NovelToon NovelToon
Selenophile

Selenophile

Status: tamat
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Inagrafis

Rasanya sangat menyakitkan, menjadi saksi dari insiden tragis yang mencabut nyawa dari orang terkasih.

Menyaksikan dengan mata sendiri, bagaimana api itu melahap sosok yang begitu ia cintai. Hingga membuatnya terjebak dalam trauma selama bertahun-tahun.

Trauma itu kemudian memunculkan alter ego yang memiliki sifat berkebalikan. Kirana, gadis yang mencoba melawan traumanya, dan Chandra—bukan hanya alter ego biasa—dia adalah jiwa dari dimensi lain yang terjebak di tubuh Kirana karena insiden berdarah yang terjadi di dunia aslinya. Mereka saling berbagi raga yang sama dan saling menguatkan.

Hingga takdir membawa mereka pada kebenaran sejati—alasan di balik kondisi mereka saat ini.

Belenggu takdir itu memang telah lama mengincar keduanya. Menjadikan mereka harus menyelesaikan menghadapi takdir itu bersama untuk bisa kembali ke tempat mereka berasal. Kirana dengan dunianya, dan Chandra kembali ke dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inagrafis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anashera & Andhira

Mendengar tentang kematian tragis yang menimpa kedua adik Empu Agung, Kirana merasa prihatin dan turut berduka cita. Hatinya terenyuh oleh kisah penuh duka tersebut.

"Saya turut berduka cita, Empu. Semoga Anashera dan Andhira mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya," ucap Kirana dengan tulus, matanya memancarkan simpati yang mendalam.

Empu Agung mengangguk pelan, tersenyum tipis sebagai tanda terima kasih. 

"Kau tahu, Kirana, saat aku menemukanmu di danau malam itu, aku bisa merasakan sesuatu darimu. Ternyata firasatku benar, Sang Hyang Tunggal mengabulkan doa yang senantiasa kupanjatkan setiap malam. Saat aku melihat wajahmu yang baru, kau memiliki wajah yang sama persis dengan adikku. Tidak hanya itu, kau juga membantu jiwa Chandra untuk tinggal bersamamu dalam tubuh ini. Kalian mengingatkanku pada kedua adikku. Aku sudah melihat perubahan kalian. Kalian terus berlatih setiap hari dan sudah saatnya aku menyerahkan apa yang seharusnya menjadi milik kalian berdua."

Empu Agung kemudian mengeluarkan sebuah kotak kayu berukir yang indah dari sisinya. Dia membuka kotak tersebut dengan hati-hati, memperlihatkan sebuah kalung yang menawan dengan liontin berbentuk bulan sabit yang memancarkan cahaya lembut. Liontin itu tampak seperti terbuat dari berlian, memikat dan menyilaukan mata siapa pun yang melihatnya.

"Ini adalah kalung milik adikku, Anashera. Dia adalah kebaikan yang dikirim Sang Hyang Tunggal untuk menyinari bumi dari kegelapan. Aku berhasil menyimpan dan menjaganya dari tangan orang-orang yang serakah akan kekuatan dan kekuasaan. Jika kalung ini jatuh ke tangan orang yang salah," lanjut Empu Agung dengan nada serius, "itu dapat menimbulkan bencana besar dan mengancam keseimbangan dunia." Suaranya penuh kekhawatiran, mencerminkan tanggung jawab besar yang dia serahkan pada Kirana.

Kirana menatap kalung yang diberikan oleh Empu Agung dengan ekspresi campur aduk, antara rasa terkejut dan bingung. Kalung itu sama persis dengan kalung yang diberikan oleh ibunya di hari ulang tahunnya sebelum malam kecelakaan terjadi. Rasa rindu dan duka mendalam seketika memenuhi hati, membuatnya terkenang kembali pada pengalaman pahit yang belum hilang dari ingatan.

"Ada apa, Kirana?" tanya Empu Agung, menyadari perubahan ekspresi wajah Kirana.

"Kalung ini mirip sekali dengan kalung yang diberikan oleh Bunda sebelum beliau meninggal. Aku ... tidak tahu, apa maksud dari ini semua," jawab Kirana, menggenggam kalung di tangannya dengan erat, dan mendekapnya seperti sedang memeluk seseorang.

Empu Agung yang mendengarnya juga sedikit terkejut. Dia tidak menyangka, bahkan di kehidupan lain, Kirana menerima kalung yang sama seperti yang dimiliki oleh adiknya, Anashera. Entah bagaimana masa depan itu, namun sepertinya kalung ini akan selalu berakhir di tangan yang seharusnya menjadi pemiliknya.

"Maafkan Empu, Kirana. Empu tidak mengetahui soal ini," kata Empu Agung dengan suara penuh penyesalan.

"Empu tidak perlu sampai meminta maaf. Aku tidak sama seperti dulu. Aku senang karena mendapatkan sesuatu yang bisa mengingatkanku pada Bunda. Setidaknya, dengan keberadaan kalung ini, aku merasa bunda ada di sisiku." Kirana tersenyum saat mengatakannya.

Empu Agung juga ikut senang dengan perubahan besar Kirana. Gadis ini telah berhasil melalui hidup yang tidak mudah di negeri asing yang tidak ada seorang pun yang dia kenali. Kirana telah membuatnya sangat bangga dan teringat dengan sosok kedua adiknya yang telah lama tiada.

***

Andhira berdiri tegak di tengah padang rumput terbuka, pedang terhunus di tangan kanannya. Meski mengenakan pakaian kokoh dan armor perak yang menghiasi tubuhnya dengan rapat, Andhira tidak merasa kesulitan bergerak sama sekali. Justru, dia merasa leluasa dan perkasa dengan pakaian kebanggaannya itu. Sosoknya yang perkasa itu semakin memancarkan sinar yang berkilauan dengan porsi rambut pendeknya yang menyentuh bahu, memberikan kesan sebagai sosok wanita yang tangguh. 

Setiap kali dalam arena pertandingan atau sekadar berlatih ringan, Andhira selalu serius  melakukannya. Wajah gadis itu juga senantiasa memperlihatkan konsentrasi tingkat tinggi, pun dengan sepasang indera penglihatan yang hanya fokus pada gerakan pedang saat memotong udara dengan kecepatan luar biasa. Gerakannya spontan dan presisi, menunjukkan keterampilan sebagai seorang kesatria yang tidak bisa dianggap remeh berdasarkan gender.

Tubuh Andhira memiliki otot dan postur yang tegap dari gadis pada umumnya. Hal itu mencerminkan bentuk dari dedikasi dan latihan keras yang telah dilaluinya selama bertahun-tahun. Kulitnya yang kecokelatan tampak bercahaya di bawah sinar matahari, sementara tatapan matanya yang tajam menunjukkan keberanian dan keteguhan hati. Setiap langkah dan ayunan pedangnya memancarkan aura yang penuh keyakinan dan kepercayaan diri, seolah tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk dihadapi.

Andhira adalah simbol kekuatan, seorang kesatria yang bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan dan strategi dalam setiap tindakannya. Keberanian, dedikasi, dan kemampuan dalam bertarung menjadikannya sosok yang dihormati dan ditakuti di medan perang.

Tak jauh dari tempat Andhira berlatih, seorang perempuan duduk dengan kaki bersila di bawah salah satu pohon rindang. Dialah Anashera yang selalu terlihat anggun dengan pakaian berwarna putih bersih, mencerminkan kemurnian dan ketulusannya sebagai seorang wanita suci. Tudung putih melingkupi kepala dan rambut panjangnya yang terurai di atas bahu. Pun wajah dan sorot matanya yang teduh, selalu memancarkan kedamaian di manapun dia berada.

Dalam kesendiriannya, Anashera terhubung dengan energi alam yang mengalir dari dalam tanah maupun angin yang berembus membelai wajah. Anashera tidak hanya sekadar berhubungan dengan alam; dia adalah perwujudan dari keseimbangan dan kedamaian, sebuah jiwa yang memahami dan menghormati kekuatan alam yang mengelilinginya.

"Setidaknya beristirahatlah sebentar, Andhira. Kau sudah berlatih dengan keras. Pikirkan juga kesehatanmu," ucap Anashera tanpa perlu berteriak. Angin menyampaikan pesannya pada Andhira, membuat gadis itu menghentikan latihannya saat itu juga.

"Aduh, Kakak. Aku baru saja mau menebas satu pohon. Kau menyuruhku istirahat? Setidaknya kau juga harus istirahat. Kau juga sama saja. Seharian duduk di bawah pohon, sesekali memejamkan mata, sesekali memandang langit, terus memejamkan mata lagi. Apa kau tak keram terlalu lama duduk seperti itu?" omel gadis itu, namun dia tetap menuruti perintah sang kakak, Anashera.

"Aku sedang berlatih. Hanya duduk seperti ini, tidak akan membuatku lelah," jawab Anashera.

"Begitupun denganku. Aku selalu merasa sehat setiap kali selesai berlatih. Aku berlatih juga untuk melindungimu, tahu!" Andhira seperti sedang menyombongkan kemampuannya.

"Terserah kau saja. Aku tidak ingin berdebat lagi." Suara Anashera yang lembut terdengar tajam di telinga Andhira.

"Aduh, aduh lihatlah kakakku ini yang sangat menggemaskan," cebik Andhira, berlari ke arah Anashera dan memeluknya dengan gemas.

"Lepaskan! Tubuhmu lengket, Andhira. Setidaknya mandi lah dulu!" Meski terkesan mengomel, namun Anashera tidak pernah menggunakan nada tinggi sekalipun pada Andhira. Bahkan, dia merasa ikut Bahagia melihat senyum yang terbit di wajah adiknya itu.

"Jahat sekali," gerutu Andhira sambil tertawa kecil, menciptakan momen keakraban di antara mereka.

Hari-hari yang mereka jalani selalu penuh dengan kebahagiaan dan rukun yang bisa membuat siapa saja iri melihatnya. Mereka saling melindungi dan menjaga. Dengan kemampuan pedangnya, Andhira melindungi Anashera dari marabahaya yang berasal dari luar. Sementara itu, Anashera selalu siap siaga memberikan pertolongan pada Andhira dengan kekuatan sucinya.

Kekuatan Anashera dan kehebatan Andhira yang tidak diragukan lagi—dengan masing-masing bidang yang mereka kuasai—berhasil membawa kedua kakak beradik itu memiliki pengaruh besar di masa lampau. Andhira dipercaya dan diangkat menjadi kepala kesatria utama di salah satu kerajaan besar di dunia, Kerajaan Srigading. Dia adalah sosok yang menjunjung dan bersumpah setia di bawah bendera kerajaan, mengabdikan hidupnya untuk melindungi dan mempertahankan tanah air.

Sementara itu, Anashera memilih mengabdikan hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Dia mempersiapkan diri menjadi calon Imam yang memimpin Langgar Suci. Dalam perannya, Anashera tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai sumber kebijaksanaan dan ketenangan bagi mereka yang mencari bimbingan dan pencerahan. Dedikasi terhadap kesejahteraan rohani dan jasmani rakyat menjadikan sosoknya yang dihormati dan dicintai.

Langgar Suci dan kerajaan adalah dua kekuatan besar yang berdiri sendiri. Visi, misi dan tujuan kedua pihak sering kali bertentangan, menciptakan konflik yang sulit dihindari. Langgar Suci, dengan ajaran spiritual dan visi keadilan yang mutlak, menolak campur tangan pemerintah dalam urusan agama. Mereka ingin kebebasan dalam mengelola ajaran agama.

Sebaliknya, kerajaan Srigading ingin mengontrol penuh semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk urusan spiritual. Mereka merasa terancam oleh pengaruh Langgar Suci yang terus berkembang.

Pertentangan ini semakin meruncing karena kedua pihak bersikeras mempertahankan pandangan dan nilai-nilai yang mereka anut. Ketegangan mencapai puncaknya saat Anashera mendapatkan tuduhan telah menggunakan sihir hitam dengan dalih kekuatan suci. Tuduhan ini bahkan disertai dengan klaim bahwa kekuatan suci yang diterapkan oleh Langgar Suci hanyalah topeng untuk menyembunyikan praktik-praktik gelap yang dilakukan oleh Anashera. Entah darimana fitnah ini berawal, namun bukti-bukti akurat selalu tertuju menyudutkan Anashera.

Berita palsu terus menyebar seperti wabah. Masyarakat yang awalnya memandang Langgar Suci sebagai tempat sakral dan mengajarkan nilai-nilai kebijaksanaan serta kedamaian, kini dihadapkan pada ketidakpastian dan ketakutan akan kekuatan gelap yang mungkin tersembunyi di balik tirai keagamaan. Akhirnya, satu per satu, orang-orang mulai meninggalkan Langgar Suci.

Anashera tidak ingin Langgar Suci semakin terjerat dalam situasi ini. Dia memutuskan pergi untuk memulihkan kembali nama baik Langgar Suci yang telah tercoreng sekaligus mencari ketenangan jiwa di luar sana. Anashera tidak ingin melawan atau memberontak karena khawatir akan membahayakan rakyat yang tidak bersalah.

Tidak tahu dari mana tuduhan ini berasal, namun yang pasti, otoritas kerajaan terus memanfaatkan berita yang menyebar ini sebagai alasan untuk mengekang kekuasaan Langgar Suci dan membenamkannya ke dalam pusaran konflik yang semakin rumit.

Mau tak mau, Andhira juga harus ikut terseret. Untuk pertama kalinya, dia dihadapkan pada pilihan begitu sulit, yaitu menghabisi Anashera sebagai bentuk bakti dan kesetiannya pada Kerajaan, atau menghianati Kerajaan dengan menyelamatkan saudara kembarnya yang telah dinyatakan bersalah.

Bersambung

Senin, 20 Oktober 2025

1
Iin Wahyuni
kok cpt bnget tamatnya thor,nggk ad cerita lanjutan kirana nya💪
Ismi Muthmainnah: Nanti bakal ada season 2 ya kak. Masih digarap hehe. Do'akan semoga cepat terealisasikan dan diupload😍
total 1 replies
Ismi Muthmainnah
Aamiin. Terima kasih atas doanga kak😇
Zeepree 1994
semangat ka othor.. semoga sakitnya cepet sembuh dan segala kesusahan cepat berlalu
Zeepree 1994
bagus ceritanya makin bikin penasaran, semangat ka author semoga rame yang mampir baca
Ismi Muthmainnah: Aamiin. Terima kasihhh💐
total 1 replies
Zeepree 1994
assalamualaikum ka othor semoga sukses ya ceritanya, aku izin baca ya Thor
Ismi Muthmainnah: Wa’alaikumussalaam. Terima kasih sudah tertarik buat baca dan kasih like juga😇 Aamiin, semoga ceritanya menghibur yaa🌹
total 1 replies
MARQUES
lanjutkan terus thor nulis novelnya kalau bisa bikin novel romansa fantasi aja terus tapi bikin nagih dan MC cewenya ga gampang luluh sama cowo🙏😄
Ismi Muthmainnah: Iya nih kak😂😭😭 Makasih banget yaa udah kasih masukan. Lumayan juga menurutku fantasi bangun wordbuldingnya
total 3 replies
Ismi Muthmainnah
Ini cerita pertama aku setelah hiatus lama. Selamat menikmati bagi yang suka cerita fantasi transmigrasi, tapi halal🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!