Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah besar
Hari ini aku begitu tak bersemangat bekerja. Wajah ku begitu letih dan lesu,namun bukan karena pekerjaan yang membuat ku tak bersemangat, namun semua ini karena Althara tadi malam.
Semalaman aku tidak bisa tidur karena masih tidak percaya aku bisa melihat lagi wajah Althara, dan lebih beban nya lagi,kenapa harus Althara yang menjadi teman Rey. Kenapa Rey tidak berteman dengan orang lain,kenapa harus Althara ?
“Al lo kenapa?” Tanya Riani ketika dia baru saja melayani pengunjung dan menghampiri ku.
Riani tentu khawatir melihat aku yang sangat lemas ini.
“Kalo gue cerita lo pasti syok ri” ucap ku dengan lesu.
“Ya cerita dulu, kalo lo udah cerita biar gue yang pertimbangin bakal syok apa ngga”
Aku melirik nya dengan sinis.
“Ayo cerita”
Aku menatap riri dengan sedih,lalu aku menarik nafas ku sebelum aku mengatakan berita besar itu.
“Althara balik lagi ri”
“Whatttt!!!” Aku memejamkan mata ku mendengar teriakan Riani yang sudah membuat kaget seisi Restaurant,untunglah saat itu Resto sedang tidak banyak pengunjung.
“Serius lo al?”
“Kalo gue ga serius ga mungkin gue lemes kaya gini”
Aku menyandarkan kepala ku di atas meja kasir sambil menatap sedih kedepan,masih membayangkan Altahra.
Riri memperhatikan kekacauan hatiku.
“Iya juga sih”
Aku menarik nafas begitu lemah.
“Kok bisa dia dateng lagi?”
“Gue juga ga tau,tiba-tiba dia dateng gitu aja udah kaya setan” umpat ku dengan kesal menatap kedepan membayangkan seolah dia ada di hadapanku.
“Dan parah nya lagi ada yang lebih harus di khawatir in dari pada itu”
“Apa?”
Aku kembali melirik Riani dan menatap dia dengan wajah sedihku,membuat Riani semakin penasaran.
“Ternyata Rey temen nya Althara”
“Whattt!!” Lagi-lagi dia membuat kaget semua orang.
“Serius lo al”
“Serius ri,gue juga ga tau kenapa bisa Rey temenan sama Althara” ucap ku dengan sedih.
“Ini bahaya banget al”
“Banget”
“Terus gimana dong?”
“Gue juga ga tau,di saat gue mau move on gue malah dapet orang yang salah”
“Dia kapan dateng nya sih al,ko lo baru tau kalo Rey temen nya Althara?”
“Dia temen Rey waktu kuliah di Jerman,dan Althara baru pulang kemarin”
Riani dan aku terdiam merenungkan masalah yang sudah menimpa ku.
Tiba-tiba aku teringat sesuatu.
“Gue baru inget,kemaren lusa lo bilang ada cowo ganteng yang celingukan kaya nyari orang gitu kan? Yang nerima pesanan dia siapa?”
“Si Dea”
“Coba lo liat di History Tab deh,lusa lalu pengunjung yang dateng di jam itu nama nya siapa aja” Riani lalu mengambil sebuah Tab di meja kasir dan melakukan apa yang aku perintahkan.
Wajah Riani shock saat melihat nama di layar tablet nya. Aku langsung merebut dan melihat nama nya.
Althara.
Wajah ku semakin sedih mengetahui nya.
“Dia tahu dimana gue kerja” sedihku. Lalu aku kembali membenamkan kembali wajah ku di atas meja kerja ku.
“Jadi cowo yang waktu itu dateng itu Althara” ucap Riani tak percaya. Karena saat itu aku memang pulang lebih cepat dan pergi menonton dengan Rey.
Aku pun ingat ketika malam Rey menerima telepon dari teman nya,dan meminta dia segera menghampiri teman nya itu untuk membantu mempersiapkan acara pameran lukisan. Dan aku baru sadar bahwa yang menelpon itu Althara.
“Alhena” panggil Daniel menghampiriku.
Daniel membuat Riani dan aku terkejut,Riani langsung permisi meninggalkan ku dan Daniel.
“Kamu kenapa?” Tanya Daniel ketika melihat wajah ku yang berantakan.
“Aku gak apa-apa niel”
“Gak apa-apa gimana,ini kamu keliatan kaya sakit gini”
Iya sakit,tapi sakit hati.
“Kamu mau pulang aja?”
“Ngga niel gak apa-apa,aku cuma kurang tidur aja kok”
“Kamu begadang?”
“Kayanya lagi banyak fikiran aja”
Daniel tersenyum mendengar alasan ku.
“Mikirin apa emang nya?”
“Banyak. Kalo aku ga ada fikiran,tandanya aku gila kan?” Ucap ku membuat dia tertawa mendengarnya.
Sementara itu di luar Restaurant.
Rey dan Althara berjalan menuju Restaurant tempat ku bekerja. Di luar sana melalui kaca jendela kaca besar Rey dapat melihat jelas aku yang sedang berbicara dengan Daniel dan Daniel yang tertawa bercanda bersamaku.
Rey berdecak kesal.
“Haahhh si kudanil itu” Althara ikut memperhatikan ku dan Daniel di dalam Restaurant.
“Siapa dia?”
“Daniel,dia pemilik Restaurant itu”
Althara diam tak berkomentar lagi,dan hanya terus memperhatikan ku juga Daniel di dalam sana sambil terus berjalan menuju restoran.
“dia ngebet banget buat deketin Alhena, tapi untung nya Alhena ga mau sama tu kudanil”
“Haha kenapa?”
“Gue juga ga tau, mungkin dia bukan type nya”
Althara tertawa mendengar hal yang tak asing untuk nya.
Ya ketika SMA dan Althara masih harus mengantar jemput ku. Kita pernah berteduh di halte bis karena hujan,lalu Althara pernah menanyakan hal seperti itu kepada ku ketika kita membahas tentang Devan.
“Terus menurut lo,lo udah jadi type dia?” Ledek Althara.
“Gue juga ga tau. Tapi justru itu yang bikin gue salut sama dia, di saat cewe lain berusaha buat dapetin bos ganteng dan masih muda kaya si Daniel,Alhena malah ga mau di deketin dia”
Althara hanya tersenyum menatap ku yang masih saja berbicara dengan Daniel.
“Tapi,selama ini gue masih susah buat dapetin hatinya Alhena tar”
Althara melirik teman nya yang mulai mencurahkan isi hatinya.
“Dia selalu bilang belum siap,dan dia minta jangan terlalu maksain hati nya,kalo ngga dia ga mau lagi ketemu gue”
“Kenapa? Dia ada cerita kenapa dia kaya gitu?”
Althara berusaha mengorek ngorek ceritaku dari Rey. Dia hanya ingin tahu bagaimana keadaan ku selama ini.
“Dia ga pernah cerita apapun, dia ga pernah mau terbuka,atau mungkin dia belum percaya aja sama gue. Tapi yang gue liat,kayak nya dia kena mental deh dengan cowo di masa lalu nya,soalnya dia keliatan kaku gitu dulu ketemu sama gue”
“Oh iya?”
“Iya, kalo emang dia kaya gitu karena di sakitin,keterlaluan banget sih tuh cowo nya. Bisa-bisa nya cewe sebaik itu dia sia-sia in, udah cantik,baik,ramah,ga matre,asik lagi”
Althara diam merasa tertampar oleh Kata-kata Rey. Ya dia memang bodoh.
“Menurut gue Alhena itu perfect banget,pasti banyak lah cowo yang lebih baik dari cowo itu. Kaya gue hahaha”
Mereka tertawa,tapi tawa Althara terasa hambar.
Dia tahu bahwa dia sudah sangat menyakiti Alhena,namun itu lah tujuan nya saat ini.Memperbaiki kesalahan nya di masa lalu,dan mengambil alih Alhena kembali.
Althara dan Rey masuk ke dalam Restaurant membuat aku dan Daniel menengok ke arah pintu masuk.
Jantung ku tiba-tiba berdetak hebat melihat Althara kembali di hadapanku. Rey tersenyum kepada ku dan aku balas senyuman Rey dengan begitu kaku.
Aku masih duduk di meja kerja ku dan menatap mereka berdua. Aku melirik Althara,dan mata kami bertemu,aku langsung membuang wajah ku menunjukan betapa malas nya aku melihat dia.
Daniel juga bertatapan dengan sinis dengan Rey, mereka sudah seperti musuh dalam selimut.
“Ya udah aku pergi dulu ya Alhena, kamu baik-baik, jangan sampai kamu sakit”
“Oke”
Percakapan ku dengan Daniel pasti tidak akan terdengar ke meja Rey dan Althara. Namun terlihat sekali jika Daniel memperlakukan ku begitu manis.
Setelah Daniel pergi, Rey mengambil kesempatan untuk menghampiri ku.
“Hay cantik”
“Hay Rey”
“Kamu lagi sakit?”
Lagi-lagi pertanyaan yang membuat ku menggelengkan kepala.
“Ngga,aku baik-baik aja”
“Mau aku anter periksa ke Dokter”
“I’m Ok Rey” ucap ku meyakinkan nya.
Rey menganggukan kepala menatap ku masih dengan khawatir.
“Ya udah. Hari ini aku ngajak Althara kesini karena dia lagi pengen keluar katanya”
Aku melirik Althara yang sedang melihat buku menu.
“Terus kalian mau kemana?” Tanya ku.
“Aku mau ngajak kamu ikut nongkrong malam ini sama semua temen aku”
Aku diam dan terus melirik Althara. Nongkrong dengan teman Rey sama saja Rey memberikan ku celah untuk terus bertemu dia.
“Rey,kayak nya aku ngga bisa,aku kecapean, aku perlu istirahat”
“Bener?”
“Iya”
“Oke kalo gitu,nanti kabarin aku kalo ada apa-apa ya”
“Iyaa”
lalu dia kembali duduk dengan Althara.
Aku muak harus melihat Althara berada di restoran,jadi aku memutuskan untuk masuk ke ruang kerjaku dan diam disana sampai mereka pergi.
Beberapa menit kemudian ku pergi ke toilet sebentar,dan terkejutnya aku ketika melihat Althara sudah berdiri dan bersandar di depan pintu toilet dengan melipat kedua tangan nya.
Aku berusaha tak memperdulikan nya dan melanjutkan langkah ku, Althara menahan ku dengan menarik tangan ku.
“Besok aku kerumah kamu”
Aku melirik sinis matanya.
“Untuk apa? Besok aku sibuk” aku berusaha melepaskan tangan ku.
“Aku tau besok kamu libur”
Aku mengerutkan keningku. Dari mana Althara tahu jadwal kerja ku. Suara langkah seseorang terdengar mendekat. Membuat Althara melepaskan genggaman nya dan pergi dari sana.
Aku berdecak kesal melihat dia yang selalu berlaku semaunya. Dia tidak berubah,dia tetap seperti Althara yang dulu ku kenal,namun rasa kesal dan amarah ku akan tetap aku jaga dengan baik jangan sampai aku bisa luluh kembali kepadanya. Aku harus ingat,dia sudah meninggalkan ku tanpa jejak selama 6 tahun ini.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu