Di Bumi, dunia modern yang dimana status seseorang di pandang dari seberapa banyak hartanya, merupakan kehidupan yang sungguh tidak adil bagi seorang pria bernama Chao Xing.
Chao Xing adalah seorang pria dengan status yang tergolong biasa saja. Sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta, kehidupan yang di jalaninya sungguh tidak berarti apapun. Dimana dirinya hanya hidup sebatang kara.
Hari-harinya, ia habiskan dengan bekerja dan bermain game. Yap, benar! Chao Xing juga merupakan seorang gamer. Dirinya sering bermain Game MMORPG di komputernya untuk mengisi kesepian yang selalu datang menghampiri.
Namun naas, ia harus wafat di umur ke 25 tahunnya. Namun Dewa masih memberikannya kesempatan kedua untuk berenkarnasi bersama sebuah System yang akan membantunya untuk bertahan hidup.
Bagaimana kah kehidupan Chao Xing di Dunia Baru tersebut ?
Ikuti terus kisahnya yah >.<
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muchtar T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Pertempuran Di Kota Air Hitam
Setelah meninggalkan penginapan, Chao Xing dan Xin Xin menuju arah selatan menuju pusat kota.
Mereka berjalan dengan peralahan. Dalam perjalaannya, sesekali ia bertanya pada system tentang kota Air Hitam ini.
Menurut system, kota ini di namakan dengan kota Air Hitam karena dahulu, tanah yang mereka pijaki sekarang merupaka sebuah danau luas dengan air hitam di atasnya. Karena pertarungan dua kultivator tingkat dewa di tempat ini, membiat danau ini mengering seketika. Akhirnya leluhur tuan kota membangun kota ini dan diberi nama kota Air Hitam.
Chao Xing dan Xin Xin pergi ke arah pasar. Di sana, para pedagang menjual berbagai jenis sumber daya, berupa herbal, pill maupun batu-batu permata kristal. Selain itu, mereka juga menjual senjata.
Senjata dengan kualitas berdasarkan tingkatnya. Ada senjata normal, rare dan epic Sedangkan senjata tingkat legenda dan mistik merupakan senjata langka yang tidak dapat di miliki oleh sembarang orang.
" Tuan, berapa harga herbal ini ?.." tanya Chao Xing pada penjual herbal.
Smua barang yang di jual di pasar ini, berada di dalam system. Namun ia sengaja bertanya, agar tidak menimbulkan kecurigaan.
" Haha.. Tuan muda, ini adalah herbal hati ungu, harganya seratus lima puluh batu roh tingkat normal.." ujar penjual herbal tersebut.
Chao Xing langsung membeli herbal tersebut tanpa menawar harganya. Karena ia sama sekali tidak kesusahan masalah uang.
Lalu mereka berdua pun melanjutkan perjalanan dan singgah di sebuah toko perhiasan.
" Selamat datang tuan muda, nyonya muda. Silahkan masuk. Ada yang bisa kami bantu tuan ?.." tanya salah satu pelayan.
" Kami akan melihat-lihat dulu.." ujar Chao Xing ramah.
" Baiklah, jika tuan muda memerlukan bantuan, tuan dapat memanggil ku.." ujar seorang pelayan muda cantik. Tubuhnya sintal dan padat menampilkan lekuk tubuhnya yang dewasa membuat siapa saja yang memandang akan tertarik. Tetapi tidak dengan Chao Xing.
Chao Xing mengamati semua perhiasan dengan teknik mata emas miliknya. Samapi pada saat matanya tertuju pada sebuah gelang giok berwarna merah berpadu dengan warna biru dengan ukiran burung phoenix pada permukaannya menjadikan gelang tersebut nampak sangat elegan.
Chao Xing memanggil seorang pelayan dan memintanya untuk mengambilkan gelang tersebut. Palayan itu terlihat ragu menatap Chao Xing.
" Tuan yakin ingin membeli gelang ini ?.." tanya pelayan pada Chao Xing.
Chao Xing menjawab pertanyaan tersebut dengan santai " Ya, aku sangat yakin, dan aku pikir gelang itu sangat cantik.." ujarnya senang.
Lalu pelayan itu mengatakan bahwa harga gelang yang ingin di beli Chao Xing harganya sangat mahal, yaitu lima ratus lima puluh batu roh tingkat normal.
Tanpa ragu Chao Xing langsung menyerahkan kantong berwarna hitam berisi enam ratu batu roh tingkat normal pada pelayan tersebut.
" I-ini terlalu banyak tuan.." ujar pelayan tersebut dengan tangan gemetaran memengang kantong yang diberikan Chao Xing.
" Sisanya untuk mu.." jawab Chao Xing denga tersenyum ramah
" Terimakasih tuan.." ujar pelayan itu dengan hormat dan segera menyerahkan gelang tersebut pada Chao Xing.
" Haha.. Ini terlihat sangat cantik. Xin'er apakah kau suka ?.." ujar Chao Xing sambil memasangksn gelang itu di tangan Xin Xin.
Xin Xin tersenyum dengan mengganggukan kepalanya, " Terimakasih gege, ini sangat cantik.." ujar Xin Xin bahagia
Pelayan yang melihat kemesraan pasangan muda tersebut, hanya biss mendesah. " Sungguh pasangan yang sempurna.." gumamnya pelan.
***
Penginapan laut biru
Di depan pintu masuk penginapan, terlihat orang-orang dari Keluarga Chen termasuk Chen Hoi masih duduk menunggu. Wajahnya memerah dengan kemarahan yang meluap-luap.
Sebelumnya, mereka telah datang ke penginapan untuk mencari Chao Xing, akan tetapi Chao Xing dan Xin Xin telah meninggalkan penginapan. Sehingga mereka tidak menemukan hasil.
Nampak urat berwarna biru di keningnya menambah keseraman wajah Chen Hoi
" Argh.. Aku harus membunuhnya untuk membalas kematian putraku.." teriaknya keras.
***
Menjelang malam, Chao Xing dan Xin Xin kembali ke penginapan, akan tetapi Chen Hoi dan orang-orangnya sudah pergi dari sana. Mereka mengira Chao Xing tidak akan kembali ke penginapan, oleh sebab itu mereka melanjutkan pencarian di tengah kota.
Sebelum memasuki kamar masing-masing, Xin Xin mengucapkan terimakasih sekali lagi pada Chao Xing. Dirinya sangat bahagia karena di belikan gelang oleh Chao Xing. Sebab ini pertama kalinya ia di berikan hadiah dari pria lain.
Chao Xing hanya menggangguk sambil tersenyum ramah dan kemudian mereka masuk ke kamar mereka masing-masing.
Saat Chao Xing ingin bermeditasi, tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu dari seorang pelayan. Chao Xing segera membuka pintu kamarnya.
" Tuan muda, maaf menggangu.." ujar pelayan tersebut.
" Ya, ada apa ?.." tanya Chao Xing penasaran.
Lalu pelayan itu menceritakan bahwasannya, tadi siang saat dirinya pergi, Patriak keluarga Chen datang mencari dirinya. Kedatangan mereka untuk membalas dendam atas kematian putranya Chen Gong yang telah Chao Xing bunuh sebelumnya
" Baiklah. Terimakasih informasinya.." ujar Chao Xing sambil memberikan tip pada pelayan tersebut.
Sebelum pergi, pelayan tersebut terus memperingatkan Chao Xing untuk berhati-hati terlebih lagi untuk tidak bertemu dengan kelompok tersebut.
***
Keluarga Chen
" Argh.." teriak Chen Hoi marah menghancurkan mejad yang ada di hadapannya.
Sudah seharian mereka mencara pemuda yang membunuh putranya, akan tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali.
" Patriak, apakah kita akan terus mencarinya ?.." tanya seorang pelayan.
Chen Hong terdiam. Amarahnya masih belum mereda.
" Sebagian pergi ke penginapan laut biru dan berjaga di sana. Sebagian ke penginapan-penginapan lain !.." ujarnya memberi perintah pada pelayan-pelayannya tersebut.
" Baik patriak..." jawab mereka semua serempak
***
Kediaman Tuan Kota
" Patriak, persiapan acara besok telah selesai.." lapor seorang tetua pada Bei Li
" Baiklah, sekarang kalian bisa beristirahat.." jawabnya singkat.
Keluarga Bei merupakan sebuah keluarga bangswan yang memimpin kota Air Hitam selama beberapa generasi.
Di kota Air Hitam, ada lima keluarga bangsawan dan sepuluh keluarga aristokrat, serta berbagai sekte.
Acara tahunan kota air hitam di sebut dengan kesatria Air Hitam yaitu untuk melihat kemampuan generasi muda kota air hitam yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali.
Dalam acara ini, setiap orang dapat berpartisipasi yaitu dengan maju di atas panggung dan menantang siapa saja. Siapa yang mampu memenangkan seratus kali pertarungan akan menjadi pemenang, dan namanya akan di tukis di tugu kota sebagai kesatria Air Hiram.
***
Penginapan bunga persik
Chao Xing dan Xin Xin yang telah keluar dari kamar, berencana untuk menikmati suasana kota. Saat tiba di puntu penginapan.
" Kau, berhenti..." teriak seorang pria berbadan kekar menghadang Chao Xing dan Xin Xin.
" Hari ini kau akan membayar perbuatanmu ! Mati !..." ujar pria tersebut yang langung melesat menyerang Chao Xing.
Boom..
Ledakan keras mengejutkan kerumunan dengan debu yang berterbangan. Orang-orang yang melihat pertarungan itu berhamburan untuk segera menghindar.
Setelah debu menghilang, hanya tampak seorang pemuda berdiri dengan gagah sedangkan pria yang menyerangnya entah kemana.
" Kemana Chen Wu ?.." tanya seseorang pada yang lain sambil mencari pria tadi dengan wajah penasaran.
" Orang yang kalian cari telah menjadi abu.." ujar Chao Xing tersenyum sinis.
" Haha.. Tidak mungkin, seorang kultivator tingkat menifestasi level 3 puncak mati dengan mudah.." ujar seorang yang lain merasa tidak yakin.
" Ayo kita serang bersama !.." ujar orang tersebut pada yang lainnya.
Sepuluh pemuda tersebut melesat menyerang Chao Xing.
" Tinju Dewa matahari ".. Gumpalan api hitam pekat dengan petir menyelimuti kepalan tangan Chao Xing dan langsung menyerang kearah sepuluh orang tersebut.
Boom..
Boom..
Ledakan keras terjadi. Sepuluh orang tersebut mati tanpa sisa. Bagian-bagian tubuhnya hancur berantakan dan sebagian masih terbakar oleh api berwarna hitam pekat dan lenyap menjadi abu.
Semua orang yang berada di daerah itu di buat takjub. " Sungguh kekuatan yang mengerikan.." gumam para penonton.
" Kekuatan yang luar biasa.." ujar Hao Cun manajer pengibapan sambil menatap pelayan yang sebelumnya menasehati Chao Xinf.
Sebelumnya, Hao Cun sudah tahu kejadian di penginapannya, akan tetapi dirinya tidak mengambil tindakan terutama pada Chao Xing mengingat tingkat kultivasinya yang misterius.
" Jika seseorang dapat membunuh kultivator tingkat manifestasi puncak dengan mudah, sudah pasti kekuatannya sangat luar biasa, apalagi orang tersebut masih muda, sudah jelas latar belakangnya juga kuat..." batinnya
Chao Xing tidak menghiraukan pandangan orang-orang terhadapnya lalu ia menggenggam tangan Xin Xin dan beranjak pergi.
Dan bersambung >.<
...-----------------...
meski isi novel ini bagus.
coba perbaiki bahasa mc terlihat lebih dewasa🙏💪👍
1. body tempering (lv 1-9) (1)
2. formation (lv 1-9) (1)
3. qi creation (lv 1-9) (1)
4. manifestation (lv 1-9) (1)
5. nirvana (lv 1-9) (1)
rana lanjutan keabadian
1. asal mula (lv 1-9)
2. dewa beladiri (lv 1-9)
3. dewa biasa (lv 1-9)
4. dewa sejati (lv 1-9)
5. jindan (lv 1-9)
6. golden core (lv 1-9)
7. imortal (lv 1-3)
di eps 1 imortal hanya sampai d lv 3
knp bukan kakek kakek atau apalah kek