sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
malam hari...
tak, tak.. Clara memasak di dapur.
ya, setelah kejadian tadi siang, Clara memutuskan menginap menemani Zean.
dia tak tega melihat keadaan zean yang kacau seperti sekarang.
Zean awalnya tak setuju, tapi Clara mengancam jika menolak Clara tak akan membantunya.
Setelah selesai memasak, ia membawa masakan itu ke tempat duduk di luar rumah Zean. di dalam pengap kata Clara.
"Zean. mama sudah buatkan makanan enak untukmu" ucap Clara menyajikannya..
Zean hanya diam tak bersuara. hingga,
"apa yang nyonya Adrian inginkan? " tanya Zean.
Clara yang mendapati pertanyaan itu kemudian berhenti. dan duduk...
"Kamu pintar. mama memang ada maksud datang kesini. tapi, ternyata ada sedikit masalah. "
"mama mau kamu tinggal dengan mama" lanjut Clara.
tak!
Zean membeku.
"Apa? "
"ya. mama mau kamu tinggal dengan mama. kamu hanya tinggal sendirian disini dan lihat... kondisimu sekarang, benar benar berantakan."
"tidak. aku akan tetap tinggal disini. aku bisa mengurus diriku sendiri" jawab Zean.
"Zean, jangan keras kepala. kamu yakin tinggal sendirian dirumah kumuh ini? kamu yakin aman? bahkan, belum 1 minggu ayahmu meninggal rumah ini sudah akan dirobohkan dan kamu hampir saja jadi gelandangan dijalan. entah apa yang bisa dia lakukan dengan benar. hanya merawatmu saja dia tak becus. menempati rumah tidak jelas asalnya -" Clara ingin berbicara lagi tapi sudah dipotong oleh Zean.
"cukup. nyonya Adrian tak punya hak mengatakannya. jika berbicara saling merawat, bukankah yang lebih tak becus itu nyonya? " ucap Zean.
Clara mengepalkan tangan. dia marah, tapi ia harus menahannya.
"Terserah kamu. itu syarat dari mama. jika kamu tidak setuju, mama tak mau mempertahankan rumah ini."
Zean mendongak kesal. sudah ia duga, mamanya ingin sekali membawa dia pergi. bahkan, setelah ayahnya tiada.. ia tetap tak peduli dan hanya ingin cepat cepat membawanya dari sini.
'tidak, aku tidak akan pernah mau tinggal bersama dengan mreka.,.. tapi,.. (Zean melihat sekeliling rumah ini. kenangan demi kenangan berputar diingatan Zean) tidak, aku tak boleh egois. rumah ini, adalah kenangan berharga dari ayah untukku. aku tak bisa membiarkan orang lain menghancurkannya. hiks, ayah... apa yang harus aku lakukan? aku benci mama... aku benci dia yang menelantarkan kita. tapi, jika aku tidak setuju.. ayah akan benar benar pergi tak tersisa... ' batin Zean berat.
Clara sebenarnya juga sedih melihat putranya seperti ini dan ia harus berbuat seperti ini. tapi, ia terpaksa. ini semua demi keselamatan nya.
huhh, Zean menghela nafas.. dan mengatakan
"Baiklah. saya setuju dengan syarat itu" ucap Zean lirih.
Clara yang mendengar nya langsung berbinar... ia senang, akhirnya.. bertahun tahun, Zean setuju ikut dengannya.
Tidak ada pembicaraan lagi, mereka makan malam dengan tenang.
...
"Dimana wanita itu? "
"tuan muda,.. nyonya izin tak pulang malam ini. ada yang perlu dia urus" jawab salah satu pelayan disana.
'cih. urusan apa? siapa lagi yang dia urus selain papi dan gue. ' batin Gavin.
setelah mendapat kan jawaban, ia kemudian berlalu dan menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya...
"tuan muda Gavin sangat tampan. yang menjadi kekasihnya nanti benar-benar sangat beruntung" ucap maid muda di sana.
"iya ih. tapi sayang, cuman satu. bibit unggul tapi cuman buat satu:( kan akunya ga kebagian" jawab maid satunya.
"ekhem" dekheman kepala pelayan itu langsung membuat mereka berlari dan melanjutkan pekerjaan mereka.
melihat itu, kepala pelayan tersebut hanya bisa menghela nafas tak percaya dengan tingkah maid itu.
....