Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 31_ Ketakutan di Markas Fengbao
Pagi-pagi sekali Zhang Xiuhan telah pergi secara diam-diam, sendiri saja. Ia tidak mau ada orang yang terlibat dalam aksinya atau sekadar memberitahu siapa pun soal apa yang akan ia lakukan. Zhang Xiuhan ingin menuntaskan semuanya dengan tangannya sendiri. Tanpa ampun lagi.
Sebelum pergi ke pusat desa Haidong untuk membasmi para pembuat onar, Zhang Xiuhan memutuskan untuk singgah ke Jin Quo terlebih dahulu. Tujuannya hanya satu, memastikan Patriark Bao Li sudah menjadi mayat.
Namun, saat Zhang Xiuhan sampai di Jin Quo, matanya terbelalak melihat hamparan orang yang tergeletak di sana, baik para peneliti ataupun penjaga. Tidak ada satu pun di antara mereka yang bangun.
Zhang Xiuhan melompat dari atap bangunan. Ia mendekati seorang peneliti dan memeriksa kondisinya.
"Mati. Mereka semua mati."
Benar, semua hamparan orang yang tergeletak itu memang merupakan mayat. Mereka keracunan.
Peristiwa keracunan masal itu bermula dari terbukanya pintu gudang penyimpanan racun. Sesaat setelah Zhang Xiuhan pergi meninggalkan Jin Quo dan kembali ke Nanjing, ada seorang anggota Fengbao yang hendak menemui Patriark Bao Li untuk melaporkan apa yang terjadi di Nanjing saat para pendekar hendak membawa kembali para tahanan yang kabur dari Jin Quo.
Karena Patriark Bao Li tidak ditemukan di dalam gudang, seorang anggota itu pun meminta para anggota Fengbao lainnya untuk masuk dan membantu mencari sang atasan. Mereka menemukan tanda-tanda telah terjadi pertempuran di dalam gudang penyimpanan obat dan racun itu. Terlihat dari beberapa obat yang terjatuh dari raknya, juga ada beberapa kerusakan, dan ditemukan ceceran darah.
Karena Patriark Bao Li tetap saja tidak ditemukan padahal tidak ada yang melihat lelaki itu pergi atau keluar gudang, maka mereka pun memutuskan untuk membuka pintu ruang penyimpanan racun yang terkunci rapat.
Seketika itu pula racun yang telah memenuhi ruangan itu merebak keluar. Para anggota Fengbao yang berdiri di depan pintu langsung ambruk terkena racun ganas dan mematikan. Racun-racun itu dengan cepat menyebar ke seluruh Jin Quo. Selanjutnya, tak butuh waktu lama bagi racun-racun itu untuk menewaskan para penghuni Jin Quo.
Pikiran Zhang Xiuhan kemudian kembali pada gadis misterius yang mengagetkannya di hutan Nanjing.
"Apa An Shi bagian dari... Ah, mengapa aku malah memikirkan gadis itu."
Zhang Xiuhan beranjak dan kembali fokus pada tujuan utamanya berada di Jin Quo. Ia berjalan cepat menuju gudang penyimpanan obat dan racun.
Saat jaraknya sudah dekat, Zhang Xiuhan menahan napasnya untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin saja terjadi.
Ternyata ada lebih banyak mayat di dalam gudang. Mereka bahkan sampai saling tindih. Zhang Xiuhan bersicepat menuju ruang penyimpanan racun yang telah ia acak-acak kemarin.
Akan tetapi matanya kembali terbelalak karena tidak ada jasad Patriark Bao Li di sana. Semestinya Patriark Bao Li menjadi orang pertama yang keracunan, sebab lelaki itu terkunci di sana, sebelum akhirnya racun menyebar.
"Kurang aj*r! Dia memang licik!" ujar Zhang Xiuhan dalam batin mengingat pil yang ditelan Patriark Bao Li sebelum lelaki itu memukul dan menendang kotak racun.
Dalam benaknya Zhang Xiuhan menduga jika pil yang diminum lelaki itu bukanlah pil obat untuk Zhillin, melainkan pil yang membuat lelaki itu kebal terhadap segala macam racun, seperti An Shi.
Mengetahui mayat orang yang ia cari tidak ia temukan di dalam gudang, Zhang Xiuhan kemudian bergerak menuju markas Fengbao.
***
"Paman Li Jie a..ada di depan."
Seorang anggota Fengbao penjaga gerbang markas organisasi hitam itu tergagap-gagap setelah lari tunggang-langgang melihat Zhang Xiuhan tiba-tiba muncul di depan gerbang dengan nyala api di kedua tangannya.
Nama Li Jie alias Zhang Xiuhan memang menjadi begitu terkenal di kalangan para anggota Fengbao, bahkan juga warga Haidong, terutama setelah para tahanan Jin Quo hilang dan laboratoriumnya juga terbakar.
Para penduduk Haidong sangat terkagum-kagum atas keberanian Zhang Xiuhan. Selama ini tidak pernah ada orang atau juga pendekar sehebat apapun yang berani melawan kejahatan Fengbao. Semuanya tunduk dan patuh karena takut menjadi sasaran kekejian Patriark Bao Li dan seluruh anak buahnya. Pura-pura tidak tahu atas kesewenang-wenangan yang dilakukan.
Maka tak heran, di saat para anggota Fengbao kelabakan melihat Zhang Xiuhan bertamu di markas mereka pada pagi hari, yang dilakukan para warga Haidong justru sebaliknya. Mereka berkerumun dan berebut ingin melihat Paman Li Jie dengan wajah yang sangat gembira, sebagaimana orang yang bertemu dengan sang idola yang telah lama dinanti kedatangannya. Di antara mereka bahkan ada yang langsung terbangun dari tidurnya ketika mendengar kabar kedatangan Li Jie.
"Hajar mereka Paman Li Jie!" teriak seorang pemuda sambil mengangkat tangannya yang terkepal. Sontak membuat orang-orang di sekitar tempat itu memandang pemuda tersebut. Maklumlah, selama ini mereka semua bungkam dan tidak pernah berani mengatakan apapun tentang Fengbao.
Usai beberapa saat hening melingkupi sekitar gerbang markas Fengbao, para warga Haidong mulai menemukan kembali keberanian mereka yang telah hilang sepenuhnya karena otoritas dan kekejaman Fengbao di Haidong.
Kini semua warga berteriak menyerukan nama pemberian dari Zhillin itu. Semuanya ingin para anggota Fengbao dihajar dan dilenyapkan. Sehingga organisasi Fengbao bisa terhapus selamanya dari Haidong.
"Baiklah, jika kalian tidak mau keluar, biar aku yang masuk," ujar Zhang Xiuhan setelah sebelumnya hanya diam berdiri menunggu.
Seketika itu pula gemuruh para warga yang memanggil-manggil nama Li Jie semakin lantang terdengar, sebab jumlah orang-orang yang berkumpul juga semakin banyak.
Zhang Xiuhan memperbesar api di tangannya. Nyala api yang menjilat-jilat itu sempat membuat semua orang diam karena takjub. Lantas semuanya kembali bersorak lebih keras.
"Bakar! Bakar! Bakar!"
Zhang Xiuhan menarik napas panjang. Ia juga memejamkan mata. Menyiapkan dirinya untuk membuat api yang jauh lebih besar. Seruan dari para warga sudah sangat cukup untuk membuktikan padanya bahwa Fengbao telah membuat orang-orang merasa sangat menderita.
"Aaaaargh... !"
Zhang Xiuhan berteriak sangat lantang dengan mulut terbuka sempurna. Membuat orang-orang di sekitarnya berjalan mundur untuk membuat jarak.
"Aku belum pernah melihat api sebesar itu keluar dari mulut manusia."
"Aku juga. Dia.. dia benar-benar pendekar sakti. Dia pahlawan kita! Paman Li Jie!"
"Li Jie! Li Jie!"
Para warga semakin bersemangat melihat seluruh gerbang markas Fengbao telah membara.
Dari depan gerbang tampak bahwa para anggota Fengbao menunjukkan ekspresi wajah yang serupa dengan yang ditunjukkan warga, sangat terkejut. Hanya ada satu perbedaan, jika rasa kaget warga diikuti dengan kegembiraan, keterkejutan anggota Fengbao diikuti ketakutan.
"Kalian tidak akan bisa lolos dariku!" ujar Zhang Xiuhan berjalan memasuki markas Fengbao sembari mengalirkan energi es yang sangat kuat pada jantung orang-orang yang hendak melarikan diri darinya.
Dan bruuuk, bruuuk, bruuuk! Puluhan anggota Fengbao ambruk meregang nyawa.
"Apa yang kalian lakukan? Maju dan bunuh pemuda s*alan itu!" teriak seorang lelaki mendorong para anggota Fengbao yang semakin ketakutan menyaksikan teman-teman mereka mati dalam waktu sekejap saja.
Masih dengan langkah ragu para anggota Fengbao lantas mengepung Zhang Xiuhan. Mereka mengacungkan pedang masing-masing. Memaksakan diri untuk berani.
Zhang Xiuhan tersenyum sejenak. Ia menarik napas lagi dan memejamkan mata. Ketika salah seorang anggota Fengbao mulai melangkah maju untuk mendekat padanya, Zhang Xiuhan kembali menyemburkan api dan bergerak memutar, membuat lingkaran api yang membakar para anggota Fengbao, lantas kesemuanya menjadi abu.
"Bersabarlah, aku pastikan hari ini akan menjadi hari kematian kalian!" kata Zhang Xiuhan pada pululan anggota Fengbao yang keluar dari dalam bangunan dan telah memegang panah yang siap untuk dilesatkan.
\=\=\=\=
Maaf ya kmarin mau up malam malah ketiduran 😌😌
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣