sini kan, katanya."

Fabian memutar otaknya. Mencoba mengingat-ingat apa yang Natalie ucapkan waktu itu.

"Tapi kita kan nggak tau siapa orang yang mau dia temuin. Lagian rumah di deket sini nggak cuma satu, ada banyak," kata Fabian.

"Iya juga, sih. Terus kita harus cari ke mana lagi …?" ucap Nathan frustasi.

"Apa kita coba cari ke sekitar sini aja ya? Mungkin ada yang kenal sama Nata. Kita tinggal kasih tau aja fotonya," kata Fabian.

"Setuju! Ayo, tunggu apa lagi."

Keduanya mulai berjalan menyusuri area taman dan bertanya pada orang-orang sekitar. Dengan bekal sebuah foto Natalie yang banyak tersimpan di handphone mereka.

Beberapa jam kemudian, mereka berdua masih belum mendapatkan hasil. Dan kini keduanya sedang berdiri di depan sebuah rumah berlantai dua, dengan halaman yang luas. Terdapat pohon mangga yang berdiri persis di depan rumah, menghadap langsung ke balkon.

Keduanya masih berdiri di depan pagar dengan harapan yang sedikit pupus. "Semoga ada hasilnya," ucap Nathan semangat.

Mereka memencet bel, menunggu hingga beberapa menit—sampai seorang satpam menghampiri keduanya.

"Maaf, pak kita mau tanya boleh?" izin Fabian dengan sopan.

"Ada apa ya?"

"Gini pak, kita lagi cari sahabat kami yang hilang. Mungkin baapak kenal atau pernah ketemu sama dia. Ini fotonya." Fabian menunjukkan foto Natalie pada satpam itu.

"Oh, kalau ini saya kenal," kata satpam itu.

Fabian dan Nathan saling pandang dengan mata berbinar, mereka merasa perjuangan mereka tidak sia-sia.

"Kalu boleh tau sekarang dia ada di mana ya, pak?" tanya Nathan antusias.

"Baru saja orangnya pergi, mas."

"Pergi ke mana ya, pak kalau boleh tau?"

"Saya kurang tau, mas. Soalnya saya lihat tadi pada bawa koper gitu, nggak tau mau ke mana."

"Yahh, yaudah deh pak. Makasih ya infonya," ucap Fabian dengan sedikit kecewa.

Keduanya berjalan meninggalkan rumah itu dengan perasaan kecewa. Harapan yang mereka dapatkan terputus begitu saja dengan kejamnya.

"Jadi, kitab udah terlambat …?" tanya Nathan tak semangat.

"Seharusnya kita datang lebih cepat. Argh! Kenapa sih, Tuhan. Kenapa untuk bertemu saja sesulit ini," frustasi Fabian.

Fabiaj sudah capek. Ia capek selama seminggu ini mencari Natalie ke mana-mana. Sedangkan saat udah menemukan titik terang, ia lagi-lagi terlambat. Kenapa rasanya begitu kejam untuk ia jalani. Kenapa?

"Nggak ada cara lain. Kita harus nunggu dia sendiri yang datang," ujar Nathan.

"Sampai kapan?"

"Entah. Tapi gue yakin, Nata pasti akan kembali pada kita. Gue yakin itu. Kita hanya harus banyak-banyak bersabar."

Karena sudah benar-benar lelah, keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Keduanya akan selalu menunggu. Menunggu hari di mana Natalie akan kembali pada mereka. Entah sampai kapan, tapi keduanya akan selalu menunggu.

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!