Elvira Pranata berada dalam situasi yang sulit. Ia baru saja kehilangan saahabatnya yang meninggal menjelang hari pernikahan, namun Ia juga harus menjalankan wasiat sang sahabat untuk menjaga keluarganya saat itu.
Bahkan tak hanya itu. Calon suami dari Mita_sahabat Elvira pun menjadi begitu bergantung padanya untuk segala hal.
Bayu 25tahun. Saat itu divonis lumpuh akibat kecelakaannya bersama sang calon istri. Ia terngiang ucapan terakhir Mita agar Bayu menjaga Elvira, hingga apapun yang terjadi hanya Elvira yang selalu ada dalam memorinya.
Hingga akhirnya dengan segala perjuangan, pihak keluarga menikahkan mereka berdua. Tak hanya karena wasiat, tapi karena Bayu begitu membutuhkan El saat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PLIS 32
Mereka sepakat untuk tak membahas ini semua di depan mama, bahkan Bayu juga tak membahasnya lagi di depan Elvira saat ini. Mereka makan malam seperti biasanya bersama seperti keluarga yang bahagia layaknya.
El melayani Bayu dengan amat baik hingga pemberian obat rutinnya. Ia kemudian membawa Bayu duduk di ruang depan Tv dan memangku kakinya untuk ia pijat, bahkan sesekali ia iseng menggelitik telapak kaki Bayu dengan jemari lentiknya. Ia yang menggelitik, ia yang gemas hingga akhirnya ia yang tertawa sendiri karenanya.
“Itik itik itikkk… Ucuk ucukkkk ucukkk! Iiiih… Gemeeessh!” Rasanya ingin menggigit jempol kaki itu sekuat tenaga.
“Kamu ngga ada kerjaan?” tanya mama Lita yang menghampiri mereka berdua dengan segelas susu ditangannya untuk sang putra.
“Lah, ini El lagi kerja, Ma. Nih, pijit sama gelitikin.” Elvira memperlihatkan cengkraman tangannya ditelapak kaki Bayu pada sang mama.
Mama Lita hanya diam melihat kelakuan menantu yang menurutnya aneh itu, kemudian memberikan susu pada sang putra yang tengah fokus pada tab yang ada ditangannya. Ia sudah lama tak menyalakan tab itu, hingga baru ia ketahui jika begitu banyak email yang terkirim disana sekian lama. Tapi untung saja tab itu ta kia bawa ketika kecelakaan terjadi.
“Minum dulu susunya, Sayang… Selagi masih anget,” bujuk mama saat itu yang bahkan mencoba meminumkannya dengan paksa.
“Ma, sebentar…” tolak Bayu. Saat itu mama hanya menarik napas dan menatapnya kesal sembari menaruh susu itu di meja sedikit kasar.
“Ma_” tegur Bayu ketika Elvira terlonjak kaget akibat kelakuan mamanya.
“Giliran El yang kasih, kamu langsung teguk habis susunya. Apa beda buatan mama sama dia?” kesal mama. El diam saja melihat perdebatan mereka berdua yang pasti akan terjadi sebentar lagi, karena El tak mau ikut campur dalam hal ini dan hanya ingin fokus pada suaminya.
“Ngga ada bedanya, Ma. Hanya saja Bayu sedang pengang tab dan balesin email sekarang. Nanti pasti akan Bayu minum susunya,” jawab Bayu dengan begitu lembut dan berharap pengertian pada sang mama.
Lagipula jelas beda, karena pemberian istri pasti bervitamin ganda. Apalagi kalau ada tamban didalamnya,” celetuk Bayu yang lantas membuat mama membulatkan mata, begitu juga Elvira.
“Abang!” bentaknya spontan saat itu agar Bayu tak kelepasan bicara macam-macam pada mamanya nanti.
“Vi-vitamin ganda? Apa, maksudnya?” ucapan mama sampai terbata-bata karenanya. Sementara itu wajah Elvira tampak merah merona menahan sesuatu yang sepertinya terlalu intim untuk diuapkan didepan umum seperti itu.
“Bang, masuk kamar yuk,” ajak El berusaha menghentikan percakapan mereka berdua. Ia lantas berdiri untuk memindahkan Bayu duduk di kursi roda.
“Eh, engga. Ngga boleh pergi kalau belum jawab pertanyaan mama. Apa maksudnya tadi? Kamu kasih vitamin apa ke Bayu tanpa sepengetahuan mama?” paksa mama pada Elvira untuk menjawab semuanya secara gamblang. Karena mama merasa apa yang El berikan pada Bayu itu semua ia cek bagaimana obat dan vitaminnya, tapi ucapan Bayu saat itu terasa mengganjal dalam hati dan fikirannya saat ini.
El menggigit bibirnya sendiri saat itu dan menepuk bahu Bayu yang justru cengengesan melihat ekpsresi penasaran mamanya saat ini. Ia lanta meminta El meraih susu itu dan meminumnya hingga tandas tak tersisa dan memperlihatkannya pada mama agar ia puas dengan semua.
“Sudah? Bayu balik ke kamar dulu untuk istirahat. Bayu harap ngga ada drama masuk ke kamar sembarangan nanti. Oke?” tatap Bayu pada mama yang kemudian menganggukkan kepalanya.
Elvira mengiring Bayu dari belakang karena ia menytir sendiri kursi rodanya saat itu. El hanya membukakan pintu lalu menguncinya dari dalam agar mama tak masuk kesana ketika mereka tengh berdua, meski tak melakukan apapun saat itu.
“Bajunya El ganti, ya?” tawarnya yang kemudian mengambil sebuah atasan piyama untuk Bayu dan memakaikannya. Bayu masih duduk di kursi roda saat Elvira membuka kaos oblong yang ia pakai dan bisa mengangkat kedua tangannya keatas agar dengan mudah dapat ia Tarik dan terbuka.
Sembari mengancingkan kemeja tidur itu tangan Bayu memeluk pinggang ramping Elvira yang membuatnya kesulitan meraih beberapa bagian hingga ia menundukkan kepaalanya. “Eh, nakal! Lihatin apa?” sergah Elvira padanya ketika melihat sesuatu darinya.
“Asupan vitamin tambahan,” senyum miring Bayu. Rasanya El ingin sekali menjambak rambut Bayu sekuat tenaga karena kemesuuman yang luar biasa itu.
Apakah selama bersama MIta ia juga begitu? Padahal ia belum normal saat ini, dan bagaimana ketika sudah normal nanti. Rasa-rasa bisa habis Elvira olehnya.
“Mama ngapain?” tanya papa yang baru keluar dari ruang kerja Bayu karena ada beberapa pekerjaan yang tak bisa ditunda. Sementara mama saat itu ada didepan pintu kamar Bayu dan Elvira entah mau melakukan apa.
“Mama… Mama hanya mau ucapin selamt tidur sama Bayu, Pa.” Alasan yang kurang masuk akal, tapi papa hanya menanggukkan kepala mendengarnya. Padahal papa sebenarnya ingin menggelengkan kepala saat itu.
“TIdur yuk, ini sudah malam. Besok mama harus bangun pagi karena harus temani papa di pertemuan,”
“Mama harus ikut?”
“Iya lah, kenapa tidak? Kan Mama istri papa,” jawabnya yang kemudian merangkul sang istri dan berjalan masuk ke kamar mereka berdua saat itu.
Papa menutup pintu kamar, sementara mama duduk dipinggiran ranjang mereka berdua dengan wajah yang tampak cemas saat ini.
Mama memiliki kecemasan yang berlebih jika itu berhubungan dengan Bayu, semakin parah rasanya setelah kejadian kecelakaan itu. Ia seperti begitu takut kehilangan Bayu dan bahkan membayangkan bagaimana Bayu kesakitan saja sudah membuatnya keringat dingin.
“Mama ngga bisa seperti ini lagi. Kita minta obat lagi, ya?”
Mama ngga sakit, Pa! Mama sehat,” elaknya saat itu. Padahal sudah jelas wajah panik serta matanya yang nanar saat itu, dan entah apa yang ada dalam fikirannya saat ini dengan Bayu dan Elvira disana.
“Tadi mama lihat, Elvira duduk dipangkuan Bayu, Pa. Mereka mesra,”
“Lalu, apa masalahnya?”
“Mama takut jika El nanti_”
“Ma… Elvira tahu apa yang terbaik buat anak kita, Ma.”
“Kenapa dia terlihat begitu agresif sama Bayu, Pa? Bayu belum bisa menyeimbangi dia, kan? Bayu masih sakit, dia ngga bisa ngapa-ngapain sekarang.” Mama akhirnya berurai air mata dalam pelukan papa saat itu. Entah kenapa perasaannya tak stabil saat ini.
Mama tahu ia yang meminta Elvira pada ibu dan bapak saat itu, bahkan ia menyanggupi semua kompensasi yang harus diberikan demi menjamin Elvira baik-baik saja ditangan mereka. Tapi itu semua seolah menekan mama saat ini, dan ia merasa terus diawasi mereka semua dalam setiap tindakannya yang akan selalu salah.
“Mama sayang Bayu, Pa.”
“Iya, Papa tahu kalau mama sayang Bayu. Tapi Bayu sama perawatnya saat ini, dan mama sendiri tahu jika prestasi Elvira juga telah memiliki sertifikatnya sendiri untuk perawatan. Mama tak perlu cemaskan itu semua. Pasti semua cara suda difikirkan matang-matang olehnya.”
Papa mengecup kening mama saat itu dan mengusap bahunya agar lebih tenang. Sayang obatnya habis, hingga pasti akan sedikit sulit untuk ia tidur saat ini.
“Besok harus ku bawa dia konsul lagi,”
ttep ya
gabisa laper sebentar🤣🤣
mana abang iam comel banget
pinter banget cuma melototin aja mewek anak orang
mana sekarang jd pawang mama lita🤣🤣🤣
si bayu sm el ini umurnya brp si
kok gemes banget🤣🤣
penasaran d dagu el ada apa
co cwit bgt😍😍😍😍😍
aku juga merasa bayu cepet move on ke El
keknya perna suka deh