NovelToon NovelToon
He'S My Boss

He'S My Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:176.2k
Nilai: 5
Nama Author: annisanurhasanah

Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31."kaget"

Andrian dan Ale berada di mobil yang sama untuk kembali ke kantor. Awalnya Ale berangkat dengan Bobby namun saat Ale akan kembali ke kantor dengan Bobby bossnya itu meminta ale untuk pergi bersama dengan alasan karna akan ada hal penting yang akan dibicarakan.

“Wahhh selamat ya pak, bapak memang hebat tiba-tiba muncul dengan membawa hal baik.” Ucap Ale antusias dengan hal yang tadi dilakukan oleh bossnya.

“Sudah saya bilang kamu tidak perlu menghawatirkan kemampuan saya dalam merebut hak saya.” Jawab Andrian dengan khas nada angkuhnya.

“Seharusnya jika tidak ingin merasa dikhawatirkan jangaan memasang wajah tidak berdaya didepanku.” Gerutu ale dengan suara sangat pelan. Seharusnya dia tidak perlu memuji jika direspon angkuh seperti ini.

“Kau kenapa?” Tanya Andrian heran dengan sikap sekretarisnya.

“Tidak.. tidak ada apa-apa, saya hanya mengagumi kemampuan bapak benar-benar sangat hebat.” Ucap Ale sambil tersenyum terpaksa.

“Tidak usah terlalu memuji sudah banyak orang yang memuji saya.”

“baik pak.” Ucap Ale cepat karena sudah terlanjur sebal dengan tingkah bossnya yang angkuh ini.

Andrian kembali fokus mengendarai mobil ditengah hiruk piruk jalan raya sedangkan ale hanya diam saja memandang kedepan dengan perasaan masih kesal.

“Pak, ini kan bukan arah ke kantor.” Tanya Ale heran.

“Memangnya saya bilang akan langsung ke kantor?”

Ale mengingat-ingat kata yang tadi diucapkan Andrian.

“Saya kan bilang ada hal penting yang akan kita bicarakan”Ucap andrian menjawab kebingungan Ale.

Ale hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dia mengingat-ingat apakah dia melakukan kesalahan itu sebabnya Andrian ingin membicarakan hal penting atau hal penting apa yang akan mereka bahas.

Tak lama setelah itu Andrian memasukkan mobilnya dihalaman sebuah restorant yang cukup besar mereka berhenti tepat didepan tangga menuju restorant.

“Turun” Ucap andrian kepada Ale.

Mereka turun bersama lalu Andrian menyerahkan kunci mobilnya kepada salah satu penjaga yang ada disana untuk memarkirkan mobilnya.

Ale berjalan mengikuti Andrian yang ada didepannya dan mereka berhenti disebuah meja dekat jendela kaca yang cukup besar. Setelah itu pelayan tadi mengantarkan Ale dan Andrian memberikan buku menu kepada mereka. Ale melihat semua daftar menu namun dia kaget dengan harga yang tertera disana harganya setara dengan uang jajan Ale satu bulan.

“Kau pesan apa?” Ucap Andrian setelah menyebut pesanannya.

“Hah?” Ale kaget dengan pertanyn Andrian karena dia dari tadi justru fokus dengan daftar harganya bukan daftar menu.

“Samakan saja dengan bapak.” Ucap Ale spontan padahal dia tidak tau apa yang dipesan Andrian.

“Oke samakan saja..” Ucap andrian kemudian.

Mereka duduk dan sibuk dengan kegiatan masing-masing Andrian mengambil ponselnya dan berkutat dengan ponselnya sedangkan Ale sibuk melihat tingkah bossnya yang justru bermain ponsel padahal tadi katanya ada hal penting yang akan mereka bicarakan. Ale sangat kesal tapi bagaimana bisa dia mengekspresikan kekesalannya bagaimanapun Andrian masih atasnnya sedangkan dia masih butuh gaji.

“Ehemmmm uhukk uhukkk!!” Ale memberi kode agar bossnya tau bahwa dia sudah bosan menunggu makanan datang tapi Andrian masih tidak mendengarnya.

“Uhukkk.. uhukkk.. uhukk...!!”

“Minumlah jika batuk.” Ucap Andrian ringan tapi masih tidak berhenti melihat ponselnya.

Ale menghela nafasnya dengan kasar.

“Pak, bukankah bapak sendiri yang bilang mau membicarakan hal penting?”

Kali ini Andrian mengembalikan ponselnya disaku dan mengalihkan pandangannya kepada Ale.

“Ohiya, itu saya hampir saja lupa.”

“Jadi bagaimana acara kemarin? Apa mama membahas tentang kita?” Tanya Andrian

Ale terdiam apa dia harus membicarakannya kepada Andrian tentang permohonan mamanya kepada dirinya.

“Al, apa ada menyinggungmu?” Kini wajah andrian berubah menjadi sedikit cemas.

“Tidak tidak pak.. tidak ada kemarin semua berjalan sangat lancar” Ucap Ale dengan cepat sebelum Andrian berfikir macam-macam.

“Lalu? Kau mengobrol banyak hal dengan mama?”

“Lumayan.. hanya membahas hal-hal ringan saja.”

Ale memutuskan untuk tidak memberi tahu Andrian tentang apa yang diucapakan Widya kemarin karena dia justru takut jika rekasi andrian diluar batas yang dia harapkan.

Tak lama setelah percakapan ringan antara Andrian dan Ale pelayan datang membawa pesanan mereka.

“Lohh kok ada botol winenya dua? Bapak tidak boleh mengonsumsi teralu banyak wine pak!.” Ale kaget melihat pesanan bossnya.

“Hah?!” andrian justru kaget dengan apa yang diucap Ale.

“Lohh minum saya mana pak?” Tanya ale semakin bingung.

“Kan kamu minta pesanan yang sama dengan saya, ya ini pesanannya”

Ale diam termangu merutuki kebodohannya sudah tau tidak mendengar pesanan bossnya tapi justru ikut-ikut memesan.

“jangan-jangan kau hanya asal memesan padahal tidak tau apa yang saya pesan?” tanya Andrian curiga.

Ale diam sambil mengangguk.

“Saya tidak minum alkohol pak” Tunduk Ale dalam-dalam karena malu dengan apa yang dia lakukan.

Alhasil Andrian tertawa melihat tingkah Ale seperti Anjing yang dimarahi majikannya. Namun Ale justru termangu melihat tawa yang keluar dari bibir bossnya.

Ini adalah pertama kalinya Ale melihat bossnya tertawa lepas dan tanpa sadar Ale menyunggingkan senyumnya dan saat itu mata mereka saling bertabrakan, mereka terpaku diposisi masing-masing sampai akhirnya Andrian tersadar dari lamunannya sejenak.

“Hmmm yasudah saya pesankan ulang.” Ucap Andrian canggung karena tatapan Ale.

Andrian menaikkan sebelah tangannya memanggil salah satu pelayan

“Kamu mau minum apa?” Tanya Andrian.

“Orange jus aja pak.” Jawab Ale gugup dan spontan karena dia juga sedang sibuk mengendalikan detak jantungnya.

Setelah semua pesanan datang mereka menikmati makanan mereka masing-masing. Selesai makan Andrian menaruh selebaran uang lalu menaruhnya disebuah buku kecil yang ada disana.

“Ayo” Ajak Andrian.

Ale berjalan mengikuti Andrian dibelakangnya menuju mobil yang tadi diparkirkan oleh petugas yang ada didepan. Setelah mereka masuk ke mobil dan memasang seatbelt Andrian melajukan mobilnya menuju kantor.

“Oiya, jadi kamu sudah mencoba menelfon paman dan bibimu?”

“Hmmm besok ya pak, besok pasti saya telfon. Pulang dari villa kemarin kan saya terlalu fokus dengan proyek ini jadi belum sempat menghubungi paman dan bibi saya.” Jawab Ale gugup karena tiba-tiba saja ale ditodong pertanyaan seperti itu.

Andrian hanya menanggapi dengan menganggukkan kepalanya karena dia juga faham betapa sibuknya Ale merangkap pekerjaanya selama dia menemani zellin liburan di london.

Sesampainya di kantor Ale dan Andrian menaiki lift untuk naik keruangan mereka.

“Bapak tidak lelah?” Tanya Ale yang merasa sepertinya Andrian memang sedikit lesu.

“Tidak, ada pekerjaan yang masih harus saya urus, nanti saya istirahat di ruangan saya saja.”

“Baik pak...”

Lift terbuka tepat dilantai yang akan mereka tuju. Ale berjalan dibelakang Andrian mengikutinya menuju ruangan lalu sesampainya didepan ruangan Andrian Ale berhenti dan memang hanya berniat mengantar bossnya sampai depan pintu.

Setelah itu Ale berjalan menuju bar kitchen yang ada dikantor mereka untuk membuat minuman hangat.

Selesai membuat minuman hangat Ale kembali keruangan kerja dan membawakan minuman hangat itu ke ruangan Andrian.

Tokk... tok... tokk...!!

Ale pintu ruangan Andrian sambil membukanya sedikit, lalu sia masuk keruangan bossnya namun dia tidak menemukan Andrian dimejanya. Dia meletakkan minumannya dimeja Andrian lalu dia berkeliling ruangan yang cukup lebar itu berniat mencari keberadaan bossnya.

“Pak.. pak Andrian..” Panggil Ale namun masih tidak ada jawaban. Lalu dia membuka pintu yang ada diruangan tersebut.

“Pak.. pak Andrian..”tapi yang dicari tetap tidak ada.

“Pak....”

“Ngapain kamu disini?”

Ale kaget karena tiba-tiba ada suara yang dia kenal namun saat dia berbalik dia sungguh kaget melihat bossnya yang hanya memakai handuk.

“Huaaaaaaaaaaaaa”

.

.

.

Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport

by. Nurhasanah

1
Mugiya
mampir
Mugiya
hadir membawa bintang
Sumarlik Lilik
salah ketik Yaa thor
Sumarlik Lilik
ngetik mensen biasa aja Thor jangan di inggris² kan takut salah artinya,maaf ya
Sumarlik Lilik
paper bag
Sumarlik Lilik
Dewi apa iren thor
Rini Antika
Jodoh kali Ale, makanya ketemu terus, ceritanya seru nanti aku nyicil bacanya, Salken dr Pengorbanan Cinta, smg berkenan mampir jg k ceritaku..🙏
Anonim
Lama nggaknup yah
Aumy Re
like hadir.
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
lanjut
Terra Chi
lanjut terus, semangat up!

mampir juga yaa
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt, mmpir lg
🍫​​ꨄ​᭄⃟™αℓмєтα⦅🏚€ᵐᵃᵏ⦆ ༆ᶠ²ᶜ🌠
next.. semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
lanjut☺️💪
Terra Chi
lanjut terus, semangat up!

mampir juga yaa
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
like
Pe_na
lanjut 💪💪💪😍
Terra Chi
lanjut terus, semangat up!

mampir juga yaa
Lenkzher Thea
Lanjut ka👍❤❤
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
lanjut💪☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!