Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
"Kau memiliki kekuatan Kultivasi? dari mana kau belajar?" tanya Kaisar Cheng Bowen dengan terkejut. Ang Bei tersenyum miring, dia pun langsung menyerang Kaisar Cheng Bowen.
"Dari mana pun itu urusan ku dan dewa" jawab songgong Ang Bei. Kaisar Cheng Bowen mulai ikut mengimbangi cara bertarung Ang Bei, dia cukup puas saat melihat Ang Bei begitu tangkas saat menyerang.
SLING
Cuessss
Angin dan es saling menyerang, Nuning yang baru datang pun segera ikut membantu kakaknya.
CLING
Kaisar Cheng Bowen melompat ke atas pohon, Ang Bei ikut mengejar dan menyerang. Nuning tak tinggal diam, dia pun langsung menghilang dari pandangan semua orang.
"Hanya gitu cara kalian? lemah...." ucap Kaisar Cheng Bowen. Ang Bei tersenyum miring dia tahu adiknya akan menyerang Kaisar Cheng Bowen dari belakang, itu lah cara kedua adik kakak yang saling membantu.
"Oya... aku lemah?" tanya Ang Bei. Nuning pun muncul di belakang Kaisar Cheng Bowen, tanpa di sadari oleh Kaisar Cheng Bowen.
SREK
Kaisar Cheng Bowen terkejut saat merasa pipinya terluka, dia pun menoleh ke belakang. mata Kaisar Cheng Bowen melotot, Kaisar Cheng Bowen pun segera melompat ke atas dahan. Ang Bei dan Nuning tersenyum miring, mereka mulai melompat ke dahan dekat Kaisar Cheng Bowen.
"Kalian curang? hais.... sial seperti nya aku yang terlalu meremehkan keduanya, baiklah kita mulai serius" ucap Kaisar Cheng Bowen. Ang Bei menatap kesal jadi lelaki itu dari tadi melawan dia dan adiknya bercanda, Nuning pun mengangguk saat melihat kode dari kakaknya.
Kaisar Cheng Bowen mulai mengaktifkan tenaga dalam yang dia tahan, dia langsung menatap Ang Bei dan Nuning yang sedang memberikan kode satu sama lain.
Wushhhh
SLING
Nuning mengeluarkan Elemen kayu, Kaisar Cheng Bowen yang melihat akar mendekati kakinya pun langsung mengeluarkan pedang.
CLING
Ang Bei menyerang dengan elemen tanah, Nuning pun mengeluarkan rambat dari tanah yang kakaknya keluarkan. Kaisar Cheng Bowen menghalang dua elemen itu, Kaisar Cheng Bowen pun mengeluarkan Elemen petir.
BOOM
DUAR
UHUK
Permaisuri Ai Ning yang melihat ketiga orang yang tak mau mengalah pun maju, dia langsung mengeluarkan kekuatan laba. jari yang keluar dari tangan nya mengikat ketiga orang yang sudah membakar pohon buah peach milik ibu suri Ning, dia yakin kalau mertuanya datang dan melihat tanaman kesayangan nya terbakar mereka bertiga akan kena Tendangan bulan ala ibu suri Ning.
"Kalian bertiga ingin membuat istana ini terbakar ha.... astaga Kaisar Cheng Bowen kau benar-benar meladeni permainan kedua anak ku? kau itu Gil" ucap Permaisuri Ai Ning. terpotong saat mendengar teriakkan menggema begitu kencang, keempat orang itu langsung menegang.
"Apa yang terj" ucap ibu suri Ning terpotong saat melihat pohon buah kesukaannya hangus.
"KYAAA..... apa yang kalian lakukan kepada pohon kesayanganku? oh.... dewa kenapa kau membuat pohon peach ku hangus, kalian berempat ikut aku...." teriak ibu suri Ning. Kaisar Cheng Bowen dan Ang Bei menggaruk tengkuk mereka, Nuning dan Permaisuri Ai Ning hanya bisa meringis. oh tidak kenapa aku juga terkena imbas nya, pikir Permaisuri Ai Ning.
"Kenapa kalian hanya berdiri saja disana ikut aku" teriak ibu suri Ning.
"Kalian... bereskan semua kerusakan yang disebabkan oleh keempat bocah nakal itu, hais.... tidak ibu.. tidak anak dan tidak calon ayah pun malah membuat dapur istana ku hancur" gerutu ibu suri Ning. Permaisuri Ai Ning menatap tajam kearah Kaisar Cheng Bowen, dan kedua anaknya.
"Ini karena kalian.... awas saja ibu akan kirim kalian ke hutan biru" tunjuk Permaisuri Ai Ning. kearah Ang Bei dan Nuning, Kaisar Cheng Bowen yang tidak ditunjuk pun mengangkat tangan kanannya.
"Aku tidak di hukum juga seperti mereka?" tanya Kaisar Cheng Bowen dengan nada polos. Ang Bei dan Nuning saling tatap lelaki ini benar-benar minta hukuman yang akan membuat mereka di kejar-kejar hewan laka yang berada di ruang biru ibunya, Permaisuri Ai Ning mendengus mendengar pertanyaan konyol itu.
"Kau siapa?" tanya ketus Permaisuri Ai Ning.
"Calon ayah mereka" tunjuk Kaisar Cheng Bowen dengan nada santai. Permaisuri Ai Ning melotot saat mendengar jawaban kesal itu.
"Kau...." tunjuk kesal Permaisuri Ai Ning.
"Ya aku disini sayang" ucap lembut Kaisar Cheng Bowen. sambil mengedipkan mata genitnya, Ang Bei yang melihat itu hanya memutar mata jengah nya. sedangkan Nuning terkekeh geli melihat tingkah calon ayah nya itu, cie calon ayah ngga tuh.
"Lumayan juga untuk hiburan kala ibu sedang galak.... benar tidak kak" bisik Nuning. Ang Bei hanya mengangkat kedua bahunya, dia melirik sinis kepada Kaisar Cheng Bowen. Kaisar Cheng Bowen yang di lirik pun langsung mengedip-ngedipkan matanya ke Ang Bei.
"Kakak... kau meninggalkanku.....
BERSAMBUNG......
Mending tidur saja, daripada melakukan hal yang sia-sia.