sekuel dari novel KEPEDIHAN
Tere Anderson, adik sepupu dari Ziko Anderson, karena kekejamannya di masalalu, Tere dikirim ketempat terpencil, dimana tempat anak buah Ziko tinggal, dia diberi hukuman atas segala perbuatannya, Agar tidak pernah melakukan kekejaman dimasa yang akan datang, namun siapa sangka ditempat yang baru Tere di dampingi oleh pria yang selama ini menyiksanya, bahkan orang yang dengan tega menghancurkan hidupnya, namun karena kebencian dan ketakutan Tere padanya, Tere lebih memilih bungkam.
Jay Kusuma, dia sejujurnya sangat tidak suka diperintah untuk merubah perilaku Tere yang menurutnya tidak punya etika sama sekali, namun ketika Jay mengingat perbuatan Tere, dia bersemangat untuk memberi pelajaran pada wanita tidak punya sopan santun itu.
bagaimana kisah keduanya, yuk kita simak bersama
happy reading 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS-32
Deg...
"Kau!" Geram Riska, Riska berbalik dan hendak berlalu dari sana, namun siapa sangka sebuah tangan mencekalnya dengan kuat dan menariknya begitu kasar masuk kedalam sebuah mobil mewah, setelah Riska duduk dengan sempurna, pria itu mengitari mobil dan segera masuk, tidak lama mobil itu melaju kencang, sebab Riska terus berusaha keluar dari mobil.
"Lepaskan aku! Teriak Riska, sungguh Riska sangat enggan berdekatan dengan Dio, apa lagi wanita ini sangat membenci asisten bosnya itu, hingga saat ini, mungkin bisa seterusnya.
"Diam! Atau aku akan melakukan lebih dari ini!" Ancan Dio, tidak lama mereka sampai di loby apartement Dio, Dio keluar dengan cepat dan membawa tanga Riska dalam genggamannya dengan begitu kuat, sebelum wanita itu kembali kabur.
"Lepas!!!" Riska menghempaskan tangan Dio begitu kuat.
Dio yang diperlakukan seperti itu langsung menatap Riska dengan tatapan setajam belati, dia tidak terima, wanita yang penurut dan lembut kini berubah kasar dan susah diatur, sepertinya Dio lupa, jika waktu akan bisa merubah segalnya, termasuk sifat seseorang.
Dio kembali membawa tangan Riska, sehingga Riska terus memberontak, karen jengan Dio melepas tangan Riska, karena tidak ingin membuat tangan wanita itu merasa sakit.
"Lepassss!"
"Sampai kapan kau akan menghidar dariku setiap bertemu," intonasi Dio dengan tak bersahat, karena merasa dia diabaikan selama ini oleh Riska, jelas mereka satu kantor sudah lama, meski derajat mereka berbeda, Dio geram setiap wanita itu selalu tertawa dengan banyak orang, namun dengannya selalu acuh.
Bohong jika Riska tidak takut dengan Dio yang kini berada dihadapannya, apa lagi dia bukan pria yang sama lagi seperti dulu, dia orang berada sekarang, namun Riska harus bisa menghilangkan ketakutannya, agar dia tidak terus dikasari oleh Dio, sudah cukup dikantor dia memperlakukannya seperti itu, dan selalu menghukunnya tidak jelas.
"Kita sudah selesai, dan tidak punya hubungan apapun sekarang!"
"Pembohong!" Ucap Dio masih dengan raut dinginnya, dia mengusap wajahnya kasar, agar bisa mengurai emosi dalam dirinya.
"Pak Dio, kita sudah usai!"
"Kapan!" Ucap Dio dengan suara tingginya.
"Konyol! Apa perlu saya ingatkan kembali, dimana anda meninggalkan saya dan karena apa?" Riska tertawa sumbang jika mengingat semuanya, sungguh, pria didepannya ini benar-benar menguras seluruh energi yang ada pada dirinya, bahkan emosinya bisa naik dengan tiba- tiba.
"Apakah tidak bisa kamu mempertimbangkan hubungan kita setelah ini? Kembalilah padaku Ka" suara Dio melunak, Dio yakin, jika dirinya emosi maka Riska akan semakin jauh darinya, apa lagi predikat buruknya sudah melekat dihati wanita itu.
"Tidak! Kita sudah usai!" Riska tidak akan pernah mengulang masa itu, masa dimana dia bahagia dan menderita secara bersamaan, sumpah demi apapun semoga masa itu tidak terjadi lagi.
"Apakah kamu begitu membenciku?"
"Sepertinya itu lebih baik anda tanyakan pada diri anda sendiri!"
tanpa mau lama-lama Riska segera berlalu dari sana, namun belum jauh, lengannya kembali ditarik oleh Dio, dan Dio langsung menyatukan indra perasa keduanya, sepertinya Dio tidak punya rasa malu, sehingga tidak menghiruakan orang yang berlalu lalang dan menyaksikan keduanya, ada yang mencibir dan ada yang ikut baper.
Riska mendorong Dio dengan kuat, sehingga tautan itu terlepas, "apa kamu sudah gila!"
"Pelankan suaramu, jika kamu tiidak ingin viral, lihatlah sekelilingmu," Riska menyapukan pandangannya, dan benar saja, disana banyak orang yang menyaksikan keduanya.
"ehemm, pak Dio."
Dio menoleh, begitupun Riska, Riska langsung kaget melihat pria didepannya ini, namun tidak dengan Dio, dia justru cuek saja.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang, terimakasih🙏🙏