NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Susi Nya Sigit

Follow medsos author 👇
FB Susinyasigit
IG Susin59

Biar tau jadwal updatenya

Pengkhianatan yang dilakukan Raka padanya. Menjadi berkah tersendiri untuk Aira. Dari situlah, ia benar-benar menemukan cinta sejatinya. Suraj, yang selama ini dia anggap perusuh, ternyata pria itulah yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya.

Raka mengkhianatinya dengan ibu yang selama ini, ia anggap sebagai pahlawan. Ternyata mereka berdua adalah sepasang kekasih yang memanfaatkan dirinya sebagai tameng belaka.

Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Raka. Ternyata hanya palsu, sebuah akting untuk menutupi perbuatan busuknya bersama Citra. Wanita yang merawatnya sejak kecil.

Setelah tahu, perselingkuhan mereka. Aira masih berbesar hati untuk bisa menerima Raka dengan syarat. Pria itu harus meninggalkan Citra. Dan pergi bersamanya dari rumah itu. Alih-alih mau menyelamatkan rumah tangganya. Aira justru dipermalukan di depan mereka berdua. Di saat itulah Suraj datang menawarkan kebahagiaan. Yang langsung disambut hangat oleh Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Nya Sigit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbatas

Napas mereka saling memburu, bias saling membungkam bibir. Lidah Raka menari-nari di rongga mulut Citra. Membuat wanita yang sudah berada dalam kungkungannya mendesah nikmat. Sampai hampir kehabisan napas.

Emmmm

Tubuhnya menggeliat, menahan sensasi yang luar biasa. Puas menjelajahi tubuh Citra dengan lidahnya. Kejantanannya tak lagi dapat di tahan. Meminta segera di tuntaskan.

Entah mulai kapan mereka melucuti pakaiannya. Yang jelas, mereka sudah sama-sama polos. Mempermudah Raka mengeksplor kelihaiannya memuaskan wanita itu.

Sekali hentakan, tubuh mereka sudah bersatu. Yang terdengar di ruangan itu hanya ******* dan rintihan penuh nikmat dari dua pendosa yang sedang di bumbung awang-awang. Hingga erangan panjang mengakhiri semua.

"Aku puas, sayang?" ucap Citra dengan napas tersengal.

"Aku juga, puas sayang. Kamu memang luar biasa. Muachhhhh." Di balas manis oleh berondong kesayangannya itu.

"Aku masih ingin kamu di sini," rengek Citra tak ingin pisah dengan Raka. "Nanti, kita ulangi kenikmatan itu lagi." Dengan wajah penuh mendamba, Citra memainkan jarinya di bidang dada Raka.

"Hmmm, aku juga pengen. Tapi, nanti kalau Aira terjaga gimana?"

"Emm, iya juga sih!!" Seolah tak ingin berpisah dengan berondong kesayangannya. Citra memperat pelukannya.

"Em, aku ke kamar Aira dulu, ya?" pinta Raka berpamitan pada Citra.

"Janji ya. Jangan berikan junior kamu sama anak itu. Aku gak rela. Dia hanya milikku." Citra meremas junior Raka yang belum terbungkus CD.

"Arggh, kau menyakitinya sayang?" Raka mengerang, di peganginya benda pusaka itu.

"Makanya. Jangan macam-macam."

*******************

Sesosok tubuh damai masih memejamkan matanya damai. Dengan bibir yang setengah terbuka, Aira tidur dengan nyenyak. Selama kurang lebih dua jam, ia tak sadar. Kalau Raka tidak sedang ada di sampingnya.

Tiba-tiba saja tubuhnya menggeliat kecil.

Tak lama setelah itu, matanya mulai terbuka. Ia mulai mengedarkan pandangannya ke langit-langit. Aira baru ingat, kalau dia sudah resmi menjadi seorang istri. Kemudian, wanita itu mulai menoleh ke samping. Bingung, Raka tidak ada di sana. "Loh, mas Raka mama?"

Aira lekas beranjak, bangun untuk mengecek ke kamar mandi. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada orang di sana. "Di kamar mandi gak ada, kemana ya?"

Baru juga akan melangkah keluar, Raka lebih dulu masuk ke dalam. Mengundang tanya untuk Aira. "Mas, dari mana?"

Raka yang saat itu tidak menyadari istrinya sadar, bingung mencari jawaban yang tepat. "Em, itu tadi ... Ke ... Dapur. Iya ke dapur. Haus minum, gerah banget." Raka mengibaskan pakaiannya, seperti orang kegerahan. "Kamu bangun, sayang?"

"Iya, Mas. Kok kamu gak bangunin aku, sih!" ucap Aira manja. Langsung mendekap tubuh Raka. Ada yang aneh dalam diri Aira, setelah berdekatan dengan Raka. Bau menyengat, yang membuat wanita itu ingin muntah. "Mas, bau apa sih!!" Kemudian sedikit menjauhi tubuh Raka.

"Bau apa sih!" Raka pura-pura bingung. Mengendus-endus tubuhnya. Dia baru sadar, kalau tubuhnya tak sengaja terkena air kenikmatan. Sehingga meninggalkan bau menyengat.

"Udah, ah. Kita tidur aja, yuk. Aku capek banget." Tak ingin menambah kecurigaan dari Aira. Raka buru-buru mengajaknya tidur.

Sikap Raka sedikit aneh menurut Aira. Mengeluh capek, padahal mereka tidak melakukan apapun. Rasa curiga, kembali menggenangi pikiran wanita itu.

**************

Pekatnya malam menjadi saksi bisu kegelisahan Suraj. Pria itu tidak bisa tidur dengan nyenyak. Memikirkan wanita yang ia cinta. "Ya Tuhan, Aira. Raka pasti udah nglakuin itu sama kamu." Hembusan napas kasar, menjadi bukti. Kalau dia sedang tidak baik-baik saja.

"Aku harus apa, biar bisa membuktikan ke Aira. Kalau Raka tidak sebaik yang ia kira."

Tidak bisa tinggal diam, Suraj mengambil ponselnya. Mulai mencari nomor Aira. Berharap wanita itu belum terlelap. Hitung-hitung, bisa menggagalkan rencana malam pertama mereka.

Panggilan pertama tidak di jawab. Yang ke dua baru ada balasan dari sana. Gugup, bingung, menderu jadi satu. Apa yabg akan ia katakan pada wanita itu.

"Ra, apa kamu belum tidur?" Satu pertanyaan lolos dari bibir Suraj. Berharap, Aira mau menjawabnya.

Kejadian siang tadi, meninggalkan penyesalan dalam diri Aira. Bahkan tindakan yang tidak seharusnya ia lakukan, terjadi begitu saja. Aira sadar, itu semua bukan kesalahan Suraj. Dia tahu, perasaan pria itu saat ini.

"Belum, kamu sendiri kenapa belum tidur."

Suraj merasa lega, Aira mau menjawab pertanyaannya. Bahkan, menanyakan keadaan dirinya.

"Hehehehe, iya nih. Di sini gerah banget." Raka terkekeh, untuk menghilangkan kegugupannya.

"Maafin tindakan aku siang tadi, ya. Aku gak bermaksud ...." Aira menghentikan kalimatnya, saat sadar statusnya sekarang. Tidak sepantasnya ia menerima telepon dari laki-laki lain. Tanpa sepengetahuan suaminya.

"Maaf, aku gak bisa lama-lama ngomong sama kamu."

Panggilan pun terputus. Suraj hanya bisa menghembuskan napasnya kasar. Ruang geraknya untuk memperjuangkan wanita itu sudah terbatas. Ia tidak bisa terlalu dekat dengan Aira.

Tapi dia punya satu cara, agar selalu bisa dekat dengan wanita itu.

****""*

Maaf ya novel ini alurnya lambat. gak sesuai dengan keinginan kalian. kalian pasti tahu lah alasannya. semoga kalian mau ngerti dsn gak bosan dengan cerita ini.

1
Aina Kamila
👍👍👍👍👍👍👍
Pudji Lestari
Luar biasa
Ani Baru
bosen baca ny pn...
ngk ad ending ny
Ani Baru
mampus lo citra...
jd gelandangn kn kamu
Ani Baru
bnyk x pn musuh ny..
nth kpn sh surasd jmp ma Aira...
Ani Baru
sama2 bodoh ne peran laki2 n prempuan ny
Ani Baru
awas Aira itu jebakan, agar kamu mw tnda tngan surat warisan...
Ani Baru
mampus lo nenek peyot...
dteng kn mama ny sh aira
Ani Baru
udh krahuan suami ny selingkuh, mnta cerai ja.. orag tua ap sh citra itu...
macem ngk ad brondong laen ja..
Ani Baru
bodoh x sh Aira ini lh...
Ani Baru
suras ttanggaaan x ma si raka
Siti Malika
Thor dong sadarin Aira gedek aku sama kelakuan si raka SM ibu tolong gawangnya Aira jangan di jebol cuma buat Suraj
Re Han
akhirnya terbongkar semua perbuatann laknat citra dan Raka
Re Han
semoga Aira nggak kabulin permintaan nadien
Re Han
itu pasti perbuatan nadien
Re Han
dasar ya si nadien itu licik banget
Re Han
kemana Aira nya ya..
Re Han
emang bodoh Aira nya....
Re Han
bodoh banget ya Aira nya ....
Re Han
itu pasti aset aset penting... sudah jdi rencana citra dan Raka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!