NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Duda / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: She Ririn

Stella Fransiska Seorang gadis yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Australia, ia begitu bersemangat untuk segera pulang ke Indonesia karena ingin segera bertemu dengan pria yang sudah di pacarinya selama lebih dari lima tahun.

Tapi Stella harus di hadapkan pada kenyataan pahit.


Ia mendapati kekasihnya sedang bercinta dengan wanita lain, saat hendak memberikan kejutan tentang kepulangannya.

Karena Marah dan sedih ia pun datang ke sebuah klub malam dan terjebak cinta satu malam dengan seorang pria berstatus duda yang tidak lain adalah kakak dari kekasihnya sendiri.

Bagaimana kelanjutannya?


Apa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She Ririn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. kesedihan

Setelah Leo keluar dari kamarnya, Daniel mengambil pakaian ganti untuk Stella.

Daniel mengambil sebuah kaus lengan panjang dan langsung di kenakan oleh Stella.

Daniel memapah Stella untuk duduk di sofa, Ia pun tak lupa memberikan segelas air pada Stella yang terlihat masih syok.

Stella duduk terdiam sambil memeluk kedua lututnya.

Sementara Daniel bersandar di kepala sofa, Sambil sesekali meringis saat ia menyentuh wajahnya yang lebam dan terluka.

Suasana hening. Karena mereka saling terdiam.

Stella menoleh, Saat mendengar Daniel meringis kesakitan.

Ia bangkit dari duduknya, dan berjalan untuk mengambil kotak obat yang ada di sebuah nakas.

Tanpa bicara Stella mengusap luka di wajah Daniel dengan kapas yang sudah di berikan antiseptic.

Stella pun tak lupa mengoleskan krim untuk luka lebam di wajah Daniel.

Mereka masih terus saling terdiam, walaupun sesekali pandangan mereka bertemu.

"Aku harus apa sekarang?" Ujar Daniel membuka suara.

Stella terdiam sesaat.

"Ini semua salahku!" Jawab Stella singkat.

"Aku tidak tau harus berbuat apa? Aku tidak ingin Melepasmu, tapi bagaimana dengan Leo?" Ucap Daniel Tanpa menoleh pada Stella.

"Mungkin seharusnya aku pergi dari kehidupan kalian!" Ujar Stella menahan tangisnya.

Daniel menoleh. "Apa maksudmu?"

"Ya, aku akan pergi dari kehidupan kalian, aku tidak ingin menjadi penyebab dari rusaknya sebuah keluarga." Stella

"Kamu tidak seharusnya pergi. Kalau di dalam hatimu masih ada perasaan untuk Leo, Kembali sajalah padanya." Jelas Daniel.

Stella menatap netra milik Daniel. Stella berusaha menelisik apakah Daniel serius dengan ucapannya.

"Kamu pikir aku ini apa? Meninggalkan suamiku hanya untuk kembali pada seorang mantan kekasih." Ucap Stella kecewa.

"Apa aku tidak Seberharga itu untukmu?" Sambung Stella dengan air mata yang terlanjur lepas.

Tangis Stella pecah Seketika, saat Daniel memeluknya.

Daniel membiarkan Stella tersedu-sedu dalam dekapannya.

___________

Setelah sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan, Leo segera kembali ke kamarnya.

Leo menghempaskan tubuhnya pada sofa, dan duduk termenung.

Ada rasa penyesalan timbul dalam hatinya.

"Leo, Tadi Bibi ada yang menelpon Mama. Katanya kamu berkelahi dengan kakakmu?" Ujar Mama Sovia yang tiba-tiba datang.

"Astaga Lee, jadi benar kalian berkelahi?" Sambung Mama saat melihat wajah Leo yang lebam-lebam.

Leo terdiam, dan mengangguk samar.

"Tapi kenapa? kenapa kalian berkelahi.?" Desak Mama Sovia.

" Semuanya salah Leo Mam." Jawab Leo.

"Iya. Tapi kenapa?" Jawab Mama penasaran apa yang membuat dua anak laki-lakinya bertengkar.

"Leo di luar kendali Mam. tadi Leo hampir saja memperkosa Stella." Jelas Leo.

Mama Sovia sangat terkejut dengan pengakuan Leo.

"Stella mantan pacarku Mam, dan kami masih berstatus pacaran saat dia menikah dengan Bang Daniel." Sambung Leo.

"Tapi mereka sudah menikah Lee."

"Iya Mam, aku tau aku salah. Tadi aku benar-benar di luar kendali."

Mama Sovia benar-benar syok, pada Apa yang terjadi dengan kedua anak lelakinya.

"Minta maaf sama Abang kamu Lee. Kamu bisa mencari gadis lain, dan lupakan Stella. Nanti malam kita bicarakan lagi." ucap Mama lalu pergi.

_______

Suasana meja makan malam ini sangat berbeda.

Semuanya hanya diam.

"Sekarang semuanya makan dulu, setelah itu baru kita bicarakan semuanya." ucap Pak Pratama saat di meja makan.

Pak Pratama sudah tau apa yang terjadi, karena Mama Sovia sudah memberi tahukan sebelumnya.

Semuanya makan sambil terdiam, dengan pikiran masing-masing.

Dari kejauhan Bi Imas menatap Stella,

Ia merasa iba pada Nona majikannya itu.

Setelah selesai makan malam seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga, untuk membicarakan apa yang sedang terjadi.

Stella duduk di sisi Mama Sovia.

"Nak Stella, sebelumnya Ayah minta maaf atas ketidak sopanan yang Leo lakukan sama kamu." Ucap Pak Pratama membuka obrolan.

"Iya yah!." Stella mengangguk pelan.

"Bang Daniel, Stella, Aku minta maaf." Ujar Leo tertunduk malu.

Daniel hanya bisa diam. Ia sangat terpukul dengan kejadian ini.

"Ayah, Mama. Stella sudah memutuskan." Ujar Stella membuat semua mata tertuju padanya.

"Stella akan pergi dari rumah ini. Maafkan Stella yang sudah membuat kegaduhan di keluarga ini." Sambung Stella penuh kesedihan.

Daniel tertunduk sedih.

"Kenapa kamu pergi? kamu harus tetap disini, Karena kamu istri Bang Daniel. Aku minta maaf, aku janji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi." Ujar Leo.

"Iya nak, kamu jangan pergi. Kamu bisa memulai semuanya dari awal bersama Daniel." Bujuk Mama Sovia.

"Tapi Mam, semuanya akan terasa aneh dan tidak nyaman Kalau di paksakan. Jadi biarkan Stella pergi." Stella.

Semuanya tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan yang diambil Stella.

"Besok Stella akan pergi." Semuanya menatap Stella tak menyangka Stella akan pergi begitu cepat.

"Kamu mau tinggal dimana nak?" tanya Pak Pratama.

"Stella akan tinggal di rumah kerabat Dady Stella di luar kota Yah!" jawab Stella.

"Apa kalian akan bercerai?" Tanya Pak Pratama lagi.

Dada Daniel terasa sesak mendengar itu.

Stella menatap Daniel.

"Stella tidak akan menggugat cerai Mas Daniel, tapi kalau seandainya Mas Daniel mau menceraikan Stella, Stella akan menerimanya." Jawab Stella sangat sedih.

"Ayolah, kalian jangan seperti ini. Kalian masih bisa bersama, kalau perlu aku yang akan pergi dari rumah ini." Ujar Leo tidak tahan melihat Daniel dan Stella bersedih.

Stella menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan saran dari Leo.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun kami berharap kalian bisa terus bersama" Ujar Pak Pratama menghargai keputusan Stella.

Mama Sovia memeluk Stella, dia tidak menyangka kalau hubungan percintaan anak pertamanya kembali berakhir.

"Aku ke kamar dulu." Ucap Daniel dan pergi ke kamar.

"Kalau begitu Stella juga mau ke kamar." Stella pun ikut pamit.

Bersambung....

1
Yunus Bubu
Buruk
syahdewi diana
kalau holeh judulnya balas dendam atas pengkhianatan sang kekasih
Tina Caem
baru pertama udah selingkuh
Lastri Jhie
bagus skali
Nurhayati Nia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣koacian nasib KAMU pitonnn
Nurhayati Nia
aku mampir di karyamu thorr
Sri Endang
suami Idaman, jgn di dia siakan.
Tut Eny
lanjut
Aisyah ais
ok
sitimusthoharoh
tanda2 x nih
Lutfh AmRah
nggak trlalu vulgar sihh
Lutfh AmRah
aman ko
Sanie Iza
mampir,harusnya dilabrak
Azlen Haslina
sungguh menarik jalan ceritanya
EBI
menarik
Sopi
daniel sembuh ntar leos yg depresi😁dunia terbalik🤭
Sopi
ceritanya bagus..lanjutkan👍👍💪
Rahayu Lestari
jangan2 yg stela liat bukan leo melainkan temennya yah haduh
sandranovia95
inti leo bukan jodohnya Stella dah titik
sandranovia95
cocok kata pepatah jodoh cerminan diri.... leo nakal gak cocok ama Stella
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!