NovelToon NovelToon
Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: syitahfadilah

Naura Anindhita, gadis berusia 21 tahun yang masih berstatus mahasiswi di sebuah Universitas terpopuler di ibukota, dijodohkan dengan Wahyu Pratama yang berusia 29 tahun dan sudah bekerja di salah satu perusahaan ternama di ibukota serta menjadi kepercayaan temannya yang merupakan anak dari pemilik perusahaan tersebut.
Meski pernikahannya berawal dari sebuah perjodohan. Naura sangat bahagia karena diperlakukan dengan sangat baik oleh suaminya.
Semua sikap dan perhatian yang ditunjukkan oleh Wahyu, menunjukkan seolah dia sangat mencintai istrinya.
Namun, siapa sangka. Ternyata itu semua hanyalah sebuah cover yang Wahyu gunakan untuk menutupi hubungan nya dengan Diandra, kekasihnya sejak masa SMA.
Setelah satu tahun pernikahannya bertepatan dengan Naura yang bergelar sarjana, Naura mengetahui hubungan suaminya bersama Diandra yang ternyata adalah dosennya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. SESEORANG YANG DISUKAI NOVAL

Diandra yang saat ini berada di sebuah taman selepas pertemuannya dengan Wahyu. Duduk di bangku panjang yang tersedia di sana, serta tatapannya terus menatap ke arah segerombolan anak-anak yang sedang menonton aksi dua badut sulap.

Kedua sudut bibir Diandra tertarik membentuk sebuah senyuman menatap anak-anak yang terlihat senang bahkan ada yang melompat-lompat menyaksikan setiap atraksi yang dimainkan oleh dua badut itu.

Hingga sentuhan di bahunya, mengagetkan Diandra dan seketika menoleh ke belakang.

"Kamu...

"Hai" Sapa seorang laki-laki yang Diandra kenal. "Aku pikir tadi aku salah orang, ternyata ini beneran kamu" ucap laki-laki itu, lalu duduk disamping Diandra.

"Kamu ngapain disini?" Tanya Diandra pada laki-laki yang baru saja duduk disampingnya.

"Aku kesini lagi cari jodoh, hahahaha. Bosan melajang terus, gak ada yang perhatiin. Adik sepupu aku aja udah nikah setahun yang lalu, tapi aku belum juga nikah" Laki-laki itupun terkekeh.

"Kamu sendiri, disini ngapain?" Tanyanya kemudian.

"Kalo aku lagi nyari udara segar aja sih" jawab Diandra. "Kamu kalau udah bosan melajang, cepetan cari jodoh terus nikah, dan jangan lupa undang aku" sambung Diandra juga terkekeh.

"Emangnya gak ada gitu, perempuan yang kamu suka?" Tanya Diandra kemudian.

"Ada sih perempuan yang aku suka, tapi sayangnya dia udah punya pacar" jawab laki-laki itu, yang tak lain adalah Noval, dosen sekaligus kakak sepupu nya Naura.

"Kalau kamu mau, rebut aja dia dari pacarnya kalau kamu emang beneran suka, sebelum janur kuning melengkung tak apalah ditikung, hahaha" Diandra terkekeh.

Noval pun tersenyum menanggapi ucapan Diandra barusan. Dia menggelengkan kepalanya kala terlintas untuk melakukan seperti yang dikatakan oleh Diandra.

'Rebut aja dia dari pacarnya' Ah itu bukan kriteria Noval untuk merebut milik orang lain. Namun, sebisa mungkin dia akan menujukan rasa ketertarikannya pada wanita itu. Yah, begitu lebih baik menurut Noval.

"Jangan terlalu dipikirkan ucapan aku barusan, aku cuma bercanda kok" kata Diandra, dia jadi khawatir kalau Noval akan melakukan seperti yang dikatakannya. Kalau sudah begitu, dialah yang menjadi penyebabnya karena secara tidak sengaja menghasut Noval untuk merebut wanita yang disukai dari pacarnya.

"Oh ya, ngomong-ngomong, kalau boleh tau siapa sih perempuan yang kamu sukai itu?" sambung Diandra, bertanya.

"Em, kasih tau gak ya" ucap Noval, melirik sekilas kearah Diandra, lalu mengalihkan tatapannya ke arah dimana dua badut itu sedang melakukan pertunjukan sulap.

"Ya udah kalau gak mau kasih tau, gak maksa kok" ujar Diandra, namun ekpresi wajahnya terlihat kesal, dan Noval pun tersenyum melihat Diandra seperti itu.

"Dia itu seorang dosen juga" jawab Noval pada akhirnya setelah beberapa saat hening.

"Dosen?" tanya Diandra, dan Noval menganggukkan kepalanya.

"Dosen di Universitas mana? atau jangan-jangan dia juga dosen di tempat kita mengajar?"

"Hu'um" Noval menganggukkan kepalanya lagi.

Dalam hati, Diandra menerka-nerka siapa kira-kira dosen yang disukai oleh temannya itu.

*******

"Kapan Mas akan menceraikan aku?" tanya Naura. Saat ini dia duduk disamping suaminya yang duduk di sisi ranjang, setelah keluar dari kamar mandi memakai pakaiannya.

Mendapat pertanyaan seperti itu dari istrinya membuat Wahyu geram, dia memejamkan matanya sembari menundukkan kepala. Giginya dia rapatkan hingga terdengar suara gemeletuk, serta kedua tangannya yang terkepal erat.

"Kenapa kamu terus meminta cerai, Naura? Mas sudah bilang gak akan pernah menceraikan kamu!" kata Wahyu. Nada suaranya pelan namun terdengar penuh penekanan.

"Tapi aku mau cerai, Mas!" ucap Naura, matanya menatap tajam suaminya. Namun percayalah, ucapannya tak sejalan dengan hatinya. Bibirnya dengan lugas mengatakan untuk meminta cerai, tetapi hatinya begitu perih saat mengatakan itu, meminta cerai dari laki-laki yang dicintainya. Bahkan Wahyu adalah cinta pertamanya.

Wahyu juga menatap istrinya, pandangan mata mereka pun bertemu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Entah apa yang ada dipikirkan Naura dan Wahyu saat ini, namun dari sorot matanya sangat ketara ada kepedihan disana.

Beberapa saat kemudian Wahyu pun menggelengkan kepalanya. "Mas gak akan pernah menceraikan kamu, Naura. Kamu ingat itu baik-baik!" ucap Wahyu sekali lagi penuh penekanan.

"Tapi kenapa Mas? Bukankah Mas sendiri yang bilang pada Bu Diandra, kalau Mas akan menceraikan aku setelah aku Sarjana. Sekarang aku sudah Sarjana, terus Mas mau menunggu apa lagi? Ceraikan aku sekarang juga, Mas!"

"Mas gak sunguh-sungguh mengatakan itu, Naura. Mas hanya berusaha untuk menenangkan Diandra saat itu, Mas gak bersungguh-sungguh untuk untuk menceraikan kamu, Mas gak pernah lakukan itu. Mas...

" Tapi bagaimana dengan Bu Diandra? Bukankah Mas mencintai dia, dia kekasih Mas bahkan hingga saat ini!" Naura akhirnya berdiri, dia tidak tau harus mengatakan apalagi pada suami pendusta nya itu.

"Naura, kau mau kemana...?" Melihat istrinya hendak keluar dari kamar, membuat Wahyu panik, pikirannya terus tertuju saat Naura mengatakan akan pergi.

Naura tak menjawab, dia terus melanjutkan langkahnya hingga keluar dari kamar. Wahyu pun segera menyusul istrinya, di telinganya terus terngiang-ngiang saat Naura mengatakan akan pergi dari rumahnya.

Namu, ternyata Naura hanya pergi ke dapur, lagi-lagi dia merasa lapar, entah kenapa akhir-akhir ini dia sering merasa lapar. Padahal sebelumnya Naura sudah makan saat setelah sehabis mandi, bahkan dia makan dengan masih mengenakan bathrobe karena saking laparnya.

Wahyu yang mengikuti istrinya yang ternyata hanya pergi ke dapur, mengerutkan keningnya melihat Naura yang makan dengan sangat lahap nya, Wahyu ingat betul, belum ada satu jam istrinya itu makan dan sekarang makan lagi.

"Mas perhatikan akhir-akhir ini kamu kamu jadi sering banget makan, padahal sebelumnya gak gitu loh" Saat ini Wahyu berdiri disamping Naura yang duduk di ruang makan menyantap makanannya.

"Kenapa? Udah gak sanggup kasih aku makan, iya? Jangan khawatir, bentar lagi aku mau cari kerja kok, atau kalau perlu ceraikan aku sekarang biar Mas gak terbebani lagi!" ketus Naura, dia menjadi emosi mendengar ucapan suaminya yang seolah memprotes dirinya yang akhir-akhir ini jadi keseringan makan.

Sementara Wahyu, dia menghela nafasnya yang terasa tercekat. Istrinya itu berpikir dia tidak sanggup memberinya makan. Pemikiran macam apa itu? Bodoh!

"Naura, Mas kan cuma ngomong, kok kamu malah nyambungnya kesana sih? Terus apa yang kamu bilang tadi? Kamu mau kerja? Enggak, pokoknya kamu nggak boleh kerja, titik!" ucap Wahyu menekankan.

"Untuk apa aku kuliah sampai Sarjana, kalau ujung-ujungnya aku cuma jadi pengangguran!"

"Kamu sudah punya Mas, Naura. Biar Mas yang kerja, kamu cukup dirumah aja dan ngurusin Mas"

"Seandainya aku tidak pernah tau tentang hubungan Mas dengan Bu Diandra, mungkin aku akan menuruti perkataan Mas saat ini. Tapi maaf Mas, aku akan tetap bekerja!"

1
febby fadila
iya bayu lelaki bodoh ogeb itu sohibmu 🤣🤣
febby fadila
mending tu anak keguguran aja biar nggak alasan wahyu untuk kembali dengan naura lagi
febby fadila
gayanya wahyu kek korban dia 🤣🤣🤣
febby fadila
lagian naura knp juga masih mau ketemu sama si wahyu bikin emosi aja
febby fadila
tenang bayu naura sekarang resmi jomblo tp maaf janda ya
febby fadila
🤣🤣🤣🤣 bakalan nangis bombay kamu wahyu klw tau naura yg akan dekat sama bayu
febby fadila
woooww visualnya keren thor,
febby fadila
woooowww 🤣🤣🤣🤣🤣

merdeka ya lepas dari suami pecundang
febby fadila
jangan mau dong klw pisah ya pisah aja, ngapain syarat bodoh kek gitu
febby fadila
ckkk.. banyak alasan minya syarat segalah , drama
febby fadila
wahyu kah atau bayu
febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 syukurin enak banget puas aku
febby fadila
woooww mantap naura, biar janda yg penting janda berkelas,
febby fadila
waaa jodoh naura adal bos suaminya 🤣🤣🤣
febby fadila
sudah terlambat penyesalanmu wahyu
febby fadila
waaa bayu bakaln dapat jandanya wahyu si naura ini 🤭🤣🤣
febby fadila
gimna reksi kamu nanti klw tau bog bosmu itu nanti suka sama istrimu 🤣🤣🤣
febby fadila
ambil garpu trus colok tu otak anak lakimu mama biar dia sadar diri
febby fadila
hadeeee jalannya ditempat kapan cerai atau naura pergi gitu
febby fadila
ayo pergilah naura ngapain kamu lama² sama si brensek itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!