NovelToon NovelToon
LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Mafia / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Pengasuh / Tamat
Popularitas:90.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: poppy susan

Marsya adalah seorang dokter umum yang memiliki masa lalu kelam. Bahkan akibat kejadian masa lalu, Marsya memiliki trauma akan ketakutannya kepada pria tua.

Hingga suatu malam, Marsya mendapatkan pasien yang memaksa masuk ke dalam kliniknya dengan luka tembak di tangannya. Marsya tidak tahu jika pria itu adalah ketua mafia yang paling kejam.

Marsya tidak menyangka jika pertemuan mereka adalah awal dari perjalanan baru Marsya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ketua mafia yang bernama King itu ada kaitannya dengan masa lalu Marsya.

Akankan Marsya bisa membalaskan dendam masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 Menyesal

Perlahan King mulai menurunkan tangannya dan itu membuat Raja dan Tessa sedikit tenang. King menghampiri Tessa dan berjongkok di hadapan Tessa, lalu menjambak rambut Tessa sampai Tessa meringis kesakitan.

"Wanita tidak tahu diri, kamu adalah wanita pertama yang sudah membuat hatiku hancur lebur. Ternyata ucapan Marsya benar dan aku menyesal sudah tidak percaya kepadanya," ucap King dengan wajah bengisnya.

"Lepaskan Tessa, King. Kami boleh saja menyiksaku bahkan kamu juga boleh membunuhku, tapi tolong jangan sakiti Tessa karena anak-anak membutuhkan dia," lirih Raja dengan menahan kesakitannya.

"Tidak, kalau Raja mati maka aku juga harus mati," sahut Tessa.

Lagi-lagi ucapan Tessa membuat King kalap, dia membenturkan kepala Tessa ke dinding membuat keningnya seketika mengeluarkan darah. "Kalau kalian mati, lantas siapa yang akan mengurus anak-anak kalian? aku tidak sudi mengurus mereka, asalkan kamu tahu anak-anak kalian diculik oleh tua bangka Takeda alias Papa kamu. Kamu tahu siapa Papa kamu sebenarnya?" ucap King dingin.

Tessa hanya bisa diam tanpa bisa berbicara sedikit pun. "Takeda adalah predator anak yang selama ini menjadi buronan polisi baik polisi dalam negeri bahkan polisi luar negeri karena yang menjadi korban si tua bangka bukan anak-anak di sini saja tapi dia juga menculik anak-anak warga asing. Dan satu lagi, Arsy dan Ratu adalah target dia selanjutnya," ucap King dengan senyumannya.

Tessa membelalakkan matanya saking kagetnya, begitu pun dengan Raja. "Dan kalian tahu siapa yang menolong anak-anak kalian? dia adalah Marsya. Aku sangat menyesal tidak percaya dengan ucapan dia," ucap King geram.

"King, aku mohon biarkan aku bawa Raja ke rumah sakit karena darahnya harus segera dihentikan kalau tidak, Raja bisa mati," mohon Tessa dengan deraian air matanya.

King bangkit dan menatap keduanya dengan tatapan marah. "Bawa dia ke rumah sakit, tapi ingat jangan kembali lagi ke rumah ini karena aku tidak mau rumah ini diinjak lagi sama dua manusia pengkhianat seperti kalian. Dan jangan lupa, ajak anak-anak kalian pergi dari rumah ini," ucap King.

Rumah itu memang milik King karena rumah Raja berada di Kolombia. Raja dulu fokus di luar negeri sehingga dia membuat rumah di sana, dan pulang ke dalam negeri hanya untuk singgah saja jadi Raja tidak membangun rumah. Lagipula, dia pikir rumah King saja sangat besar jadi tidak perlu membangun rumah.

King pun pergi dari kamar Tessa disusul oleh Andrew. Di pertengahan tangga, King menghentikan langkahnya. "Marsya ke mana? dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya King.

Andrew terdiam sembari menundukkan kepalanya. King membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Andrew. "Kenapa kamu diam? apa kamu melihat wanita itu?" tanya King kembali.

Andrew menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu. Tiba-tiba seorang anak buah King datang menghampiri King sembari memperlihatkan ponselnya. "Maaf Tuan, sepertinya Dr.Marsya berhasil melarikan diri. Tadi malam ada yang keluar lewat pintu belakang menggunakan jas dan topi," seru anak buah King.

"Apa!"

King melihat ponselnya anak buahnya itu, dia memperhatikan dengan seksama dan memang benar jika itu Marsya karena dari postur tubuhnya itu seorang wanita. "Kalian ngapain saja? kenapa dia bisa kabur?" bentak King.

"Maaf Tuan, tadi malam kita hanya fokus di depan saja karena di belakang itu tugasnya Edi dan kawan-kawannya," sahut si anak buah.

"Kurang ajar, cari wanita itu. Pokoknya aku tidak mau tahu, kalian harus bisa menemukan Marsya," titah King.

"Baik, Tuan."

King menuruni anak tangga, tiba-tiba Arsy berlari dan memeluk King namun King diam saja. Sedangkan Raja melihat dari atas, dia dipapah oleh anak buahnya dan juga Tessa untuk ke rumah sakit. "Daddy, Arsy sudah lapar dari tadi menunggu Daddy turun untuk sarapan bersama," celoteh Arsy.

King mengepalkan tangannya, dengan kasar dia melepaskan pelukan Arsy dan menghempaskan tubuh mungil itu sehingga tersungkur ke lantai membuat semua orang terkejut termasuk Raja dan Tessa. "King, jangan sakiti anakku!" teriak Raja dari atas.

King mendongakkan kepalanya dan tersenyum sinis. "Bawa anak-anak kalian pergi dari sini, dan jangan pernah tunjukan wajah kalian lagi di hadapanku. Pada saat nanti aku kembali ke rumah ini, aku ingin kalian sudah pergi," tegas King.

King pun segera pergi disusul oleh Andrew. Tessa berlari dan memeluk Arsy yang saat ini sedang menangis. "Kamu tidak apa-apa 'kan, Nak?" ucap Tessa.

"Daddy kenapa marah sama Arsy? salah Arsy apa?" ucap Arsy sembari sesenggukan.

"Tidak apa-apa, ada Mommy di sini," ucap Tessa sembari memeluknya.

Anak buah Raja pun segera membawa Raja ke rumah sakit, sedangkan Tessa membereskan barang-barangnya dan kedua anaknya. Arsy dan Ratu terus saja bertanya kepada Tessa namun Tessa berusaha menjelaskannya secara perlahan. Nanti setelah tenang, baru Tessa dan Raja akan menceritakan semuanya.

King menuju perusahaan miliknya. Sesampai di kantor, King langsung menuju ke dalam ruangannya dan Andrew memilih untuk tidak mengikuti King. King duduk dan terdiam, dia kembali mengingat kejadian tadi malam.

"Astaga, kenapa aku bisa melakukan semua itu kepada Marsya apalagi dulu aku sempat menghukumnya," batin King.

Entah kenapa dia merasa sangat bersalah, untuk pertama kalinya dia melakukan sesuatu dan dia merasa bersalah. Biasanya, King tidak pernah seperti itu bahkan dia tidak peduli dengan penderitaan orang-orang di sekitarnya.

***

Malam pun tiba....

King meminta Andrew untuk membawanya ke klinik milik Marsya, dia berharap Marsya ada di situ. "Sudah sampai, Tuan," ucap Andrew.

"Kamu periksa, apa di dalam ada Marsya," sahut King.

"Baik, Tuan."

Andrew berpura-pura memeriksa klinik itu karena Andrew tahu jika Marsya tidak ada di sana. "Tidak ada siapa-siapa, Tuan. Klinik itu kosong," ucap Andrew.

"Ke mana wanita itu pergi? dia tidak punya tempat lagi selain klinik ini," batin King.

King pun menyuruh Andrew untuk membawanya pulang. King benar-benar kalut, bahkan dia semakin merasa bersalah karena dia belum sempat menepati janjinya untuk membantu Marsya membalaskan dendamnya. "Aku harus bisa menemukannya, aku tidak mungkin membunuh Takeda tanpa Marsya karena biar Marsya sendiri yang membunuh Takeda," batin King kembali.

Sementara itu, Marsya saat ini sudah berada di sebuah kontrakan. Dia mempunyai uang hasil dari gaji dia selama bekerja di rumah King dan itu cukup untuk biaya dia 1 sampai 2 bulan ke depan. "Aku harus memulainya dari awal, dan aku harus segera mencari pekerjaan mudah-mudahan ada rumah sakit yang mau menerima aku," batin Marsya.

1
Ari Sawitri
gampang bgt dilepas gt aja. itu si ratu harus dikasih pelajaran agar jangan memfitnah orang lain lagi bsk. jg si tesa itu perlu dikasih pelajaran
Ari Sawitri
dokter jam brp pun klu ada kondisi darurat hrs DTG. tolong donk klu mau nulis riset dulu. jd ga wagu gini.
Ari Sawitri
dasar laki laki bego .. sdh pernah dibodohi sekian lama masih saja bs terjebak dg para benalu 😡😡 tinggal pergi saja Marsya bawa lagi anak kamu ke Prancis
Ari Sawitri
dibab sebelumnya bukannya king akan meninggalkan dunia hitam kok skrg di tantang Marsya jd shock .. kok ga singkron ya alur dg bab sebelumnya
Ari Sawitri
harusnya 6th yg lalu. kan umur Megan 5th ditambah masa kehamilan jd kurang lebih 6th yg lalu .. ayolah hal sepele spt itu tp sangat menggangu kenyamanan pembacanya 😏🤨
Ari Sawitri
klu ga salah nama adiknya Marcel ya .. kok jd Maxim ya? apa aku yg salah baca?
Ririn Nursisminingsih
akhirnya takeda dihanbisi marsya
Ririn Nursisminingsih
mafia kok bego semya mergoikn king samacraja aja ndak becus
Ririn Nursisminingsih
marsya kereenn
Ririn Nursisminingsih
halah gregeten king2 mafia kok bego cinta boleh tpi jg bego
Ririn Nursisminingsih
lucik mereka ayo semoga king tau dia cuma dikhianati dan dimanfaatkan
Ririn Nursisminingsih
king aja yg bego bucin sama tesa ternyata mafia bisa dikibulin
Ririn Nursisminingsih
ayoo marsya jg lemah kmu buat king tunduk sama kmu bucin sama kmu
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ke novel yang terbaru saja kuy...semoga ada hoki nya di sana 🏃‍♀️
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
sok2an mau goda king...aduh regina cari mati lu
DC
Luar biasa
Luthfi2008
bagus
Afifah Fauziyah Hanum Sahar
knp g lanjut kah...pdhl bagus loh ..
Eka Dartiwi
ya padahal seru kak Poppy. lanjut lagi kisah Megan dan Nike 🙏🙏🙏
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: tadinya mau di lanjut, hanya saja NT tidak menghargai karya Author receh kaya aku jadi malas lankutinnya🙏🙏
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
Megan sama Nike ga lanjut ya kak
Gita ayu Puspitasari: syg sekali kak ,pdhl sy masih penasaran sama kelnjutnya, ceritanya jg bgus.
sukses selalu y kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!