NovelToon NovelToon
Berbagi Suami

Berbagi Suami

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Playboy / Janda / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 5
Nama Author: ririn dewi88

Haruskah aku mengalami kesakitan yang amat sangat menyakitkan ini dari suami ku sendiri dikhianati selama 2 tahun dan dia menghamili selingkuhannya itu. Apakah aku bisa kuat harus membagi suamiku sendiri ??

Bahkan mertuaku sendiri tak merestui hubungan kamk berdua, lalu aku sebagai istrinya dianggap apa ?

Sikap suamiku bahkan sudah berubah menjadi kasar padaku, Datanglah seorang laki-laki baik hati dan sangat perhatian padaku.

Lalu aku pilih yang mana bertahan bersama suamiku dan diduakan atau memilih laki laki itu.

Dan apakah setelah memilih laki laki itu, aku akan bahagia apakah akan lebih banyak lagi rintangan yang aku dapat. Untuk bisa mengapai kebahagianku yang seutuhnya bersama laki laki itu, ataukah aku akan kembali terpuruk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bekerja

Sedangkan Abian masih berkutat didapur sambil menyetel musik dangdut, sesekali dirinya mengoyangkan pantatnya karena saking menikmati musiknya. Enak sekali didengarkan sambil memasak. Seperti dapur ini milik sendiri dan yang lain pinjam saja.

Masakannya juga sudah selesai tinggal dibawa kehadapan Inaranya. Biar Inaranya kembali semangat. Tak lupa Abian membawanya mengunakan nampan agar semuanya terbawakan. Cape kalau harus bulak-balik nanti kaki tampannya ini lecet.

Abian segera menengok ternyata masih diposisi yang sama, Inara masih melamun pandangannya kosong kembali, disimpannya makanannya itu. Abian juga membuka sepatunya lalu naik keatas tempat tidur.

Memeluk Inara, seperti dirinya dulu saat kecil memeluk mamihnya yang marah padanya bila dia nakal "Nara kembalilah tersenyum jangan begini aku sangat khawatir padamu. Kembalilah semangat untuk hidup demi aku, kalau tidak demi dirimu deh untuk sekarang tapi nanti setelah menikah denganku harus demi diriku ya " cerocos Abian sambil mendongakan kepalanya menatap wajah sendu itu.

Tiba-tiba saja tanpa diduga-duga oleh Abian, Inara menangis kembali Abian dengan sayang segera memeluk Inara lebih erat lagi dan sekarang kepala Inara dia sandarkan didadanya. Dia akan menanggung semua rasa sakit yang Inara sedang rasakan.

Kalau boleh memilih biarkan dirinya saja yang merasakan sakit ini, jangan Inara. Terlalu sakit dirinya saat mendengar tangis pilu Inara. Yang makin lama kelamaan membuat dirinya makin marah pada Adam laki-laki sialan itu.

Inara dengan perlahan-lahan memukul-mukul dada Abian "kenapa hidupku seperti ini, kenapa suamiku jahat sekali padaku. Apa sebenarnya salahku ini, apakah aku tak pantas hidup tuan "

"Kenapa kau berbicara seperti itu, ada aku disini kau harus kuat. Aku akan selalu ada untukmu kau jangan menyerah kembalilah hidup dan aku akan selalu ada untukmu "

"Tapi kau bukan suamiku, aku tak pantas untuk dekat kembali dengan laki-laki lain aku sudah bersuami "

"Aku tahu, tapi kau tak bahagia hidup dengan suamiku "

Inara tak membalasnya kembali hanya diam dan kembali merenungkan ucapan Abian, Inara segera melepaskan pelukan Abian dan menatap wajah Abian dengan intens.

Abian yang dilihat seperti itu oleh Inara menjadi malu, sampai-sampai dirinya menundukan kepalanya. Pasti wajahnya jelek sekali seperti tomat busuk yang siap dibuang ketong sampah.

"Kau adalah orang yang membantu aku kerumah sakit waktu itukan "

"Ehemmm " ucap Abian masih dengan menundukan kepalanya entah kenapa dirinya menjadi seperti perempuan saja.

Abian yang tak mau ditatap terus oleh Inara segera mengambil masakannya lalu menyendoknya dan mengacungkan kemulut Inara, untuk segera Inara memakan-makanannya.

Tanpa membantah Inara menerimanya, ya memang karena dirinya sangat lapar sekali,tubuhnya sangat lelah sekali untuk melakukan hal apapun. Bahkan untuk sekedar melawan pun tak ada. Andai saja Adam suaminya seperti laki-laki yang ada dihadapannya pasti akan bahagia dirinya ini meskipun itu diduakan. Mungkin itu pun.

Perlahan-lahan Inara menerima setiap suapan demi suapan sampai, makanan itu tandas habis tak tersisa sedikit pun. Sekarang Abian beralih pada kotak p3k dan segera mengobati luka-luka Inara.

"Kau jangan sampai berfikiran untuk melakukan bunuh diri lagi. Ada seseorang yang sedang menunggumu "

"Tapi aku sudah lelah "

"Ya sudah ayo kabur denganku"

"Tak bisa aku masih sah menjadi istri dari suamiku Adam "

"Baiklah kalau begitu kau bercerai saja "

"Tak akan mudah "

"Kalau begitu kau mau bekerja dikantorku Nara, agar kau bisa membalas suamimu itu "

"Benarkah kau menawariku pekerjaan, tapi aku tak punya ijazah, Adam membakarnya tak ada satupun yang tersisa dan aku tak punya apa-apa"

"Ya aku tak masalah, yang penting kerjamu bagus saja "

"Benarkah, kapan aku bisa bekerja "

"Setelah kau sehat aku tak mau kamu bekerja saat masih sakit. Tenang aku akan selalu ada didepan rumahmu. Jika kau sudah siapa maka kau masuk kedalam mobilku"

"Untuk apa kau selalu ada didepan rumahku apakau ingin mencuri "

"Ya aku ingin mencuri, mencuri hatimu sayang hahahaha "

"Pokoknya kamu harus selalu semangat, aku pergi kekantor ya nanti takutnya suamimu pulang dan melukaimu mu lagi saat melihatku aku tak mau kamu tersakiti lagi. Sampai jumpa Nara dilain waktu. Aku akan selalu ada untukmu dimana pun kamu berada disitu ada aku"

Segera Abian turun dan mencium kembali kening Inara dan mengusap pipi Inara dengan sayang. Belum puas Abian kembali mencium kening Inara dengan bertubi tubi.

Abian segera keluar dengan hati yang tenang, dia sudah sedikit tenang, dirinya sudah memasang cctv dikamar Inara tanpa sepengatahuan Inara tadi, saat dirinya mengobrak-ambrik kamar Inara dirinya juga menyimpan sebuah cctv kecil untuk mengawasi Inara.

Bukan cuman satu tapi ada banyak, dan disana kalau ada masalah genting cctv itu akan memberikannya alarm untuknya. Jaga-jaga sajakan siapa tau nanti Adam macam-macam nanti dirinya akan melakukan jurus menghilangnya yang bisa tiba-tiba ada dihadapan Inara.

Jadi jika ada kekerasan lagi, atau tindakan bunuh diri dari Inara dia akan turun tangan kemari menyelamat Inara untuk yang kesian kaliannya. Dirinya tak akan pernah bosan untuk selalu menyelamatkan Inara dari maut.

Abian pergi, Adam datang bersama Iva. Dia tak apa-apa hanya pendarahan yang tak membahayakan tapi kalau sering juga akan bahaya pada kandungannya. Jadi boleh pulang kembali sekarang tak perlu dirawat.

Dengan telaten Adam memapah Iva dan mendudukan Iva dikursi ruang tamu, sedangkan dirinya sedang menuju kamar Inara untuk segera menyuruh memasakan makanan sehat untuk Iva agar kembali pulih.

"Inara cepatlah memasak dan layani Iva "

Tanpa menjawab Adam, Inara segera turun dari ranjangnya dan pergi kedapur sambil menyenggol suminya dengan sengaja. Dia kira yang datang kembali adalah laki-laki yang tadi. Sudah senang dirinya ini akan ada yang menemaninya lagi. Eh ternyata bukan yang datang suami monsternya.

Bukan laki-laki tadi yang mau merawatnya dengan suka rela, kapan suaminya bisa seperti itu padanya. Itu tak akan mungkin terjadi jadi dirinya tak usah berharap lebih. Enyahkan semua fikirannya itu. Jangan selalu berandai-andai untuk suaminya karena semua itu tak akan terjadi.

Inara segera melaksanakan perintah suaminya. Untuk nasi ternyata laki-laki itu sudah menanaknya cukup banyak dan ini sudah cukup. Sungguh dia bisa melakukan ini semua pasti nanti yang menjadi istrinya sangat beruntung mendapatkan laki-laki sebaik dan seperhatian itu.

Tak akan menyesal nanti perempuan yang menikah dengan laki-laki itu pasti akan bahagia setiap harinya, tak seperti dirinya yang setiap harinya selalu dapat siksaan serta cacian dari suami monsternya yang tak tau diri ini...

1
Viscount Danes
Inara, kenapa bertahan dengan suami gila
Santy
Kok yg jd prempuan2 oon smuany
Disini posisinya prempuan lemah dn bdh
Elok Pratiwi
cerita buruk
Elok Pratiwi
klo bikin cerita poligami / perselingkuhan kenapa hrs di dramatisir sedemikian rupa dari pemeran utama wanita nya ... apakah penulis nya berharap hidup nya spt cerita yg ditulis ... hati hati ucapan / tulisan adalah doa ... bikin cerita jangan terlalu haluu ... setidaknya sesuaikan sedikit dg kehidupan real nya ... selalu pemeran utama wanita nya diberi karakter menyedihkan lemah tidak berani ...
Asmi Asmi Asmi Asmi
abian jangan ikutan bidoh kaya inara dong,, knpa gak di bawa pergi aja sih inara ke rmah maminya,,😞😞
Sri Sunarti
ya nyesel bacanya...bertele tele...akhirnya begini
Ida Blado
mau baca tpi lihat judul tiap partnya,,,, gk menjamin memuaskan,dan ternyata dari komen2 nya reader ternyata ceritanya bikin gedek ya,,, ya sudah gk jdi baca
Nur Faisal
hoek mau muntah , ada ya suami
modelan gitu .
bego banget itu inara masih bertahan satu rumah dengan suami dan istri barunya .suami modelan bgtu lbih baik di kasih kopi pake

sianida atau masakin makanan yg enak tpi dicampur racun tikus
supaya " mampus" pelakor bunting
sama suami anjing bila perlu ibu mertua disiram air panas mndidi supaya mampus sekalian .
mayatnya di kasih makan buaya ,
Supriyono
lanjut aja thor aku suka ceritanya
Erniyusnita Erniyusnita
Aku kecewa,Inaranya terlalu lemah gitu....
Tuti 82
walaupun ber tele tele tapi jujur aq suka banget cerita nya....semangat terus ya berkarya ❤️
Yuna Yulia
lanjutkan untuk kehidupan ana dong Thor, apakah dia akan berbahagia dengan Roger atau dengan Jack, please 🙏
Lisnawati
pisah aja Inara dr Adam laki" g bener
Lisnawati
bagus rebut aja Inara nya abi
dwi indah
kalo bisa lanjut thor, kehidupannya ana dengan anak2nya, roger dengan puja , adam dan livia
Rini Haryati
lanjut thor
bagsu
sukses
semangat
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
semangat
Alina Astrid
semangat terus
Obet
adam udah pusing, udahlah jangan bikin drama terus dam cape sendiri kan
Serena Alfa
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!