NovelToon NovelToon
Menjadi Figuran

Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Anak Genius / Fantasi / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:119.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: sayaa aull.

Tidak disangka, aku masuk ke dalam tubuh seorang figuran yang tak lama lagi akan mati tertabrak saat menyelamatkan pemeran utama. Bisakah aku mengubah takdir ini?


cerita tidak terlalu berat, karna kalo berat dilan yang nanggung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayaa aull., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Raina sedang berjalan di koridor menuju kelasnya. Ada yang berbeda dari dirinya hari ini. Biasanya, dia selalu terlihat murung, dengan tatapan mata yang kurang bersahabat sehingga membuat orang-orang merasa segan padanya. Namun, hari ini Raina terlihat lebih ramah dari biasanya. Senyum terpatri di wajahnya, dan penampilannya terlihat lebih segar, menambah kadar kecantikannya.

Saat tiba di kelasnya, Raina menyapa teman-temannya. “Selamat pagi, teman-teman,” sapanya di pintu masuk kelas, membuat teman-temannya diam seketika karena ini tidak seperti Raina yang biasanya.

“Pagi juga, Raina,” jawab salah satu temannya setelah terdiam cukup lama.

Raina pun duduk di bangkunya dan melihat sekeliling. Dia melihat seorang laki-laki yang waktu itu tidur di pojok sedang menatapnya. Raina melihat sekeliling, barangkali dia keliru dan laki-laki itu tidak menatapnya. Namun, setelah dia memastikan tidak ada siapa pun di belakangnya, laki-laki itu terus menatapnya. Karena merasa canggung, Raina buru-buru mengalihkan tatapannya dan kembali menghadap ke depan.

Tiba-tiba, terlihat dari pintu Arya yang sedang datang berjalan ke arah tempat duduk Raina.

“Ayo kita bicara,” ucap Arya.

“Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan,” ucap Raina sembari menatap Arya dingin yang berdiri di depannya.

“Ada, kita perlu bicara, Raina. Aku ingin meluruskan apa yang terjadi kemarin,” ucap Arya sembari menarik pergelangan tangan Raina, membuatnya harus berdiri dengan terpaksa.

“Tapi aku tidak mau, kita sudah tidak punya urusan apa pun lagi, Arya,” ucap Raina berusaha melepaskan tangan Arya dari lengannya.

“Aku tidak akan melepaskanmu kecuali kamu mau bicara sama aku,” ucap Arya yang berusaha menarik Raina. Teman-teman kelas Raina ada yang ingin menolong, tetapi melihat tatapan Arya membuat mereka urung.

“Ayo,” ucap Arya sambil menarik Raina.

“Lepas,” ucap seorang laki-laki dengan dingin sembari melepaskan cengkraman tangan Arya dari lengan Raina. Laki-laki itu berdiri tepat di belakang Raina.

“Lo siapa ikut campur urusan gw sama Raina?” ucap Arya emosi.

“Gw?” tunjuk orang itu pada dirinya sendiri.

“Kenali gw, Hariz,” tambah Hariz, yang ternyata adalah laki-laki yang tadi menatap Raina.

“Gw ga peduli siapa nama lo, sekarang minggir. Gw mau bicara sama Raina,” ucap Arya kesal karena sekarang Raina berada tepat di belakang Hariz.

“Kalo gw ga mau?” ucap Hariz menantang ke arah Arya.

“Lo di sini bukan siapa-siapa, jadi jangan sesekali ikut campur,” ucap Arya.

“Lo salah, di sini gw itu sebagai cowonya Raina,” ucap Hariz membuat Arya naik pitam. Orang-orang di sekeliling mereka merasa terkejut atas pengakuan Hariz, apalagi Raina yang mematung mendengar ucapan Hariz barusan.

“Omong kosong,” ucap Arya.

“Gak mungkin kamu sama dia pacaran,” ucap Arya sembari berusaha berbicara kepada Raina. “Jawab aku, dia bohong kan? Kamu sama dia ga ada apa-apa kan? Jawab aku, Raina,” ucap Arya yang mulai emosi melihat Raina yang diam saja.

“Lo sekarang pergi aja dari sini, cewek gw gamau ketemu ataupun bicara sama lo,” ucap Hariz sembari menunjuk pintu keluar.

“Sampai kapan pun aku ga akan biarin kamu sama dia,” ucap Arya sembari menunjuk Hariz yang ada di depannya. “Aku tau kamu sama dia itu bohongan, jadi akan aku pastikan kamu balik lagi sama aku. Ingat itu, sayang,” ucap Arya sebelum berlalu dari sana setelah memberikan tatapan mematikannya kepada Hariz.

“Kamu gapapa?” tanya Hariz melihat Raina hanya diam menunduk di belakangnya.

“Raina,” panggil lagi Hariz dan sedikit mengguncang tubuh Raina sambil menunduk ke arahnya.

“Kamu apa-apaan sih ngaku-ngaku jadi cowoku?” ucap Raina berbisik kesal melihat ke arah Hariz karena teman-teman sekelasnya memperhatikan mereka berdua.

“Ya gapapa, biar Arya gak ganggu kamu lagi,” ucap Hariz.

“Ya nggak gitu juga. Bagaimana kalau sampai ini terdengar oleh orangtuaku?” jawab Raina, khawatir pasti ini sudah sampai kepada kedua orangtuanya dan abangnya.

“Nanti biar aku yang jelasin,” jawab Hariz sebelum berlalu menuju bangkunya. Setelah itu, bel masuk berbunyi dan guru pun masuk ke kelas mereka.

...****************...

Hariz

Raina dan Hariz

...****************...

Sementara itu, Arya tidak masuk ke kelasnya dan malah pergi ke taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi. Saat ini, dia ingin menjernihkan pikirannya setelah tadi mendengar bahwa Raina telah bersama yang lain.

Arya masih menyangkal kenyataan itu. Dia yakin bahwa semua itu bohong dan berharap itu benar. Arya tak sanggup membayangkan hidup tanpa Raina. Pikiran tersebut hampir membuatnya gila.

Sebenarnya, Arya tahu bahwa selama ini dia salah karena mengabaikan tunangannya. Namun, saat itu, dia berada di fase bosan bersama Raina. Hampir setiap hari mereka bersama, tetapi Arya tidak pernah berpikir untuk berpisah dari Raina. Membayangkannya saja sudah membuatnya frustrasi. Dia selalu bersama Ruby hanya untuk menghilangkan rasa bosannya terhadap Raina. Arya berpikir bahwa ketika rasa bosan itu hilang, dia akan kembali kepada Raina dan tidak akan bersama Ruby lagi.

Namun, ternyata kedekatannya dengan Ruby membuat Raina selalu membully Ruby. Itu membuatnya merasa harus menolong Ruby, dan hal ini selalu menyakiti Raina. Arya berpikir itu salah Raina, tetapi semakin lama, dia merasa ada yang janggal dengan sikap Ruby yang selalu merasa ditindas oleh orang-orang yang bahkan tidak mengusiknya. Hal itu membuat Arya muak.

Sejujurnya, Arya sempat memiliki perasaan kepada Ruby dan berniat menjalin hubungan dengannya di belakang Raina. Namun, ternyata itu hanya rasa ketertarikan sesaat. Ruby sedikit berbeda dari Raina, dan Arya merasa tertarik. Sekarang, Arya menyesal telah berteman dengan Ruby dan membuat hubungannya dengan Raina rusak.

"Raina, aku tak akan pernah melepaskanmu," ucap Arya dengan pandangan lurus ke depan, mencoba menenangkan hatinya yang gundah.

...****************...

Aku ganti arya sama dia cocok ga si

1
Dewi Yanti
kak othor keren pilihan visualnya bagus" dan sesuai sm karakter nya👍
Syaquilla Mbull
oke KK kami tunggu
Retno Isma
yg jelas jgn cha eun woo thorr....
sayaa aull.
aku udah update ya, mulai dari 10 disitu udh revisi, jadi kalian bacanya dari atas lagi. maaf ya aku bakal segera selesaikan semua revisinya
hile sivra: ga jadi dilanjutkah thor?
total 3 replies
Angel
keren
Batara Kresno
ceweknya terlalu lemah sih tegas didikit gt ke
mommy lala
lanjut.....
Ahsin
buang itu Arya laki2 bangke,, cari yg lain yg LBH baik
Ahsin
membosankan... seharusnya Ara tu bar bar bukan lembek hajar tu ulat bulu
Ahsin
hadehh bertele2...
Armyati
semangat terus kak 💪💪💪 ditunggu kelanjutannya 🙏🤗
Grey
semangat kak, ku tunggu versi terbaru yang lebih baik lagi😁
Hikam Sairi
semangat
Bailu
Apa aku doang yg ngerasa percakapan mereka Terkesan Kaku banget
Bailu
Kok jadi begini bunyinya😭
Grey
Luar biasa
Fauziah Tallya
belum up lagi ka
Tia Saputri
ga lanjut lagi Thor?sayang loo kalo ga di lanjutin lagi, apalagi cerita nya lagi seru bgt
Retno Putri
kasian ibuk kantinnya.... tiap minggu pasti beli piring baru karna banyak yg pecah dujatohin truss sama si ruby... 🙁🙁
devi aryana
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!