Di malam pertunangan Daniel dan Moza, Tiara kehilangan kesuciannya. Kehormatan Tiara direnggut oleh Daniel calon kakak iparnya sendiri.
Sejak malam itu Daniel tidak mau melepaskan Tiara malah memaksa Tiara untuk menjadi istri simpanannya. Tidak ada cinta atau kehamilan, Daniel hanya menginginkan tubuh Tiara semata.
Apa yang terjadi kalau akhirnya Tiara hamil?
Tamat perseason.
1-55 Daniel dan Tiara
Diko dan Laura
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Ada Mantan Orang Tua
Remon tidak menghiraukan Delia, ia melepaskan tangan istrinya dan semakin mendekati Daniel.
"Dasar anak keras kepala!" Telapak tangan yang sudah mengeriput itu pun memu kul lengan anaknya yang terasa mengeras sebab otot-otot Daniel memang terbentuk sempurna, Remon berulang kali melakukannya seakan ingin berlama-lama menyentuhnya.
"Kau anggap aku apa? Sebenci itu kau padaku?" Tanpa ijin Remon memeluk Daniel, memu kul lagi punggung anaknya yang enggan membalas pelukannya. "Sampai kapan kita akan bermusuhan seperti ini? Kau darah dagingku, bagian dari hidupku apa akhirnya kita saling membu nuh satu sama lain?"
Suara Remon terdengar bergetar di telinga Daniel, ia tidak menyangka papanya memberikan respon yang berbeda hingga ia mengira jika semua ini hanya sandiwara.
"Sudah terlalu lama kau pergi dari rumah ini, aku pikir kau akan kembali tanpa harus aku yang meminta, aku marah mendengar kau sukses tanpa bantuanku di sana, harusnya kau datang dan memohon padaku, tapi apa? Daniel menjelma menjadi orang yang sukses tanpa namaku dibelakangmu."
Remon melepaskan pelukan itu, ia menyeka air mata yang sempat keluar, lalu menoleh melihat istrinya.
"Ini anakmu bukan? Dia begitu marah saat aku menyakitimu dulu, harusnya aku memakluminya bukan malah mengusirnya, Delia ... tolong maafkan aku karena sudah membuat anakmu jauh darimu."
Delia menangis dan merunduk dalam, baru kali ini suaminya mau meminta maaf padanya.
"Kau tau Daniel ... awalnya aku ingin menghancurkanmu, aku ingin merebut semua yang kau miliki, benar! Aku meminta Diko melakukan itu, tapi hatiku terasa teriris saat melihat istriku setiap malam menangisi anaknya dan memohon agar aku mengubah keputusanku dan membawamu kembali ke rumah ini, tapi aku terlalu egois dan malu memintamu kembali secara langsung tapi kini kau ada dihadapanku," Remon menjeda kalimatnya, ia menangkupkan tangan di depan Daniel. "Maafkan ayahmu yang tidak tau diri ini, tolong jangan pergi lagi," pintanya lirih.
Daniel masih diam seakan membaca situasi, mungkin ini jebakan yang sedang dipersiapkan untuknya, sama sepertinya yang sering menjebak Tiara demi keuntungan semata.
"Sial!" Disaat seperti ini Daniel teringat Tiara.
Delia meraih tangan suaminya. "Jangan bicara lagi, kau tidak sepenuhnya salah ... aku yang salah karena tidak menjelaskan apapun pada Daniel." Delia menatap anaknya.
"Wanita itu tidak sepenuhnya bersalah, dia dan ayahmu sudah lama menjalin hubungan sebelum akhirnya terpaksa menerima perjodohan yang sudah disiapkan keluarga kami, sampai akhirnya ayahmu meninggalkannya dan menikahi mama, aku lah orang ketiga diantara mereka."
Daniel mengusap wajahnya gusar. "Jadi ini yang dimaksud Diko, kenapa ada kisah cinta serumit ini? "
Disaat seperti ini dada Remon terasa sesak, ia hampir terjatuh dan beruntung Daniel sigap menahan tubuhnya.
"Pa ...!" seru Daniel setengah panik sembari merangkul papanya.
"Ka-kau bilang apa?" tanya Remon lirih, sudah lama ia tidak mendengar Daniel memanggilnya papa.
"Papa ...." Daniel melihat Mike yang ntah sejak kapan ada di sana. "Cepat panggil ambulance, Mike!" teriaknya.
Mike yang masih shock melihat Daniel dan respon yang diberikan papanya bergegas menghubungi dokter keluarga yang biasa menangani kondisi papanya.
Daniel, Delia dan Laura memapah Remon dan mebaringkannya di sofa.
"Tidak apa ... aku baik-baik saja. Kehadiranmu di rumah ini sudah menjadi obat untukku," ucap Remon lirih. "Terima kasih kau masih mau memanggilku papa."
"Jangan bercanda, Pa ...." Daniel mencium tangan Remon. "Seperti apapun hubungan buruk kita selama ini, tidak bisa dipungkiri bahwa, darahmu lah yang mengalir di dalam tubuhku. Sekeras apapun kita saling membenci, aku sadar tidak ada mantan orang tua di dunia ini," jawab Daniel.
Kenapa tidak dari dulu ia berpikiran seperti ini, mungkin karena ia baru menyadari jika setiap orang memiliki kehidupan dan pola berpikir yang berbeda, siapa yang bisa mengedepankan ego jika saat ini Tuhan sudah mulai membolak-balikkan hatinya?
Dokter menyarankan agar segera membawa Remon ke rumah sakit, Daniel pun tidak mau membuang waktu, ia bergegas membawa papanya ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih intensive.
"Daniel ... kau belum makan apapun juga 'kan? Aku sudah pesankan makanan untukmu," ucap Laura ketika mereka berada di depan ruangan Remon dirawat.
"Tidak Laura ... kau makanlah lebih dulu," tolak Daniel.
"Aku tau kau tidak bisa makan di rumah sakit, lebih baik kita makan di taman saja, kau juga harus menjaga kesehatanmu 'kan?"
"Kalau aku bilang tidak ya, tidak!" sentak Daniel.
"Daniel!" Mike yang baru menampakkan diri mendekati Daniel. "Tidak perlu sekasar itu dengannya!" Ia menunjuk bahu Daniel. "Jangan karena papa sudah mulai berpihak padamu kau jadi besar kepala ya!" seru Mike dengan tidak sopan.
Daniel meghempaskan tangan Mike. "Bukan urusanmu! Lagi pula kau sudah tidak bisa lagi menghasut papa karena aku tidak akan membiarkanmu meracuni pikiran papa lagi!"
Daniel pergi begitu saja, mengabaikan Laura yang memanggil namanya.
"Daniel tunggu!" Laura tergesa-gesa mengikuti langkah lebar Daniel yang sudah keluar dari rumah sakit.
"Daniel dengarkan aku!" Laura menarik tangan Daniel. "Mama yang meminta aku memesankan makanan ini untukmu, makanlah sedikit saja demi mama," bujuk Laura.
Daniel melirik bekal makanan yang dibawa Laura kemudian duduk di bangku taman. Laura yang merasa mendapat angin segar mulai menyiapkan makanan untuk Daniel.
***
Dari kemaren sistem sedang eror, jadi harap maklum ya dan beberapa bab lagi TAMAT.
Terima kasih
semangat teroos kaa,,karena bagi aq skalipun ada kemiripan dengan novel yg lain nya aq akan tetap stay..asalkan cerita nya seru, alur nya bagus dn minim typo plus g ada kata2 ato kalimat2 yg rancu...💪💪
I like it...
😍😍😍😍😍👍