Lyra Ayudia adalah seorang gadis yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan tunggal, sehingga membuat dia hidup sebatang kara.
Lyra mencoba untuk merantau ke kota besar untuk merubah kehidupannya, karena dia tidak ingin merepotkan Pamannya yaitu adik dari ayahnya.
Namun dia dihadapkan oleh kenyataan yang begitu pahit, berawal dari perkenalan tidak disengaja dengan seorang dokter, sehingga membuat dia lupa diri.
Dan pada akhirnya ada benih cinta satu malam tumbuh dirahimnya, yang sangat memilukan adalah disaat Dokter tampan itu tak mau bertanggung jawab atas kehamilan Lyra.
Akankah Lyra menanggung aib itu sendiri dan bagaimanakah tanggapan dari Paman satu2nya itu?
Yuk baca alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mas Arman kecewa
Kini sudah dua hari berlalu setelah aku dan mas Arman pulang dari Jogja, aku dan mas Arman berharap akan mendapatkan restu dari orangtua angkatnya. tetapi semua tidak sesuai Harapan. walaupun begitu mas Arman akan tetap ingin menikahiku. dan aku juga tidak punya alasan untuk menolak lamaran pria baik seperti mas Arman.
Siang ini aku berencana pulang ke kampung halamanku. aku ingin ziarah ke makam ibu dan ayah. dan aku pergi tidak sendiri siapa lagi pengawal setiaku kalau bukan pak polisi itu. dia tidak membolehkan aku untuk pergi sendiri, walaupun aku sudah mengatakan akan di antarkan oleh supir, tapi dia tetap tidak mengizinkan aku, dia memintaku untuk menunggunya pulang dinas. jadi aku harus menunggu siang baru berangkat bersama dengannya.
Saat aku sedang duduk di dapur sambil mengobrol dengan mbak Santi yang tengah sibuk memasak, aku ingin sekali membantunya tetapi mereka tidak mengizinkan, mbak Santi adalah juru masak dirumah ini.
Kriiing... kriiing...
Tiba-tiba terdengar suara telpon rumah itu berdering. kami diam dan menoleh dengan bersamaan untuk mendengarkan lebih jelas.
"Nyonya, bisa saya minta tolong angkat telepon itu?" ucap mbak Santi.
"Baiklah akan saya angkat." jawabku dan segera menuju ke ruang tamu untuk mengangkat telepon yang masih berdering.
"Halo selamat pagi, kami dari Rumah Sakit xx. untuk mengingatkan kepada pak Arman bahwa besok adalah jadwal kontrol beliau. diharapkan datang lebih awal karena besok jadwal praktek dokter Ikshan hanya 2 jam."
Aku terdiam mendengarkan penjelasan dari RS yang memberitahukan jadwal kontrol mas Arman. aku semakin heran sebenarnya mas Arman sakit apa? kenapa dia harus mempunyai jadwal kontrol rutin.
"Halo! apakah anda masih mendengarkan saya?"
"Ah ya, saya masih dengar. kalau saya boleh tahu mas Arman sakit apa ya?" aku mencoba menanyakan kepada manajemen on duty RS itu.
"Maaf, ibu ini siapa ya?" dia balik bertanya.
"Saya, saya calon istrinya." jawabku dengan jujur.
"Oh calon istri pak Arman. begini buk. pak Arman tidak sakit apa2 dia hanya perlu MCU) medical check up rutin karena dia seorang aparat kepolisian jadi diwajibkan untuk cek up setiap bulannya." jelas manejemen on duty RSxx itu.
"Oh begitu ya Buk, baiklah nanti akan saya sampaikan kepada mas Arman." jawabku kembali.
"Baik Bu, terimakasih untuk waktunya." telpon pun terputus.
Ah syukurlah Ternyata mas Arman tidak sakit apa2. aku benar-benar takut bila terjadi sesuatu hal yang buruk kepadanya. ya Allah lindungilah Dimanapun mas Arman berada, jaga dia untukku. aku tidak bisa membalas semua kebaikannya. hanya Do'a tulus yang selalu aku panjatkan di setiap sujudku.
***
Kini aku dan mas Arman telah berada di perjalanan. mobil yang dikendarai oleh supir mas Arman yang bernama Randa itu melaju dengan kecepatan sedang. di sepanjang perjalanan mas Arman selalu membawaku untuk ngobrol. aku melihat ada kebahagiaan yang selalu terpancar di wajah pak polisi ini. itu terlihat sejak aku menerima lamarannya di pantai waktu itu.
Sejak itu pula panggilannya telah berubah. dia sudah tidak mau memanggil namaku dan telah ia ganti dengan panggilan sayang. akupun tidak ingin protes kepadanya. karena bagiku apapun panggilan yang ia berikan jika itu baik dan dia bahagia maka aku akan menerimanya.
"Sayang, kamu punya sosial media nggak?" tiba-tiba mas Arman menanyakan hal itu. apakah dia tahu jika Dr Yandra minta berteman denganku? nggak. mas Arman nggak boleh tahu, lagipula kenapa sih kemarin aku tidak menghapus atau memblokir akun sosial dr itu. ah aku benar-benar merutuki diriku sendiri.
"Ada mas. tapi aku sudah jarang sekali buka akun sosial mediaku." jawabku dengan rasa takut menyelimuti perasaanku.
"Kenapa begitu sayang?"
"Nggak kenapa-napa mas, aku hanya sedang malas saja." jawabku asal
"Jadi kamu belum download akun sosial media? download saja sayang. biar kita bisa berteman dan mas pengen upload foto kita berdua nanti setelah menikah. biar ada kenang-kenangan kita."
"Ah ya, nanti akan aku download mas." jawabku singkat. aduh mas Arman kenapa sih seperti anak remaja saja.
"Oya mas, tadi ada pihak RS telpon untuk memberitahukan bahwa besok jadwal kontrol mas Arman. dan mereka juga memberi tahu agar datang lebih awal karena jadwal Dr Ikhsan besok hanya dua jam." jelasku kepada mas Arman.
"Hah! jadi tadi kamu yang angkat telepon dari RS?" tanya mas Arman dengan nada terkejut
"Iya mas. emang kenapa mas?" tanyaku kembali
"Tidak. tidak apa-apa. terus mereka bilang apa sama kamu?"
"Aku yang tanyain pada mereka bahwa mas Arman sakit apa.dan mereka bilang hanya jadwal kontrol bulanan untuk MCU. syukurlah jika memang mas tidak sakit apa2. soalnya tadi aku semakin khawatir saat mendengar jadwal kontrol rutin. aku tuh sempat mikir bahwa mas mempunyai penyakit yang serius. aduh pokoknya amit-amit deh mas, semoga itu jauh dari kita ya mas, semoga Allah selalu melindungi kita dari penyakit yang berbahaya."
Mas Arman hanya diam mendengarkan semua kata-kataku. dia menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan dan senyuman yang ia berikan seakan menyimpan kekecewaan.
"Ya, semoga saja Allah selalu melindungi kita." jawabnya singkat.
***
Kini aku telah sampai di kampung halamanku. dan aku segera meminta mas Arman mengantarkan aku ke makam ayah dan ibu.
Aku dan mas Arman telah berada di kedua makam orangtuaku.ku panjatkan Do'a untuk mereka.
"Ibu, Ayah. aku datang, ibu dan ayah bisa melihat bahwa sekarang aku tidak sedih lagi, itu semua karena mas Arman. dia adalah pria yang baik Bu. aku bersyukur bisa bertemu dengannya, jadi sekarang ibu dan ayah tidak perlu khawatir aku sudah baik2 saja. Ibu dan ayah tenanglah disana." ucapku dengan air mata yang tak bisa aku tahan.
"Bu, Yah. aku kesini ingin minta restu dari ayah dan ibu. aku ingin menikahi putrimu. aku berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan Lyra,jadi ayah dan ibu tidak perlu khawatir aku tidak akan pernah menyakitinya." ucap mas Arman di kedua makam orangtuaku.
"Bu, yah, berikan kami Restu. semoga kami bahagia." ucapku dan mas Arman bersamaan.
***
Kini aku telah sampai di rumah pamanku. aku masih ragu untuk menemui paman. aku takut mereka akan kembali mengusirku namun mas Arman selalu meyakinkan aku agar aku segera keluar dan menemui paman.
"Ayolah sayang, kamu jangan pernah takut. niat kita itu baik. restu atau tidaknya mereka yang jelas kita sudah mencobanya. ayo sekarang kita turun ya?" aku hanya mengangguk dan segera turun
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam.. Kak Lyra? Kakak datang sama siapa?" tanya Nia adik sepupuku.
"Ah kakak ingin bertemu dengan Paman. apakah paman ada dirumah?" jawabku. karena aku belum mau menjelaskan dengan siapa aku dan untuk apa tujuanku datang. aku akan menjelaskannya nanti kepada Paman
"Ada kak. ayo masuklah, akan aku panggilkan ayah. jawabnya mempersilahkan aku masuk. aku merasa sikapnya tidak seperti biasanya yang ketus tidak bersahabat. tetapi sekarang dia tersenyum manis dan menyuruhku untuk masuk.
Aku dan mas Arman segera masuk. dan duduk di ruang tamu sambil menunggu Paman datang.
"Lyra! kamu. kamu datang dengan siapa?" paman datang langsung menanyakan dengan siapa aku datang. wajah paman seperti bingung melihat pria bersamaku saat ini.
"Perkenalkan paman, nama saya Arman." mas Arman segera menyalami tangan pamanku.
"Apakah kamu pria yang datang waktu itu mencari dimana keberadaan Lyra dan mengatakan jika kamu adalah ayah dari bayi yang dikandung Lyra?"
Deg!
Jantungku kembali berdetak sangat kencang sehingga rasanya ingin lompat saat itu juga. apakah benar dokter itu datang mencariku? tapi untuk apa dia mencariku lagi? bukankah dia sudah menikah.
"Tidak paman. aku baru kali ini datang kesini. kalau boleh tahu siapa nama orang itu paman?" mas Arman menjawab sambil menanyakan nama pria itu. aku melihat ada kekecewaan diwajahnya saat mendengar paman mengatakan ayah dari bayiku.
"Dia tidak mengatakan siapa namanya tetapi dia mengatakan bahwa dia seorang dokter dan yang mempunyai RS tempat Lyra bekerja di kota Medan."
Mas Arman menatapku dengan tatapan seribu pertanyaan di matanya. aku hanya tertunduk dan tidak berani menatap wajah teduh itu.
"Baiklah paman. saya adalah teman Lyra. saya datang kesini menemani Lyra hanya untuk ziarah ke makam orangtuanya."
Aku tercengang mendengar jawaban mas Arman. ada apa dengan pria ini? kenapa dia bicara seperti itu.kenapa semua tidak sesuai dengan rencana awalnya yang akan meminta paman menjadi wali nikahku. apakah mas Arman kecewa?
"Kalau begitu saya permisi dulu paman. saya harus pulang sekarang karena masih ada urusan penting."
"Lyra, aku pamit sekarang ya." ucapnya kepadaku dan dia segera keluar
Aku kembali dibuat bingung melihat sikap mas Arman berubah menjadi dingin. sebenarnya apa salahku kenapa dia bersikap seperti ini.
"Mas, mas Arman tunggu dulu! kenapa seperti ini? aku salah apa mas? kenapa sikap mas Arman berubah begini?" ucapku sambil menahan tangan mas Arman yang akan masuk kedalam mobilnya. air mataku sudah mulai mengambang di pelupuk mataku. rasanya begitu sakit saat melihat sikap pria yang selama ini begitu hangat dan penuh perhatian dan sekarang tiba2 berubah menjadi dingin dan tidak peduli lagi.
"Lyra, sepertinya kamu tidak butuh pria sepertiku lagi. karena sekarang pria yang sangat kamu cintai itu telah datang mencarimu dan tentu saja kamu sangat bahagia mendengar kabar itu." jelas mas Arman dengan dugaannya sendiri.
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya agar Author semangat Update, terimakasih 🙏🥰🥰