NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 : Queen sangat terkejut

Queen langsung menggeleng cepat. "Nggak usah, Nathan. Aku bisa pulang sendiri."

Nathan ikut berdiri. "Nggak mungkin aku biarin kamu pulang sendirian malam-malam."

"Serius, nggak apa-apa."

Nathan menggeleng. "Nggak. Aku anter."

"Tapi..."

"Ayo."

Queen menghela napas panjang. Ia sebenarnya ingin menolak lagi. Namun Nathan sudah berjalan lebih dulu menuju area parkir. Pada akhirnya Queen terpaksa mengikutinya.

Beberapa menit kemudian...

Motor Nathan melaju membelah jalanan malam yang cukup ramai. Queen duduk di belakang dengan canggung. Sepanjang perjalanan mereka nyaris tidak berbicara. Pikiran Queen justru terus tertuju pada ponselnya.

Beberapa kali ia melihat layar. Tidak ada pesan baru dari Revan. Entah kenapa hal itu malah membuatnya semakin gelisah.

Lalu...

BRETTT...

"Aduh kenapa nih?" gumam Nathan.

Motor mendadak tersentak. Nathan langsung menepi. Motor kembali berbunyi aneh.

BRETTT...

Dan akhirnya mati total. Suasana langsung hening.

Nathan menatap motornya. "Sial."

Queen langsung turun. "Kenapa?"

Nathan mencoba menyalakan mesin lagi. Namun gagal. "Rese banget nih motor."

"Nathan?"

Nathan mengusap wajahnya frustrasi. "Mogok."

DEG.

Queen langsung melihat jam tangannya. Pukul 20.40. Wajahnya mulai panik.

"Kenapa berhenti?"

"Motornya mogok."

"Lah terus gimana?"

Nathan kembali mencoba menyalakan motor. Tetap gagal.

"Sial."

Queen menggigit bibir bawahnya. "Nathan... aku harus pulang."

Nathan mengangguk. "Iya, aku tahu."

"Mama pasti marah kalau aku pulang terlalu malam."

Nathan berpikir beberapa detik. "Kayaknya aku harus panggil montir."

"Malam-malam gini?"

"Bisa kok." Nathan langsung mengeluarkan ponselnya. "Sabar ya."

Queen hanya bisa berdiri di pinggir jalan dengan perasaan tidak tenang. Ponselnya kembali ia lihat, tetap tidak ada pesan baru dari Revan. Entah kenapa dadanya semakin sesak.

Lima belas menit kemudian...

Sebuah motor montir akhirnya datang. Setelah diperiksa sebentar, montir itu menggeleng. "Harus dibawa ke bengkel."

Nathan langsung mendesah. "Ya ampun."

Akhirnya motor Nathan didorong. Montir membantu dari belakang. Sedangkan Queen berjalan pelan di samping mereka.

Beberapa menit kemudian...

Mereka tiba di sebuah bengkel kecil yang masih buka. Nathan langsung berbicara dengan montir.

Sementara Queen melihat jam. Pukul 21.05. Matanya langsung membesar. "Astaga." Ia buru-buru menghampiri Nathan. "Nathan."

"Hm?"

"Aku harus pulang sekarang. Aku naik taksi aja ya."

Nathan terlihat ragu. Namun beberapa detik kemudian ia mengangguk. "Iya udah..."

Queen menghela napas lega. Tapi kemudian Nathan kembali berbicara. "Queen."

"Hm?"

"Maaf sebelumnya."

Queen menatapnya bingung.

"Kamu ada uang nggak?"

Queen berkedip. "Hah?"

Nathan tersenyum canggung. "Soalnya uang aku habis."

"Habis?"

"Iya."

"Buat apa?"

Nathan menggaruk belakang kepalanya. "Tadi... di cafe."

Queen langsung mengernyit. Karena seingatnya mereka tidak makan apa-apa. Nathan hanya memesan kopi, sedangkan dirinya hanya minum teh manis.

Namun Nathan kembali berbicara. "Aku perlu bayar uang muka untuk perbaikan motor."

Queen terdiam. Jumlahnya memang tidak terlalu besar, akhirnya ia mengeluarkan dompet. "Oh... ya udah."

Nathan langsung terlihat lega. "Makasih ya."

Queen menyerahkan uang itu. Entah kenapa ada perasaan aneh yang muncul di dalam dirinya. Tapi ia memilih mengabaikannya, setelah itu mereka memesan taksi online.

Namun ketika mobil datang, Nathan ikut membuka pintu belakang. Queen berkedip. "Kamu ikut?"

Nathan mengangguk santai. "Iya."

"Loh?"

"Kan searah."

Queen sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut. Namun ia terlalu lelah. Pada akhirnya mereka masuk ke dalam mobil yang sama. Sepanjang perjalanan Nathan lebih banyak bermain ponsel.

Sedangkan Queen terus menatap jendela. Sampai akhirnya...

"Aduh." Nathan mendadak menghela napas.

"Kenapa?" tanya Queen.

Nathan menunjukkan layar ponselnya. "Dompet digital aku juga kosong."

Queen mulai merasa ada yang aneh. Namun sebelum sempat berpikir lebih jauh, mobil sudah tiba di tujuan pertama. Dan saat pembayaran muncul, Nathan menoleh padanya sambil tersenyum canggung.

"Queen. Bisa bayarin dulu?"

Untuk beberapa detik Queen hanya diam. Entah kenapa, kini ucapan Ibu Farah terngiang dia kepalanya yang mengatakan kalau Nathan itu Mokondo.

Ucapan Ibu Farah sepertinya benar, karena dari awal Queen menganal Nathan. Pria itu tidak pernah membelikan sesuatu yang berharga dengan menggunakan uangnya sendiri.

Belum sebulan pacaran dengan Nathan, tapi Queen sudah banyak keluar uang untuk pria itu. Kini Queen menyadari perbedaan antara Nathan dan Revan. Baru satu minggu menikah dengan Revan, pria itu bahkan selalu memperlakukannya dengan sangat baik.

Nathan langsung tersenyum canggung saat mobil berhenti di depan sebuah gang. "Nah, aku turun di sini aja."

Queen mengangguk pelan.

"Makasih ya, Queen. Buat semuanya."

Entah kenapa kalimat itu terdengar aneh di telinganya. Bukan karena isi ucapannya, melainkan karena hari ini Nathan sudah dua kali meminta bantuan uang darinya.

Pintu mobil terbuka. Nathan turun lebih dulu. "Besok aku hubungi lagi ya."

Queen hanya tersenyum tipis. "Hati-hati."

Nathan melambaikan tangan lalu berjalan menjauh.

Klik.

Pintu mobil kembali tertutup.

Dan kini Queen merasa bisa bernapas lega. Mobil kembali melaju, lampu-lampu jalan bergerak mundur di balik jendela. Queen menyandarkan kepalanya ke kursi sambil memejamkan mata sesaat. Lelah... bukan karena kuliah. Bukan juga karena perjalanan. Tapi karena pikirannya sendiri.

Beberapa menit kemudian...

Suara sopir taksi online terdengar pelan. "Neng."

Queen membuka mata. "Iya, Pak?"

Sopir itu melirik dari kaca depan. "Itu pacarnya ya tadi?"

Queen terdiam sesaat, pacar. Dulu mungkin iya, namun sekarang. Entah kenapa kata itu terdengar asing.

"Iya, Pak..." jawabnya pelan.

Sopir itu mengangguk-angguk kecil.

"Memangnya kenapa, Pak?"

Pria paruh baya itu terlihat ragu beberapa detik. "Nggak apa-apa sih, Neng."

"Nggak apa-apa, Pak. Bilang aja."

Sopir itu tersenyum tipis. "Cuma mau ngingetin aja. Sekarang banyak laki-laki yang nggak modal. Yang sukanya minta dibayarin terus."

Seketika Quee membeku dan tatapannya perlahan turun ke pangkuannya.

Sopir itu melanjutkan dengan hati-hati. "Maaf ya, Neng. Bapak bukan mau ikut campur. Kadang perempuan suka nggak sadar kalau dimanfaatin."

Deg.

Kalimat itu terasa menohok. Karena tiba-tiba berbagai kejadian selama ia mengenal Nathan bermunculan di kepalanya. Saat Nathan lupa membawa dompet, saat dia bilang uangnya habis, dan lain sebagainya. Entah sejak kapan semuanya terasa normal baginya.

Padahal kalau dipikir-pikir, kenapa selalu dirinya?

"Neng?"

Queen tersadar, ia tersenyum kecil. Namun kali ini senyumnya terasa pahit. "Nggak apa-apa, Pak."

Sopir itu mengangguk. "Bapak cuma mengingatkan."

"Iya, Pak. Terimakasih"

Mobil kembali hening.

Beberapa menit kemudian...

Mobil taksi akhirnya berhenti tepat di depan rumah Revan. Queen yang sejak tadi gelisah langsung melihat jam di layar ponselnya.

22.17

Mata Queen langsung membesar. "Astaga..."

Sudah lewat jam sepuluh malam. Ia buru-buru membayar ongkos taksi lalu membuka pintu. "Terima kasih, Pak."

"Iya, Neng. Hati-hati."

Queen mengangguk cepat lalu turun. Begitu kedua kakinya menginjak aspal, langkahnya langsung terhenti. Di depan gerbang rumah, ada seseorang yang berdiri menunggu.

Revan masih mengenakan kemeja kerja yang sama. Lengannya digulung sampai siku. Di tangannya ada ponsel yang sejak tadi mungkin berkali-kali ia lihat.

DEG.

Dada Queen langsung terasa sesak. Entah sudah berapa lama pria itu berdiri di sana.

"Mas..."

Revan mengangkat kepala, tatapan mereka bertemu. Kali ini Queen benar-benar merasa bersalah. Karena ia tahu, pria itu pasti sedang menunggunya.

Queen langsung berjalan cepat menghampirinya. "Mas, maaf..."

Namun sebelum ia sempat melanjutkan kalimatnya, Revan berbicara lebih dulu. "Kamu sudah makan belum?"

Queen membeku. "Hah?"

Revan menatap wajahnya beberapa detik. "Kamu belum makan kan?"

Queen berkedip berulang kali. Dari semua hal yang mungkin ditanyakan. Kenapa itu?

"Aku..."

"Belum?"

Queen menggeleng pelan.

Revan menghela napas kecil. "Ayo masuk."

Lalu pria itu berjalan lebih dulu membuka gerbang.

Queen berdiri mematung beberapa detik. "Mas... kok Mas nggak marah?"

Untuk sesaat Revan terdiam. Kemudian ia tersenyum tipis. "Saya memang kesal. Tapi saya lebih khawatir."

DEG.

Jantung Queen seakan berhenti berdetak. Queen langsung menunduk.

Revan melanjutkan dengan tenang. "Kamu bilang pergi sama Anggi. Tapi waktu saya hubungi Anggi satu jam lalu..."

Mata Queen langsung membesar. "Hah?!"

1
Amoera
gilaa, gong banget thoor si mokondo mau tunangan smaa Sherena anak pejabat🤣
It's me Sky: 🤣🤣 iya ya ka
total 1 replies
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!