Jadwal Update : Sesuka hati🤣
Kenyamanan bekerja di sebuah perusahaan yg kita dambakan merupakan sebuah anugrah yg tidak dimiliki oleh semua orang. Namun, bagaimana jadinya saat kita sedang nyaman bekerja diusik oleh seseorang di masa lalu yg datang secara tiba-tiba dan mengacaukan kenyamanan kita dalam bekerja?
Syabila Aishah seorang Karyawati di sebuah perusahaan ternama bertempat di bagian devisi pemasaran. Dia baru saja bergabung dengan perusahaan selama enam bulan. Namun, kenyamanan bekerja sudah ia rasakan sejak awal bergabung dengan perusahaan. Sampai suatu hari, terjadi pergantian CEO Perusahaan oleh anak tunggal pemilik Perusahaan bernama Jovan Mahendra yg ternyata mantan kekasih Syabila sewaktu ia duduk di bangku SMA. Kebencian yg masih dalam diantara keduanya menyebabkan, hari-hari bekerja Syabila terusik oleh ulah Jovan yg dengan sengaja ingin membalaskan dendam terhadap kejadian di masa lalu.
Lantas hal apakah yg akan dilakukan Syabila untuk mengantisipasi ulah Jovan kedepannya?
Jangan lupa Like, Vote, dan Good commant nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri febri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
drama jovan part 2
Hai👋 Kakak-Kakak semua jangan lupa yah buat like dan vote serta tinggalin jejak good commentnya! Biar aku selalu semangat update nya.
Happy reading guys.
RIZAN ANDRIAN
"Si Bila sebenarnya ada hubungan apa sih. Kenapa dia bisa sedeket itu sama pria itu, kalo dia tau seperti apa Jovan pasti dia nyesel," gumam Rizan di dalam ruangannya.
"Gimana yah cara nyampein ke Bila soal Jovan apa dia percaya kalo Gue ngomong itu. Gue kan belum ada bukti akurat soal Jovan," gumam nya kembali.
Brak
"Ngagetin aja sih!" sentak Rizan yg terkejut.
"Hahaha ... maaf Pak Direktur tadi Saya ketuk pintu gak dijawab yaudah Saya masuk aja eh, Bapak rupanya lagi ngelamun," jawabnya seraya tertawa renyah.
"Santai saja Kita kan, lagi berdua Ram," jawab Rizan.
"Ngapain kesini?" tanya nya.
"Biasa Bos taken lagi. Enak ya jadi Direktur duduk santai kalo ada kerjaan palingan tanda tangan doang," ucap Rama kembali.
"Enak aja gak segampang itu kali, emang Gue artis apa cuman nandatangan doang!" tegas Rizan yg disambut gelak tawa Rama.
"Loe emang artis Bro, buktinya banyak banget yg ngantri."
"Lah Gue yg deketin aja engga terus kalo Gue ngedeketin cewe eh, cewenya yg ngejauhin ...," lirih Rama.
"Hahaha, mangkanya perawatan Ram jangan malah dibanyakin tuh filter kamera," jawab Rizan seraya tersenyum.
"Kurang ajar loe," jawab Rama kesal.
"Eh, gimana kalo nanti sore Gue main kerumah loe," jawabnya kembali.
"Bilang aja Loe mau modus sama Bila iya kan," jawab Rizan kesal.
"Wah selain hebat ngurus bisnis jangan-jangan Loe juga ada bakat jadi dukun nih," ujar Rama seraya tertawa.
"Si*lan," ucap Rizan dengan malas.
Drettt Drettt Drettt
"Pucuk dicinta Syabila pun tiba," ucap Rama yg melihat layar handpone Rizan berdering.
"Halo?"
"Iya Bil nanti Aku sampein sama Bibi yah, jangan lupa makan Kamu juga kan, baru aja sembuh," ucap Rizan ditelpon.
"Iya, byee," jawabnya ditelpon kembali.
"Hah ... kenapa calon Gue Zan," ucap Rama santai.
"Calon, calon!" tegas Rizan penuh kekesalan.
"Yaiya lah dia kan cal ...," ucap Rama terpotong.
"Calon majikan iya Ram!" bentak Rizan tiba-tiba.
"Si*lan. Emang Gue pembantunya apa," jawabnya yg disambut gelak tawa Rizan.
"Nah Loe tau."
"Kenapa Syabila kenapa?" tanya Rama penasaran.
"Kepo, udah sana balik kerja mau gaji Loe Gue potong."
"Kepentingan apa yah kok sampe gak bisa pulang hari ini." Batin Rizan.
************
Tokkk tokkk tokkk
"Eh iya Sus kenapa?" tanya Bila kepada Perawat.
"Ini Mbak, makanan buat pasien," ucap salah satu Perawat.
"Oh makasih yah Sus."
Syabila pun menghampiri Jovan yg tengah sibuk dengan ponselnya, "Nih," ucapnya sembari menyodorkan makanan untuk Jovan.
"Kamu udah makan?" tanya Jovan.
"Sudah tadi waktu Bapak tidur," jawab Bila.
"Tangan Saya susah Bil ada selang infusan," elak Jovan.
"Itu kan, bisa Pak tinggal mangkuknya dijepit aja gitu aja susah," jawab Bila santai.
"Hhh, nih cewek ga'ada peka-pekanya sama sekali gue kan minta disuapin percuma ada dia juga." Batin Jovan.
Akhirnya Jovan pun dengan terpaksa memakan habis sarapannya sendiri kemudian meminum obat yg sudah disediakan Dokter.
"Pak soal yg tadi kenapa Bapak ngomong gitu ke Dokter?" tanya Bila yg teringat kembali.
"Soal yg tadi, apa?" jawab Jovan mengingat-ingat.
"Ish, masih muda tapi pikun!" jawab Bila kesal.
"Tadi yg diucapkan sama Dokter kalo Saya Istri Bapak," ujarnya kembali.
"Jangan ge'er Saya bilang gitu biar Dokter gak hubungin keluarga Saya," ungkap Jovan penuh penekanan.
"Ish, siapa yg ge'er aku malah risih, dasar pede selangit." Batin Bila.
"Saya mau muntah Pak dengernya," ucap Bila.
"Oh Kamu gak seneng Saya bilang kek gitu hah!" ucap Jovan yg mulai meninggi.
"Ssssstttt, ini tuh rumah sakit tua!" sentak Bila.
"Tau. Gunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar." ujar Jovan kesal.
"Hahaha ... emang Bapak udah tua kan buktinya pikun nya akut," ucap Bila seraya tertawa.
Buuukkk
hantaman bantal oleh Jovan.
"Aau ... sakit tau," ucap Bila.
"Diem mangkanya jangan cerewet!"
Ceklek
"Eh, Dokter maaf Dok kita bikin gaduh yah," jawab Bila kikuk.
"Aduh kalian ini Pasutri yg aneh deh masa ribut terus sih," jawab Dokter seraya tersenyum tipis.
"Hah ... pasutri?" tanya Jovan yg melirik Syabila.
"Ih oon banget sih si Jovan masa gak tau, bikin malu aja." Batin Bila.
.
.
.
Tbc.
.
.
Biar gak ketinggalan setiap update nya jadiin novel ini sebagai novel favorit kalian yah.
Salam Author Bye🙂
INI MLH DIBANTU RIZAN, JTUH TU HARGA DIRI JOVAN..