NovelToon NovelToon
Cinta Mas Sepupu

Cinta Mas Sepupu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:100.1k
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Saat Larisa ketahuan hamil, pihak keluarga syok dan juga tak menyangka.

Larisa dituntut untuk jujur siapa pria yang sudah menghamilinya sampai mencuat satu nama pria yang tak lain saudara sepupunya sendiri.

Setelah menikah hubungan Bassta dan Larisa semakin ricuh, jauh dari rukun dan tenteram. Bassta juga sudah memilih perempuan lain yang jauh di atas Larisa yakni Jema, tetapi Jema belum tahu bahwa pria yang dia cintai sudah beristri.

Dalam niat yang begitu besar, Larisa ingin mengubah rumah tangga hambarnya menjadi rumah tangga yang harmonis. Sementara Bassta sudah mengatur dan meniatkan perpisahan setelah bayi yang dikandung Larisa lahir.

Terombang-ambing dalam rasa kecewa dan juga bimbang atas perasaannya, Larisa dihadapkan pada sosok pria yang berusaha dia lupakan tetapi malah mendadak muncul dan mengaku ingin bertanggung jawab.

Lantas, apakah Larisa akan kembali ke pelukan pria berinisial J atau bertahan dengan Bassta yang mulai menyadari ketulusannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanung Emosi

***

“Bass, kamu pulang jam berapa hari ini?” tanya Larisa yang berdiri di hadapan Bassta. Ia mengantarkan suaminya untuk berangkat bekerja. Keduanya berada di teras dan tak sadar bahwa Novia dari jauh memerhatikan dengan mata memicing.

“Aku pulang cepat. Mau ketemu papa juga dan papa minta aku buat bawa kamu,” kata Bassta.

Kening Larisa mengerut.

“Kenapa?” Ia khawatir.

“Tadi aku sempet nelepon papa buat bujukin mama pulang tapi papa mau ngobrol dulu sama kita berdua. Katanya, sih, sambil makan bareng. Kamu bisa, kan?” tuturnya dan takut Larisa menolak.

Di luar dugaannya, Larisa tersenyum lebar, mengangguk kuat-kuat.

“Aku mau, Bass. Aku juga bosen di rumah terus. Emm, kalau boleh bisa nganterin aku belanja? Baju di lemari udah nggak muat, sesak, perut aku kan makin besar.” Larisa memegang perutnya dan Bassta terpaku, terasa lagi tendangan halus yang dia rasakan semalam.

“Bass!” tegur Larisa karena Bassta malah melamun sambil menatap perutnya.

“Oke! Jam empat kamu siap-siap. Jangan sampai mama tahu kita mau pergi, tungguin aku di depan minimarket aja.”

Larisa mengangguk dan mata Bassta melirik ketika melihat sekelebat bayangan ibunya. Matanya mengerjap, bisa-bisanya ibunya sedang memperhatikan untuk memastikan.

“Ya udah aku berangkat.” Bassta mengulurkan tangan dan Larisa mengernyit. Keduanya bersitatap.

“Apa?” Larisa mendadak bingung.

“Cium,” bisik Bassta sambil cengar-cengir.

“Hah?” Larisa melongo, dia gigit bibir bawahnya kelu.

Bassta yang geregetan akhirnya melangkah maju. Larisa menahan napas.

Sebuah kecupan lembut mendarat di kening wanita itu, ia langsung diam membeku. Bassta kemudian menarik tangan Larisa, mengangkatnya. Seketika Larisa tersadar dari lamunannya kemudian menyalami tangan Bassta dengan kikuk.

Apa ini jawaban dari semua doa dan harapannya?

Bassta tersenyum, Larisa membalas.

Novia yang melihat keduanya begitu tampak romantis pun menghentakkan kaki jengkel. Ia kira berada di rumah tersebut akan menemukan sesuatu yang bisa dia jadikan alat untuk memisahkan keduanya tetapi ternyata, malah keromantisan yang dia dapati.

Larisa menunduk, kedua pipinya tersaput warna merah muda, ia mendadak tersipu dan Bassta membuang napas lega melihat kepergian ibunya.

Larisa mengangkat wajah saat tangannya dilepas. Keduanya bersitatap.

“Maaf,” kata Bassta canggung. Larisa diam kebingungan. “Barusan ada Mama.”

Larisa terdiam, sorot netranya begitu memperlihatkan keputusasaan.

Bassta berlalu dan sempat berbalik, sementara Larisa diam dan hanya memberikan senyuman lemah. Akhirnya Bassta benar-benar pergi dan apa yang dia anggap spesial barusan adalah hal yang dilakukan Bassta karena terpaksa.

Perlahan dia memutar tubuh, semakin pesimis karena keinginannya untuk mempertahankan rumah tangga tak kunjung jua mendapatkan lampu hijau.

***

Jam istirahat kantor, separuh karyawan berbondong-bondong untuk mencari dan membeli makan siang mereka di sekitar gedung perusahaan sementara separuh lagi ada yang diam saja dan mengeluarkan kotak bekal mereka. Wajah-wajah lelah itu tersiksa dengan segudang pekerjaan juga tersiksa dengan perut yang lapar keroncongan.

Sementara di koridor lantai 19, Bassta sedang melangkah sembari menempelkan ponsel di telinganya. Dia sedang berusaha menelepon Jema yang di tempat lain sedang sibuk dengan kegiatan shooting.

Dari arah berlawanan ada Hanung yang terus memperhatikan Bassta sampai membuat pria itu tidak nyaman.

Saat keduanya berpapasan dan hampir saling melewati, Hanung berseru;

“Bass!” Cukup jelas sampai membuat Bassta menghentikan langkah lalu berbalik badan, balik menatap Hanung, tatapannya masih saja jengkel kepada Hanung.

“Ada Cafe yang baru buka nggak jauh dari sini. Ada kopi yang enak di sana, mungkin kita bisa mengobrol sambil menikmati jam istirahat,” kata Hanung menawari dengan senyuman mengembang.

Bassta memasukkan ponsel ke saku celana kemudian melangkah mendekat.

“Sogokkan?” tuduhnya.

Hanung terkekeh-kekeh renyah. Ia rangkul bahu sahabatnya itu kuat.

“Kita sahabatan udah lama. Jangan terus-terusan begini, ayo,” ajak Hanung memaksa dan akhirnya Bassta tak menolak tapi rautnya masih memperlihatkan kesinisan.

Hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai di tempat yang dimaksud Hanung. Ia yang memesankan kopi yang dia maksud tadi dengan beberapa makanan ringan juga.

Bassta mendesah, meletakkan ponsel ke atas meja begitu frustrasi.

Hanung mengernyit lalu menyesap kopinya pelan-pelan.

“Susah banget dia ditelepon. Giliran dia yang nelpon kalau telat aku angkat, pasti ngamuk,” celetuk Bassta berkeluh, tangannya terulur mengambil segelas kopi lalu kemudian mencobanya.

“Istri atau selingkuhan?” tanya Hanung dan Bassta langsung menatapnya tajam.

Hanung tertawa sekarang, meletakkan pula kopi di tangannya.

“Santai, Bass. Oke, pasti Jema, kan? Karena nggak mungkin Larisa kayak begitu, aku kenal dia kayak gimana.”

“Sok kenal!” cela Bassta dan Hanung hanya tersenyum.

Keduanya hening untuk beberapa saat sampai kemudian Hanung berbicara lagi.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan kalian? Aku mungkin lancang bertanya tapi jujur aku nggak tega waktu ngelihat Larisa sendirian malam-malam dan habis nangis. Sementara kamu ngabisin waktu sama Jema, kalau Larisa tahu ada Jema di antara kalian, itu bukan cuman menyakiti dirinya tetapi juga mentalnya. Dia lagi hamil, Bass,” terangnya dengan mimik muka tak tega. Suaranya juga terdengar serak dan ragu saat menyebutkan nama Larisa.

Bassta yang sedang mengelus gelas kopi di lengan kanannya pun membalas, “Nggak usah khawatir karena Larisa tahu tentang hubungan aku sama Jema. Tapi Jema, dia nggak tahu kalau aku udah punya istri.”

Bassta berbicara begitu jelas dan ringan. Di bawah meja, Hanung mengepal tangan dan rahangnya mengetat. Dia tak bisa menyembunyikan emosinya ketika mendengar Larisa dikhianati bahkan wanita itu tetap bertahan meskipun tahu.

Bassta tersenyum sinis, menatap Hanung lekat. “Kamu marah, Nung?” tanyanya dan Hanung membuang muka.

 

 

 

 

1
Oee Hafiza
mbak kok gak lanjut???
Alyazia Yazuy: apa udah end tah kk author crita nya aq penggemar karya" mu dr novel crita nya asma
total 1 replies
Roudhotul Jannah
bagus... rekomendasi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘
masih ditunggu lohh, Thor..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 : entah kemana nih othornya? pdhl gi seru. klo pindah knp gk kasih tau? kn kita jd kehilangan jejak 😢
total 2 replies
Instagram: Melaheyko
assalamu'alaikum semuanya, cerita ini belum tamat ya tapi ada kendala jadi aku gak bisa update dulu. untuk sementara, aku publish cerita yang lain sambil nunggu naskah cerita ini selesai. Cek profil buat baca cerita baruku yaitu Syahdunya Cinta Pertama. semoga suka
Pipit Bawon
lhooo kok uda di lebel "end" ya ? pindah tempat ta kak mela karya nya ?
Pipit Bawon: Terimakasih uda di jawab mbk mela...sekarang uda sembuh mbk mel ? semoga selalu di beri kesehatan buat mbk mela n kluarga...Aamiin,,,semangat trs utk berkarya mbk...
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘
othor pa kbr?
semoga sehat2 ya
masih setia menunggu kabarmu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘
mas sepupu blum nungul 🤔🤔🤔
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
sookoorlah budu amat nasib Jema kan semua tercipta dari ulah Jema sendiri yang sok dan semena-mena sama orang lain.. Rasain akibatnya
SUMI 🐊🐊
Innalillahi HP nya
SUMI 🐊🐊
maklum negara berbunga y 😂
SUMI 🐊🐊
nah loh bapak² nya Jema kebawa²🤭
SUMI 🐊🐊
utg cuma ngomong dlm hati y Bass🤣🤣
SUMI 🐊🐊
uyel Nay uyel 😂😂
@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙
dih sultan mulut nya melebihin ketikan netizen
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘
rasain kmu, Jema. salah sendiri dulu lebih milih karir & populeritas. tau sendiri kekasihnya itu laki2 yg nyaris sempurna. udah ganteng, tajir pula. nyesel kn sekarang kmu dicuekin Bassta... makanya jgn kelewat pede jd perempuan. kmu emang cantik paripurna, tapi sayangnya Bassta keburu married duluan 🏃🏃🏃💨💨💨
⸙ᵍᵏoᷡuͦbᷡliͣer༄༅⃟𝐐
biarkan si jema terpuruk biar keluar lagi emosional nya
G°°Rumai§ha°°🌵
Good looking kalo kelakuan minus ya buat apa 😅
G°°Rumai§ha°°🌵
Oohh senangnya dalam hati, liat si Jemma gilaa 🤣🤣🤣
G°°Rumai§ha°°🌵
Semoga aja Nurani sama ibu nya nginep sirumah Bassta atau paling gak pulangnya malem lah biar makin kelabakan itu si Jemma, trus ntar makin ribut deh sama Bassta 🤣🤣🤣
Ratu Tety Haryati
Artis yang suka buat masalah tapi tak kuat menghadapi hujatan netijen akibat ulahnya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!