NovelToon NovelToon
Tidak Pernah Ada Kata Perpisahan Antara Kita

Tidak Pernah Ada Kata Perpisahan Antara Kita

Status: tamat
Genre:Lari dari Pernikahan / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Tamat
Popularitas:518.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: jnxdoe

Selama 2 tahun menjalin mahligai rumah tangga, tidak sekali pun Meilany mengucapkan kata 'tidak' dan 'tidak mau' pada suaminya. Ia hanya ingin menjadi sosok seorang isteri yang sholehah dan dapat membawanya masuk surga, seperti kata bundanya.

Meski jiwanya berontak, tapi Mei berusaha untuk menahan diri, sampai pada akhirnya ia tidak bisa menahan lagi ketika suaminya meminta izinnya untuk menikah lagi.

Permintaan itu tidak membuat Mei marah. Ia sudah tidak bisa marah lagi ketika sudah kehilangan segalanya. Tapi ia juga tidak bisa tinggal di tempat yang sama dengan suaminya dan memilih pergi.

Selama 7 tahun Mei memendam perasaan marah, sampai pada suatu ketika ia menemukan kebenaran di dalamnya. Kebenaran yang sebenarnya ada di depan matanya selama ini, tapi tidak bisa ia lihat.

Bisakah Mei memperbaiki semuanya?

*Spin off dari "I Love You, Pak! Tapi Aku Takut..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jnxdoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 - Int*m

Beberapa hari setelah kejadian di GOR, tampak pasangan suami-isteri itu sedang membereskan meja makan. Mei melap meja, dan suaminya mencuci piring. Ketika melihat punggung Aslan yang sedang mencuci, ingatan wanita itu melayang ke beberapa tahun lalu, saat ia melarang pria itu melakukan pekerjaan rumah tangga karena nasihat bundanya dulu. Nasihat yang maksudnya baik, tapi ternyata membawa bencana.

Berusaha mengenyahkan pikiran itu, Mei mengisi air di teko.

"Mei mau bikin air. Mas mau teh atau kopi?"

Kepala pria itu sedikit menoleh. "Teh saja, Mei. Mas mau tidur lebih cepet malam ini."

"Oke."

Tidak lama, wanita itu membawakan secangkir teh hangat pada suaminya yang sedang selonjor di karpet sambil menonton TV. Ruang tamu mereka tidak besar, hanya cukup dua orang dewasa untuk duduk di sofa tapi setidaknya cukup nyaman, kalau hanya sekedar bersantai.

"Makasih, Mei."

Melihat suaminya yang kelihatan capek, Mei duduk di sofa dan mulai memijat leher pria itu.

"Hmmh... Mei..."

"Enak mas?"

"Enak banget Mei... Agak ke bawah dikit, Mei... Nah itu..."

Merasakan leher pria itu yang tegang, Mei mengurutnya sedikit kencang.

"Kok kaku banget, Mas? Banyak kerjaan di kantor?"

"Hhh... Iya... Bikin pusing... Pak Ilyas tiba-tiba membatalkan rencana kegiatan karyawan, padahal sudah ada beberapa vendor yang dihubungi. Pusing kan ngebatalinnya, apalagi ada yang sudah dikasih DP... Mas harus mikirin cara supaya tuh duit balik, paling ga setengahnya..."

Tangan Mei mulai masuk ke dalam kaos suaminya, memijat bahunya.

"Loh, kok tiba-tiba dibatalin? Memangnya kenapa?"

Mend*sah, kepala Aslan sedikit menyender ke arah isterinya. Matanya memejam nikmat.

"Ga tahu tuh. Bertengkar kayanya dengan pacarnya..."

"Pacarnya? Kok bisa? Memangnya pacarnya orang kantor juga?"

Suaminya terkekeh pelan. "Yoi. Sudah tahu ga boleh macarin orang kantor, malah macarin anak buahnya."

"Memangnya pacarnya siapa, mas?"

Aslan langsung terdiam. Ia baru tersadar sudah terlalu banyak ngomong.

"Mas?"

Lelaki itu menoleh dan sedikit menengadah ke arah isterinya.

"Kalau mas kasih tahu, kamu ga boleh ngomong sama siapa-siapa ya."

"Memangnya Mei mau ngomong sama siapa, mas?"

'Iya juga sih..."

Membalikkan kepala suaminya, tangan Mei mulai masuk ke dalam rambut Aslan yang tebal dan memijatnya.

"Hmmh... Mei... Enak banget..."

Tersenyum, kembali Mei bertanya, "Jadi, pacarnya pak Ilyas siapa mas?"

"Orang HC. Bagian rekrutmen. Mas pernah mergokin mereka di ruangan fotokopi."

"Oh? Mereka lagi ciuman gitu?"

Pria itu lagi-lagi terkekeh, tapi kali ini kedengaran lebih m*sum.

"Bukan ciuman lagi, Mei. Mas lihat sendiri pak Ilyas kaya mau makan cewenya. Kelihatan n*fsu banget! Ga tahu juga deh mereka gituan atau engga waktu itu, soalnya mas langsung keluar dari sana."

"Lah, terus? Pak Ilyas ngambek karena apa?"

"Si cewenya tiba-tiba mau dines keluar kota. Kemungkinan 2 bulanan. Tadinya kan dia yang mau jadi PIC-nya, tapi karena tugas keluar kota, ya jadi ga mungkin. Sedangkan mas sendiri juga ga mungkin karena ada meeting budget sebentar lagi. Jadi ya batal deh semuanya..."

Mei terkekeh. Perlahan, kedua tangannya masuk ke kaos suaminya yang melar dan mengelus d*da pria itu.

"Hmmh..."

Merasakan tidak ada penolakan, jantung Mei berdebar. Kali ini, ia akan coba mengambil resiko. Tangannya pelan memijat-mijat bagian d*da pria itu yang kini terasa lebih liat dibanding yang diingatnya dulu.

"Enak mas?"

Aslan tidak menjawab, tapi Mei mendengar nafas pria itu yang sedikit cepat saat jari-jarinya bermain dengan ujung d*da suaminya di dalam sana. Jantungnya berdebar lebih kencang.

Saat kedua tangannya menangkup dan memberi r*masan lembut, kepala pria itu menengadah dan mulutnya mend*sah penuh kepuasan. Lelaki itu semakin menyender padanya.

Melihat ekspresi suaminya, Mei menelan ludah. Ia sangat merindukan pria di bawahnya ini.

Makin berani, satu tangannya naik untuk memberikan elusan di leher jenjang dan jakun pria itu. Mei sangat tahu, Aslan cukup sensitif di area lehernya. Ia bisa melihat kulit lelaki itu mulai meremang.

"Mas..."

Panggilan serak itu membuat mata Aslan membuka. Tampak sepasang mata cokelat itu memandanginya tidak fokus. Kedua mata itu terlihat berkabut.

Turun ke karpet, dengan lembut Mei membaringkan tubuh suaminya di karpet. Pria itu menurut dan kembali matanya memejam saat lehernya diberikan kecupan lembut oleh isterinya.

"Hmmh..."

Kedua tangan Aslan berada di pinggang isterinya, tapi tidak mendorongnya menjauh.

Mengelus tubuh pria itu yang bugar, Mei mulai memberikan kecupan-kecupan ringan di area leher dan juga tulang selangka suaminya. Ia bisa merasakan tubuh lelaki itu sedikit bergetar di bawahnya.

Membutuhkan lebih, kedua tangan wanita itu menangkup pipi Aslan yang sedikit kasar karena bakal jenggot dan mengelusnya. Ia mulai beringsut di atas tubuh suaminya. Tangan yang ada di pinggangnya mengetat, tapi tidak memberikan penolakan padanya.

Mengelus wajah suaminya, Mei melihat kedua mata pria itu bergetar membuka. Keduanya bertatapan.

"Mas Aslan... Mei ingin cium mas Aslan..."

Mata pria itu bergerak-gerak memandanginya dan lagi-lagi, Aslan tidak menjawabnya.

Meski gugup dan ragu, tapi tidak ada penolakan membuatnya lebih berani. Sangat pelan, Mei menunduk dan bibirnya menyentuh bibir Aslan yang lembut. Merasakan tubuhnya makin mendamba, ia memperdalam ciumannya dan mulai mengulum bibir bawah suaminya.

Setelah beberapa saat melakukannya, barulah Mei tersadar kalau pria itu tidak membalas ciumannya. Pria itu hanya diam seperti patung dan menerima begitu saja perlakuannya.

Keheranan, ia menjauhkan tubuhnya sedikit untuk menatap pria itu. Apa yang dilihatnya di sana, membuat hati Mei mencelos hingga dasar.

Tatapan Aslan kosong, tapi terlihat ada kilasan sakit hati dan kesedihan di sana.

"Mas...?"

Tangan yang ada di pinggangnya mer*mas lembut dan kemudian menjauhkannya. Lelaki itu menuntunnya untuk duduk di sofa, dan tampak berjongkok di depan isterinya.

Mereka berpandangan beberapa saat dan Aslan mengelus lembut pipi wanita itu. Ia tersenyum sedih.

"Maafkan mas, Mei. Tapi mas ga bisa menuhin kebutuhan kamu."

Mendengar itu, kedua mata Mei mulai berkaca-kaca. "Mas..."

Pria itu berdiri dan memandang isterinya. Kali ini, tatapannya terlihat datar.

"Mas sayang kamu, Meichan. Mas cinta sama kamu. Tapi mas ga bisa seperti dulu. Mas belum sanggup."

Apa yang dikatakan pria itu selanjutnya, membuat hati Mei benar-benar patah di dalam.

"Lebih baik kamu ceraikan saja mas, Meilany. Kamu carilah pria yang jauh lebih baik dari mas. Pria yang bisa menuhin kebutuhan kamu. Karena mas ga bisa lagi jadi suami, atau pun jadi pria sejati buat kamu."

Benar seperti kata orang, kaca yang telah retak dan pecah akan sangat sulit dikembalikan seperti semula. Mei telah berusaha, tapi usaha apapun yang dilakukannya, tidak akan bisa mengembalikan hubungannya dengan suaminya seperti sedia kala. Hati pria itu hancur di dalam, dan dirinya-lah yang melakukannya.

Ia yang telah menghancurkannya dan kali ini Mei tidak tahu lagi, bagaimana cara dia memperbaikinya.

1
ione
/Smile/
Mamah Dini11
sebenarnya sih kurang seru kalau di cerita ini pemeran utamanya pd meninggal, kan ini cerita aslan sm Mei tpiii kok di buat meninggal duluan, jdi gimana gitu, yg bikin rame seru kan hanya ash dn Mei, di lanjuti sm aydin kurang seru kayaknya ortunya udh tiada mh, malah dia dia nya gk ada, maaf ya thor cuman masukan aja.
Mamah Dini11
thor tdi kan lagi cerita Mei yg tdr pakai mukena dn aydin datang tpi Mei kayak meninggal gitu di liat aa,, kenapa kok jadi cerita si cristin
Mamah Dini11
kenapa thor kok Mei nya meninggal kan blm sempet liat cucunya merawat cucu mengurus cucu nya, cepet sekali author manggil ce Mei nya, kasian kan aydin jdi sendirian, udh gak ada sandaran nya, kecewa thor, masih pingin cerita ce Mei Mei nya.
Mamah Dini11
sabar ya Mei mungkin Alloh lbh sayang sm suami Mei, dn kmu bisa hidup tanpa aslan Mei kmu istri yg baik dn soleh,
Endang Sulistia
bagus banget...aslan- meican
Endang Sulistia
akhirnya ...sesuai am judulnya ya Thor..
meican Ama aslan gak terpisah
Endang Sulistia
pret lah bun
Liz Ayu
betul itu...
bibit bebet bobot penting, agama penting, kaya penting....
tapi juga gak penting penting amat
yang terpenting watak dan akhlak...
jika baik insyaallah rumah tangga juga baik.....
makasih Thor.........
yani
sedih
Sri Wahyuni
lanjut khor ceritanya kok ak jd sedih bacanya
Maria Magdalena Indarti
bagus
Maria Magdalena Indarti
termewek mewek /Cry/
Maria Magdalena Indarti
waduh Aurora resign
Maria Magdalena Indarti
seruuu
Maria Magdalena Indarti
sebagai atasan... jangan dengar sepihak saja.... cari tahu kebenarannya.
payah loe Aydin
Maria Magdalena Indarti
wah.... bahaya tuh shania rasis.... sempit pikirannya.... Indonesia bhineka tunggal ika
Maria Magdalena Indarti
congrats Met Ashlan
Maria Magdalena Indarti
Mey... Hamidun....!!!! libido tinggi
Maria Magdalena Indarti
horee.... buka puasa.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!