NovelToon NovelToon
SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Cinta Murni / Penyeberangan Dunia Lain / Hari Kiamat / Barat
Popularitas:406.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Riizer13

Isander Liam melakukan perjalanan melalui dunia paralel.

Jiwanya pindah ke tubuh seseorang yang memiliki seorang anak kecil yang lucu dan imut.

Namun, ada sesuatu hal yang membuatnya mati rasa, dunia ini bukanlah dunia biasa, banyak monster yang berkeliaran yang bisa membunuh dirinya dan anaknya kapan saja.

"Ayah, aku takut. Bisakah kamu mengalahkan monster jelek itu?"

Tepat ketika anaknya melemparkan keinginan, sebuah suara datang ke kepalanya dan sesuatu yang ajaib terjadi.

[Ding! Terdeteksi Bahwa Anak Anda Memiliki Keinginan! Sistem Memberikan Anda Kemampuan Finger of Ice!]

"Ayah, aku ingin terbang dan melihat seluruh kota."

[Ding! Terdeteksi Bahwa Anak Anda Memiliki Keinginan! Sistem Memberikan Anda Kemampuan Terbang!]

"Aku ingin punya seorang ibu. Apa Ayah bisa mewujudkannya?"

[Ding! Maaf, Sistem Bermasalah!]
....

Ribuan monster mulai menghancurkan kota, para pahlawan menangis dan berharap. Pada saat itulah Isander dan anaknya muncul sebagai penyelamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riizer13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Menemukan Sungai Lain

Mendengar ucapan Giya, Nina tersenyum di mulutnya dan berkata, “Seharusnya, tidak ada monster yang merepotkan kita.“

“Mengapa begitu?“ Giya bertanya kepada Nina sambil mulai berjalan. Dia melangkahkan kaki menginjak rumput di depannya.

“Di sini masih kawasannya Salmagtress. Mengingat Salmagtress sudah banyak dibunuh oleh Isander semalam, itu akan sedikit yang bermunculan, bisa jadi tidak ada.“ Nina menutup tasnya dan menggendongnya di punggung.

Tas di punggung Nina telah nyaman dibawa dan dia menoleh ke Isander dan Meisya di sebelahnya. Dia memberi isyarat kepada Isander dengan tatapan matanya.

“Benar juga.“

Dipikir-pikir lagi apa yang diucapkan oleh Nina benar. Di sini memang masih area tempat Salmagtress berada. Namun, populasi mereka sedikit di sini, kemungkinan besar sudah tidak lagi banyak, jarang muncul di daerah sini.

“Lebih baik kita pergi ke area hutan yang lebih dalam, kalau tidak salah di sana juga ada sungai,” kata Nina yang terus berjalan ke depan bersama Giya.

Isander menggendong Meisya dan mengikuti keduanya, dia berjalan santai di belakang sambil melihat-lihat sekitar.

“Sungai lagi?“ Giya terkejut dengan informasi, dia baru tahu ada sungai di hutan sekitar sini. “Dari mana kamu tahu?“

“Ketika kita berdua berpencar, kamu ke arah timur sana dan aku ke selatan hutan. Saat beberapa jam aku berjalan ke dalam hutan arah selatan, aku menemukan sebuah sungai dengan air terjun.“ Nina memperlambat jalannya agar mereka bertiga berjalan berbaris.

Gerakan Nina dimengerti oleh Giya. Maka dari itu, Giya terus berbicara sambil terus berjalan ke arah depan atau arah selatan.

“Oh, aku tahu peristiwa itu. Mengapa kamu tidak bilang?“

“Kukira kamu sudah tahu.“ Nina mengira Giya sudah tahu tentang air sungai di bagian dalam hutan.

Kepala Giya bergerak ke kiri dan ke kanan dengan cepat. “Jika aku tahu, aku akan pergi ke sana dari pada ke arah timur.“

“Aku merasa, monster Salmagtress semalam yang dibunuh olehmu, Isander, mereka adalah monster yang membuatku terjatuh ke sungai. Mereka sama-sama berkelompok dan beranggotakan banyak,” tambah Giya kepada Isander. Dia baru ingat tentang ini di kepalanya.

Ucapan Giya membuat Isander tersadar dengan sesuatu yang mengganjal pada monster-monster semalam.

Tangan Isander mengelus punggung Meisya dan dia membalas, “Aku melihat ada beberapa luka sayat di antara mereka. Aku cukup bingung dengan ini lantaran bukan dari aku, ternyata itu bekas serangan kamu.“

“Sudah kuduga, itu mereka.“

Giya menghela napas lega mendengar konfirmasi daei Isander. Monster-monster yang menyerangnya secara berkelompok sudah mati semalam oleh Isander.

“Omong-omong, mengapa kamu tidak bisa membunuh mereka semua, Giya?“ Nina penasaran mengapa Giya tidak melawan mereka semua.

“Jumlah mereka banyak. Ketiga pisau lempar tidak cukup dan belum mampu melawan mereka.“

Respons Nina terhadap jawaban Giya adalah anggukan kepala, dia juga mengetahui batas kekuatannya. Dirinya belum tentu bisa melawan monster sebanyak itu.

Segera, Nina menoleh ke belakang dan melihat Isander. Tatapannya memandang Isander dengan mata yang kagum dan menghormati.

Kekuatannya sangat lemah dibandingkan kekuatan Isander, Nina mengakui hal itu. Dia telah percaya dengan ucapan Giya bahwa Isander adalah pria yang kuat dari Giya.

Ia duga Isander ada di atas tingkat Agter Master. Kekuatan Agta yang memiliki unsur elemen alam biasanya memang kuat meski tingkatnya masih rendah.

Namun, di kasus Isander itu berbeda. Kontrol atas kekuatan Isander sudah ada di atas tingkat Agter Senior atau Master. Nina tahu dari kekuatan yang ditampilkan oleh Isander dan bukti semalam yang menandakan bahwa Isander memang kekuatannya ada di tingkat Agter Master ke atas.

Tatapan Nina diketahui oleh Isander meski dia sibuk menatap jalan karena medan perjalanan yang penuh dengan batu dan rumput. Diharuskan teliti melihat agar tidak terjatuh.

Setelah mereka berjalan selama 3 jam di dalam hutan yang memiliki banyak pohon dan rerumputan serta beberapa batuan besar, mereka mendengar suara air yang mengalir deras.

Bola mata Giya membesar ketika mendengar ini dan dia menoleh ke belakang untuk melihat Nina. “Apakah itu sungai yang terdapat air terjunnya?“

“Benar, itu sungainya.“ Nina mengangguk membenarkan tebakan Giya.

“Ayo kita ke sana!“ Giya sudah tidak sabar dan mempercepat langkah kakinya.

Melihat Giya yang sudah jalan lebih dahulu, Nina memberi isyarat kepada Isander untuk jalan di depannya, dia takut Isander ketinggalan di belakang.

Mereka bertiga sama-sama berjalan menuju air sungai yang dimaksud oleh Nina. Suara air jatuh dan aliran air yang besar sangat jelas mereka dengar.

Tak lama kemudian, mereka melihat sesuatu di kejauhan.

Mereka melihat di beberapa meter di depannya terdapat sebuah aliran sungai begitu jernih. Perlahan mereka bertiga mendekati aliran air tersebut dengan kewaspadaan yang tinggi.

Ketiganya belum tahu dengan apa yang ada di sekitar aliran sungai. Demi keselamatan mereka harus mengendap-endap dan memeriksa situasi lebih dahulu.

Giya yang berjalan paling depan akhirnya sampai di pohon paling dekat dengan sisi sungai. Menoleh ke kiri dan ke kanan, dia melihat-lihat kondisi sekitar sungai.

Setelah memeriksa dan mengamati sungai, dia tidak menemukan ada monster dan semacamnya, ini aman.

Tangan Giya terangkat dan dia memberi isyarat kepada Nina dan Isander dengan tangannya.

Keduanya mengerti dengan kode atau isyarat ini, dan mereka semua mulai bergerak lebih dekat ke sungai.

“Sangat jernih!“

Menatap air sungai yang mengalir di depannya, Giya mengangguk puas dengan kebersihan air sungai.

Air sungai ini memang bersih. Nina sudah memeriksa dengan mengambil air dengan kedua telapak tangannya. Airnya tidak berbau dan kotor. Benar-benar bening.

Namun, aliran sungai ini cukup besar sehingga mereka tidak bisa melihat dasar dari sungai ini.

Mereka juga sudah menandakan bahwa sungai ini tak bisa digunakan sebagai tempat mandi karena aliran sungai yang deras tak cocok untuk berendam atau mandi.

“Ikuti aku. Aku masih ingat cara melewati sungai ini dan pergi ke seberang sana.“ Nina mulai berjalan dan memimpin ketiganya.

Tanpa berpikir dan bertanya, Giya dan Isander berjalan mengikuti Nina di depan.

Arah Nina melangkah itu menuju ke tempat air terjun yang ada di barat daya. Benar, sungai ini terlihat membelah hutan.

Faktanya, sungai ini muncul dari Gunung Salak dan membelah hutan secara vertikal dan dibelokkan oleh medan tanah sehingga memotong hutan secara horizontal.

Giya dan Nina sudah membahas ini, sungai ini masih sungai yang sama dengan sungai sebelumnya.

Mereka berjalan selama beberapa menit hingga sampai di dekat air terjun. Di sekitar air terjun, lebih tepatnya pada tebing terdapat tebing yang agak merendah dan kemiringannya bisa didaki oleh mereka.

Dipimpin oleh Nina, mereka bertiga mulai mendaki tebing yang kemiringan yang rendah.

“Setelah di atas, kita semua pergi ke mana, Nina?“

1
SR07
wet🗿
Rudi Ktb
si mc nya nikah nya di umur brpa sih udh pnya ank 4 thn pas bca sekilas umr ank nya trus di data informasi mc bru 22 tahun berarti mc nya di umr belasan dong nikah nyaa jangan" si mc hamidunin ank orang ya 🤣
mantap gan
kek bagusan Hunter
pecahan_misteri
mungkin ada sebab akibat dia masuk ketubuh itu dan mungkin itu dilakukan oleh ayahnya
pecahan_misteri
padahal sebelum transmigrasi dia perjaka dan tidak memiliki istri kok aneh sih
pecahan_misteri
g jls katanya dari awal dia mati karna rollercoaster kok tiba tiba nolong anak kecil trus mati
YANTO BIRAHI 🅥
dan melumat bibir nya 🥶🥶
kakek sholeh
sebanyak apa ya kira² 50 ton ayam kalo di tumpuk setinggi apa ya
tsa noo: setinggi tekad untuk bercocok tanam
total 1 replies
kakek sholeh
pahlawan lolic gugur
putra jaya
jgn bilang si Tara lah manusia misterius nya
putra jaya
nama rusanya kimaya ....kimaya Agatha hahaha
Lyvia
rasenggan
Amanda Saraazillah A
lanjuttt
Ashveil
Luar biasa
Anonim
lolicon yang baik hati.....
Muhammad Mk: matamu bapaknya tuh
total 1 replies
NewtCode
Boboiboy tanah
Kawulo Alit
kirain bikin rumahnya seperti hasirama senju dengan makutonnya...ternyata motong akar..kurang keren thor
josan
gue curiga jangan² perempuan misterius itu adalah istri si ketua
Al^Grizzly🐨
Katanya baik hati dan mau memaafkan orang..kok teman istrinya mc tidak mau memaafkannya..aneh mcnya.
pecahan_misteri: keknya ada sesuatu yang belum dibalas
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
buat apa bikin rumah jika hanya di tinggalkan begitu saja...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!