NovelToon NovelToon
Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sartikai

Memiliki ibu yang selalu sinis terhadap hidup membuat masa kecil Kikan tidak bahagia. Banyak orang memandang hina dirinya. Namun ketika Rey Stinson yang populer dan tampan menjadi pacarnya, Kikan akhirnya punya sesuatu untuk dibanggakan.

Ia pun berusaha keras agar tidak kehilangan Rey, apalagi begitu sadar dirinya hamil. Ketika Rey mencampakkannya, Kikan bersifat agresif. Meski begitu, bukan ia yang menabrak pacar baru Rey. Sayang Kikan tidak bisa membuktikannya.

Belasan tahun mendekam di penjara, Kikan akhir ya dibebaskan. Ia pun kembali ke Kota kecilnya untuk mengenal lebih dekat anaknya yang dibesarkan Rey.
Sebenarnya Rey tidak memercayai Kikan, tapi tekad dan ketegaran hati Kikan perlahan meruntuhkan tembok Rey.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sartikai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Rey membenamkan kepala pada kedua tangan. Ini memang gila, mengapa ia bereaksi begitu kasar terhadap Devan, padahal Devan hanya ingin bersikap baik.

Ketika teleponnya berdering lagi, Rey begitu yakin itu Devan dan menjawab tanpa melihat nama penelepon. "Hei, aku minta maaf. Aku hanya sangat bingung saat ini," ujarnya, tetapi ternyata bukan Devan yang menelepon kali ini.

"Papa bicara apa?"

Rey menarik napas cepat ketika mengenali suara anaknya. "Hei, Jas..kenapa tidak sekolah?"

"Aku memang disekolah. Sedang istirahat."

"Lalu ada apa?"

"Aku baru memeriksa jadwal. Aku ada pertandingan hari rabu."

"Jam berapa?"

"Sekitar jam tiga sore." Jawab Jason.

"Aku akan menonton, seperti biasa."

Setelah ragu sejenak, Jason berkata, "Apakah papa masih akan mengunjungi mom seperti yang kau bilang saat sarapan?"

Mengingat percakapannya barusan dengan Devan, Rey tahu ia harus menjaga jarak. Kalau Kikan sudah dapat berjalan ke rumah Devan bolak-balik, berarti dia baik-baik saja. Tapi karena tak ada satu orangpun yang akan mengunjunginya, dan Kikan tidak punya telepon kalau-kalau membutuhkan bantuan, Rey menjadi cemas. Tak ada yang dapat menghalangi Logan datang ke rumah Kikan dan membuat lebih banyak kekacauan. "Ya, sepertinya setelah makan siang, kenapa?"

"Apakah papa akan memberitahu mom? Tentang pertandinganku? Aku mengirim pesan untuknya di Facebook, tapi aku tak yakin mom akan membacanya."

Rey menunduk sambil meletakkan kedua siku di lutut.

"Apakah papa mendengarku? Karena aku harus segera mengahiri panggilan. Sebentar lagi bel berbunyi."

"Aku akan memberitahunya," kata Rey.

"Berapa kira-kira biaya yang harus kukeluarkan kalau membelikan mom ponsel?" tanya Jason.

"Kau belum cukup tua untuk membelikan siapapun ponsel."

"Kita dapat memasukkan mom dalam rencanamu."

Rey menggeleng-gelengkan kepalanya. Dunianya semakin gila. "Dia takkan mau bahkan kalau kita menawarkan."

"Kenapa tidak?"

"Dia orang yang sangat mandiri."

"Tapi itu bagus, kan?"

Ketika Jason mengatakan itu, Rey sadar kemandirian dan kekuatan Kikan, tekadnya untuk melawan kembali tanpa harus bersandar pada siapapun, merupakan sebagian hal yang membuatnya tertarik pada wanita itu. Rey ragu apakah ia pernah bertemu orang lain yang begitu tahan banting seperti Kikan. "Ya, itu bagus."

"Beritahu mom bahwa aku dapat menjemputnya kalau dia perlu dijemput."

"Kau tidak akan sempat menjemputnya, tapi aku akan bertanya apakah dia mau menumpang padaku."

"Aku akan senang sekali kalau mom mau datang. Semoga aku dapat bermain bagus."

"Semoga saja." kata Rey, lalu mereka mengakhiri panggilan.

Kikan jauh lebih mampu merebut hati anaknya daripada yang Rey perkirakan. Dan itu membuatnya merasa bersalah tidak mencoba mendekatkan Jason dengan ibunya sejak dulu.

...*************...

...***...

Ketika Rey tiba di trailer Kikan, wajah wanita itu tanpa riasan, rambutnya diikat kebelakang, dan dia mengenakan celana pendek kebesaran jelek itu.

"Hai." Kikan memegangi pintu, tetapi matanya segera berubah menjadi tatapan waspada yang sepertinya dia simpan untuk Rey, seolah Rey ular berbisa yang baru menyelinap dalam jarak yang siap untuk menyerang.

Rey mengulurkan sandwich yang ia belikan untuk Kikan dalam perjalanannya kesini. "Makan siang." katanya.

Ketika Kikan tidak mau menerimanya, Rey memberenggut. "Makan siangmu, karena itu aku menyerahkannya kepadamu."

"Rey aku tidak mau terus menerus dibawakan makanan olehmu. Aku tidak dapat menerimanya."

"Ini makanan, Kikan. Setiap orang harus makan."

Kikan menunjuk sambil lalu ke arah dapur. Aku punya makanan kalengan." Ujar Kikan.

Yang dibelikan olehnya bersama Devan, tetapi Kikan tidak tahu itu. "Yang ini lebih enak, bagaimana kepalamu?" tanya Rey.

Akhirnya setelah menerima kantong makanan itu. Kikan menyingkir ketika Rey masuk, mereka seakan terlarang untuk bersentuhan fisik. "Baik, seperti mendapat kepala baru." Jawab Kikan.

Mungkin rasa sakitnya sudah hilang, tetapi lebam-lebamnya tampak makin nyata, Kikan tampak seolah baru dipukuli.

"Kau babak belur."

"Aku akan sembuh."

Aroma cat baru tercium, dan Rey melihat bercak-bercak coklat muda di pakaian dan rambut Kikan. "Kau mengecat apa?"

Kikan menunjuk kamar tidur di ujung, kamar yang dia rencanakan sebagai kamar Jason. Tentu dia akan meluangkan waktu untuk menata kamar Jason sebelum yang lain.

Rey membayangkan semua uang yang Kikan kirim selama bertahun-tahun ini, dan kartu-kartu serta surat-surat untuk Jason. Jason mendapatkan yang terbaik dari apapun yang dimiliki Kikan. Rey pernah memilih untuk memandang hal itu sebagai usaha pemanfaatan, tapi sekarang ia mulai bisa mengerti. bahwa itulah cara Kikan berusaha untuk dekat dengan putra mereka.

"Bagaimana kemajuannya?"

Kikan mengerutkan dahi. "Aku bukan tukang cat yang baik, dan cat itu sudah cukup lama. Ada orang yang memberikannya kepada ibuku beberapa bulan lampau. Jujur saja, aku tak yakin catnya akan menempel, tapi aku putuskan untuk mencobanya."

"Ayo lihat"

Kikan menggeleng. "Tidak apa. Belum selesai."

Namun Rey tetap melangkah ke kamar tidur. Kikan mengikuti dan berdiri di belakangnya saat Rey mengamati hasil kerja Kikan. "Apakah kau sudah mengaduknya?" tanya Rey.

"Sebaik yang ku bisa."

Cat itu perlu diaduk lebih kuat. "Kau berusaha melakukan semua ini sendiri?"

"Memang memakan lebih banyak waktu, tapi aku berusaha hati-hati. "

Hasil kerja Kikan tidak buruk, mengingat dia mungkin belum pernah mengecat kamar, tapi Rey sudah sangat sering mengecat. Dan ia dapat melakukannya dengan lebih baik hanya dalam beberapa jam.

Rey teringat pada gulungan selotip yang ia bawa di mobil kalau-kalau ada sesuatu yang harus dilapisinya dengan cepat, dan tergoda untuk menawarkannya pada Kikan. Tetapi kalau Kikan sudah sangsi dengan sandwich yang dibawanya, wanita itu pasti tidak akan berterima kasih bila Rey turut campur dalam kegiatannya yang terbaru.

"Buruk sekali, ya?" kata Kikan ketika Rey tidak berkomentar.

"Nanti juga akan baik." Rey membalikkan badan ke arah Kikan. "Apakah sakit dikepalamu sudah hilang?"

"Sebagian besar."

"Dan kau tak mendengar kabar dari Logan?"

"Tidak. Itukah sebabnya kau datang kesini? Kau tidak bilang apa-apa padanya, bukan?"

"Aku datang melaporkan perbuatan Logan, ke kepolisian. Katanya mereka akan menangani masalah itu."

"Semua tidak akan berubah seperti yang kau inginkan kalau polisi itu mengatakan hal yang salah. Kau tahu Logan pemberang."

"Kita harus mulai dari situ. Atau kita akan tampak seperti pencari gara-gara."

Mata Kikan menampakkan kekhawatiran. "Tidak ada kita. Ini tidak ada hubungannya denganmu, aku sudah berusaha mengingatkanmu."

Kikan juga sudah menyuruh Devan untuk tidak mengenalinya di depan umum. Kikan tahu dirinya dianggap racun.

"Alasan lain aku datang karena Jason. Dia memintaku untuk memberitahumu bahwa dia akan ada pertandingan hari rabu jam tiga."

Kikan tidak tampak gembira seperti yang semula dibayangkan Rey.

"Kau ingin datang bukan?"

"Tentu saja, tapi... Kuharap beberapa lebamku sudah hilang, kalau tidak aku akan menarik banyak perhatian. Bahkan dari orang yang tidak tahu bahwa aku mantan narapidana."

"Mantan narapidana atau bukan, kau lebih cantik dari pada kebanyakan wanita lain," kata Rey. "Aku tidak khawatir akan itu."

Kikan lebih keliatan tidak percaya, daripada tersanjung. "Aku bisa menunggu pertandingan berikutnya, tapi aku ingin sekali melihat Jason main, jadi... mungkin aku akan mencari topi, yang bisa menyembunyikan perban jahitanku."

1
Hera Imoet
hiks hiks hiks hiks akoh terhura... sukaa.. love you thorr
Hera Imoet
yeeaayyy akhirnya... saatnya kau bahagia Kikan.. lanjutttt thoorrr cemungutzz yupzzz 😘
Hera Imoet
di nikahin donk.. pasti Kikan mau... cuma di ajak bobo doank rugi bandar... nanti di hempaskan lagi... hehehehe lanjutttt thoorrr cemungutzz 😘
Hera Imoet
Rey.. jadilah lebih dewasa dari masa itu... lindungi Kikan tebuslah kesalahanmu di waktu lalu... lanjutttt thoorrr cemungutzz yupzzz 😘
Hera Imoet
karya yg bagus.. banyak nilai pembelajaran tentang hidup... semangat berkarya author
Hera Imoet
gitudeh kalau cuma duga2 aja... coba kalau ngalamin sendiri pasti tau rasanya .. hehehehehe emak nya Rey minta di ketok ajah nih...
Hera Imoet
setelah baca beberapa chapter... cerita yg bagus... semangat Kikan... semangat authorr... lanjutttt
putri novela
serru bgt....top
ZQ
via....via......kenapa tudak minta maaf pada kikan saja????
ininakan membebaskan trauma kamu
Chikita Ratu Ayu: Via nya penakut
total 1 replies
ZQ
nyeeeeeseeek banget
kan kuat banget elu
Indah Sark: 💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
ZQ
keras dan kaku hidupmu Kikan
tidak ada waktu untuk bersedih
semua harus dikuat kuatin yaass
ZQ: iya pas banget bayangin 17 th
total 2 replies
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aku kak "Dear Handana"
Nenieedesu
sudah aku favoritkan kak
Nenieedesu
luar biasa
Nenie desu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak Rasa yang terpendam
Nenie desu
3 iklan untukmu kak
Nenie desu
semangat terus kak
Nenie desu
bagus ceritanya
Arkan_fadhila
ia aq bacanya pelan2 karena terkadang apa yg doucafkan pun aq gak faham dan harus baca ulang ...tanda baca tanda org bicara dan dialog mereka tak bisa aq tangkap jelas.. menyatu dgn kalimat yg lain
Arkan_fadhila
waaahhhh jgn2 Devan smpat menaruh hati kepada Kikan diwaktu muda?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!