Dor...
Suara tembakan terus mengalun dari beberapa musuh Juan Rayen.
"Serang mereka, jangan sampai mereka lolos!" seru Juan Rayen.
Dor..
Dor..
"Bunuh pria itu!!" seru beberapa mafia yang menyerang Juan Rayen dan kelompoknya.
Di tempat lain..
"Kau sudah selesai operasi?" tanya Harold.
"Aku baru selesai." jawab Samantha Violet.
"Apakah kau seorang Dokter?" tanya seorang pria yang tiba-tiba datang di depan Samantha dan Harold.
Samantha, seorang Dokter muda dengan kehebatan di dua bidang. sebagai seorang Dokter juga seorang desainer.
Sedangkan Juan adalah seorang yang peng usaha yang selalu menjadi incaran para mafia.
"Iya," jawab Samantha.
"Bawa dia!" seru Juan yang kemudian menyuruh para anak buahnya untuk menculik Samantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia masa lalu
"Tornado?!" seru Juan.
"Iya, Tornado." jawab Samantha.
Saat mendengar hal itu.. seketika Juan langsung mencari sesuatu berharga miliknya yang pernah di curi oleh Tornado.
Samantha sangat terkejut saat melihat Juan mencari sesuatu,
"Apa yang sedang kau cari?!" seru Samantha.
"Sesuatu, sesuatu yang sangat berharga." jawab Juan.
"Kau sedang mencari apa?!" seru Samantha kembali.
"Memori, sebuah memori card!" seru Juan.
"Memangnya apa yang ada di dalamnya?!" tanya Samantha.
"Itu adalah kunci untuk membuka kasus pembunuhan yang terjadi pada orang-orang pemilik kawasan elit yang ada di kota X." jawab Juan.
"Maksudmu?!" tanya Samantha.
"Itu memory card, di memori card itu berisi rekaman dari seseorang. dia melihat pembunuh dari pemilik dari seluruh seluruh kawasan elit yang dibunuh beberapa puluh tahun silam, bahkan para bangsawan dan milyader itu telah dibunuh di tempat itu saat pembukaan kawasan elit itu." jawab Juan.
"Lalu, Siapa yang memberikan mu memory card itu?" tanya Samantha.
"Ayahku adalah salah satu korban dari pembunuhan yang terjadi di kawasan itu, seorang pria memberikan rekaman itu dengan meminta nominal uang yang begitu fantastis. aku memberikannya, karena aku ingin mengetahui Siapa pembunuh dari para konglomerat itu." jawab Juan.
Saat mendengar perkataan Juan, seketika Samantha langsung membantu Juan untuk mencari tahu siapa dalang dari pembunuhan para konglomerat yang sedang berada di kawasan elit tersebut.
"Apakah kau yakin?" tanya Samantha.
"Tentu, tapi..aku belum sempat melihat rekaman itu namun Tornado sudah mencurinya dariku." jawab Juan.
"Hais...kau ini." ucap Samantha.
Samantha dan Juan terus mencari benda tersebut,
"Hais.. kenapa belum ketemu juga." gerutu Samantha.
"Kemana pria itu menaruh benda itu, aku yakin dia sudah mencurinya. barang-barang berharga sudah ada di sini bersama senjata-senjatanya, lalu dimana pria itu menaruh memory card itu." ucap Juan.
"Itu benda kecil, tentu saja kita akan kesulitan untuk mencari benda itu." jawab Samantha.
"Kenapa tidak ada disini." ucap Juan.
"Hais... Kenapa susah sekali." ucap Samantha yang kemudian berkacak pinggang.
"Tunggu sebentar, aku akan memanggil kelima pria itu. kemungkinan mereka mengetahui memori card itu." ucap Samantha.
Tak berselang lama ke 5 pria itu sudah berada di ruang bawah tanah, Samantha menanyakan mengenai memori card.
"Yang mana Nona?" tanya 5 anak buah Tornado.
"Apakah kau tidak mengetahui salah satu benda itu?" tanya Samantha.
"Kami tidak pernah mengetahui benda-benda itu, karena kalau benda-benda seperti itu biasanya bos yang membawanya sendiri." jawab kelima pria itu.
"Berarti pria itu membawa memori card itu ke suatu tempat." ucap Samantha.
"Kau benar." jawab Juan.
Ternyata semuanya itu benar-benar sangat membingungkan karena memory card itu tidak ada di tempat itu Apa tidak sebaiknya Kami mencoba untuk menyelidiki benda itu Nona tanya ke 5 pria itu tidak Nanti nyawa kalian yang menjadi taruhannya aku akan memikirkan Bagaimana caranya untuk mendapatkan benda itu apalagi kemungkinan besar Kalau pria itu mencoba untuk kembali ke tempat ini jawab Samantha lalu apa kamu mempunyai rencana lain tanya Juan Oh ya kira-kira kejadian itu kejadian berapa tahun yang lalu tanya Samantha kepada Juan sekitar 20 tahun yang lalu jawab Juan apa 20 tahun yang lalu aku kira cuma sekitar 5 tahun yang lalu jawab Samantha dengan nada yang sedikit keras sesaat kemudian terlihat wanita itu menelpon salah satu pria yang berasal dari desa terpencil itu.
"Andi, Bakti. segera kalian ke sini!" seru Samantha yang sudah meminta kedua pria itu untuk segera menemuinya. di suatu tempat terlihat Andi dan Bakti sudah ada di ruangan butik Samantha.
"Ada apa Dokter?" tanya Andi dan Bakti.
"Kalian membawa laptop kalian?" tanya Samantha.
Kedua pria itu menganggukkan kepalanya,
"Bisakah kalian mencari tahu mengenai sesuatu?" tanya Samantha sambil menaruh salah satu tangannya di pipi. wanita itu bertumpang dagu sembari menatap kedua pria itu.
"Tentu Dokter!" jawab Andi dan Bakti.
Juan nampak memberitahukan nama dari tempat tersebut.
"Apakah kalian bisa meretas CCTV beberapa tahun yang lalu?" tanya Samantha.
"Tepat nya berapa tahun, Dokter?" tanya Andi dan Bakti.
"Sekitar 20 tahun." jawab Samantha.
Terlihat Andi dan bakti menghela nafas mereka,
"Itu bukan kejadian kemarin, Dokter. itu kejadian yang sangat lama. kalau meretas CCTV di tempat itu kemungkinan sangat sulit, apalagi tempat itu sudah hancur." jawab Andi dan Bakti.
"Kemungkinan besar CCTV itu mempunyai program atau apa?" tanya Samantha kepada Juan.
"Entahlah, namun kemungkinan besar tempat itu mempunyai program. Tapi aku tidak tahu karena waktu itu aku masih sangat muda." jawab Juan.
"Kau benar, sekarang kau itu sudah tua. pantas saja umurmu sudah di atas 30." jawab Samantha sambil tersenyum. umurku kan masih 30 Aku belum tua aku masih muda cibir Juan sembari duduk di samping Samantha.
"Apakah kalian bisa mencoba untuk membuka file atau masuk ke suatu program itu?" tanya seorang pria yang bernama Saiko. dia adalah salah satu dari kelima anak buah Tornado yang ditangkap oleh Samantha.
"Empire Queen. itu adalah salah satu sandi dari file yang dimiliki oleh Tuan Tornado, kemungkinan di dalam file itu memiliki rahasia tersembunyi yang ingin kalian ketahui." jawab Roxy.
"Apakah kalian pernah melihatnya?" tanya Samantha.
"Aku pernah melihat berkas itu disalah Sabtu itu komputer milik Tuan Tornado, tapi aku tidak melihatnya secara jelas karena itu bukanlah wewenang ku." jawab Roxy.
** bersambung **