NovelToon NovelToon
Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Anak Kembar / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: widia wati

Veliana, putri dari bos mafia yang hilang. Setelah kecelakaan yang menewaskan ibunya, Veliana diselamatkan oleh seorang wanita tua dan dibesarkan seperti anaknya sendiri. Pertemuannya dengan seorang pria yang ia selamatkan membawanya kembali ke lingkungan yang seharusnya ia berada.

Akankah ia dapat membalaskan dendam pada orang yang telah membunuh ibunya? Dan merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya selama ini?

Darah, senjata, pembunuhan, perkelahian, perjudian, jual beli ilegal, tindak kekerasan dan kejahatan. Semua itu adalah lingkungan biasa yang terjadi di dunia bawah tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon widia wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perusahaan

"Untuk apa kau membawa ke perusahaan mu?" tanya Lina begitu turun dari mobil.

"Jika kau mau pulang, silakan," kata Daniel sambil melangkah masuk.

"Selamat datang tuan muda," kata dua penjaga yang berdiri di depan pintu bersamaan. Mereka membantu membukakan pintu kaca tersebut dan mempersilakan masuk.

"Hei! Tunggu aku!" Lina bergegas mengejar Daniel masuk ke dalam gedung perusahaan itu.

"Siapa gadis itu?" tanya salah satu penjaga pada rekan kerjanya.

"Tidak tahu. Tapi gadis ini sungguh sangat berani sekali pada tuan muda," jawab rekannya.

"Dan tuan muda terlihat tidak terlalu mempermasalahkannya."

"Apa dia mungkin dia pacar tuan muda?"

"Tidak mungkin. Tuan muda kita ini dikenal sangat tidak suka didekati wanita, tapi... Bisa saja sih."

"Itu artinya tuan muda kita ini tidak jumblo lagi."

Di dalam perusahaan. Lina berdecak kagum melihat interior dan eksterior dari ruangan aula depan gedung ini. Sungguh sangat megah seperti melintasi waktu menuju masa depan. Memang pantas sebagai perusahan pengembangan teknologi dan robotika.

"Wow... Tempat ini luar biasa," puji Lina sambil masih terkagum-kagum dan melirik sana sini.

"Kucing! Cepat kesini!" panggil Daniel begitu melihat peliharaannya tidak ada di dekatnya.

"Iya, aku datang," Lina berlari menghampiri Daniel yang sudah masuk lif sebelum pintu lif tertutup. "Bisa tidak kau jangan memanggilku kucing. Aku punya nama."

"Tapi kau selalu mendekat setiap kali aku memanggilmu dengan sebutan itu," lirik Daniel pada gadis yang cuman setinggi bahunya ini.

"Kau tahu, tidak ada gunanya berdebat denganmu," kata Lina cemberut.

Pintu lif terbuka setelah membawa mereka dari lantai dasar menuju lantai atas. Daniel keluar dari lif dengan Lina yang mengikutinya dari belakang. Beberapa karyawan terlihat membungkuk sambil memberi salam begitu Daniel lewat, namun mereka berbisik satu sama lain di saat melihat Lina. Lina agak tidak nyaman di perlakukan seperti itu, dilirik dengan tatapan sinis oleh sebagian besar karyawan wanita dan bahkan ucapan mereka masih bisa di dengar Lina. Ia mempercepat langkahnya mendekati Daniel sambil tertunduk. Setidaknya ucapan mereka tidak terdengar lagi jika ia di dekat Daniel karna mereka tidak akan berani kalau ucapan mereka di dengar bos mereka.

"Siapa wanita itu?"

"Dia keluar bersama bos dari lif khusus."

"Bos tidak perna membawa seorang wanita bersamanya."

"Apa gadis itu pegawai baru?"

"Tidak mungkin pengawal baru naik lif khusus, bersama bos lagi."

"Apa dia seorang wanita penggoda?"

"Seorang ****** kecil mencoba mau merayu bos kita."

"Gadis itu terlalu nekat."

"Pakaian yang dikenakannya pasti di dapat dari merayu bos-bos besar lainnya. Sekarang dia berani mendekati bos kita."

"Dia tidak tahu apa yang dihadapinya."

"Gadis ini sok polos."

"Pakaiannya bolehlah dari brand ternama tapi gaya dan tampang nya itu aku bisa menebak kalau ia hanya gadis kampung."

"Itu benar."

"Dia tidak cocok bersanding dengan bos kita."

"Kita harus memperingatkan dia."

"Beri pelajaran saja."

Semua perkataan mereka sangat menyakitkan hati. Seharusnya Lina tidak ikut bersama Daniel jika ia akan dicaci seperti ini oleh karyawan wanita disini.

"Potong semua gaji mereka yang berani menghina orang ku!" kata Daniel pada seorang pria yang membuat Lina cukup terkejut mendengarnya.

"Baik," jawab pria itu pelan namun tegas. "Hah... Mulut para wanita ini benar-benar tidak bisa dijaga," gumang pria tersebut.

"Jangan pedulikan ocehan mereka. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu."

Daniel menarik tangan Lina masuk ke suatu ruangan besar. Di ruangan ini berisi orang-rang yang sedang melakukan uji coba terhadap suatu robot masing-masing yang ada dihadapan mereka. Mulai dari robot kecil, sedang sampai besar. Rasa sedih yang dirasakan Lina hilang seketika begitu ia melihat keajaiban teknologi hasil ciptaan kepintaran manusia. Daniel merasa senang melihat ketertarikan kucingnya itu pada robot.

"Kucing kecil, bagaimana menurutmu dengan mereka?" Daniel memperlihatkan lima robot berdisain karakter hewan dengan warna cerah.

"Imutnya," kata Lina begitu melihat robot-robot.

"Ini adalah pronyek terbaru kami yang akan diproduksi massal tahun depan. Keunggulan robot ini iyalah dapat menjadi teman bermain bagi anak-anak dan juga membantunya belajar. Terdapat sensor pemindai barang dan suara yang terdapat di robot ini. Jika anak-anak menanyakan suatu pertanyaan, robot ini akan dengan cepat menjawab pertanyaan tersebut. Jika anak-anak mendekatkan suatu barang ke mata boneka, sensor akan memindainya dan menjelaskan barang apa itu. Selain itu, robot ini bisa memutar musik, menampilkan hologram video dan bertenaga surya," jelas Daniel.

"Hebat. Anak-anak pasti menyukai robot-robot imut begini."

"Kau menyukainya?"

"Suka." kata Lina pelan.

"Kalau begitu, ini untuk mu" Daniel menyerahkan robot berbentuk seekor kucing.

"Un... Untuk ku?" Lina sangat terkejut atas pemberian Daniel. Ia bingung mau bilang apa. Ucapan terima kasih saja rasanya tidak cukup. Lina sedikit berjingkat lalu mencium pipi Daniel. "Terima kasih."

Daniel terdiam sebentar. Ia benar-benar tidak menduga kalau kucing ini akan menciumnya. Tampa paksaan, tampa pengaruh obat atau mabuk. Kucing ini dengan suka rela menciumnya. "Aku harus sering-sering memberinya hadiah."

"Kenapa? Apa kau merasa kesepian kalau aku jarang ada di rumah selama dua bulan terakhir? Apa kau merindukan kebersamaan kita?" kata Daniel yang sebenarnya mengatakan dirinya sendiri. Karna sibuk merancang hadiah untuk Lina, ia jarang memiliki waktu bersama Lina.

"Tidak. Tapi aku bosan di rumah seharian. Aku ingin jalan-jalan."

"Jalan-jalan? Itu ide yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama," pikir Daniel. "Baiklah. Mumpung pekerjaanku tidak terlalu sibuk hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan," Daniel mencolek hidung Lina yang mancung.

"Benarkah?" dengan mata berbinar Lina sangat senang mendengarnya. "Kita mau kemana? Taman hiburan? Pantai? Kebun binatang? Atau..."

"Bagaimana kalau menonton bioskop? Di kota ada film terbaru bertema horor," saran Daniel.

"Em... Boleh. Tapi sebelum menonton kita makan siang dulu, bagaimana?"

"Lihatlah dirimu, kau semakin manja."

"Hihi..." senyum terukir di wajah Lina memperlihatkan gigi ginsulnya.

"Tuan muda. Ada beberapa berkas yang harus fi tanda tangani," kata seorang wanita betubuh tinggi dan seksi bak model berjalan berlengok menghampiri mereka. Ia melirik Lina begitu ia melihatnya. "Siapa gadis ini? Apa ia karyawan baru disini?"

"Ya sudah. Aku pergi sebentar mengurus beberapa hal, setelah itu baru kita pergi," usap lembut Daniel di kepala Lina seperti mengusap anak kucing. Lina mengangguk sebagai jawabannya.

Wanita itu sangat terkejut dengan perlakuan Daniel pada Lina. "Apa sungguh itu bos yang selalu dikenal dingin? Ah... Ia benar-benar sangat tampan dengan sikap lembutnya itu. Tapi, siapa gadis ini? Kenapa tuan muda bisa begitu lembut padanya? Jika tuan muda memiliki sikap lembut begitu mana mungkin aku tidak ada harapan untuk mendapatkan hati tuan muda. Aku jauh lebih baik dari gadis kecil ini. Tuan muda pasti lebih memilih aku dari pada dia."

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

1
Yadira Jayden
Biasa
Yadira Jayden
Kecewa
zkiafslll
Biasa
zkiafslll
Kecewa
Yuyun Anggriani AnasYuyun
😄😄😄 tamatlah sudah riwayat kalian sean, alwen, yusran,,🤣🤣

kalin telah membangunkan singa betina yg tertidur🤣🤣🤣🤣

kira2 apa yg akan dilakukan julia ke singa jantan 3 itu ya🤔🤔😜🤣🤣🤣🤭🤭
Yuyun Anggriani AnasYuyun
kaya nya febby ledy blue, soalnya itu bunga lavender itu loh🤨
Yuyun Anggriani AnasYuyun
kayanya bukan nisa deh🙄
Yuyun Anggriani AnasYuyun
🤔🤔siapa ncc antara wendy dan febby🙄🙄 semoga aja julia cepat sadar siapa dari mereka yg merupakan ledy bluee??😒
Yuyun Anggriani AnasYuyun
🤣🤣🤣 julius2 ada aja ide buat sang adik yg nakal,,🤣
pasti seketika julia bangun tuh🤣 karna takut disuntik😁🤭
Yuyun Anggriani AnasYuyun
kaya nya tuan muda arlo akan ajak julia nccc😆😆
mati sudahlah kau rica
Yuyun Anggriani AnasYuyun
nah kan, dari pertama nama samuel di sebut aq udah kepikiran kok kaya nama musuhnya daniel ya????

eh ternyata benar😆
yg sempat daniel saling pukul pas malam dimana daniel sempat terluka oleh samuel dan melarikan diri dengan helikopter itu kan,,,

aq baru mengingatnya thoorrr🤣🤣🤭🤭🤦‍♀️
Yuyun Anggriani AnasYuyun
astagaaaa judyyyy,,, kaya nya itu penyusup yg menyamar menjadi daniel tuhh🥺🤧
❤️‍🔥ℝ❤️‍🔥
aku suka aku suka ceritanya gk bertele-tele 👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥💖💖💖💖💖💖
❤️‍🔥ℝ❤️‍🔥
waw aq suka karyamu thor 👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Lhady Uriyama
langsung mls baca yg beginian, couh
Lhady Uriyama
wanita bodoh len@h, knp gak ditendang aja burungnya
WR ξκύαε: memangnya segampang itu?
total 1 replies
Adam malik
/Facepalm//Facepalm/hahahaha..
Adam malik
/Facepalm//Facepalm/hahahaha..
Bayu
lanjut teman teman ayo share
rambut julius berubah yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!