Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Berkata Tidak Bila Kau Jatuh Cinta
Suatu hari, jika ada waktu dan Imah bersedia, abang ingin mengajari Imah untuk terbang. "
Zack mengatakan pada Imah jika ia ingin mengajari Imah untuk terbang.
Zack mengatakan seolah semua itu mudah, karena ia memiliki naluri untuk terbang sejak lahir.
Selain itu Zack tahu bagaimana menjelaskan dasar-dasarnya agar bisa dengan mudah dimengerti oleh Imah.
Zack sangat terkesan, bagaimana tadi Imah dengan mudah mengerti apa yang Zack jelaskan mengenai cara mengemudikan pesawat.
Imah terlihat seperti memiliki bakat terbang sejak lahir, sama seperti dirinya.
" Seandainya kita menghabiskan waktu seharian disini. "
Kata Imah dengan nada sedih saat Zack membantunya turun dari pesawat.
Imah merasa enggan untuk meninggalkan pesawat itu.
Ia seperti ketagihan untuk melakukan terbang, bahkan jika bisa ia ingin mengendalikan pesawat seperti Zack.
Zack merasa senang saat mendengar kata-kata Imah.
" Abang juga berharap bisa seperti itu, tapi ibu Imah bisa memenggal kepala abang jika abang melakukan hal itu.
Apalagi jika ibu tahu bahwa hari ini abang sudah membawa Imah terbang selama satu jam.
Sebenarnya ini lebih mudah dari mengemudikan mobil, tapi abang yakin ibu Imah tidak akan setuju jika Imah ingin belajar mengendalikan pesawat. "
Zack dan Imah tahu, jika ibu Imah tidak akan menyetujui keinginan Imah.
Setelah melakukan penebangan singkat, mereka kembali meluncur ke kota.
" Kita akan makan siang dimana, Imah? "
Tanya Zack yang menanyakan Imah ingin makan siang dimana.
" Terserah bang Zack saja, Imah setuju saja mau makan siang dimana aja."
Imah menyerahkan pada Zack tempat untuk makan siang mereka.
" Baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita makan siang di pondok ayam bakar saja?"
Zack meminta persetujuan Imah untuk tempat makan siang mereka.
" Iya bang, Imah setuju saja. "
Jawab Imah yang menyetujui ajakan Zack.
Zack meminta supir taksi yang membawa mereka untuk menuju rumah makan pondok ayam bakar.
Tiba di pondok ayam bakar, Zack dan. Imah mengajak Imah untuk duduk lesehan.
Setelah mereka duduk, Imah mulai membahas penerbangan singkat yang mereka lakukan tadi.
Keterampilan dan ketenangan Zack serta keindahan pesawat yang Zack miliki sangat mengesankan bagi Imah.
Hal itu merupakan salah satu cara bagi Imah untuk bisa belajar mengenal Zack dengan baik.
" Jika kita punya waktu banyak, Imah bisa langsung belajar terbang dengan bang Zack hari ini. "
Kata Imah memulai obrolan mereka.
Sejak mereka tiba di rumah makan ini, Zack terlihat diam dan seperti menahan diri.
Imah menilai jika Zack benar-benar seperti seekor burung.
Suatu saat Ian terbang melayang di angkasa tanpa mengalami kesulitan, dan saat berikutnya ia berjalan sambil bergoyang-goyang dengan canggung saat berada di darat.
Saat berada diluar pesawat, Zack seperti orang yang berbeda. Seorang pilot alamiah dan pria yang memiliki keterampilan yang luar biasa yang sudah dirasakan oleh Imah sejak awal.
Hal itulah yang sejak awal menarik Imah untuk dekat dengan Zack tanpa bisa Imah tahan.
Ketika mereka tengah duduk makan siang dan Imah menceritakan tentang pengalaman-pengalaman Imah di kampus, Zack mulai terlihat santai kembali.
Imah punya cara yang ampuh untuk mencairkan suasana hari Zack.
Kini Zack merasa semakin nyaman saat bersama Imah setelah Imah mengenal Zack dan dunia yang digeluti oleh Zack.
Sebenarnya hal inilah yang ingin Zack tunjukkan sejak awal pada Imah.
Dan sekarang Zack yakin jika Imah sudah memahami siapa dirinya.
Bukan hanya betapa berharganya terbang bagi Zack akan tetapi siapa Zack sebenarnya.
" Bang Zack, benarkah jika abang akan mengajarkan cara terbang pada Imah? "
Tanya Imah yang memecah ke terdiaman diantara mereka.
Tadi Imah sudah memancing Zack untuk bicara, tapi Zack tidak merespon kata-kata Imah.
" Iya, jika abang ada waktu libur, maka abang akan datang lagi kesini untuk mengajari Imah terbang, dengan catatan tidak mengganggu jadwal kuliah Imah. "
Zack berjanji akan mengajari Imah untuk terbang.
" Benar ya bang? Nanti Imah akan tunggu abang untuk mengajari Imah terbang. "
Kata Imah dengan antusias.
Saat Imah mengajaknya bicara, sikap Zack kembali santai.
Hal inilah yang disukai oleh Zack pada diri Imah. Meski Zack tidak bisa langsung membuka dirinya sendiri, namun Imah berhasil membuka diri Zack, tidak perduli jika Zack seorang yang pemalu.
Seperti menurunkan jembatan gantung pada sebuah parit, untuk menuju ke seberang jalan, Imah mempermudah proses itu.
Begitu banyak hal-hal baik yang ada pada diri Imah yang disukai oleh Zack.
Zack tidak tahu harus berbuat apa dan harus bagaimana.
Imah masih terlalu muda untuk diajak berhubungan serius dan keluarga Imah membuat Zack sedikit takut.
Kedua orang tua Imah memiliki sikap yang bijak dan penuh perhatian dan tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Imah dan tidak pernah memberi Imah kebebasan.
Bagaimana bisa aku mengungkapkan perasaan ku pada Imah jika Imah masih begitu muda.
Imah sangat disayangi oleh kedua orang tua juga kedua saudaranya.
Imah seperti sebuah porselen yang dijaga dengan baik agar tidak rusak apalagi pecah. "
Zack berkata dalam hati jika Imah merupakan anak kesayangan dari kedua orang tuanya.
Imah begitu disayang dan dijaga dengan baik.
" Jika aku menyatakan rasa cintaku pada Imah, akankah Imah menerima ku?
Dan jika Imah menerima, apakah kedua orang tuanya akan merestui?
Mengingat usia kami yang jauh berbeda, kemungkinan kedua orang tua Imah akan sulit menerima aku sebagai pasangan bagi ini. "
Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala Zack yang membuat Zack sedikit pusing.
Zack ingin mengungkapkan perasaannya pada Imah, tapi ia merasa ragu.
Banyak keraguan yang Zack rasakan terutama mengenai restu dari kedua orang tua Imah.
Zack merasa jika Imah dan dia sudah sama-sama merasa nyaman, dan mereka sama-sama sudah jatuh cinta.
Tapi keadaan mereka membuat Zack berfikir lagi untuk menyatakan perasaannya.
Masalah perbedaan usia dan keadaan mereka yang jauh berbeda, membuat Zack yakin bahwa akan sulit untuk mendapatkan restu dari orang tua Imah, terutama ibu Imah yang sangat menyayangi Imah.
Rasanya akan sulit untuk membujuk ibu Imah agar memberikan restu pada hubungan mereka.
Jika Zack menyatakan cinta dan Imah menerima, maka halangan terbesar mereka berada pada restu dari ibu Imah.
Sambil menikmati makan siang mereka, Imah memperhatikan Zack yang terlihat banyak melamun, padahal tadi Imah berhasil membuat Zack merasa nyaman hingga mereka bisa mengobrol dengan baik, tapi kini Zack terlihat mulai terdiam lagi.
Seperti banyak hal yang tengah Zack fikirkan.
" Ada apa dengan bang Zack? Tadi ia terlihat baik-baik saja, tapi mengapa ia terlihat seperti banyak beban yang di fikirkannya. "
Imah merasa heran dengan keadaan Zack saat ini yang terlihat menyimpan banyak beban.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏