NovelToon NovelToon
Jendral Muda Dan 5 Pasukan Bayangan

Jendral Muda Dan 5 Pasukan Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Keluarga & Kasih Sayang / Ahli Bela Diri Kuno / Kultivasi Modern
Popularitas:192k
Nilai: 4.6
Nama Author: ganesa

Diego Xu adalah seorang anak yatim piatu yang hidup di sebuah desa yang jauh dari kota, sejak kecil dia tidak pernah tau siapa orang tuanya.
Di desa ia dirawat oleh kepala desa dan warga sekitar, setelah kepergian kepala desa, dia berjuang mencari uang sendiri, tapi takdir mempertemukan dia dengan peninggalan sang ayah yaitu lima pengawal yang setia menemaninya dan terbantainya keluarganya, membuat dia bertekat untuk membalaskan dendamnya, dua tahun berlalu, dia mencoba mencari keberuntungan di ibu kota dengan modal keahlian beladirinya, dia berhasil menggagalkan aksi penculikan anak semata wayang dari pasangan miliarder perusahaan ternama dan di adopsi oleh keluarga tersebut, melihat bakat Diego diatas rata rata, orang tua angkatnya mendaftarkan Diego di camp militer, dan dari sinilah perjalanan Diego Xu dimulai..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ganesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Setelah kelahiran Clara dan kebahagiaan yang melingkupi keluarga baru Diego, tiba-tiba kabar yang tak terduga datang dari Leandro dan Selena, orang tua kandung Diego.

Mereka berencana untuk kembali ke Abyss, dunia asal mereka yang penuh dengan teknologi canggih dan tak terbayangkan oleh manusia bumi biasa.

Di sana, Leandro dan Selena berperan sebagai pemimpin tertinggi, memikul tanggung jawab yang besar untuk menjaga keseimbangan antara dunia mereka dan dunia manusia.

Sebelum mereka pergi, Leandro memanggil Diego ke sebuah ruangan khusus.

Di sana, ia menjelaskan rencana mereka dan menyiapkan sebuah gerbang khusus yang akan menghubungkan kamar di rumah Leandro dan Selena di Abyss langsung ke kamar Diego di bumi.

“Diego, kami ingin kamu tahu bahwa pintu ini selalu terbuka untukmu dan keluargamu. Kamu bisa datang kapan saja, dan kami akan selalu menyambutmu dengan tangan terbuka,” ucap Leandro dengan suara yang penuh kehangatan.

Diego menatap gerbang yang berkilauan itu dengan perasaan campur aduk. Walaupun ia sangat menyayangi keluarga angkatnya di bumi, hatinya juga merasakan panggilan yang kuat untuk mengenal dunia asalnya lebih dalam. Ia ingin memahami lebih jauh tentang Abyss dan tanggung jawab besar yang diemban orang tua kandungnya.

Selena menggenggam tangan Diego dengan lembut, senyum penuh cinta terpancar di wajahnya. “Kamu selalu memiliki dua keluarga, Diego. Kami di Abyss dan mereka di bumi. Jangan pernah merasa terbagi. Kami semua mencintaimu.”

Diego mengangguk, menyadari betapa beruntungnya ia memiliki dua keluarga yang penuh kasih. “Terima kasih, Ayah, Ibu. Aku akan datang berkunjung, dan akan menjaga keluargaku di bumi sebaik mungkin. Aku ingin kalian bangga padaku.”

Leandro dan Selena tersenyum, dan sebelum mereka melangkah melewati gerbang, Selena memberikan Diego sebuah gelang kecil yang terbuat dari logam berwarna perak yang berkilauan.

“Ini adalah gelang pelindung. Jika suatu hari kamu membutuhkan kami, cukup aktifkan gelang ini, dan kami akan segera tahu,” jelas Selena sambil memasangkan gelang itu di pergelangan Diego.

Diego merasakan energi kuat yang mengalir dari gelang itu, seolah-olah ia telah terhubung dengan dunia lain. “Aku berjanji akan menjaga ini dengan baik.”

Selena dan Leandro kemudian melangkah melalui gerbang, menghilang dalam cahaya biru yang berkedip pelan.

Sesaat setelah mereka pergi, pintu itu pun hilang, menyatu dengan dinding kamar Diego, tetapi Diego tahu ia bisa membuka pintu itu kapan saja.

Kehidupan Baru di Bumi

Waktu berlalu, dan Diego kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari di bumi bersama keluarga angkatnya.

Kini, dengan kehadiran Clara, dia merasa semakin bertanggung jawab untuk melindungi adik-adiknya dan mengajarkan hal-hal baik.

Lucia yang selalu penasaran semakin aktif bertanya tentang Abyss, dunia misterius yang kini diketahui keluarganya sebagai tempat asal orang tua kandung Diego.

“Kak, kapan kita bisa pergi ke Abyss? Apakah di sana ada bintang-bintang seperti di sini?” tanya Lucia suatu malam ketika mereka sedang menatap langit di halaman belakang.

Diego tersenyum. “Abyss memiliki teknologi yang lebih maju dari dunia kita, tapi aku belum tahu banyak tentang bintang-bintang di sana. Tapi aku janji, suatu saat aku akan membawamu ke sana, dan kita bisa melihat semuanya bersama-sama.”

Lucia tersenyum lebar, matanya berbinar dengan harapan. Ia selalu ingin tahu tentang dunia lain dan ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama Diego.

Dalam hatinya, Diego merasa lega mengetahui bahwa meskipun memiliki dua dunia, ia tidak harus memilih. Keluarga angkatnya dan orang tua kandungnya saling menerima dan mencintai satu sama lain.

Kunjungan Pertama ke Abyss

Beberapa bulan setelah Leandro dan Selena kembali ke Abyss, Diego memutuskan untuk menggunakan gerbang khusus untuk pertama kalinya.

Dengan penuh rasa penasaran dan kegembiraan, ia mengajak Edward, Mala, dan Lucia. Diego merasa sudah saatnya keluarga angkatnya melihat dunia tempatnya berasal dan bertemu kembali dengan Leandro dan Selena.

Ketika mereka melewati gerbang, dunia yang sangat berbeda terbentang di depan mereka. Abyss dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi yang bersinar dalam warna biru dan ungu, kendaraan yang melayang di udara tanpa roda, serta orang-orang yang berpakaian dalam balutan teknologi yang tampak futuristik.

Langit di atas mereka adalah pemandangan tak biasa, dengan tiga bulan berwarna biru, putih, dan jingga yang menggantung megah.

Leandro dan Selena sudah menunggu di depan pintu gerbang, menyambut mereka dengan pelukan hangat. Mereka sangat senang melihat Diego dan keluarganya. “Selamat datang di Abyss!” sambut Selena dengan senyuman lebar.

Edward dan Mala terpukau dengan keindahan dan kemegahan Abyss. Mereka berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang penuh teknologi canggih itu, sementara Lucia berlari ke sana kemari dengan penuh rasa ingin tahu, tak sabar ingin melihat segala sesuatu yang berbeda dari bumi.

“Ayah, Ibu, tempat ini luar biasa,” ujar Diego, kagum dengan segala keajaiban yang ada di Abyss.

Leandro menepuk bahu Diego dengan bangga. “Ini semua adalah bagian dari tanggung jawab kita. Dunia ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga tempat di mana kita harus melindungi dan menjaga keseimbangan.”

Leandro dan Selena mengajak Diego dan keluarganya berkeliling. Mereka memperlihatkan beberapa teknologi mutakhir, termasuk alat-alat medis canggih yang bisa menyembuhkan luka dalam hitungan detik, hologram yang bisa memproyeksikan kenangan hidup seseorang, dan ruangan anti-gravitasi yang digunakan untuk latihan fisik khusus.

Lucia terpana melihat semua itu. “Kak, apa kita bisa tinggal di sini? Tempat ini seperti negeri dongeng!”

Diego tertawa, mengerti bahwa bagi Lucia, Abyss adalah dunia yang penuh keajaiban. “Mungkin suatu saat, Lucia. Tapi rumah kita tetap di bumi, bersama mama Mala dan papa Edward.”

Masa Perpisahan yang Penuh Harapan

Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di Abyss, tiba waktunya bagi Diego dan keluarganya untuk kembali ke bumi. Meskipun berat, Diego menyadari bahwa bumi adalah tempat di mana ia tumbuh besar bersama keluarga angkatnya.

Abyss, meskipun penuh dengan keajaiban dan kemajuan, adalah dunia yang memiliki tanggung jawab berat bagi Leandro dan Selena.

Di gerbang pulang, Leandro dan Selena memeluk Diego erat.

“Ingat, Diego, kami selalu ada untukmu. Pintu ini akan selalu terbuka, kapan saja kamu ingin berkunjung. Dunia ini akan menjadi rumah keduamu selamanya,” ujar Leandro dengan mata berkaca-kaca.

Selena menambahkan, “Dan jangan lupa gelang itu, Diego. Jika kau butuh bantuan atau merasa dalam bahaya, aktifkan saja. Kami akan langsung datang.”

Diego mengangguk, merasa lega karena tahu keluarganya akan selalu dekat di hati, meskipun berada di dunia yang berbeda..

“Terima kasih, Ayah, Ibu. Aku berjanji akan menjaga keluargaku di bumi sebaik mungkin, dan aku akan datang berkunjung lagi.”

Lucia, yang tampak sedikit sedih, menatap Selena dan Leandro. “Kapan kita bisa datang lagi? Aku ingin melihat bintang di sini,” ujarnya pelan.

Leandro tersenyum. “Kalian bisa datang kapan saja. Kami akan selalu menunggu kalian di sini.”

Dengan berat hati, Diego dan keluarganya melangkah kembali melalui gerbang, dan dalam sekejap mereka kembali ke kamar Diego di bumi.

Saat mereka kembali, Lucia menatap Diego dengan senyum penuh semangat. “Aku akan menunggu, Kak. Suatu hari, kita akan melihat bintang di Abyss bersama-sama.”

Diego mengangguk, merasa bahwa perjalanannya ke Abyss bukanlah yang terakhir.

Dengan kedua keluarga yang mencintainya di dua dunia yang berbeda, Diego tahu bahwa ia telah menemukan tempatnya di antara bumi dan Abyss.

Kedua dunia itu sekarang adalah bagian dari hidupnya, dan ia akan menjaga keduanya sebaik mungkin, sebagai seorang anak, kakak, dan pelindung keluarga..

1
pembaca gabut
untuk sekelas anak jendral dan berpangkat letnan herfika naif banget 🗿 sumpah dah
Rahim Muhammad
Thoor jgn ganti" namax mls bacax
🎧✏📖
semangat🙏
Jamaluddin Bidi
Luar biasa
Asho 99
aduh malas Baca.. baru begini langsung anu... cari novel lain...
buat athor sukses selalu.. beda orang beda imajinasi...
Ayiem❤️‍🔥Zila❤️‍🔥A&Z
Luar biasa
Arjuna Wera
update terus thor semangat sllu
Arjuna Wera
mantap ceritanya nie lanjutkan thor semangat sllu
aris pang
seperti hambar
aris pang
terlalu cepat
aris pang
mulai bingung alur ceritanya
aris pang
lanjut
aris pang
ap yaaa🤔🤔🤔
aris pang
ok gaiss
aris pang
bisa
aris pang
ya gas
aris pang
hmmm
aris pang
gasss
aris pang
lanjutkan
aris pang
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!