NovelToon NovelToon
Dikira Janda

Dikira Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nia masykur

🔥🔥🔥 21+🔥🔥🔥mohon bijak mencari bacaan

Spin of Novel NISSA

Reina Dzuhairi Sucipto sampai saat ini belum juga menikah di usianya yang sudah menginjak 27 tahun.

Pelecehan yang pernah ia terima dari mantan kekasihnya membuat ayahnya sangat overprotektif terhadapnya.

Dulu, Reina pernah jatuh cinta lagi dengan lelaki yang bernama Arya. Lelaki yang pernah menolongnya saat mendapat perlakuan tidak baik dari mantan pacarnya.

Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Arya jatuh cinta pada ibu sambungnya, Nissa.

Beberapa kali ayahnya menjodohkan dengan anak teman bisnisnya namun Reina menolak begitu saja karena ia lebih memilih fokus ke pekerjaan.

Kini Reina terjebak dengan perasaannya sendiri. Siapakah yang akan memenangkan hati Reina.

cusss... baca...👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 DATANG UNTUK MELAMAR

Hendri menarik nafas dalam. Menatap Yusuf dengan Yakin. "Saya kesini karena permintaan Reina pak."

"Hah." Yusuf semakin tercengan mendengar jawaban Hendri. Ia menatap bu Rumi dan pak Makruf, lalu menatap Hendri. Mereka bertiga menggunakan baju batik. Terlalu formal menurut Yusuf.

Sedangkan Adam semakin menahan tawanya melihat ekspresi Yusuf saat ini. Antara percaya dan nggak percaya. Yakin dan tidak yakin dengan asumsinya sendiri. Namun Yusuf tidak mau berspekulasi, ia masih mengelak jawaban yang sebenarnya dari jawaban Hendri tadi.

Sedangkan Hendri, menjadi harap-harap cemas menatap ekspresi Yusuf yang sulit dimengerti. Jantung Hendri bekerja dengan sangat cepat. Pikirannya sudah menjadi tidak-tidak.

Yusuf berdiri dari posisi duduknya. Membuat semua orang yang ada disana menatap Yusuf.

"Rere." Panggil Yusuf dengan suara sedikit ditinggikan karena semua perempuan masih ada ruang keluarga.

"Kak Re, dipanggil ayah." Teriak Zen yang memang mendengar suara ayahnya.

Reina melangkah cepat menuju ruang tamu. Baru di ambang pintu, langkah Reina langsung terhenti. Apa lagi saat melihat disana sudah ada Hendri dan orang tuanya. Sedangkan posisi Yusuf sudah berdiri sendiri diantara yang lainnya.

Reina melangkah pelan mendekati ayahnya. Matanya melirik Hendri sejenak, ekspresi lelaki yang ia cintai juga sangat menegangkan.

"Ya Allah." Reina memejamkan matanya dan menarik nafas pelan menghilangkan kegelisahan yang tiba-tiba saja menyerang.

"Ayah panggil Rere?" Tanyanya pelan dengan suara bergetar, bahkan hampir saja tidak terdengar jika yang ditanya tuli.

Yusuf langsung menatap Reina yang tertunduk. "Kata Hendri, Rere panggil Hendri untuk datang kesini?"

Reina mengangkat wajahnya. Ia harus berani menatap Yusuf, demi kebahagiaannya sendiri. "Iya. Rere yang meminta mas Hen datang kesini." Jawab Reina lugas.

Baik Nissa, Luna, Wati, dan Jumiasih sudah ikut berkumpul juga di ruang tamu. Melihat suasana tegang yang sedang terjadi disana.

"Untuk apa?" Tanya Yusuf tegas.

Padahal Yusuf dengan jelas, sudah mengerti dan paham dengan keadaan saat ini. Hanya saja dia perlu mendengar secara langsung dari anak gadis yang sangat ia cintai.

"Bukankah ayah menyuruh Rere untuk meminta lelaki yang Rere cintai datang kesini menemui ayah dan keluarga kita? Itu yang ayah minta tadi pagi." Ucap Reina jelas tanpa keraguan sedikit pun.

Nissa mengajak semua yang sedang berdiri untuk segera duduk dan bergabung bersama yang lainnya. Reina duduk diantara Yusuf dan juga Nissa.

Yusuf menatap Hendri. Sekertaris yang sudah mengabdikan dirinya, membantu Yusuf dengan banyak hal. Menjadi orang kepercayaan Yusuf. Bahkan Yusuf lebih mempercayakan banyak pekerjaan kepada Hendri ketimbang Adam, adiknya yang bisa saja ceroboh.

Yusuf menatap bu Rumi dan pak Makruf. Sepasang suami istri dengan usia senjanya, beliau bahkan sudah Yusuf anggap seperti orang tua sendiri.

Di dalam hati Yusuf ingin sekali tertawa. Bukan menertawakan bu Rumi dan pak Makruf. Namun Yusuf menertawakan kisah hidupnya yang sungguh unik.

Bisa-bisanya orang yang sudah di anggap seperti orang tua sendiri kini akan menjadi besannya. Eh... Yusuf tersadar dari lamunannya karena hanyut dengan pikirannya sendiri. Membuat semua orang disana ikut diam.

(Apa kabar bapak Yusuf, kalau nanti bakal kolaborasi dengan Arjuno dan Zantisya juga 😂😂😂)

"Hendri Artha Wijaya." Hendri terkesiap menatap Yusuf yang memanggil namanya dengan lengkap.

"Hadir pak." Mulut Hendri menjawab spontan begitu saja. Dan yang lebih mencengangkan tangan kanan Hendri terangkat keatas karena sangking groginya.

Semua orang menahan kekehan menatap wajah pucat pasi Hendri yang sudah tremor sendiri. Bahkan Yusuf ingin tertawa lepas melihat sekretarisnya yang cerdas kini berubah menjadi lemot. Namun Yusuf harus menjaga wibawanya.

"Kamu pikir aku lagi absen sekolah?"

Sumpah, malu banget Hendri dengan kebodohannya sendiri.

"Kamu benar mencintai anak gadis ku?"

Pertanyaan Yusuf bukan hanya membuat semburat merona di wajah Reina, namun Hendri juga sama. Telinga lelaki itu semakin memerah saja.

Hendri menata Yusuf, lalu menatap Reina dalam. Hendri tersenyum saat Reina menyuguhinya senyuman manis.

"Iya. Saya mencintai anak gadis bapak satu-satunya."

"Sejak kapan kamu mencintai anakku?" Mulai interogasi.

"Saya tidak tahu pak. Perasaan itu tumbuh sendiri. mungkin karena kita selalu bersama."

"Lalu kenapa tidak melamar anak ku sejak dulu. Betah sekali kamu jadi duda karatan."

"Bapak merestui kami?" Tanya Hendri butuh keyakinan.

"Memangnya sejak tadi aku belum bilang begitu?" Tanya Yusuf balik.

"Belum pak."

"Ya sudah."

"Ya sudah apa pak?"

Semua orang malah dibuat heran melihat interaksi Yusuf dan Hendri.

"Ya saya aku setuju."

"Setuju apa maksud bapak?" Cecar Hendri.

"Ya aku setuju kamu menikahi anak ku." Geram juga Yusuf jadinya kan.

"Alhamdulillah." Ucap syukur semua orang yang ada disana.

"Jadi kak Re nggak jadi sama mas mas yang kemarin itu?" Tanya Zen tiba-tiba. Zen menyandarkan dagunya pada lengan sofa, tepat didekat Yusuf.

Reina membungkuk menatap adik lelaki kesayangannya. "Nggak jadi dek. Kak Re maunya sama mas mas yang ini." Ucap Reina menunjuk Hendri.

Zen langsung tersenyum dan lari memeluk Hendri. Semua orang disana menjadi Haru melihatnya. Hendri langsung memangku Zen.

"Zen suka kalau kakak Zen sama om. Soalnya om sayang sama Zen sama Ayah sama Nda sama semuanya disini. Kalau mas mas yang kemarin hanya sayang sama Kak Re, Zen nggak suka. Karena itu buat ayah Zen sedih." Tutur Zen apa adanya.

Semua orang terharu mendengar ucapan Zen barusan. Terutama Yusuf, Nissa, dan juga Reina. Mereka tidak menyangka, bocah sekecil ini begitu perasa dengan perasaan orang tuanya.

Reina mengusap air matanya yang sudah tidak terbendung lagi.

"Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah. Engkau telah memberi ku jalan terbuka lebar untuk menemukan pasangan yang tepat untuk ku dan juga keluarga ku." Ucap Reina dalam hati.

Yusuf dan Nissa pun tak kalah haru dengan putra mereka satu-satunya. Meski Zen masih kecil, namun bocah itu bisa berfikir dewasa dengan porsinya sendiri.

Bahkan Yusuf jadi ingin tahu kapan bujang kecilnya ini tahu kalau dia sedih melihat sikap calon suami Reina saat itu.

"Karena keluarga pak Yusuf sudah menerima anak kami sebagai calon suami Reina. Maka izin kan saya memasang cincin tanda pengikat kami. Namun sebelum itu, kami meminta maaf karena kabar ini mendadak jadi kami tidak bisa membawa apa-apa selain kami sendiri yang datang dengan maksud baik." Tutur Bu Rumi.

"Tidak apa-apa bu. Kami senang ibu dan keluarga sudah datang atas undangan kami. Silahkan." Ucap Nissa.

Bu Rumi langsung beranjak. Reina langsung berdiri saat bu Rumi menghampirinya. “Bismillahirrahmanirrahim. Semoga hubungan ini langgeng dan Berkah." Ucap bu Rumi sambil memasangkan cincin pada jari manis Reina.

"Aamiin..."

"Maaf. Bu, pak. Hidangannya sudah siap." Ucap Mbok Pani memberi tahu.

"Terimakasih mbok." Ucap Nissa. "Mari kita kedalam, menikmati hidangan seadaanya." Tutur Nissa mempersilahkan.

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

1
Susanto Dhanie
Luar biasa
Eliyanti
Kecewa
Eliyanti
Buruk
sweetpurple
Luar biasa
Widi Astuti
cemunguuut Othoor....🌹🌹🌹
Widi Astuti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu bgt ini Pak Yuduf n Mas Hendri... bisa kompek bgt panggil istri2nya....
Widi Astuti
Luar biasa
Widi Astuti
Lumayan
Widi Astuti
rasa nyaman yg tercipta Krn selalu bersama Reina.... perlahan pasti jd jatuh cinta.... 😃😃😃
Eliyani Elieboy
belum juga sunat si kecebong eh adknya udh mulai otw tu
Eliyani Elieboy
ratu bekicot LG akting Lo Zen
masak gtu ajha gak paham sih
Eliyani Elieboy
pengantin lawas LBH hot ternyata /Smirk//Smirk//Smirk/
Eliyani Elieboy
sayang Thor klw di buat melipir
bagusan ikutan tersesat sama2
ikoooot thorr pegangan tangannya
Eliyani Elieboy
ilih muncul LG si Arya setelah sekian purnama
Eliyani Elieboy
kocak parah gara2 kecebong 1 ne
/Grin//Grin//Grin//Smirk/
Eliyani Elieboy
jng ad crita mewek thor
sedih tau
Eliyani Elieboy
Andi /Heart/ Gita
keren Thor
kasian blm ad jodohnya
Eliyani Elieboy
kapok kan ketahuan om Yusuf
/Grin//Facepalm/
Eliyani Elieboy
td Masi baca part yg hareudang
ehhh ne malah JD melow plus nyesek
authornya /Good/....
smngat thor
love love sekebon la pokonya
Eliyani Elieboy
ya ampun Thor hareudang bner looo
JD bayangin ntah kmn2 JD nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!