menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
negosiasi
Republik Lingardia mendapatkan informasi dari jaringan mata mata mereka kalau pasukan barvatia sudah menangkap komandan pasukan republikan kedua Konsul yaitu Josep dan Thomas segera mengirimkan utusan kepada kaisar yaboath mereka berharap kalau komandan proksi militer mereka tidak akan di eksekusi, di kekaisaran nordonia yang sudah hancur luluh lantah mereka semua mulai membangun semuanya merenovasi bangunan bangunan yang rusak para pasukan barvatia juga mulai membagikan barang barang jarahan beberapa dari mereka juga mengambil upeti dari masyarakat yang tidak terdampak perang karena mereka lebih nurut kepada kaisar yaboath, masyarakat nordonia mulai di ampuni satu persatu akan tetapi mereka harus wajib di periksa setiap harinya agar tidak terjadi lagi pemberontakan.
Sedangkan di barvatia yaboath sedang menyambut utusan dari republik Lingardia sang utusan mengirimkan permohonan kepada kaisar yaboath agar mereka melepaskan komandan republikan yaitu Markovic, yaboath pun menyetujuinya asalkan dengan syarat dua Konsul Lingardia bisa bertemu dan datang ke istananya, setelah itu sang utusan pergi serta yaboath sedang menyiapkan rencana untuk memeras republik Lingardia agar mereka mau memberikan senjata secara cuma cuma, yaboath pun segera memerintahkan para pasukannya untuk menjemput para kaum republikan yang berada di nordonia, mereka akan di bawa menuju barvatia serta akan di pastikan tetap hidup, para utusan yaboath segera pergi menuju nordonia dengan penjagaan angkatan Laut agar mereka selamat di perjalanan, mereka berjalan dengan baik dan lancar tidak ada gangguan satupun dilautan, sesampainya di nordonia mereka memerintahkan akan membawa para kaum republikan untuk di bawa ke barvatia atas perintah kaisar yaboath, mereka di sambut dengan baik para utusan segera menemui kaum republikan awalnya mereka menolak karena takut akan di eksekusi tetapi mereka di tenangkan justru mereka akan di pindahkan ke tempat lebih aman serta di lindungi oleh kaisar agar mereka tetap selamat dari serangan mereka akan di serahkan kepada republik Lingardia, mendengar hal tersebut para kaum republikan tidak menolak mereka segera berkemas untuk segera ke barvatia satu persatu anggota republikan di periksa berharap salah satu dari mereka bersih tanpa senjata, setelah selesai mereka segera menuju pelabuhan para kaum republikan segera menaiki kapal dan pergi menuju barvatia, mereka di kawal ketat oleh para pasukan barvatia mereka di perlakukan baik baik, serta tidak ada ancaman dan intimidasi para kaum republikan diajak bersantai melihat lihat pemandangan lautan yang indah didalam perjalanan mereka tidak mengalami gangguan hingga akhirnya sampai di barvatia, para pasukan republikan merasa kagum dengan keindahan barvatia mereka melihat semuanya tertata rapi terasa seperti negara impian, mereka dengan kereta kuda segera di bawa menuju ke istana kekaisaran mereka di sambut oleh para pelayan di istana para pelayan mempersilahkan mereka untuk istirahat kaisar yaboath juga hadir menyambut serta membiarkan para kaum republikan untuk makan karena mereka pasti sangat kelelahan.
keesokan harinya para Konsul Lingardia datang mereka di sambut dengan meriah di dalam istana yaboath menyambut mereka serta memberikan mereka beberapa hadiah, pada saat itu juga para Konsul bertemu dengan para kaum republikan, mereka melihat pasukan mereka baik baik saja serta merasa senang karena mereka di perlakukan baik baik saja kaisar yaboath juga merasa senang kalau mereka percaya kaisar yaboath segera meminta kepada dua Konsul tersebut bayaran senjata karena pasukan republikan di amankan olehnya agar tetap hidup serta mereka juga telah mengganggu teritori kekuasaannya, kedua Konsul setuju serta kaisar yaboath juga mengajak mereka beraliansi untuk menyerang numeria mereka bisa saja menumbangkan kekaisaran tersebut agar kekayaan mereka bisa bertambah, di situ dua Konsul Lingardia setuju akan tetapi komandan Markovic merasa tidak mau tetapi tidak bisa berbuat apa apa dia juga merasa janggal kenapa kedua Konsul tersebut setuju, mereka juga mulai berpesta mereka berencana akan menaklukkan numeria dalam waktu dekat, di tempat lain kapal kapal numeria mulai memasuki wilayah laut nordonia mereka sempat singgah di beberapa wilayah nordonia mereka melihat kehancuran serta merasa ketakutan akan tetapi kemunculan pasukan angkatan Laut barvatia membuat mereka tenang para pedagang tersebut merasa tenang dengan kemunculan para pasukan barvatia, di tempat lain pertemuan dengan para Konsul sedang berlangsung mereka santai menikmati perjamuan dua Konsul tersebut juga keliling wilayah barvatia serta merasa senang dengan keramahan Masyarakat.
keesokan harinya republikan Lingardia mereka di serang oleh numeria para pasukan numeria dengan menggunakan kuda mereka menyerbu perbatasan Lingardia mereka segera menembakan meriam meriam mereka akan tetapi meriam tersebut tetap tidak bisa menembus benteng benteng perbatasan Lingardia, para pasukan Lingardia mulai membalas dengan menembakan meriam kearah pasukan numeria para pasukan numeria pun hancur luluh lantah mereka tidak ada perlindungan pasukan Lingardia segera maju menuju para pasukan numeria mereka segera melancarkan serangannya dengan kereta kuda yang di pasangi oleh tumpukan senapan Muscat sekali tarik para pasukan numeria segera terkena hujan peluru banyak yang tewas berhamburan beberapa dari mereka melarikan diri senapan gatling dengan dua roda segera di tembakan hingga mereka semua gagal lari dari kematian, para pasukan Lingardia menawan pasukan numeria yang terluka, para pasukan numeria mulai kembali ke wilayahnya mereka di protes karena gagal lagi para pasukan numeria selalu gagal menembus pertahanan Lingardia yang terlalu canggih.
para pasukan Lingardia mulai memasuki wilayah numeria yang tidak dapat perlindungan dari pasukan numeria mereka memasuki pasar segera mengancam para pedagang dan segera melakukan perampokan mereka juga membakar dan membunuh para pedagang yang menolak, para pasukan Lingardia mulai melakukan penghancuran terhadap bangunan bangunan untuk bersenang senang mereka juga merampok anak anak gadis remaja untuk di bawa pulang, para pasukan Lingardia selalu melakukan hal ini setiap minggunya, para pasukan Lingardia mulai mengibarkan bendera mereka dan menjatuhkan bendera numeria, masyarakat semakin geram mereka mulai melempari para pasukan Lingardia dengan alat seadanya akan tetapi para pasukan Lingardia mereka mulai menembaki masyarakat hingga banyak yang terluka sampai mati setelah itu datanglah para pasukan kekaisaran numeria, pasukan numeria yang sedang asik mengusik masyarakat mereka segera melarikan diri dengan membawa hasil jarahan dan gadis gadis cantik, mereka segera kembali masuk kedalam benteng mereka, di dalam benteng para pasukan Lingardia melecehkan para gadis remaja serta mereka juga meminum minuman keras hasil jarahan masyarakat mereka mulai merendahkan kekaisaran numeria sebagai kekaisaran yang lemah mereka juga mulai berpesta memakan semua makanan yang berhasil mereka jarah sambil mabuk mereka juga mulai merendahkan masyarakat numeria para pasukan Lingardia sangat menikmati hal itu, mereka sering melakukan hal itu hingga mereka puas setelah semuanya selesai mereka membiarkan para gadis tersebut hidup dalam kehinaan.