Abiyan, seorang ceo dari perusahaan ternama yang jatuh cinta dengan gadis yang masih duduk di bangku kelas tiga SMA. Bagaimana kisah mereka, apakah chana juga menyukai Abiyan yang umur nya terpaut 11 tahun???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 terpesona
Setelah makan bakso di pinggir jalan tadi, kini Abiyan mengantarkan Chana pulang ke rumah nya. Abiyan dari tadi hanya diam sambil sesekali melirik ke arah Chana.
Bukan karena masih marah, namun laki-laki itu salah tingkah dengan perlakuan Chana tadi. Rasa bahagia begitu membuncah di hati, meski hanya mendapat perlakuan kecil dengan suapan bakso tadi, namun entah mengapa Abiyan begitu bahagia, karena selama ini Abiyan tak pernah dekat dengan wanita. Hanya kepada mommy dan kakak nya saja, itu pun tak pernah di suapi seperti tadi.
" Bang, kenapa sih dari tadi diam aja ?". Tanya Chana yang heran dengan tingkah Abiyan yang sejak tadi hanya diam saja. Tak seperti biasa nya yang suka menjahili nya.
" Emmmm tidak apa-apa ".
" ck ". Decak Chana sebal.
" Apa kamu mau mampir ke suatu tempat sebelum pulang ?". Tanya Abiyan melirik sebentar Chana lalu kembali fokus pada jalanan di depan nya.
" Tidak. Aku mau langsung pulang saja lelah ".
" Oke".
Tak ada percakapan lagi di antara Abiyan dan Chana. Hingga mobil yang membawa kedua nya telah sampai di depan rumah Chana.
" Thanks ya bang. Gue masuk dulu ".
" Iya. Salam untuk tante sama om ya, maaf aku tidak bisa mampir ".
" Oke".
Setelah memastikan gadis nya masuk ke dalam rumah, Abiyan baru melajukan mobil nya kemali menuju kantor, karena sekretaris nya bilang ada beras penting yang harus di tanda tangani.
...****************...
Chana sedang tiduran di kasur empuk milik nya. Pikiran nya melayang dengan kejadian tadi di warung bakso dimana diri nya dengan berani menyuapi Abiyan.
Pipi nya terasa memanas, jantung nya juga berdegub kencang.
"Ya ampun kok gue deg-degan gini sih saat ingat Om narsis. Apa jangan-jangan gue suka lagi sama om narsis". gumam Chana sambil guling guling.
" Gak, gue gak boleh suka sama dia. Bisa kalah taruhan gue".
tok tok tok. . . . .
Pintu kamar Chana di ketuk dari luar. Dengan malas, Chana membuka pintu, dan mama nya sedang berdiri di tengah pintu.
"Ada apa mah? ".
" Kamu di tunggu Nak Abiyan di bawah! ". Kata Mama Laksmi.
" Hah Bang Abiyan ngapain ke sini mah? ".
" Kata nya sih mau ajak kamu ke rumah nya ".
" Apa mah, ke rumah om narsis? ". Ucap Chana terkejut.
" Gak usah lebay gitu kali Na. Lagian nak Abiyan itu hanya ingin mengenalkan kamu sama keluarga nya! ".
" Aku gak mau ay ma, lagian kan aku bukan siapa-siapa nya Om narsis. Ngapain pakai acara di kenalin segala ". Tolak Chana bersikeras.
" Kamu ini Na, masa panggil nya om narsis sih".
"Iya mau, maksud aku Bang Abiyan".
" Nah gitu dong. Ya udah kamu Siap-siap sana. Nak Abiyan udah nungguin kamu dari tadi loh ".
" Gak mau ah mah, bilang saja sama bang Abiyan kalau aku sedang gak enak badan".
"Gak mau. mamah gak mau bohong Na. kamu aja sana yang bilang sendiri ". Ucap Mama Laksmi sambil meninggalkan Chana yang masih berdiri di dekat pintu.
" Kalau kamu mau, langsung siap-siap Na, tapi kalau gak mau bilang sendiri ya". Ucap Mama Laksmi sebelum turun dari tangga.
"Iya Ma".
Chana mengela nafas panjang. dirinya bingung mau ikut Abiyan atau tidak. Tapi ini kesempatan nya untuk keluar malam-malam. Chana memutuskan untuk menerima ajakan Abiyan, toh mungkin hanya sebentar.
Chana kembali masuk kamar, untuk bersiap.
Tak butuh waktu lama untuk Chana bersiap, gadis itu, terlihat cantik dengan celana jeans panjang warna hitam, dan kaos yang di lapisi outer dengan rambut sebahu nya yang di biarkan terurai. tak lupa, tas selempang warna hitam, yang menjadi pilihan nya untuk mempercantik penampilan nya.
tak tak tak..
Bunyi suara langkah kaki Chana, membuat atensi Abiyan dan Kedua orang tua Chana yang tengah berbincang mengalihkan padangan nya. Abiyan begitu terpesona dengan penampilan gadis nya. meski tak memakai dress dan hanya mengenakkan pakaian sederhana, namun Abiyan tak bisa mengalihkan pandangan mata nya ke arah lain. Apalagi, Chana juga mengenakan liptint dan sedikit bedak yang menambah fresh pada wajah nya.
Berbeda dengan Abiyan. mama Laksmi justru tepuk jidat melihat penampilan putri nya yang jauh dari kata Feminim. Mama Laksmi sedikit menyesal mengapa tadi tak mendandani anak nya terlebih dahulu. Setidak nya Chana harus memakai dress agar terkesan anggun.
"Yuk berangkat. udah siap nih ". Ajak Chana sambil melirik Abiyan yang masih diam mematung memperhatikan nya.
" Bang, ayo jadi gak? ". sentak Cahan, karena tak mendapatkan respon.
" Eh I iya,, ayok ". jawab Abiyan gugup. Mama Laksmi dan papa Narya geleng kepala melihat tingkah laki-laki dewasa di depan nya yang terpesona dengan kecantikan putri nya yang masih kecil.
" kalau begitu, saya pamit dulu om, tante".
"Iya nak Abi. jaga putri tante ya ".
" pasti tante".
Setelah berpamitan, Chana dan Abiyan meninggalkan rumah, menuju rumah kedua orang tua Abiyan.
smngat buat kk thor,dtunggu karya² berikut'y......🥰😘❤️