novel ini untuk sementara sedang direvisi mohon maaf kalau ada ketidak nyamanan dalam membacnya🙏🙏,
Dinda,Arin,Dimas,Dani dan Wiira berencana mengisi liburan setelah ujian akhir sekolah,mereka berencana pergi ke naik ke gunung ciremai.
Fadilah dan Farhan teman teman Dani yang mendengarnya ikut bergabung,mereka adalah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi dikota Jakarta sedang liburan ditempatnya Dani.
Mereka tak menyangka liburan mereka jadi bencada dan mengakibatkan kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Dinda
"Kamu....,apa ini Kania?"Dinda menatap Kania tak percaya,ia melihat Kania memakai jubah perkumpulan sesat itu.
"Apa kabar Dinda,kamu terkejut melihatku yah?"Kania tersenyum pada Dinda.
"Apa yang kamu lakukan Nia,kenapa kamu menculikku dan menyekapku disini,apa aku mempunyai salah padamu,"Dinda seakan tak percaya sahabatnya sendiri menghianatinya.
"Jangan khawatir,kamu tidak salah apa-apa padaku Dinda,malah kamu terlalu baik,tapi perkumpulanku membutuhkankan jiwamu."
"Gila kamu Kania,"mata Dinda menatap Kania tak percaya.
"Salahmu Dinda,kamu terlalu polos,sebenarnya aku tidak ada dendam denganmu,tapi aku hanya menjalankan perintah kelompokku,mereka yang selama ini sudah memberikan aku dan ibuku harta yang melimpah,kedudukan,kehormatankamu tahu bu Nurul adalah ibuku dan aku adalah salah satu anggota mereka,"ucap Kania sambil tersenyum sinis.
"Apa!! Ja...,jadi kamu adalah anaknya bu Nurul dan kamu bagian dari mereka,jadi selama ini,persahabatan kita?"Dinda menatap Kania seolah-olah tak percaya apa yang Kania ucapkan.
"Yah awalnya aku tidak ada maksud apapun,aku menyukaimu karena kamu baik dan pintar tapi ketika mereka mengetahui kamu istimewa mereka menginginkan jiwamu mau tak mau aku mengikuti mereka."
"Gila kamu Kania,sadarlah kenapa kamu ikut terjebak masuk ke lingkaran mereka,kamu anak baik Kania berhenti sebelum terlambat."
"Tidak...,dulu hidup kami miskin,kami dihina,direndahkan bahkan papahku sendiri kabur bersama perempuan lain yang kaya meninggalkan aku dan mamahku,sejak itu kami hidup terlunta-lunta,dihina,dicaci,di remehkan bahkan untuk makan aja kami susah tapi setelah kami bergabung dengan kelompok mereka hidup kami berkecukupan,bahkan orang yang dulu menghina kami datang dan memohon pada kami,aku punya segalanya uang,harta bahkan keabadian kenapa aku harus pergi meninggalkan mereka!!"
"Kania!! Kamu sudah gila,apakah kamu tidak tahu konsekuensi ikut dalam kelompok seperti itu,"Dinda berteriak marah sekaligus terkejut,ia tidak menyangka Kania terjebak ikut dalam lingkaran persekutuan dengan iblis.
"Hahahaha......"
"Aku tidak perduli,dulu tidak ada seorangpun perduli ketika kami kelaparan,dihina dicemooh,tapi sekarang lihat apapun yang aku inginkan aku bisa dapatkan bahkan kalau aku mau kekasihmu Dani bisa aku dapatkan."
"Masya Allah Kania,kamu benar-benar sudah gila,aku tidak menyangka kamu jadi begini,Kania aku tahu kamu orang yang baik kembalilah tinggalkan mereka,lepaskan aku ayo kita pergi dari sini,"Dinda menatap wajah Kania memohon.
"Tidak,aku tidak mau,sudah diam sebentar lagi kamu akan mati menjadi persembahan untuk tuanku yang agung."
"Gila kamu,kamu sudah dibutakan kesenangan yang semu,kembalilah Kania,ayo kita pergi dari sini,apa yang kamu dapat selama ini semu,semuanya semu,sadarlah."
"Diammmm...."
Wajah Kania merah,ia begitu marah mendengar ucapan Dinda,dia menyuruh dua orang dibelakangnya masuk dan membawa Dinda.
"Bawa dia cepat!!"
Kedua orang laki-laki itu masuk dan hendak mengangkat tubuh Dinda,Dinda yang melihat ada kesempatan untuk lari saat pintu terbuka ia langsung melepaskan tali ditangan dan kakinya kemudian menerjang dan menghajar dua orang yang berjongkok hendak mengangkatnya dan lari keluar secepat kilat.
"Brughhh...."
"Akhhhh......"
Kania terkejut melihat kedua orang yang ia suruh terjengkang diterjang dan dihajar Dinda,ia berteriak marah.
"Bangun cepat,tangkap dia!!"Kania menarik jubah Keduanya lalu berlari mengejar Dinda.
Dinda berlari sekencang-kencannya berusaha keluar dari tempat itu menyusuri lorong,sementara dibelakangnya suara Kania dan dua orang tadi berteriak berusaha mengejarnya.
Dinda berhenti sejenak setelah sampai dipersimpangan ada jalan kesebelah kanan dan satu lagi lurus kedepan.
"Mau kemana kamu Dinda,"suara Kania sudah berada dibelakangnya.
Dinda menoleh,ia terkejut melihat Kania dan dua orang tadi sudah dekat,"Bagaimana ini,aku harus cepat pergi,"Dinda kembali berlari,ia mengambil jalan kekanan.
Sementara dibelakangnya Kania dan dua orang tadi masih mengejarnya,Dinda terus berlari ia berhenti ketika memasuki satu ruangan dan tidak ada jalan lagi.
"Dimana aku,ini jalan buntu,bagaimana ini?" Mata Dinda nyalang melihat kesekeliling,ia terkejut melihat ada altar dan didepan altar ada patung.
"Ini tidak mungkin,kenapa aku bisa terjebak lagi dengan mereka,aku harus segera pergi dari sini,"Dinda cepat-cepat berbalik tapi tubuhnya menghantam sesuatu dan ia jatuh terjengkang.
"Brughhh....."
"Akhhhh....."
Dinda bergegas bangun dan ingin kembali berlari tapi suara mengejutkannya.
"Apa kabar Dinda!!
Dinda mendongak,matanya melotot melihat orang-orang didepannya.
"Kamu,kalian....bagaimana bisa,"Dinda shock melihat Farhan,Fadilah dan bu Nurul berada didepannya,sementara dibelakang mereka Kania tersenyum jahat melihat kearah Dinda.
"Kenapa kamu terkejut Dinda,ternyata Kelinci kecilku datang menyerahkan diri dengan sukarela,"Farhan jongkok didepan Dinda memegang wajah Dinda.
Dinda melihat kearah Farhan dengan sengit,tatapannya tajam penuh kebencian.
"Hahahaha....."
"Aku suka tatapan seperti itu,kamu cantik sekali Dinda tapi sayang tuanku menginginkanmu,padahal kalau kamu mau jadi pengantinku menjadi tangan kananku,aku pasti akan sangat bahagia,"wajah Farhan mendekati wajah Dinda,ia menatap bibir Dinda dengan penuh gairah.
"Cuih...,aku enggak akan sudi,lebih baik aku mati,"Dinda meludahi wajah Farhan.
"Kurang ajar kamu Dinda,"Farhan melepaskan tangannya dari wajah Dinda mengusap wajahnya dengan jubahnya.
"Baiklah kalau itu maumu."
"Duggg...."
Farhan memukul tengkuk Dinda dan Dinda langsung ambruk tak sadarkan diri.
"Bawa dia kealtar cepat,hari sudah semakin malam semua anggota harap berkumpul cepat!!"
Beberapa orang mengangkat tubuh Dinda kealtar dan yang lainnya memangil anggota lain yang masih ada didalam villa,mereka semua mulai berkumpul melingkari altar.
Farhan mulai membaca mantra memimpin persembahan diiringi oleh anggota yang lainnya,sementara Fadilah dan bu Nurul membawa cawan berisi anggur dan darah para anggota sekte,satu persatu mereka mulai meminum dari cawan tersebut.
Suara mantra mulai terdengar semakin kencang ketika diruangan angin bertiup kencang menandakan akan datangnya mahluk sesembahan mereka.
"Wahai tuan yang agung junjungan kami datanglah,ini kami persembahan jiwa yang murni yang engkau minta,berikanlah kami keabadian dan kekuasaan didunia ini."
Farhan mengangkat tangannya memanggil mahluk junjungan mereka,salah satu tangannya memegang pisau belati.
Suasana semakin mencekam ketika ada geraman dan tawa yang membahana diruangan itu,udara menjadi semakin dingin,lilin-lilin meliuk-liuk diterpa angin.
Sementara tanpa mereka sadari sedari tadi ada 3 orang dibagian belakang yang saling berbisik.
"Dani,kamu dan Santoso maju dekati altar dan begitu aku kasih aba-aba kalian tarik Dinda dan lempar salah seorang anggota yang dekat untuk menggantikan Dinda,aku akan membuat keributan disini,"perintah kyai Safi'i.
Ternyata pak Santoso,kyai safi'i dan Dani sudah berhasil masuk dan menyusup pada kelompok sekte tersebut.
"Baik kyai."
Dani mengajak pak Santoso merangsek kedepan,wajah mereka agak menunduk agar tidak terlihat oleh anggota sekte disekitar mereka.
Sementara itu suasana mulai lebih mencekam setelah tubuh Dinda diciprati air darah bercampur anggur,kyai safi'i mengeluarkan bubuk putih dari kantung saku bajunya dan melempar kelantai sekitar suara dentuman terdengar dan asap putih membumbung menyeruak keseluruh ruangan.
"Duarrrrr......"
"Duarrrrr....."
Seketika semua orang panik,mereka berteriak panik didalam ruangan seketika tertutup asap putih yang mulai menyebar menutup pandangan.
"Sekarang waktunya Dani!!"Bisik pak Santoso yang sudah bersiap dibelakang Kania langsung memukul tengkuk Kania membuatnya pingsan.
Sementara Dani bergegas menarik tubuh Dinda dan bergegas membawanya keluar ruangan sebelum asap putih itu hilang.
"Kurang ajar siapa yang berani menganggu jalannya ritual,"terdengar bentakan Farhan.
"Ada apa ini..."
"Apa yang terjadi....."
Suara kepanikan orang saling bersahutan,kyai safi'i dan pak Santoso memanfaatkan situasi itu untuk keluar dari ruangan tersebut,tapi belum sempat mereka keluar asap putih yang diciptakan kyai Safi'i mendadak hilang setelah Farhan membaca mantra dan mengibaskan jubahnya.
"Kurang ajar mau kemana kalian,"Farhan menunjuk kearah pintu keluar.
"Tangkap mereka,jangan biarkan mereka lolos,"suara Farhan terdengar menggelegar menahan marah dan dari tangannya keluar cahaya merah menghantam kyai Safi'i dan pak Santoso.
Semua orang melihat kearah kyai Safi'i dan pak Santoso,cahaya merah yang datang bisa dihindari kyai Safi'i tapi tidak dengan pak Santoso,cahaya itu menghantam tubuhnya hingga terpental memuntahkan darah dan tak sadarkan diri,seketika tubuhnya ambruk tak sadarkan diri.
"Santoso......"
Kyai Safi'i bergegas bangun ingin menolong tapi beberapa anggota sekte sudah menangkap kakeknya Dinda.
"Lariii....."
"Lari,jangan perdulikan aku,"pak Santoso berusaha melawan,ia mendorong semua orang yang memegangnya,kemudian bergegas mengambil salah satu obor dan melemparkannya kebaskom berisi darah dan anggur seketika api berkobar.
mana berkuasa pula kepala sekolah
ruwet
supaya aman di pesantren kan saja
pergilah ke alam baka buat makhluk tekutuk di hutan itu
jangan sembarang ke tempat orang.. semua tempat ada peraturannya masing-masing. saling menghargai...
kembali jadi ke aslinya kakek peot
dr awal aku juga udah curiga sama Dimas...