NovelToon NovelToon
Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ocean Na Vinli

Ashley Silverstone mengalami kejadian naas tepat di hari kematian orangtuanya. Ia di culik dan di jual ke situs online oleh seseorang' kepada pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin, kemudian mahkotanya pun di ambil paksa.

Tak cukup sampai di situ, setelah berhasil kabur. Ashley harus menelan pil kepahitan lagi manakala dirinya di usir dari rumah orangtuanya sendiri.

Akhirnya Ashley memutuskan untuk pergi dari kota Los Angeles, ingin melupakan semua kenangan buruk yang telah terjadi. Namun, tanpa Ashley ketahui benih pria yang merampas mahkotanya, tumbuh di dalam rahimnya. Dan ia pun melahirkan dua anak kembar laki-laki.

"Mommy, di mana Daddy? Kami rindu Daddy!"

"Mommy jahat! Kami mau ketemu Daddy!!!"

Pertanyaan beruntun dari kedua anaknya, membuat dada Ashley bergemuruh kuat saat mengingat kejadian tujuh tahun silam.

Akankah Ashley mengatakan kebenarannya kepada buah hatinya?

Penasaran? Yuk, simak kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menara

"Argh! Kenapa kau tidak isi pulsa ha?!" tanya Martin kala sambungan telepon tiba-tiba terputus barusan. Dia sangat kesal kalau Amora habis pulsa.

Amora mencebikkan bibir. "Kenapa kau menyalahkan aku! Kita tidak ada uang bodoh! Seharusnya kau memberikan aku uang tadi!?"

Martin melototkan mata mendengar perkataan Amora. "Diam, Amora, kau tidak lihat mereka masih di sini," ucapnya dengan penuh penekanan sembari melirik tiga pria yang ia suruh tadi tengah memusatkan perhatian ke arah mereka.

Amora membalas dengan mendengus lalu beranjak dari tempat duduk. "Sudahlah, aku mau keluar, di sini panas sekali!" Setelah berkata ia berlalu pergi meninggalkan Martin.

Martin hanya menggeleng pelan lalu duduk di kursi. Menatap lurus ke depan, melihat Kenny dan Kevin tengah berbisik-bisik.

"Semoga saja Daddy dan Mommy tahu kalau kita di culik," ucap Kevin, pelan.

"Hmm, tenanglah, Daddy dan Mommy pasti tahu, kau lupa Grandma dan Grandpa kita bukan orang sembarangan." Kenny melirik Kevin sekilas.

Kevin mengangguk.

Kenny dan Kevin sudah mengetahui seluk-beluk keluarga Daddynya. Dia mendapatkan semua informasi tersebut dari menginterogasi Maximus tempo lalu.

"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan Kak?" tanya Kevin kemudian.

"Aku punya ide. Ikuti saja perintahku, kita tunggu waktu yang tepat." Kenny berucap tanpa menatap lawan bicara. Dia tengah menatap tajam Martin di ujung sana yang memperhatikan gelagat mereka sedari tadi.

"Hei! Apa yang kalian bicarakan ha?!" Martin berdiri seketika kemudian melangkah cepat mendekati Kenny dan Kevin.

Kenny dan Kevin mendongak. "Tidak ada," sahut keduanya serempak.

"Jangan membuat masalahku! Kalian tenang saja, jika Daddy dan Mommy kalian memberi aku uang, aku akan melepaskan kalian!" Martin tersenyum sinis lalu menoleh ke arah tiga pria di ujung ruangan. "Hei, aku mau keluar sebentar, jaga tiga bocah ini."

Ketiga pria itu mengangguk cepat.

Sebelum berlalu pergi, Martin menyeringai tipis kepada Kenny dan Kevin.

Selepas kepergian Martin, Kenny dan Kevin saling melemparkan pandangan penuh arti.

*

*

*

Langit berubah perlahan menjadi gelap dan hanya menyisakan bintang-bintang kecil bertaburan di sekitar. Sementara itu, di atas menara yang tinggi menjulang hanya diterangi lampu temaram. Sangking gelapnya, tampak sebuah lilin diletakkan di lantai.

Terlihat tiga orang pria tengah tertidur pulas di atas kursi. Dan terdengar pula dengkuran kuat dari hidung mereka hingga mengalahkan suara jangkrik yang bersenandung kecil di luar sana. Sedangkan Martin dan Amora memilih tidur di gubuk kecil dekat hamparan laut.

Di sela-sela suara dengkuran terdengar, Kenny dan Kevin sedang berusaha melepaskan ikatan di tangan. Keduanya tak melepaskan pandangan dari tiga pria di hadapan mereka.

Kenny tersenyum tipis saat ikatannya terlepas. Dengan pelan ia beranjak kemudian mendekati Kevin yang tampak kesusahan membuka tali.

"Shfft." Secepat kilat Kenny melepas ikatan Kevin lalu memberi kode agar tak membuat suara.

Kevin mengangguk pelan.

"Sekarang apa yang kita lakukan Kak?" Kevin berbisik pelan di telinga Kenny.

Kenny tampak berpikir keras sembari mengedarkan pandangan di sekitar ruangan. Senyum smirk terlukis diwajahnya seketika saat melihat sesuatu di depan sana.

"Kak?" Kevin menepuk pelan pundak Kenny.

"Ayo kita ke sana, ingat jangan menimbulkan suara," ucap Kenny sambil sesekali melirik tiga pria yang masih terjaga.

Kevin mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Kenny. Keduanya pun mengendap-endap di dalam ruangan.

Dor!

Dalam hitungan detik terdengar bunyi tembakan di atas menara. Mengusik tidur Martin seketika. Pria itu langsung duduk dan bergegas menuju sumber suara. Martin melebarkan mata saat melihat kobaran api menyelimuti menara.

"Tolong kami!" teriak salah seorang pria dari atas.

Martin menggerutu sebal. "Si@lan! Apa yang terjadi?" ucapnya sejenak lalu melangkah cepat. Namun, belum juga ia sampai di menara. Terdengar suara helikopter mendekat, membuat Martin menoleh ke atas, melihat logo perusahaan Kendrick Andersean terpampang jelas di helikopter.

"Si@lan!!!" Martin kelimpungan. Secepat kilat ia berlarian ke gubuk ingin membangunkan Amora dan berencana kabur.

Di sisi lain.

"Kak, bagaimana ini?" tanya Kevin.

Saat ini Kenny dan Kevin mencoba membuka pintu menara. Gurat kepanikan tergambar jelas diwajah keduanya. Tadi Kenny mengambil pistol di salah saku ketiga pria tersebut dan menembak kaki salah satunya. Dua di antaranya malah panik, berlarian-larian kesana kemari di ruangan dan tanpa sengaja mengenai lilin.

Akhirnya Kenny dan Kevin pun berusaha keluar dari ruangan. Dengan mencoba menembak gagang pintu namun sayang sekali akibat api yang sudah hampir setengah melahap bangunan tua itu. Beberapa kayu runtuh tepat di luar pintu sehingga menghalangi Kenny dan Kevin untuk keluar.

Kenny melirik ke kanan dan ke kiri. Melihat ketiga pria itu malah menangis tersedu-sedu.

"Hei kalian berhenti menangis! Cepat bantu kami mendorong pintu ini!" titah Kenny seketika.

Salah satu di antaranya menghentikan tangisan. "Apa kita bisa selamat? Di sini sangat panas!"

"Bisa! Asalkan kalian mendorong pintu ini!" ucap Kevin menahan sabar.

Ketiganya saling melemparkan pandangan sejenak sambil menggerakan kepala ke kanan dan kiri, melihat api semakin membesar.

"Ayo cepat, bantu kami!!!"

Kenny dan Kevin mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga. Lantas melihat kegigihan dua bocah itu, ketiganya mendekati si kembar kemudian mendorong pintu itu bersama-sama.

Brak!

Mereka berhasil menyingkirkan reruntuhan dan bergegas keluar dari ruangan. Ketiga pria itu berada di depan. Sementara Kenny dan Kevin di belakang

"Ayo cepat Kevin!" Kenny menggandeng tangan Kevin lalu berlarian menuruni anak tangga. Namun, dari atas ada kayu tiba-tiba terjatuh.

"Kenny! Kevin! Awas di atas kalian!" Suara seseorang yang tak asing bagi Kenny dan Kevin berteriak entah dari mana.

Sontak Kenny dan Kevin menoleh ke atas kemudian tanpa sadar memejamkan mata.

1
Nani Te'ne
Suka
yan tii
yang ini mana kak kok gak ada ceritanya
Lindawati
🥵🥵🤣🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
lg ngidam ken.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ansly bodoh alias oon, baik boleh tp ga harus d borong jg oon y, udh tau viola mau bunuh dia be²rpa x rp rrp aja mau nilong kn aneh... 🤦
se baik² y org ga mgkn bego be²rp x kyk kmu ansly, mf thor kebawa emosi sm pemeran wanita y.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
dasar ansly keras kepala pdhl sdh d ksh tau keadaan dlm baya mlh se enak jidat pergi tnpa mkr keslmtn dr n org sektr y... prcm d ksh tau kl emang mau ngumpanin sndiri jd krban viola..🤦
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
wkwkk.. kerjaan s kembar bner² ya.😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mf pemeran cowoknya terlalu lembek dan ga sigap dlm brsikap sampe istri dan anaknya jd korban.
mf rhor kebawa emosi.🤭
sidak karya
kata j*l*ng dilarang kah?
Harith Haikal
😔
Uba Muhammad Al-varo
bagus dan luar biasa
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒊𝒌 𝒂𝒘𝒂𝒍 𝒃𝒂𝒄𝒂 𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒆𝒈𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒋𝒂 😅
Mazree Gati
bocah kurang ajar,,,end, ,unsub,,
Mazree Gati
bocah kurang ajar
Irene
terima kasih suka selalu ceritanya
Puspita Sari
astagaaa...si Rosa dikasi jengkol brp kilo sama si kembar sampe gas nya banyak gtu/Facepalm//Facepalm/
Kismi Kismi: yaallahh sakit perut ku ngakak terus,Rosa Rosa🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Puspita Sari
bukan bucin dia mah tapi lebih ke tolol...udh ketauan selingkuh ditinggalin masih aja nyari amit" dah ...
Setianingrum Ningrum
Luar biasa
Nurhasanah
sumpah ngakak Thor, parah yang bau jengkol sampai pada pingsan 😄😄😄🤭
Si Cantik Manis
ga ada judul nya dikarya mu thor
yuli winarti: ndak ada judul nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!