Leon angga reksa mencintai Zafi laulani remaja polos yang ternyata kekasih Arief angga reksa adik kandungnya sendri, malam yang gelap menjadi saksi sakitnya hati Leon melihat wanita yang di cintai di tunang oleh adiknya. Akankah Leon mengalah dengan Arief adiknya? atau sebaliknya dia akan merebutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ES BATU DAN CAPTAIN TSUBASA
Es batu dan captain tsubasa
...****************...
Semua sudah siap dan telah berkumpul di dekorasi sederhana dan berkesan elegan tinggal menunggu Zha.
Para wartawanpun tidak mau kalah meliput keluarga Angga reksa.
Dan di kelilingi pohon pinus, tidak terlalu ramai hanya kerabat dan dan teman dekat yang di undang.
Angga reksa menyiapkan para pengawalnya agar penjagaan lebih ketat.
Seketika semua mata terpana pada satu tujuan membuat semua orang terkagum - kagum dengan keindahan yang telah di lihat.
Ya, Zha dengan di gandeng dua bodyguardnya yakni Adi dan Mita memasuki tempat di mana telah di siapkan untuk pertunanganya dengan Arief.
Zha terlihat cantik bak bidadari semua mata tertuju padanya, seindah malam bulan purnama yang muncul di saat gelap. Arief dan Leon melongo, melihat keajaiban dunia yang telah muncul di hadapanya.
Dengan gaun panjang yang menjuntai ke bawah dengan warna biru laut yang sesuai dengan kulit Zha, sedikit di seret di karpet merah menuju tempat resepsi, bedak yang tidak terlalu tebal bernuansa natural, bibir merah muda yang tidak menggoda, rambut sedikit di kepang dan ada yang terurai dan mahkota di kepalanya.
" Alangkah cantiknya pilingan putra bungsu Angga reksa " kata para wartawan.
' Oh tuhan dia miliku begitu sempurna ' kata Arief dalam hati sambil mendongak ke atas mengucap syukur.
' Ya allah kuatkan aku, dia milik Arief adiku, bukan miliku ' bisik Leon dalam hati ' hilangkan rasa ini dalam hatiku ya allah ?'.
Semua telah siap, acara demi acara telah di langsungkan, sampaivtukar cincin hingga selesai pada sore hari, namun sebelum sore Zha sudah merasa capek dan tidak kuat di situ, ahirnya jatuh pingsan semua orang panik.
" Zha, , ,! bangun ?" teriak Arief sambil menggoyangkan pipi Zha.
Seketika Leon langsung berteriak pada asistenya.
" Panggil dokter . . .!?" terik Leon.
Leon yang tidak sabar dengan Arief yang hanya menggoyang - goyang kan tubuh Zha, Leon langsung mengangkat, menggendong Zha dan membawanya menuju vila. Arief mengikuti dari belakang dan aedikit berlari mengejar Leon yang mwnggendong Zha.
Jarak vila yang sedikit jauh, membuat Zha sadar di tengah jalan, dia sedikit membuka matanya yan pertama dia dapati adalah dagu Leon.
" Kak Leon. . ?" gumam Zha.
" Sudah diam, jangan protes. . ! " bentak Leon pada Zha.
' Ternyata pria dingin ini punya perhatian juga pada sesama ' pikir Zha.
Sesampainya di vila dan setelah Zha di periksa oleh dokter, ternyata Zha hanya kecapean.
" Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu capek Zha ?" tanya Arief.
" Aku kecapean karena mimpi tadi malam mencari kamu ?" jawab Zha.
" Apa hubunganya dengan mimpi itu ?" tanya Arief penasaran.
" Apa kamu masih tidak lihat luka memar di pergelangan kaki aku " kata Zha.
" Emm. . .?" Arief sedikit berpikir.
" Saat aku sadar tadi aku di gendongan kak Leon pikiranku sudah tidak karuan Rif ! aku takut mimpi itu jadi kenyataan ?" kata Zha.
" Tapi itu semua tidak kenyataan kan, ? aku masih di sini menjagamu ?" jelas Arief, Zha hanya bisa mengangguk.
Arief melihat kecemasan di mata Zha dan memeluknya.
" Aku suka dengan kekewatiranmu, itu tandanya kau tulus mencintaiku Zha " kata Arief yang masih memeluk Zha.
Arief pamit keluar senbentar pada Zha, tidak sengaja bertemu rekan bisnis Arief berbincang sejenak, dan tiba - tiba ada wanita cantik memeluknya dari belakang.
" Maaf tuan, saya tidak sengaja, tadi kakiku terkilir " kata wanita tadi.
Arief hanya menanggapi dengan menangguk dan mengarahkan telapak tanganya tanda tidak apa - apa.
Hari mulai gelap, Arief menemani Zha, Leon sudah pulang duluan ke kota. karena ada desakan urusan bisnis.
Zha membersihkan diri ke kamar mandi. serelah selesai Zha menemui Arief di ruang tamu.
Arief memegang tangan Zha.
" Zha. . . ! mungkin seminggu ini kita tidak bisa ketemu dulu ya ?" tanya Arief.
" Kenapa Rif ?" tanya Zha penasaran.
" Tidak usah panik,! aku hanya menyelesaikan skripsi supaya bisa wisuda, agar kamu tidak terkalu lama nunggu aku, soalnya aku sudah tidak sabar ingin kita cepat nikaj Zha .?" jelas Arief.
" Oh. . . kirain mau menghindari aku ?" kata Zha.
" Tidak mungkin lah, kitakan sudah tunangan tinggal nunggu waktu kita menikah " kata Arief sambil menunjukan cincinya.
...****************...
Ke esokan harinya semua telah kembali kerumah, masing - masing.
Zha sudah mulai bekerja dan sudah mulai aktifitas masing - masing.
Arief sibuk dengan skripsinya, jadi tidak ikut ke perusahaan. Zha nerasa sepi, kadang ada yang menggodanya di saat akan istirahat makan siang. ada yang membantunya saat disaat di tugaskan membuat proposal atau tugas kantoe lainya.
" Hai jangan melamun, kalau kangen temui saja ?" kata Mita membangunkan lamunan Zha.
" Apaan sih Mit ?" jawab Zha.
" Jangan malu, sekarang diakan tunanganmu ?" jelas Mita.
" Dia masih menyelesaikam skripsinya, biar dia konsentrasi dulu " kata Zha.
" Sekarang terpisah karena skripsi, sebentar lagi terpisah karena melanjutkan S2 ke luar negri, kasian amat sih Zha nasib mu, punya calon suami anak orang kaya yang masih berstatus mahasiswi ?" kata Mita dengan gaya cerewetnya.
" Otulah cinta ..!?" jawab Zha singkat.
" Cinta sih cinta, cobak kamu dulu dengerin saran aku dulu, mending sama pak Leon pasti lebih terjamin, jadi kalau kangen tinggal lari ke ruang direktur " Jelas Mita.
Zha hanya senyum masih jadi pendengar setia.
" Eh, , tapi untung saja kamu tidak sama pak Leon Zha, jadi aku ada kesempatan deketin cowok tajir, dan gantengnya kebangetan itu, jadi sebentar lagi aku jadi kakak iparmu " kata Mita dengan percaya dirinya.
" Ha ha ha ha. . . !" tawa Zha.
" Kamu suka sama es batu itu ?" kata Zha bilang Leon es batu, karena saking tegasnya pada karyawan.
" Apa sih kamu, dari pada kamu sama manusia keturunan captain tsubasa " jawab Mita.
" Tapikan dia asik humoris, dari pafa sapa pak Leon, bisa - bisa jadi patung, dulu saja waktu sering ajak aku makan siang, dia hanya fokus makan " cerita Zha.
" Ya iyalah, berarti dia tahu adab dalam makan " kata Mita.
Ting. . Bunyi hp Zha.
Zha segera membuka notifikasinya ada nomor yang tidak di kenal.
" Ahhh" Zha terkejut.
" Kenapa Zha ?" tanya Mita, dan Zha menunjukan hpnya pada Mita.
" Tidak mungkin Zha " kata Mita tidak percaya melihat foto Arief di peluk wanita dari belakang, dengan raut wajah Arief sedang senyum
Walaupun Mita habis menjelekan Arief pada Zha, tapi dia yakin kalau Arief tidak seperti itu.
Tingg.
( " Kalau kau ingin tahu tentang foto itu temui aku di cafe Z " ) pesan dari nomor tadi.
Zha bingung, pasti dia tidak di izinin sama Arief. sedangkan sekarang dia sudah ada ikatan dengan Arief jadi tidak bisa bertemu orang atau pria sembarangan.
nikah sama kakaknya
omongan Zha jadi nyata 🤭