NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden tebal menyilaukan mata Alexa, memaksanya untuk terbangun dari tidur lelap yang penuh dengan mimpi buruk. Tubuhnya masih terasa pegal dan lemas akibat siksaan fisik serta mental kemarin malam, namun aroma harum dari meja makan kamar VIP mansion memaksanya untuk segera bangkit.

Di sudut ruangan dekat jendela besar, Raiden sudah berdiri tegap di depan cermin tinggi. Pria itu tampak sangat menawan namun mengintimidasi dalam balutan kemeja putih bersih yang dipadukan dengan rompi hitam dan jas tuxedo berpotongan sempurna. Jemari panjangnya yang tegas sedang merapikan dasi hitam dengan gerakan yang amat presisi dan anggun.

Alexa yang sedang duduk di tepi ranjang sembari menikmati sarapan paginya mencuri pandang. Sembari mengunyah sepotong roti, rasa penasaran kembali melingkupi otaknya.

"Tuan Raiden..." panggil Alexa pelan, menelan rotinya sebelum bersuara. "Rapi banget pagi-pagi gini... kamu mau ke mana?"

Raiden tidak langsung menjawab. Pria itu menyelesaikan lipatan dasinya, mengambil jam tangan bernilai fantastis dari atas meja, lalu memasangnya di pergelangan tangan kirinya. Melalui cermin, iris mata hitam legamnya bergulir menatap bayangan Alexa yang duduk dengan kaos longgar dan rambut yang masih agak berantakan.

Pria itu berbalik secara perlahan, menyapukan tatapan dingin yang tak terbaca dari ujung kepala hingga ujung kaki Alexa.

"Kau ikut aku," ujar Raiden datar, suaranya rendah namun penuh dengan perintah mutlak. "Bersiaplah dalam sepuluh menit. Jika kau terlambat satu detik saja, aku akan menyeretmu keluar dengan pakaian seperti itu."

DEG.

"H-hah?! Sepuluh menit?!" jerit Alexa histeris, hampir saja tersedak roti yang baru dimakannya. "Mana sempat! Rambutku belum disisir, aku belum mandi, belum—"

"Sembilan menit lima puluh detik," potong Raiden dingin tanpa memedulikan protesnya, lalu melangkah santai keluar dari kamar, meninggalkan suara dentingan pintu yang tertutup rapat.

"Iblis gila! Dasar diktator!" seruk Alexa panik setengah mati.

Gadis itu langsung meloncat dari ranjang dan berlari pontang-panting menuju kamar mandi. Suara kecipak air, klentang-klenting barang yang terjatuh, dan umpatan pelan terdengar bersahut-sahutan. Ia menyikat gigi dengan kilat, mencuci wajahnya, dan menyambar gaun malam formal berwarna hitam elegan yang sudah disiapkan oleh pelayan di atas meja rias.

Dengan tangan gemetaran, Alexa memakai gaun itu secepat kilat, memoleskan sedikit lipstik di bibirnya yang pucat, dan menyisir rambut panjangnya secara asal-asalan. Ia bahkan tak sempat memakai perhiasan rumit.

Tepat di hitungan menit kesembilan lewat empat puluh detik, Alexa berlari keluar kamar sembari memegangi gaun bagian bawahnya agar tidak tersandung, bernapas terengah-engah hingga sampai di pelataran depan mansion tempat mobil lapis baja Raiden sudah bersiap.

Perjalanan kali ini berlangsung cukup tenang, meski atmosfer dingin khas Raiden tetap menyelimuti kabin mobil.

Irama roda mobil akhirnya melambat saat mereka memasuki kawasan distrik termewah di pusat kota. Sedan hitam itu berhenti tepat di depan pelataran sebuah hotel bintang lima yang teramat megah dan dijaga ketat oleh puluhan pria berjas hitam. Karpet merah membentang dari pintu masuk hingga ke dalam aula utama.

Pengawal membukakan pintu mobil. Raiden melangkah keluar lebih dulu, merapikan jasnya, lalu mengulurkan tangannya ke arah kabin.

Alexa menatap uluran tangan tegap itu dengan ragu sejenak. Namun, menyadari puluhan kilatan kamera jurnalis dan tatapan mata para pengawal di sekitar mereka, Alexa menerima uluran tangan dingin itu. Jemari Raiden menyatu erat mengunci jemarinya, memberikan genggaman yang terasa kokoh sekaligus mengintimidasi.

"Jaga sikapmu di dalam," bisik Raiden sangat pelan di samping telinga Alexa saat mereka mulai melangkah menyusuri karpet merah. "Jangan permalukan namaku."

"I-iya, paham..." cicit Alexa pelan, mencoba menegakkan punggungnya agar tampil anggun meski hatinya bertolak belakang.

Mereka melangkah memasuki Grand Ballroom hotel yang disulap menjadi ruang lelang eksklusif skala internasional. Lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit yang tinggi, memantulkan pendar cahaya keemasan yang sangat mewah. Ruangan itu sudah dipenuhi oleh jajaran petinggi mafia, pebisnis kelas atas, para bangsawan, dan konglomerat papan atas dengan busana bernilai miliaran rupiah.

Alexa melongo kaget dalam batinnya melihat kemewahan mutlak yang terpampang di depan matanya.

'Ini... acara lelang barang-barang mewah klan kelas atas?!' batin Alexa takjub sembari menyapu pandangannya ke sekeliling panggung lelang yang dijaga ketat oleh pria-pria bersenjata tersembunyi.

Ia memeluk lengan tegap Raiden sedikit lebih erat tanpa sadar, menyadari bahwa dirinya baru saja melangkah masuk ke dalam sarang peradaban orang-orang paling berbahaya dan kaya di dunia ini.

Langkah kaki Raiden dan Alexa menggema anggun saat mereka melangkah menyeberangi karpet beludru merah tebal menuju area tengah Grand Ballroom.

Seketika, atmosfer riuh di dalam ruangan raksasa itu menyusut drastis. Udara terasa mendadak berat dan penuh dengan ketegangan yang pekat. Orang-orang yang memenuhi ruangan tersebut bukanlah pengusaha biasa—mereka adalah para penguasa kasino haram, pimpinan sindikat internasional, hingga oligarki yang memegang kendali ekonomi dari balik bayangan. Masing-masing memancarkan aura dominasi, kejam, dan berbahaya.

Namun, saat sosok Raiden Damon Alteir membelah kerumunan, aura dominasi milik para tamu seolah tertelan bulat-bulat.

Satu per satu petinggi klan dan bos mafia menundukkan kepala mereka dengan sangat dalam saat Raiden melintas. Tatapan mata mereka penuh dengan perpaduan rasa hormat yang mutlak dan ketakutan yang mencekam. Tidak ada satu pun yang berani menatap mata Raiden secara langsung.

"Tuan Muda Raiden..." bisik para pengawal dan penyelenggara acara yang membungkuk sembilan puluh derajat di sepanjang jalur perlintasan mereka, membukakan jalan eksklusif menuju barisan paling depan.

Raiden menarik Alexa untuk duduk di dua kursi baris terdepan—posisi paling terhormat di mana hanya jajaran penguasa tertinggi yang berhak mendudukinya.

Acara lelang pun dimulai. Auctioneer di atas panggung mulai memamerkan satu per satu barang koleksi langka: lukisan abad ke-18 yang bernilai puluhan juta dolar, pedang antik peninggalan kekaisaran kuno, hingga senjata berbalut emas murni. Angka-angka yang ditawarkan para tamu melambung tinggi dengan sangat cepat dan fantastis—puluhan hingga ratusan miliar rupiah melayang hanya dalam hitungan menit untuk barang-barang koleksi tersebut.

Di tengah riuhnya penawaran fantastis itu, perhatian Alexa mendadak terkunci rapat ketika dua petugas lelang mendorong sebuah barang baru ke atas panggung.

Itu adalah sebuah patung batu giok berbentuk naga kuno dari era dinasti tua. Penampilannya tampak agak kusam, dengan tekstur batu yang tidak begitu mulus, membuat sebagian besar tamu di ruangan itu memandangnya sebelah mata. Penawarannya dibuka dengan harga yang relatif rendah dibanding barang-barang sebelumnya.

DEG.

Sebuah ingatan seketika berkelebat kilat di dalam otak Alexa. Ingatan tentang garis besar plot fiksi dari novel tempat jiwa aslinya berada!

'Tunggu... patung batu giok naga kusam itu?!' batin Alexa menjerit histeris, bola matanya membelalak lebar.

'Aku ingat plotnya! Patung itu bukan sekadar batu giok biasa. Di bagian dalam rongga patung naga itu tersembunyi "The Heart of Sapphire"—berlian biru paling langka dan paling indah di dunia yang nilainya triliunan! Dalam cerita aslinya, barang ini dibeli murah dan nantinya dibongkar oleh musuh Raiden buat bikin klan Alteir rugi besar!'

Jantung Alexa berdetak kencang. Ini adalah kesempatannya untuk mengubah alur dan sekaligus memegang sesuatu yang sangat berharga!

Dengan gerakan cepat namun hati-hati, Alexa memiringkan tubuhnya mendekati Raiden. Ia memajukan wajahnya hingga bibirnya hampir menyentuh telinga pria itu, membisikkan sesuatu di tengah riuhnya ketukan palu lelang.

"Raiden..." bisik Alexa sangat pelan, suaranya bergetar menahan antusiasme. "Beli patung naga itu. Jangan sampai lolos ke tangan orang lain."

TAK.

Gerakan jemari Raiden yang sedang memutar gelas sampanye mendadak terhenti. Pria itu memutar kepalanya secara perlahan, menghujamkan iris mata hitam legamnya yang dingin dan tajam tepat ke dalam mata Alexa dari jarak yang teramat dekat.

"Apa?" desis Raiden rendah, satu alisnya terangkat remeh. "Kau... mengerti barang antik, Alexa?"

Raut wajah Raiden memancarkan keraguan tebal, menganggap wanita di sampingnya ini hanya bersikap konyol dan asal bicara seperti biasanya.

Mendapatkan tatapan meremehkan itu, Alexa tidak menyerah. Ia menelan saliva, menatap lurus ke dalam iris mata hitam Raiden dengan raut wajah yang amat serius dan penuh keyakinan.

"Aku tahu apa yang aku katakan," bisik Alexa lagi, suaranya menekan mantap. "Percaya padaku kali ini saja. Patung itu jauh lebih berharga dari apa yang kelihatan di luar."

Alexa membusungkan dadanya sedikit, lalu melanjutkan kalimatnya dengan nada setengah memerintah yang nekat.

"Aku mau beli patung itu! Aku pinjam uangmu dulu... nanti kalau terbukti tebakanku benar, aku ganti!" pangkas Alexa penuh penekanan. "Cepat, lakukan! Tawar sekarang sebelum dibeli orang lain!"

Raiden tidak langsung merespons. Pria itu menyipitkan matanya, menguliti raut wajah Alexa yang tampak begitu yakin tanpa ada keraguan sedikit pun. Pendar misterius berkilat di dasar mata hitam sang penguasa.

Tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Alexa, Raiden mengangkat papan nomor lelang di tangannya dengan gerakan yang teramat santai dan anggun.

"Seratus juta dolar," ucap Raiden datar, suaranya mengalun rendah namun bergema nyaring menembus seluruh sudut ruangan lelang.

GASPPP!

Seluruh isi ruangan seketika hening mencekam. Angka fantastis yang dilontarkan Raiden berkali-kali lipat dari harga pembuka sukses membuat para jutawan dan petinggi mafia di ruangan itu membelalak kaget tak percaya.

1
mimief
wah...🥹🥹🥹
mimief
selamat tidur Alexa, mudah mudahan pas bangun balik lagi ke dunia nya😍🥹
merry
akhirnya ingt juga kmu lex 🤣🤣🤣🤣untung gk jdi lompat🤣🤣🤣🤣 si Rey bisa ajj nakutin kmu lex
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!