Entah karena terlalu cinta atau bodoh!
Tetapi, melihat Ego nya yang tinggi membuat aku menyerah dengan semua ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Kabar Bahagia 2
Mendengar kabar bahagia dari kedua majikannya membuat para maid bahagia.
Mereka mengucapkan selamat pada sang majikan dengan sangat tulus dan penuh haru.
Leon membawa Ayu untuk duduk kembali di ruang keluarga.
Dia menelpon Dokter keluarga dan menyuruh nya membawa Dokter kandungan.
Tangannya tak lepas menggenggam tangan Ayu sama sekali.
Bahkan, Leon beberapa kali mengecup puncak kepala Ayu dengan lembut.
Sedangkan Ayu sendiri masih sedikit kaget dan bahagia, sesekali tangan lentik nya mengusap perut nya dengan lembut.
-
Tak berapa lama Dokter pun tiba, mereka langsung saja di antarkan ke kamar tamu yang ada di bawah.
Karena Ayu merengek ingin rebahan dengan berbantal paha Leon.
Tok
Tok
"Tuan, Dokter nya sudah tiba" ucap Bibi di depan pintu kamar sang majikan.
"Masuk saja Bi" seru Leon dari dalam.
Bibi membawa kedua Dokter untuk masuk ke dalam kamar,
Disana terlihat Ayu yang masih rebahan dengan nyamannya,
Namun,
"Dok gapapa kan periksa nya begini? Saya gak mau jauh dari Suami saya" celetuk Ayu dengan santai nya.
"Boleh Nona, sebentar saya periksa dulu ya" balas Dokter kandungan paruh baya yang terlihat masih cantik.
Ayu terdiam dengan perasaan campur aduk, tangannya bahkan sampai menggenggam tangan Leon dengan erat.
Hingga,
"Selamat Nona, anda memang sedang mengandung. Untuk usia nya saya belum bisa memastikan karena tak ada alat, besok anda ke Rumah sakit saja untuk pemeriksaan lebih lanjut" jelas Dokter dengan senyum hangat.
Ayu tersenyum juga, namun sialnya air mata nya ikut keluar juga.
Sedih?
Bukan.
Itu adalah air mata kebahagian yang sangat tak terkira.
"Mas, aku hamil" lirih Ayu pada Leon.
Leon mengkode pada Bibi agar membawa Dokter keluar dari sana.
Bukannya tak sopan, tapi memang kondisi Ayu yang kadang tak karuan membuat ia harus menjaga nya.
"Iya sayang, kamu hamil dan kita akan menjaga Mommy dan Daddy" balas Leon lembut.
Tatapan lembut Leon membuat pertahanan Ayu runtuh, pada akhir nya dia menangis di pelukan Leon.
Dulu,
Dia di hina mandul oleh mantan suami dan ibu mertua nya.
Tetapi,
Dia selalu meyakini bahwa dia tidak mandul dan suatu saat akan bisa mempunyai keturunan.
Pada akhirnya,
Sekarang terbukti dan terpatahkan dengan adanya calon buah hati di rahim nya.
Bahwa sesungguh nya Ayu tidaklah mandul!
-
Leon mengusap lembut punggung Ayu,
Dia membiarkan lebih dulu Ayu menangis agar semua nya tenang setelah di luapkan.
Leon sendiri tau bagaimana keluarga Reno dulu pada Ayu,
Hinaan dan cacian nya sangat menyakitkan hati.
"Udah ya sayang, nanti dede nya nangis loh kalau Mommy nya sedih" ucap Leon lembut.
Hiks.
"Maaf Mas, aku terlalu bahagia. Ternyata aku tak mandul" balas Ayu dengan tersenggal.
Cup.
"Kan udah bilang sayang, kamu itu belum di kasih aja bukannya mandul. Bukti nya sekarang kamu hamil"
"Udah ah jangan di pikirin apapun lagi, sekarang kamu istirahat dan besok kita ke rumah sakit untuk periksa lebih lanjut lagi"
"oke"
Ayu mengangguk dengan wajah bahagia nya,
Dia merebahkan kembali tubuh nya dan memeluk pinggang Leon dengan erat.
Leon tersenyum,
Dia lalu mengusap lembut kepala Ayu,
Hingga terdengarlah dengkuran halus yang keluar dari mulut Ayu.
"Pantesan saja sekarang gampang ngantukan, ehh tau nya ada baby disini" gumam Leon sambil mengusap lembut perut Ayu.
.
.
.
.