Stella seorang pegawai pajak, tiba-tiba terbangun di sebuah novel berjudul "love Anastasya", dia tak percaya namun sedetik kemudian rasa senang melingkupi hati nya.
akhir nya impian nya masuk ke dunia fiksi bisa terwujud.
Namun kesenangan itu berubah menjadi keresahan ketika mengetahui dia masuk ke tubuh antagonis anak tunggal kaya raya, yang berakhir mengenaskan.
Stella pun mengambil langkah berani, dengan keluar dari alur, dan menjalani kehidupan nya sendiri, namun akan kah semudah itu?.
Apalagi ketika tanpa sadar terlibat dengan antagonis pria, yang paling berkuasa di dunia novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
antagonis
Akhir nya Stella dan Damian pun sudah tiba, ternyata pihak penyelenggara ini menyewa satu lantai gedung, siapa lagi kalau bukan murid murid aktif yang mengurus nya.
Stella juga hanya di minta iuran saja, Suasana nya sangat ramai, namun tetap saja tidak berdesak desakan karena hey mereka menyewa gedung yang luas, walau hanya satu lantai saja.
Dan memang biasa nya juga di pakai acara pernikahan dan acara lain nya. Ada banyak meja dan kursi, jangan lupakan di depan sana tempat kosong yang luas, mungkin untuk menari atau memainkan sebuah permainan.
"Stella... "
"Raisa.. "
"Akhir nya lo sampe juga Stella, cape banget gue gabung sama mereka. "
Ucap nya sembari menunjuk perkumpulan para gadis, Stella mengangguk mengerti.
"Kemana nih kita? "
"Hm.. bingung juga, gimana kalau duduk di depan aja, sambil liat pertunjukan. "
"Bagus juga, Yaudah lah yo. "
Mereka pun pergi meninggalkan Damian, Stella dan Raisa duduk di kursi paling depan, namun sial nya tak lama dari itu, ternyata geng Dava duduk di sebelah kursi Stella.
"Ya ampun Stella, lo gercep banget, tau aja di sini tempat duduk ketua kita, ya gak Von. "
"Yoi, emang gak kuat jauh jauh kayak nya. "
Stella memutar mata nya malas, Raisa berucao dengan kesal "eh demit, lo berdua itu emang gak ada kapok nya gangguin gue, lagian tempat itu luas, emang nya ketua kalian itu yang nyewa tempat ini enggak kan."
"wehh santai kawan, ya lagian tempat duduk. sini kan emang buat kita. " seru vian.
"Tuyul lo buka mata baik-baik, ada nama kalian atau ketua yang selalu kalian sebut itu, ada gak? buka lebar-lebar, masih muda juga."
Seru Raisa lagi, Stella yang jengah mendengar nya juga angkat bicara, "Bacot lo tuyul, kaya emak-emak komplek aja itu mulut gak mau diem, mau gue jahit hah! " ucap Stella kesal.
"Pedes amat mulut lo. " ucap Vian.
"Vian ah Vion, entahlah, kalau kalian masih gak mau diem, beneran gue jahit, ah atau mau gunting gimana? "
Membuat Vion menahan tahan Vian yang hendak bicara lagi, mereka pun terdiam, tak ada yang berbicara.
"Oke temen-temen acara selanjutnya akan ada pertunjukan dari acara musikal yang akan di bawakan oleh Anna dan Dava sebagai pemeran utama. "
Cerita Drama musikal di mulai
Tepuk tangan meriah pun berlangsung, Raisa membulat kan mulut nya, Stella juga baru tahu ada acara seperti ini.
Tirai pun terbuka menunjukan Anna yang memerankan peran pembantu, sedangkan Dava adalah seorang pangeran yang bertunangan dengan putri dari selatan.
Namun melihat Anna yang selalu mengurus nya Dava perlahan jatuh cinta, membuat sang tunangan marah, dan mulai membully Anna, dan Dava selalu ada untuk menolong nya.
Namun saat acara masih berlangsung banyak penonton yang mulai tak suka, sorakan protes pun mulai terdengar.
"Iya mana ada sang pembantu jadi putri Mahkota. "
"Iya ih cerita apaan ini, "
"Begitulah wajah lugu itu menang berbahaya."
"Iya juga kenapa ada Drama kaya gini, kitakan mau party. "
"Gatau nih, kayak nya acara dadakan. "
"cerita jelek, woy tutup aja drama nya. " teriak seorang siswa.
"Tutup aja lah, mending acara lain aja, males bet. " seru yang lain.
Sorakan pun mulai terdengar, Anna yang tadi nya tersenyum karena menjadi pusat perhatian mulai kaget, menatap Dava berkaca-kaca.
"DIEM LO SEMUA! " teriak Dava.
"Emang klasik banget cerita nya, tapi jangan lupa murid di sini kan hampir semua nya kaya raya, jadi mereka gak suka alur cerita nya. " bisik Raisa.
"Lagian ngapain ada drama kayak gini, inikan bukan pentas seni? " bisik Raisa lagi.
"Ya gue juga gak tau, kenapa bisa ada yah? "
Bisik Raisa lagi, Stella menggeleng tak tahu, "Eh dedemit, lo tolongin tuh ketua kesayangan lo yang lagi ngelindungin princes nya. " ledek Raisa pada Vian dan Vion.
Muka mereka memerah malu, "Lo aja vian, gue tiba-tiba keram. "
"Dih ogah, lo aja ah, gue lagi sibuk. " ucap nya mengutak ngatik handphone nya.
"cih, emang gak setia kawan. " sinis Raisa.
Akhirnya drama musikal pun di hentikan di tengah jalan, Anna mengepalkan tangan nya, dia malu sekali, Dava menenangkan Anna yang sedang menangis.
"Aku malu hiks Dava, kenapa mereka jahat banget. "
"Gapapa, nanti aku kasih pelajaran, kamu jangan nangis lagi yah, nanti cantik nya hilang. "
Anna mengangguk, sembari mengusap air mata nya, Dava mengusap bahu Anna. Mereka berada di ruang khusus make up.
"Pergi lo semua! " ucap Dava pada semua orang yang berada di ruangan itu.
"Tapi Dava kita lagi hapus make up. "
"Di luar bisa kan! pergi sekarang! " Ucap nya.
"Yee" banyak yang mengumpat dalam hati, namun bagaimana pun juga Dava anak pejabat, mereka tak ingin dapat masalah.
Di ruangan pun hanya tersisa Dava Dan Anna, "Udah gak papa, gak usah sedih, gimana kalau kita lakuin sesuatu yang bikin kamu ketagihan lagi. "
Ucap Dava membelai Bahu Anna yang terbuka, Anna menatap Dava seolah tahu maksud pria itu, "Di sini Dava? "
Di jawab dengan anggukan, "Iya, lebih menguji nyali kan, ayolah kita jarang ngelakuin. "
"Gak akan ada yang masuk kan. " ucap Anna ragu-ragu.
"Udah gue kunci, ayo buruan. "
Seru Dava sembari duduk di kursi, Anna pun bersimpuh di antara dua kaki itu, Dava membuka celana nya.
Blupppp
"ahh.. "
.....
"Jadi kita bakal lakuin sebuah permainan, di mana setiap peserta akan dapet kertas, dan harus melakukan hal yang tertulis di cerita itu."
Jelas OSIS itu, "Kita butuh sepuluh orang, siapa yang mau silahkan mau ke depan. "
semnagattt💪😍😍😍