NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Kairo

"Aku ingin menghancurkan wanita itu. Gadis yang meracuni fikiran abang semata wayangku." ~Kaisar Lefano.

.

.

.

Kaisar sedang memandangi sebuah gitar biru yang terpajang di tengah-tengah kamarnya. Lelaki itu hampir tidak mengedipkan mata, melihat lekat pada gitar pilihan Cassandra di toko gitarnya beberapa hari lalu.

Kenangannya kembali pada saat mereka menyusuri mall itu, hingga berhenti di sebuah toko alat musik dan Cassandra merekomendasikan gitar ini untuknya. Kaisar dapat mengingat dengan jelas bagaimana ekspresi terkejut pada wajah gadis itu, saat melihat label harga yang tergantung di ujung gitar pilihannya. Kaisar tanpa sadar tersenyum, bersyukur dia bisa melihat ekspresi Cassandra kala itu.

Roman masuk setelah mengetuk pintu beberapa kali, dan dia langsung geleng-geleng kepala melihat bosnya masih berada di sana, duduk di tepi ranjangnya dengan mata menjurus lurus pada sebuah gitar.

Dia sampai tidak bisa berfikir jernih hanya karena seorang perempuan, astaga.

"Berhentilah menatap, bos! Bisa rusak gitar itu karena tajamnya tatapanmu!" goda Roman sambil berjalan masuk, berbelok ke arah kulkas di pantry dan mengambil sekaleng soft drink dingin dari sana.

Kaisar tidak mempedulikan omongan Roman. Dia tidak terusik sama sekali, dan memang tetap berencana melanjutkan aktivitasnya.

Roman menghempaskan tubuhnya pada sofa empuk, masih memandang penuh keheranan pada Kaisar.

"Kemarilah, Kai. Ada yang harus kau tahu," katanya sembari membuka tutup kaleng itu, menenggaknya lancar.

"Aku sedang sibuk!" balas Kaisar malas. Dia sungguh tidak ingin Roman datang dan membuatnya harus menghentikan aktivitasnya ini. Lelaki berambut pirang itu selalu saja mengganggunya bahkan ketika hari hampir malam.

Roman berdecak.

"Kemarilah, kau sudah lama menantikan ini," kata Roman lagi, menyampirkan lengannya pada sofa.

Kaisar menoleh.

"Katakan saja." Lelaki itu masih lekat menatap gitarnya.

"Aku temukan gadis itu." Roman memandang tajam pada Kaisar, menunggu reaksi bosnya.

Kaisar menegang. Dia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju sofa di sebrang Roman, kemudian duduk di sana. Matanya kini lekat menatap wajah Roman yang telah mengeras.

"Katakan!" perintah Kaisar tak sabaran.

Roman mengambil napas panjang.

"Dia di Brazil, bersama abangmu." Roman memutar bola matanya.

"Dia masih hidup? Tunggu, Kairo masih hidup?!" Kaisar membelalakkan mata tak percaya. Tanpa dia sadari tangannya sudah mengepal, menahan amarah.

Roman berdecak.

"Gadis itu menahannya di sana. Entah sihir apa yang digunakannya namun Kairo tidak bisa berkutik sama sekali," jelas Roman lagi.

Wajah Kaisar berubah pias, sekaligus pucat pasi. Dia tidak menyangka akan mendengar hal ini, secepat ini. Memang dia telah lama mencari, namun dia tidak berfikir Roman akan segera menemukan mereka. Mengingat bagaimana mereka, tidak, Kairo, merusak klan The Reds yang telah dibangun turun temurun oleh mendiang kakek mereka. Kairo melarikan diri, setelah menghabiskan dana begitu banyak untuk berjudi dan mengkonsumsi narkoba. Meninggalkan adik semata wayangnya yang harus bersusah payah mempertahankan The Reds yang telah dibuat kacau balau oleh salah satu klannya sendiri.

Kaisar menggertakkan gigi.

"Apa dia sehat?" Wajahnya memancarkan amarah namun tidak dengan hatinya.

Roman tersenyum simpul.

"Siapa? Gadis itu? Atau abangmu?" tanyanya bermain.

Kaisar mendengus kesal.

"Aku tidak peduli pada gadis itu. Bagaimana Kairo?"

Roman memperbaiki posisi tubuhnya. Kini dia telah duduk tegak.

"Dia tidak baik. Hidupnya tidak lama lagi," bisik Roman pelan, membuat Kaisar memicingkan mata.

"Apa maksudmu?"

Roman meremas tangannya, berperang dalam hatinya bagaimana dia harus menjelaskan kondisi Kairo di sana. Kaisar tidak akan senang mendengar ini, itu sudah pasti. Namun kebohongan akan memperpanjang masalah, memperumit keadaan. Roman tidak mau mengulur waktu lagi. Saatnya Kaisar menghadapi kenyataan.

"Kai," panggil Roman pelan, memberikan jeda. Dia menatap lurus pada manik Kaisar, yang menyiratkan rasa penasaran yang hampir membuncah keluar dari dadanya.

"Katakan, Rom. Kau yang kupercaya sepanjang hidupku." Kaisar telah menunggu.

"Kairo sakit, dia terinfeksi HIV. Tidak ada jalan untuknya, Kai." Roman menunduk, menyelesaikan kalimatnya dengan lirih, menahan perasaan antara kemarahan dan kesedihan.

Kaisar lemas. Perkataan Roman baru saja langsung menusuk tajam ke dalam hatinya yang paling dalam. Tidak menyangka Roman akan mengatakan kabar buruk seperti itu, Kaisar tampak tidak siap untuk menerima kenyataan. Dadanya bergemuruh, dia seperti tersambar petir di siang bolong. Tidak mampu berujar sepatah kata pun, seolah bibirnya mendadak kelu tanpa mampu digerakkan sedikit pun.

Kenyataan bahwa abangnya telah lari dari rumah dengan tidak bertanggungjawab, meninggalkannya sendirian di muka bumi ini, tidak bisa dilupakan begitu saja oleh Kaisar. Dia menyimpan dendam yang cukup dalam pada perbuatan abangnya itu, dan berencana menyusun aksi balas dendam kepada satu-satunya saudara kandungnya yang dia punya. Bagaimanapun dia telah bertahan sendiri, merasa ditinggalkan, merasa dibuang, dan merasa terabaikan untuk beberapa tahun belakangan ini. Dendam telah mengambil alih Kaisar, meski di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia selalu bertanya dimana kira-kira Kairo berada dan apakah lelaki itu sehat atau tidak. Bahkan air tidak pernah sekental darah, benar kan?

Kaisar mengusap wajahnya kasar. Dia membenci Kairo, namun setelah mendengar perkataan Roman tentang kondisi Kairo baru saja, dia merasakan dendam dan kebencian itu mulai perlahan berkurang. Kairo pasti kesakitan, dia pasti butuh seorang teman.

"Kai." Suara Roman kembali memecah keheningan, memenuhi seisi ruangan yang sedari tadi diliputi keheningan. Dia tahu Kaisar mungkin saja tidak siap, atau bahkan terpukul dengan fakta yang telah dia temukan ini. Namun Roman tidak punya pilihan selain mengatakan kebenaran. Apapun resikonya, Kaisar harus tahu semua.

Kaisar mengangkat kepalanya untuk menatap Roman.

"Temukan dokter ahli yang dapat merawatnya, Rom. Dia tidak boleh mati sebelum aku menuntaskan dendamku," kata Kaisar terbata, penuh tekanan dan berat.

Roman tidak bersuara.

"Setidaknya dia harus mati di tanganku," lanjut lelaki itu kemudian, bangkit dari kursinya dan berjalan cepat menuju pintu. Tanpa mengatakan apapun lagi, Kaisar telah meninggalkan Roman di sana, tidak peduli seberapa kacau fikirannya sekarang. Kaisar ingin menyendiri, bergumul dengan fikirannya sendiri tentang kondisi abangnya yang sungguh membuatnya terpukul kali ini.

Roman masih terdiam. Sedikit menyesali kejujurannya yang pastilah membuat Kaisar kaget bukan main, lelaki itu menghela napas panjang. Beberapa saat setelah mendengar pintu kamar Kaisar tertutup, kali ini giliran Roman yang bangkit dari kursinya dan melangkah pelan menuju arah jendela. Menyampirkan tirai jendela besar itu, manik elang Roman membesar tepat saat mobil sport Kaisar melaju kencang meninggalkan garasi. Menarik napas pendek-pendek, Roman hanya dapat bergumam dalam hati.

Maafkan aku, Kai. Hanya ini yang dapat aku lakukan.

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Makasih untuk semua like, vote dan komennya ya kak.. semoga suka dan selamat membaca 🙏

1
KimYoona
baiklah.. tp awas kalau kamu menyakitiku😄
KimYoona
dikira penjahat ternyata malah calon mertua🤣🤣
KimYoona
awas kalau sampai Xavier nyakitin anak gadis orang
KimYoona
so sweeettt😍😍
KimYoona
terima saja Cass , manfaatkan dia dgn baik.. toh dia juga bukan pria baik2 dia punya niat terselubung deketin kamu
KimYoona
tak kutuk kamu bertekuk tulut sama sama Casandra ya Xavier
KimYoona
bisa2nya mau nikung teman🤣🤣 dibilang sinting gk terima
KimYoona
sinting emang🤣🤣 gk jelas banget🤣🤣
KimYoona
berarti gk usah dicari.. sudah saatnya move on
KimYoona
aku lupa pernah baca apa gk novel yg ini, kalau yg my fake bridal sih udah. walaupun skg udah agak lupa critanya
kalau novel ini kayaknya seru jadi mau lanjut baca dulu
Erna Wati
ini kok.lama ya kelanjutannya
Erna Wati
pernah baca ini...bagus cerita nya walau nguras emosi
Erna Wati
kaisar nya kpn ini sudah 2026
Erna Wati
nangisss aku tor..kasihan kaisarrr
Erna Wati
pernah baca tpi lupa
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!