NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lipstik

Abraham mendengus kesal, dia memang tau kalau putra sulungnya itu memiliki sifat keras kepala, tapi dia tidak tahu kalau dia akan sekeras kepala ini, seegois ini, menginginkan sesuatu yang bukan miliknya sama saja dengan menyalakan api peperangan di dalam keluarga.

Anak sulungnya yang bernama Afgan tentu saja tidak akan menerima dan juga akan mempertahankan apa yang memang sudah mutlak menjadi miliknya.

Sungguh ayah dari dua anak ini benar-benar dilanda Dilema dan dibuat pusing dengan kelakuan putranya yang satu ini.

''Vincent, kamu boleh minta apapun yang kamu mau, tapi Daddy mohon jangan menginginkan sesuatu yang bukan milikmu, kamu boleh memilih wanita manapun tapi jangan Alisya, dia sudah menjadi istri kakakmu,'' pinta sang ayah sedikit memelas.

''Dia dari awal milikku, Dad.''

''Tapi kamu telah meninggalkan dia dulu, apa kamu lupa?''

''Tapi tetap saja, seharusnya Daddy tidak menikahkan dia dengan Kak Afgan.''

''Terus Daddy harus gimana? kamu pergi begitu saja dulu. Daddy tanya sama kamu, kemana kamu waktu itu? dan apa alasan kamu tiba-tiba meninggalkan calon pengantin kamu waktu itu? jawab Vincent?'' tanya ayah penuh penekanan.

Vincent terdiam membisu.

''Kenapa diam saja? gimana Daddy mau mendukung dan mengerti perasaan kamu kalau kamu sendiri nggak mengatakan apa alasannya, hah ...?''

Vincent menunduk merasa getir, mana mungkin dia mengatakan kepada sang ayah bahwa dia belum siap menikah waktu itu, dan sebenarnya, ada alasan lain lagi yang membuatnya terpaksa pergi di saat seharusnya dia menikahi Alisya.

''Vincent ...?''

''Maaf, Dad. Aku akan menceritakannya nanti,'' jawab Vincent dengan suara lemah.

''Heuh ... Dasar, pokoknya Daddy minta sama kamu, jangan pernah ganggu rumah tangga kaka kamu, jangan usik mereka dan jangan menginginkan sesuatu yang memang sudah bukan menjadi milikmu lagi, mengerti ...?'' pinta sang ayah tegas dan penuh penekanan.

Setelah mengatakan semua itu, Abraham pun keluar dari dalam kamar dengan perasaan kesal, meninggalkan Vincent yang kini diam mematung mencoba mencerna ucapan sang ayah.

''Ya Tuhan, aku harus bagaimana? mana mungkin aku harus bilang sama Daddy bahwa sebenarnya aku ini sedang sakit?'' gumam Vincent.

Tiba-tiba saja, kepala Vincent pun mendadak pusing, dia memegangi kepalanya seraya mengerutkan kening. Pemuda berusia 29 tahun itu pun bangkit dan membuka laci meja kecil yang berada tepat di samping ranjang, lalu meraih botol kecil berisi obat dan mengambilnya satu buah.

'Aku ingin sembuh,' (Batin Vincent)

Dia pun membuka mulutnya lebar-lebar, lalu meminum obat tersebut. Setelah itu Vincent pun kembali berbaring dengan menutup hampir seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.

❤❤

Keesokan harinya.

''Udah siap semua?'' tanya Afgan kepada Alisya yang kini tengah mempersiapkan koper besar berisi pakaian yang dia bawa untuk pergi berbulan madu ke Pulau Lombok.

''Sebentar, sayang. Ini kopernya susah banget di tutupnya,'' jawab Alisya berusaha menutup koper dengan berjongkok di lantai.

''Coba sini, aku yang tutup.''

Afgan pun berjongkok tepat di depan Alisya, dengan kedua tangan kokohnya dia berusaha menutup koper yang sepertinya memang terlalu penuh membuat resleting koper tersebut sulit untuk di tutup rapat.

''Lagian ini koper penuh banget, sayang.''

Afgan membuka koper tersebut dan terkejut seketika melihat isi yang ada di dalam koper, koper tersebut bukan hanya berisi pakaian, tapi berbagai camilan bahkan barang-barang tidak penting pun ada di dalamnya, membuat Afgan tersenyum merasa lucu.

''Ya Tuhan, Bee ...! Pantas saja gak bisa di tutup, segala macam barang bawa. Mie instan, perlengkapan mandi, bahkan kopi-kopian kamu masukin ke sini?'' Afgan mengeluarkan semua barang tersebut.

''Ya, daripada nanti di sana kita mesti repot berbelanja lagi, mendingan kita bawa aja dari rumah, lagian lebih irit nanti,'' jawab Alisya memasukan kembali yang tadi dikeluarkan oleh suaminya.

''Gak usah di bawa, nanti kita nginap di hotel, tinggal pesan aja,'' Afgan kembali mengeluarkan barang-barang tersebut.

''Abang ...? kenapa di keluarin lagi?''

''Gak usah di bawa, sayang. Bawa yang penting-pentingnya aja.''

''Tapi, Abang ...?''

''Ish ... kamu ini. Bukannya kalau kayak gini kita malah jadi makin repot? lagian kamu gak usah mikirin uang, kita ke sana buat bulan madu, dan aku juga punya banyak uang, kamu gak usah khawatir, cintaaaa ...''

Alisya mengerucutkan bibirnya sedemikian rupa, membuat Afgan tidak tahan lagi untuk tidak mengecup bibir mungil istrinya itu yang selalu saja terlihat menggoda setiap kali dia melihatnya.

Cup ...

Kecupan yang sengaja di buat bersuara serta meninggalkan jejak basah di bibir merah Alisya, sontak Alisya pun mengusap bibirnya menggunakan kelima jarinya sehingga membuat lipstik yang berwarna merah ikut tertarik mengikuti usapan tangannya.

''Sayang ...! bibir sama pipi kamu?" Afgan menunjuk satu jarinya ke arah wajah Alisya dan terkekeh seketika.

"Apa ...?"

"Lipstik kamu, sayang. Belepotan, warna merahnya kemana-mana, coba lihat?'' Afgan menunjukan kamera di ponselnya agar Alisya bisa melihat wajahnya sendiri.

''Abaaaang ... gara-gara kamu sih, aku 'kan udah dandan cantik-cantik kayak gini, jadi belepotan 'kan?'' rengek Alisya kesal, mencoba membersihkan merahnya lipstik yang saat ini keluar lintasan bibirnya.

''Ha ... ha ... ha ... Iya-iya maaf, lagian lipstiknya kemerahan, sayang. Ya udah sini aku bantu bersihin.''

Afgan pun meraih tisu dan mengusap lembut bibir Alisya begitu pun dengan bagian lainnya yang juga belepotan dengan merahnya lipstik istrinya tersebut.

''Lagian lipstik kamu ini mereknya apa sih? pasti lipstik murah ya?''

Plak ...

Alisya memukul bahu suaminya.

''Argh ... Sakit, bee.''

''Lagian kamu, sembarangan kalau ngomong.''

''Ya, aku 'kan cuma nanya.''

''Pertanyaan yang gak penting tau.''

''Nanti aku beliin lipstik baru deh, yang baru, bagus dan lebih mahal, biar gak kayak gini,'' ucap Afgan menatap wajah Alisya yang saat ini memejamkan matanya.

''Gak usah ...''

''Diem dulu, jangan ngomong lagi. Ini susah banget si bersihinnya.''

''Sebenarnya kamu bisa nggak si?'' Alisya membuka mata dan seketika Afgan mengecup pelupuk matanya dan akhirnya dia pun kembali menutup mata.

''Nakal ...''

''Makannya diem dulu, kalau kamu ngomong lagi, bukan hanya mata kamu aja yang aku cium.''

''Hmm ...''

Cup ...

Afgan mengecup bibir merah itu lagi, membuat Alisya sontak merapatkan bibirnya dengan mata yang di pejamkan sempurna.

''Nah, udah selesai ...'' ucap Afgan meraih ponsel dan memperlihatkan wajah istrinya dari kamera ponsel.

''Mana sini lihat?''

Alisya menatap wajahnya sendiri dari kamera ponsel lalu tersenyum seketika.

''Hmm ... Lipstiknya jadi hilang semua.''

''Sayang ... kamu gak usah dandan juga udah cantik ko, bibir mungil kamu ini sudah terlihat indah meski tidak pakai lipstik. Kulit wajah kamu ini sudah putih bersih meski gak pake bedak, dan wajah kamu sudah cantik alami meski tidak di poles make up sedikitpun, aku suka cantiknya kamu apa adanya.''

''Gombal ...''

''Lho, ko gombal?''

''Lha, kamu 'kan emang kang gombal, pintar bikin hati aku melayang ...'' jawab Alisya mengecup bibir suaminya mesra.

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Nara
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!