Kirania, gadis berusia 23 tahun, sedang merasakan kebahagiaan di mana dia akan menjadi seorang pengantin. menikah dengan seorang pemuda tampan dari keluarga wijaya grub. salah satu keluarga terkaya di indonesia. dia bernama Devano wijaya.
Namun kebagian nya hancur saat Kirania tahu kalo Devano menikahinya nya hanya untuk segera mendapatkan hak waris dari orang tuanya, dan lebih parah lagi, Devano ternyata memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Kirania yang tau hal itu masih berusaha untuk menerima semua itu, bukan harta yang ia kejar, tapi Devano adalah teman masa kecil nya yang lama pergi. Di tambahan Kirania sangat mencintai Devano.
📿📿📿📿
Seperti apa perjuangan kirania merebut hati suami nya dan bagai mana perjuangan nya untuk tetap bertahan dengan Devano yang memutuskan untuk menikah kembali dengan kekasih nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bekerja untuk Indira
Setibanya disana,seorang manajer yang menghandle belum langsungnya acara itu menyabut rama Kirania.
"Apa anda dari weding orgenaijer yang saya pesan?" tanya manajer laki-laki yang tampak masih muda terlihat masih seumuran dengan Kirani.
" Ya saya dari perusahaan ibu Indira, dan saya akan menghandle semua nya,"Jelas Kirnai dengan ramah.
"Oh baiklah tidak apa-apa, asal semua beres dan hasilnya tidak mengecewakan. karena cara ini sangat penting dan kami jugai sudah cukuap lama berlangganan dengan perusahan milik ibu Indira, hasilnya sangat memuaskan, makanya kami trus mengunak jasanya." jelas menejer perushaitu.
"Saya akan pastikan anda tidak akan kecewa, karena kami juga masih dalam pantauan beliau, dan semua yang kami lakukan dalam persetujuan beliau."
"Kalau boleh tahu kemana ibu Indira? Tidak seperti biasanya dia mempercayakan semua pekerjaan pada orang lain?. Mari Kita berbincang sambil melihat ruangan yang akan ada dekorasi." kedunya berjalan menuju tempat yang di masud.
"Baik pak, mari. Kalau soal ibu Indira, beliau masih dalam masa pemulihan, Beliau baru saja mengalami musibah,tapi sekarang sudah baik- baik saja dan tidak akan lama lagi beliau akan kembali bekerja."
"Oh seperti itu, maaf saya tidak tahu,kalau begitu sampaikan keprihatinan saya untuk beliau, semoga beliau lekas sembuh dan dijauhkan dari musibah yang serupa,dan untuk sebagai tanda kepriha tinan kami,perusahaan kami akan mengirim sesuatu untuk ibu Indira."
"Wah terima kasih pak , andan sungguh baik sekali, semoga kerjasama antar perusahaan anda akan terus berlangsung, tidak akan ada masalah. Tentunya kalau ada cara lagi jangan lupa, undang kami,"
"Tentu, tentu kami akan selalu menggunakan jasa perusahan anda, jangan khawatir dan terimakasih akan doanya. Perusahaan kami memang sudah lama bekerja sama dengan perusahan Wijaya."
Kirania sedikit terkejut kejut saat mendengar perusahan wijaya disebut oleh manajer itu. Tanpa ia ketahu kalau pesta kali ini berhubungan dengan Wijaya grob, perusahan milik Devano.
"Ada apa bu, apa ada masalah?" Tanya manajer itu yang melihat eksperis Kirania sesaat dirinya menyebut nama Wijaya. "Apa anda kenal dengan CEO Wijaya group?,"
"Ha? Saya… ?" Kirania sedikit terkejut.
"Anda tahu, CEO wijaya group itu sangat tanpan, tegas dan sangat berwibawa,dan sungguh beruntung wanita yang sudah mendapatkanya, merek pasti menjadi pasang yang sangat bahagia." Ucap manajer itu dengan penuh bangga.
"Oh iya? Benarkah?, anda pasti sangat mengidolakan beliau, sampai-sampai anda mengatakan demikian?"
"Tentu saja, karena beliau perusahan di makan saya bekerja bisa bertahan, ini semua karena sikap kedermawanan beliau. Meski sikapnya terlihat arogan dan dingin serta tidak mencerminkan sikap yang tidak baik, dan suka menindas musuhnya dalam berbisnis, tapi sebenarnya beliau sangt baik, apalagi pada perusah yang dia percayai memiliki potensi untuk maju dan memiliki misi yang sama dengan perusahaannya." Jelas manajer itu penuh kagum dengan sosok orang yang tengah ia bicarakan yang tidak lain adalah Devano.
"Syukurlah kalau begitu saya juga ikut senang kalau itu benar adanya. Kalau begitu mari kita lihat konsep yang sudah saya buat untuk acara ini,dan semua sudah saya desain sesuai dengan permintaan ada. Saya harap anda suka dan tinggal ada lihat hal apa yang harus anda perbaiki." Kirania mulai mengeluarkan laptopnya dan menunjukkan gambar rancangan dekorasi untuk acara itu.
….
Kirania duduk di salah satu bangku taman yang secara kebetulan ia lalui, saat ia kembali dari pertemuan dengan Klien nya. Duduk termenung, mengingat kembali apa yang dikatakan oleh manajer perusahaan yang sangat mengagumi sikap dan setiap tindakan yang dilakukan oleh Devano.
"Aku bahagia, karena semua orang percaya denganmu, aku bahagia karena kamu berhasil membuat ayah banga, aku harap hal itu terus kamu lakukan, hingga suatu saat ayah benar-benar memberikan semuanya untuk mu. Aku tidak berharap lebih akan hubungan kita, tetap melihatmu seperti ini, aku sudah sangat bahagia, teruslah menjadi Devano yang mampu membuat ayah dan ibu bangga pada mu."
batin Kirania,
"Udaranya cukup segar, lumayan untuk menghilang kepenatan. Seharusnya kota besar seperti ini harus diperbanyak ruang terbuka hijau, agar polusi jauh berkurang." Ucap Juw. Juw sengaja datang untuk menemui Kirania.
"Nyonya-"
"Berhenti memanggilku nyonya, aku bukan istri Tuan mu lagi," pinta Kirania menyeka ucapan Juw.
"Secara hukum anda masih menjadi istri Tuan Muda, Tuan Muda belum mencarikan anda, jadi anda-"
"Tuan juw, berhenti memperdulikan hubunganku dengan Tuan ada, aku tidak suka itub." pinta Kirania dengan tegas.
"Suka tidak suka, tapi itu kenyataannya, anda masih menjadi istri Tuan muda, apapun yang terjadi selama hakim mengetuk palu, anda masih resmi menjadi istri Tuan muda."
"Terserah anda!,anda mau mengatakan apa lagi, tapi-
" Aku tahu, keslahan tuan Muda sangat besar, Tuan mudah salah karena tidak mendengarkan penjelasan anda. Saya tahu Tuan Muda salah karena sudah memanfaatkan kebaikan anda. Tapi perlu anda tahu, nyonya, Tuan Muda sudah menanggung semua kesalahanya terhadap anda, Tuan Muda sudah menerima karma dari apa yang apa yang sudah Ia lakukan pada anda. Jadi, saya mohon maafkan dia, ini semua salah saya karena saya tidak ada disampingnya saat masalah itu terus jadi, ini semua salah saya jadi saya mohon maafkan Tuan Muda."
"Maaf?,aku sudah memaafkan ya, aku tidak marah atau dendam padanya, aku bukan orang yang pendendam."
"Apa itu berarti anda-
Ucapan juw terhenti saat kirana mantap nya sekilas dan tersenyum, nanun senyuman itu mengandung arti yang kurang baik. Juw tahu arti dari senyum kirania itu.
" Memaafkan bukan berarti aku akan kembali, aku hanya memaafkan bukan mengatakan aku akan kembali, tapi kamu tenang saja, di saat waktu yang tepat aku akan memberitahukan siapa ayah kandung dari anak ku,
"Maksud anda? Anda….
" Ya,saya akan pergi dari kota ini. keman? Aku juga tidak tahu, yang jelas jauh sari sini. Mungkin di salah satu negara di kota ini.l
"Tapi kenapa anda harus pergi?,Apa tidak bisakah anda tetap disini dan-"
" Tidak! Jangan pernah menyiakan kenapa? Apa yang sudah menjadi keputusan ku ini." Tegas Kirania, kembali menyela ucapan Juw.
Juw tak bisa lagi mengatakan apapun, apalagi setiap hal yang akan dia petanya atau diucapkan, Kirani selalu mencelanya sebelum ia menyelesaikan apa yang akan dia katakan.
"Juw, aku titip Vano, jaga dia baik-baik, seleksilah wanita yang akan menjadi istrinya kelak, carikan dia wanita yang baik dan mengerti dan mampu merawat Vano dengan baik, menerima semua kekuranganmu dan sikap buruknya, pastikan dia bahagia dalam menjalani hidupnya, jangan buat dia merasa sendiri." Pinta Kirani. Setelah mengatakan hal itu kirania bangkit, pergi meninggalkan Juw begitu saja.
"Tapi-
Ucap Juw terhenti saat menyadari kalau Kirania tak mau mendengarkan penjelasan dari nya.
"Aku tahu, anda pasti sangat terluka." gumam Juw.
salfok sama boneka kudanya kirania mirip kudanya J-HOPE BTS