Setelah diet ketat yang dilakukan oleh Crystal akhirnya gadis itu mempunyai badan ideal bak Lisa Blackpink idolanya.
Crystal ingin meninggalkan masa lalu atas pembully an yang dialaminya di sekolah lamanya.
Nona muda itu pindah sekolah di Sky High School yang ternyata di sekolah itu, Crystal bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mempunyai dua pacar sekaligus.
Bagaimana cerita Crystal dengan dua pacarnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATB BAB 30 - Bingung Sendiri
Raven tersenyum mendengarnya, dia mengusap rambut pacarnya itu. "Kenapa harus cemburu? Bukankah kau menyukai bakatmu yang seperti Lisa Blackpink itu?"
"Kalau ada gosip miring tentang diriku, apa kau masih percaya padaku?" tanya Crystal lagi.
"Gosip miring apalagi?" Raven justru bertanya balik.
"Jangan dipikirkan," Crystal akhirnya mengalihkan pembicaraan.
Mereka belajar seperti biasanya tapi setelah selesai, Crystal mengajak Raven jalan-jalan dulu.
"Karena kencan kita di taman hiburan kemarin kacau, kita harus menggantinya hari ini," ucap Crystal.
"Apa kau yakin kalau orang-orang itu tidak akan mengganggumu lagi?" tanya Raven.
"Aku sudah memberinya peringatan kalau masih begitu juga artinya aku harus menggunakan kekuatan daddy ku," balas Crystal.
Karena kalau dibiarkan tindakan Sachie memang ke arah yang berbahaya.
"Maafkan aku karena tidak bisa berbuat banyak tapi suatu hari aku pasti akan membuatmu bangga," ucap Raven. Untuk saat ini posisinya memang lemah.
Mereka berhenti di sebuah kafe dan membeli beberapa dessert sambil bercerita bukan mengenai pelajaran tapi masa depan.
"Aku akan memberitahumu karena kau adalah pacarku sekarang," lanjut Raven.
"Jika aku bisa mempertahankan nilaiku tahun ini, aku bisa mendapat akselerasi dan beasiswa ke universitas kedokteran yang sudah lama aku incar!"
"Akselerasi? Itu artinya kau akan lulus sekolah lebih cepat, Ketua?" tanya Crystal.
Raven menganggukkan kepalanya. "Maka dari itu, aku harus berusaha lebih keras lagi, aku ingin menjadi dokter spesialis penyakit dalam supaya bisa membantu banyak orang!"
"Apa kau mau menungguku, Crystal?"
Pertanyaan yang tidak terduga dan gadis itu bingung harus menjawab apa, pacar-pacarnya begitu memikirkan tentang hubungan mereka ke depannya.
Sementara Crystal sendiri masih bermain-main bersama mereka.
Ternyata semua tidak cukup dengan hanya berbuat adil.
Sepulang dari kencan bersama Raven, pikiran Crystal jadi tidak tenang. Seharusnya dia bahagia karena dua pacarnya perhatian padanya tapi dia justru gelisah.
"Crystal..." panggil Sera.
"Ada paket dari keluarga Oberon!"
Crystal segera turun ke lantai bawah untuk melihat paket yang dia dapatkan. Kakek Dexter mengirim beberapa barang mewah untuk Crystal setelah tahu cucunya menjalin hubungan dengan gadis itu.
"Keluarga Oberon sepertinya menyukaimu," komentar Sera.
"Katanya backstreet tapi kenapa Kapten memberitahu tim basketnya dan sekarang keluarganya," protes Crystal.
"Itu artinya dia serius padamu," balas Sera.
"Tapi, Mom. Raven juga memintaku untuk menunggunya," ungkap Crystal jadi bingung sendiri.
"Ini kan tujuanmu, mempunyai dua pacar. Sekarang dua-duanya sudah serius, kenapa jadi bingung?" sindir Sera.
Crystal benar-benar dibuat dilema, dia tidak bisa memilih karena menyukai kedua pacarnya.
"Aku harus bagaimana sekarang?" gumamnya.
Dia tidak bisa bersikap santai lagi seperti biasanya karena Dexter dan Raven, sama-sama memakai hati mereka.
"Jadi, bagaimana prinsip going with the flow itu?" tegur Chris yang membuyarkan lamunan Crystal.
Lelaki itu datang bersama Aya karena mereka ingin bertemu dengan Sera untuk membicarakan pernikahan.
Mereka baru saja melihat pembangunan rumah mereka yang akan Chris dan Aya tinggali setelah menikah.
"Contohlah kakakmu ini setia sampai mati dengan Aya," lanjutnya.
"Sudahlah," ucap Aya mencoba membuat Chris berhenti menggoda Crystal.
"Kak..." Crystal menatap Aya dengan lekat. "Kenapa kau menyukai kakakku? Apa yang membuat kak Aya yakin kalau kak Chris itu pasangan hidup?"
"Apa ya..." Aya tampak berpikir. "Aku selalu berdebar ketika dengan Chris dan hati kita memilihnya seolah berkata dia adalah jodohku!"
"Wah, jadi seperti itu..." Crystal belum merasakan hal demikian pada Dexter dan Raven.
penasaran banget sama ending ceritanya..
tapi apa boleh buat..
semoga suatu saat kak dhevis masih mau ngelanjutin cerita2 yg hiatus walopun tanpa kompensasi apapun..
stay healthy and keep fighting.. 😘😍🥰🤩