Kehidupan Alex anak seorang pengusaha ternama dan tekemuka yang hidup bebas dan tidak terarah.
Kehidupan Filece, yang merubah nama nya sendiri menjadi Zahra setelah menghadapi gelombang hidup di tengah keluarganya.
akan kah Alex dan Zahra bisa hidup bersama dengan bahagia atau malah sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ima alyanadira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-32
Mentari pagi mulai menampakkan dirinya, membawa cahaya bahagia ikut bersama dengannya.
Dan pagi ini Zahra berencana pergi piknik ke taman membawa Hafidz dan Reva dan Bik Ira.
"Reva sudah siap perlengkapannya?"
"Sudah non" jawab Reva
"Oh baiklah, saya akan ke dapur melihat perlengkapan Bik Ira" Zahra pun pergi ke dapur
"Sudah siap Bik?"
"Sudah non, hanya tinggal satu lauk lagi"
"Biar aku bantu ya Bik" Zahra pun membantu Bik Ira setelah selesai semua nya mereka meminta bantuan supir pribadi di rumah ini, untuk mengemas semua barang mereka ke dalam mobil.
Setelah siap mereka pun berangkat dengan hati yang gembira.
"Wah Bibik jadi bisa jalan-jalan" ucap Bik Ira bahagia
"Bibik bisa aja" tawa Zahra kepada nya
Setibanya di lokasi mereka mengeluarkan perlengkapan piknik dari mobil
Reva mulai menggelar tikar, Bik Ira menata perlengkapan di atas tikar. Sementara Zahra menggendong Hafidz.
"Sayang sekarang kita sedang piknik, apa kamu senang" ucap Zahra sambil mencium Hafidz dengan tidak hentinya
Dan di kejauhan Zahra melihat beberapa orang yang begitu dikenalnya. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, sepertinya mereka lagi berdebat.
"Ah mengapa aku harus pedulikan" gumam Zahra tapi "ah itu sepertinya Luna" batin Zahra melihat ibu tirinya sedang bersama lelaki lain.
"Reva, tolong gendong Hafidz sebentar ya" pinta Zahra memberikan Hafidz kepada Reva.
Dan kemudian Zahra berjalan ke tempat dimana orang-orang tersebut berada.
"Luna, apa yang kau lakukan disini?"
Seketika yang ada di situ melihat ke arah Zahra
"Kamu disini juga, kau memata-mataiku Felice?"
Mendengar nama itu di sebut mereka semua terkejut terlebih lagi dengan lelaki yang ada di sana.
"Kamu Felice?" Tanya Miko kepada Zahra baru menyadarinya
"Feliceeee" teriak Sari dan Lela bersamaan dan mereka memeluk Zahra erat Zahra pun membalas pelukan mereka dan di satu sisi ada hati yang sedang terbakar melihat itu.
Namun Luna menarik Sari dan Lela menjauh dari Zahra lalu ia mendorong tubuh Zahra, dengan cepat Miko menahan tubuh Zahra yang hampir terjatuh.
Lama mereka saling bertatap hingga Zahra menjauhkan diri dari Miko.
"Kamu sengajakan Felice, kamu selalu menjadi penghalang kebahagiaan ku" jerit Luna menggebu.
"Luna, kamu sadar ga sih, kalau kamu itu sudah bersuami, apa maksudmu mempermainkan papaku?"
"Kamu juga Miko, apa tidak ada lagi wanita di dunia ini sehingga kamu mengganggu istri orang"
"Kamu salah paham sama aku Felice, aku tidak pernah mempunyai hubungan apapun dengan Luna. Aku hanya mencintaimu dari dulu hingga kini"
"Dasar licik, kamu bilang aku tidak sadar diri kalau aku sudah bersuami, lalu bagaimana denganmu, bukannya kamu juga sudah bersuami"
"Kamu sudah menikah Felice?" Kekecewaan terpancar dari raut wajah Miko
"Kamu tidak tau kalau dia sudah menikah bahkan sudah memiliki anak" jelas Luna mempertegas
"Dari dulu aku selalu menjaga cintaku hanya untukmu, lalu kau menghilang tanpa kabar dan kini kamu sudah bersuami apa itu janji cinta yang pernah kamu ucapkan Felice?" Miko mengungkapkan betapa kecewanya dia
"Jangan pernah menggangguku lagi!, Benar yang dikatakan Luna aku sudah menikah dan aku memiliki seorang anak"
"Bukan itu yang ingin aku dengar, tapi aku ingin penjelasanmu, apa kamu pikir satu tahun penantian itu waktu yang singkat?"
"Aku tidak perlu menjawabmu"
"Baiklah kamu tidak perlu menjawabku, dan pergilah, satu hal yang kamu tau aku sangat menyesal telah mengenalmu, kamu tidak ubahnya dengan wanita lainnya yang pembohong, dan ini penampilanmu sekarang ini, hahaha pasti kamu ingin menutupi keburukanmu" emosi Miko meledak
"Diaaaaaam, jangan membawa apa yang menjadi keyakinan ku, bila kau membenciku, cukuplah hanya diriku yang kamu benci, dan kamu pikir kamu jujur hah? Aku selalu menjaga cintaku kepadamu mu, hingga aku menjumpai kau bermesraan dengan sahabat ku sendiri, kau berci**uman dengan Luna di mana saat itu kita berjanji akan bertemu di taman belakang kampus"
Sejenak hening, Sari dan Lela pun terdiam, mereka terkejut dengan apa yang mereka dengar.
Sementara Zahra berlari menjauh dari sana.
Miko yang baru mencerna perkataan Zahra berusaha menahannya
"Felice, tunggu aku" Miko berlari tapi Luna menahannya
"Lepaskan aku!, Gara-gara kamu hubunganku dengan Felice berakhir" sentak Miko
"Aku mencintaimu Miko" teriak Luna tanpa memperdulikan banyak mata yang melihatnya.
Sementara Zahra menggendong Hafidz dan menyuruh semuanya berkemas kembali untuk pulang
"Non kenapa" tanya Bik Ira melihat air mata Zahra
"Kita pulang sekarang Bik!"
"Baiklah"
Zahra masuk kedalam mobil duluan, menunggu Bik Ira dan Reva berkemas kembali.
Terlihat Miko mengetuk kaca jendela mobil
"Zahra buka pintu nya!"
"Zahra buka pintu nya"
"Maaf den, non Zahra tidak ingin berbicara kepada aden" sang supir memberikan pengertian kepada Miko dan menyuruhnya untuk pergi dari sana.
"Saya ga akan pergi pak, saya ingin berbicara dengan Zahra sebentar aja"
Pintu mobil pun di dorong, Zahra keluar dari mobil
"Sudahlah Miko, semuanya sudah menjadi masa lalu, aku sudah berkeluarga dan semoga kamu menemukan kebahagiaan mu"
"Maafkan aku Felice, kamu salah paham denganku, aku tidak pernah mempunyai hubungan dengan Luna, dan semua yang kamu lihat waktu itu tidak seperti apa yang kau pikirkan"
"Aku sudah memaafkan mu" Zahra masuk kedalam mobil dan begitupun dengan Bik Ira juga Reva, sang supir pun menjalankan mobilnya
Tinggallah Miko sendiri menatap mobil itu dengan penuh kehancuran hati.
Di tengah perjalanan Zahra masih menangis
"Sudah lah non, non yang sabar ya" Bik Ira merangkul Zahra dan memberinya ketenangan.
Setibanya di rumah kediaman Danish.
"Bik kayak nya aku pulang sekarang aja deh"
"Baiklah non" Bik Ira memeluk Zahra dan keluar dari mobil
"Bilang sama papa ya kami pulang"
"Iya non, hati-hati di jalan"