~Original Story by LegendaNgawur~
[ON-GOING]
Sebuah dunia paralel yang bernama Touri, terdapat 3 ras yang memiliki kelebihan mereka masing-masing. Ketiga ras itu adalah legenda, iblis, dan malaikat. Dan pada saat itu, seorang dewa yang maha kuasa menciptakan tiga semesta sebagai tempat tinggal ketiga ras itu secara berpisahan.
Seorang pemuda, meninggal karena mengalami kecelakaan fatal. Seorang dewa memberi kesempatan kepada pemuda itu untuk tinggal di kehidupan keduanya di semesta yang bernama Yuusuatouri. Yuusuatouri adalah semesta yang ditinggali oleh para ras legenda. Ras Legenda adalah ras yang memiliki penampilan sama persis seperti manusia, tetapi mereka memiliki sedikit akal sehat, pekerja keras, dan suka menginginkan kekuatan dan pertarungan. Berbeda dari manusia yang memiliki akal sehat dan serakah atas segala keinginan mereka.
Ras Legenda juga bahkan memiliki DNA dari setiap hewan dan tumbuhan yang ada di semesta Touri. Yang jadi perbedaan antara ras legenda dan ras manusia yaitu umur, penampilan fisik, dan sifat. Legenda memiliki umur yang abadi, penampilan tubuh fisik yang kekal, dan mudah terbawa emosi. Ketika ras legenda berumur lebih dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun, mereka tidak akan tumbuh menjadi tua, seperti seorang kakek dan nenek, penampilan fisik mereka selalu abadi seperti seorang remaja yang berumur 16 atau 18 sampai 20 tahun. Dan disitulah pemuda itu memulai kehidupan keduanya yang penuh aksi dan kegilaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LegendaNgawur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 - Rxeonal, raja iblis yang memiliki 3 nyawa abadi
"Hah... Hah... Hahhh..." Shira tiba-tiba berubah kembali wujud normal karena ia lelah dalam menggunakan semua tenaga dan kekuatan murninya. "Apa semuanya berakhir?" Shira mulai menatap asap yang sangat besar karena sihirnya.
Naoki dan Osamu lari menghampiri Shira dengan sangat cepat. "Shira!!! Kau berhasil!" Mereka berdua langsung menepuk kedua bahu Shira dengan wajah yang senang.
Osamu membantu Shira untuk berdiri, Shira langsung tersenyum dan mengangguk. "Sepertinya begitu..."
"Saint Titan memang wujud yang cukup kuat..." Naoki merasa sangat terkesan melihat Shira yang berhasil mengalahkan Naoki dengan wujud Saint Titan.
"SHIRATORIIIIIII ALVIIIIIIIINNNN!!!" Tiba-tiba Rxeonal meneriaki nama panjang Shira dengan kemarahan yang sangat dahsyat.
"Ahhh...!?" Shira, Naoki, dan Osamu langsung terkejut mendengar suara Rxeonal yang telah terkalahkan menjadi pulih semula, ia seperti berteriak di kondisi tidak terluka. Mereka melirik kepada Rxeonal dan ia langsung mengeluarkan aura-auranya.
"AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!!!" Luka-luka Rxeonal mulai tersembuhi karena efek sihir Rxeonal yang memiliki 3 nyawa itu... Sekarang Rxeonal hanya memiliki 2 nyawa tersisa agar ia bisa benar-benar dikalahkan.
"Dia belum cukup terkalahkan..." Ucap Shira dengan ia tidak punya tenaga tersisa. "Apa!?" Osamu dan Naoki langsung terkejut mendengar nada putus asa Shira.
"Rxeonal memiliki sihir yang mampu membuatnya memiliki 3 nyawa... Aku baru saja menghancurkan nyawa ke satunya. Ia harus di kalahkan dua kali lagi agar ia bisa kalah. " Ucap Shira dengan sangat serius.
"Setiap ia bangkit kembali... Ia akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya..."
"Apa yang harus kita lakukan---"
Rxeonal tiba-tiba muncul di depan mereka dengan sangat cepat, hingga mereka tidak memiliki waktu untuk menghindar. "MATILAH!!! LEGENDA!!!"
BAGGGGGG!!!
Rxeonal menendang wajah mereka dengan keras, hingga ketiga kepala mereka tertendang bersamaan. "AGGGGGGGGGHHHHH!!!!" Teriak mereka bertiga dengan kesakitan.
Mereka bertiga langsung terpental mundur dan terjatuh pingsan karena tendangan Rxeonal yang sangat menyakitkan.
"HAHAHAHAHAHAHA!!!" Rxeonal mulai perlahan melayang di atas langit dengan tertawa penuh kepuasan melihat mereka kalah.
Homura tiba di tempat itu tepat waktu sebelum Rxeonal berencana untuk menghabiskan ketiga Legenda itu. Ia langsung melihat mereka bertiga pingsan dan sama sekali tidak bisa bertarung lagi. "Sialan...!"
Homura menatap Shira, ia bisa melihat banyak sekali darah di wajahnya. "Shira..."
"Masih ada legenda yang bermimpi untuk mati sepertinya" Rxeonal mulai mengisi kekuatan sihirnya untuk menembak Divine Chaos atau bisa disebut dengan bola energy besar yang berwarna merah.
Shira membuka kedua matanya dengan berusaha untuk menatap Homura. "Nyawanya tersisa dua lagi, Homura... Hentikan dia sekarang juga... Secepatnya...!"
Homura melirik kepada Rxeonal dengan wajah yang kesal dan juga marah. "Kau tidak akan aku maafkan, IBLIS KEPARAT!!!"
"Hmph! Teruslah berbicara... KEKUATAN DEWIMU TIDAK AKAN BISA MENEMBUS DIVINE CHAOS!!!" Rxeonal melempar bola yang sangat besar menuju arah Homura.
Homura menunjuk Divine Chaos itu dengan kedua matanya yang terbakar, hingga kedua lengannya langsung terhalangi oleh api-api. "Kekuatanku... Kekuatanku akan menjadi pelindung untuk wilayah Sillentesius...!"
Kedua lengan Homura mulai terbakar lebih panas dari sebelumnya. "INFERNO BLAST!!!" Homura menembak sihir apinya menuju arah Divine Chaos itu.
BAAAMMMMMM!!!
Sihir mereka mulai teradu, tetapi sihir Rxeonal lah yang mampu membuat Shira Homura terdorong mundur atau terpojoki. Homura perlahan terdorong mundur, ia sama sekali tidak bisa mengontrol tubuhnya yang terdorong mundur, Inferno Blast-nya masih tidak bisa mendorong Divine Chaos milik Rxeonal.
"Menyerahlah..." Rxeonal tersenyum.
Homura terus mendorong hingga puncak akhir agar ia bisa menang, ia tidak peduli dengan batasan... Batasan hanyalah sebuah hambatan bagi Legenda yang ingin berevolusi. "Menyerah itu hanya untuk legenda yang tidak layak...!"
Shira tiba-tiba bangkit dari tanah dan ia mulai menghampiri Homura selagi mencoba untuk memulihkan dirinya sendiri. "Itu benar, Homura!!!" Teriak Shira dengan auranya muncul kembali.
Shira menunjuk Divine Chaos itu, ia mencoba untuk mengisi sihir Light of Judgement "RXEONAL!!! JANGAN MEREMEHKAN POTENSI KELUARGA KAMI!!! POTENSI SHIRATORI!!!"
"LIGHT OF JUDGEMENT!!!" Shira menembak cincin cahaya menuju arah Divine Chaos itu dengan sangat kuat. Divine Chaos itu langsung terdorong mundur dengan sangat cepat hingga kedua tangan Rxeonal menyentuh Divine Chaos itu.
"AP-APAAA!?" Rxeonal merasa sangat terkejut melihat itu terjadi.
BAAAAAAMMMM!!!
Shira terjatuh dan Homura dengan cepat memegang lengan kanannya agar Shira masih bisa berdiri. "Terima kasih... Homura..."
"Ya..." Homura mengangguk. Homura dan Shira menatap Rxeonal yang wajahnya terlihat sedang marah dan kesal karena ia kalah dalam mengadukan sihir mereka masing-masing.
"Ggggrrrr.... Nggghhhh!!!" Rxeonal meringis kesakitan akibat ledakan sihir Homura dan Shira. "Cih! Raja iblis sialan!!!" Bentak Homura dengan sangat kesal karena Rxeonal masih bisa bertahan dengan serangan dua sihir sekaligus.
"DEMON'S PIERCE!!!" Rxeonal menggunakan sihir angin runcing menuju arah Homura dengan sangat cepat.
"HOMURA!!!!" Shira mendorong Homura mundur hingga Homura terjatuh, Shira berencana untuk melindungi Homura dari sihir itu.
STAAABBB!!!
Bahu kiri Shira tertusuk oleh Sihir Rxeonal dengan sangat dalam. "AGGGGGGGGGHHHHH!!!" Bahu kiri Shira langsung mengeluarkan banyak darah.
Shira terjatuh dan berada di kondisi yang sangat amat lemah bahkan tidak bisa bertarung kembali. Homura langsung terkejut melihat Shira menyelamatkannya. Ternyata memang benar bahwa Shira ingin Homura untuk tetap hidup.
"S-Shira..." Homura menghampirinya, lalu ia berlutut. Homura dengan cepat memeluk Shira dengan sangat erat. "Aku masih hidup... Tenanglah... Kalahkan, Rxeonal..." Shira tersenyum.
Shira mulai berbaring di atas tanah dengan sangat tenang dan mencoba untuk memulihkan kondisi tubuhnya dengan sihir penyembuhan dari cahayanya. Homura bangkit dari tanah dengan wajah yang sangat kesal.
"Sialan...! Anjing kampung...!!! Kau akan aku bunuh, hingga tulang-tulangmu tidak tersisa."
SWOOOSHHH!!!
"AHHH!?" Rxeonal tiba-tiba mulai melihat banyak sekali api yang melingkari dirinya. Ia mulai melihat ke segala arah mencoba untuk menyari Homura yang menghilang.
"Ap-Apa?"
"Disini." Homura muncul di depan Rxeonal dengan wajah yang marah. Seluruh tubuhnya terbakar oleh api-api yang sangat amat panas.
"Kau mau menggunakan sisi ras Eternal-mu ya?" Rxeonal mulai tersenyum dan tertawa bahwa itu tidak berguna.
"Hmm... wujud Eternal yang baru keluar dari panggangan... Kekuatannya akan jauh lebih dari yang sebelumnya!!!" Rxeonal mulai bersiap dengan serangan yang akan Homura lakukan.
Homura mulai terus memanas dan seluruh apinya mulai bergejolak dengan sangat panas seperti gunung yang meletus.
Rxeonal mulai berkeringat karena api-api yang Homura keluarkan. "Sialan..."
"GAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!! AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Wilayah Sillentesius mulai bergetar dengan sangat amat kencang karena kekuatan dan teriakan Homura.
"In-Ini...? Api yang ia buat mulai memanipulasi cukup banyak sekali... Kekuatannya juga bahkan meningkat ke puncak yang seharusnya tidak dia capai!" Rxeonal langsung bisa merasakan api-api yang muncul disekitar tempat dimana ia berada.
"GYAHHHHHH!!!" Homura bersinar dengan sangat terang seperti api yang dinyalakan oleh gasoline.
Seluruh langit mulai menjadi merah dan tanah-tanah mulai terbakar karena api Homura yang terus menyebar.
Rambut Homura mulai berubah menjadi merah darah dan bahkan kedua matanya terbakar hingga menjadi warna merah darah.
"UUGGGHHH!!!" Rxeonal menghalang dirinya dari api-api itu yang menurutnya terasa panas sekali.
"Persiapkan dirimu, Iblis kampungan." Ucap Homuze yang mengendalikan tubuh Homura, ia terbang menghampiri Rxeonal dengan sangat cepat.
BAGGGG!!!
Wajah Rxeonal terpukul dengan sangat cepat oleh Homuze, Rxeonal tidak bisa melihat pergerakannya.
Miuki dan Skyla melihat pertarungan mereka dari jauh. "Whoa!" Miuki merasa sangat terkejut melihat kecepatan milik Homuze.
"Sangat cepat... Itukah kekuatan Homuze...?" Skyla merasa sangat terkejut melihatnya.
"GAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Homuze mulai meningkatkan apinya lagi, hingga tanah mengeluarkan api-api seperti gunung berapi.
"SIAL!!!" Rxeonal memukul Homuze, tetapi Homuze menendang perut Rxeonal dengan sangat cepat, hingga Rxeonal tidak sempat untuk menyerangnya kembali.
"Kecepatanmu seperti siput sekarang... Dan sedangkan kecepatanku seperti suara bacotanmu!!!" Homuze mulai memukul dan menendang seluruh tubuh Rxeonal tanpa ampun.
"JYAAHHH!!!" Homuze berputar, lalu ia menendang dagu Rxeonal hingga ia terpental menuju atas langit.
"BLAZING LOTUS!!!" Homuze memukul langit-langit dan api yang berada di sekitarnya mulai membuat sebuah pukulan, lalu api pukulan itu langsung memukul seluruh tubuh Rxeonal dengan sangat cepat dan bersamaan.
"ARRRGGGGHHHHH!!!" Teriak Rxeonal yang mulai terbakar. Homuze tiba-tiba muncul di belakang Rxeonal dan ia langsung menendang puncak kepala Rxeonal hingga ia terpental menuju daratan.
BAGGGGGGG!!!
Homuze mendarat di atas tanah dengan wajah yang terlihat kesal dan dingin. "Berakhir sudah, iblis kampungan..."
Homuze tiba-tiba merasakan insting yang kuat di dalam tubuhnya, instingnya memberitahunya untuk menghabiskan semua pasukan iblis.
"Dimengerti..." Homuze menghilang dengan sangat cepat, itu seperti kompor api yang di matikan.
SWOOOSHHH!!!
Rxeonal mulai melirik ke arah barat dimana pasukannya mulai tercabik-cabik dan juga terbakar oleh Homuze.
SLAAASHHH!!!! SLAAASSHHH!!!
"Anak kedua dari Dewi Mortem... Dia memang benar-benar gila seperti ibunya..." Rxeonal mulai sangat marah melihat pasukannya tersiksa habis-habisan dan perlahan berkurang.
"HAHAHAHAHAHAHA!!! HAHAHAHAHAHAHA!!!" Homuze mulai tertawa seperti menikmati membunuh para iblis-iblis dan juga bahkan ia kehilangan control dalam kekuatannya.
"INI CUKUP MENYENANGKAN!!! BLAZING SLAAASSSHHH!!!" Homuze berputar seperti angin topan, lalu ia memotong perut mereka menjadi dua dengan sangat cepat.
SLAAAAASSHHHH!!!
Homuze terus menyiksa para iblis itu hingga habis. Walaupun ia menyiksa iblis-iblis itu... Homuze memiliki kebiasaan yang buruk dalam tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Ashura dari timur mulai terlihat sangat terkejut. "Apa-apaan dia...? Dia ingin menghabiskan semua iblis itu sendirian?"
***
Homuze muncul di bawah tanah dengan api-api yang terus terbakar diseluruh tubuhnya. "Hehehehe..."
"HAHAHAHAHAHAHA--"
STAAAAAAABBBB!!!
Tiba-tiba perut Homuze tertusuk oleh pedang hitam yang sangat amat besar. Homuze ternyata saat ini lengah, ia merusak pertahanannya hingga lengah terhadap serangan diam-diam. "A-Ahhh..."
"AHHH!?" Skyla dan Miuki langsung terkejut melihat Homuze yang lengah begitu saja, sebelumnya pertahanan Homuze itu cukup ketat.
owh ya aku juga buat novel, kembalinya legenda kuno, genre fantasy, kalo ada kesalahan maaf ya masih author baru
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU